Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Perjalanan Bisnis


__ADS_3

...Malam hari nya...


Yoga sedang bersantai di ruang tamu bersama Daven dan Max yang akan menginap,karena besok mereka akan berangkat ke kota a.


Dering telefon berbunyi.


Yoga pun mengangkat telefon tersebut saat membaca tertulis nama siska.


"Kenapa belum datang?" Tanya Yoga


"Aku seperti nya tidak bisa ikut Yoga,apa kau bisa pergi sendiri?" Jawab Siska.


"Apa kau baik - baik saja?" Tanya Yoga dan membuat Max dan Daven bertanya - tanya dalam hati,ada apa dengan Siska.


"Tidak apa - apa,mungkin aku hanya kelelahan,jadi? Apa kau bisa pergi sendiri?" Tanya Siska lagi memastikan.


Yoga membuang nafas "Baiklah,beristirahat lah,jangan lupa kedokter untuk memeriksa kan diri!" Jawab Yoga lagi.


"Baik lah,terimakasih Yoga" Kata Siska sembari mematikan sambungan telefon nya.


"Ada apa Yoga?" Tanya Max merasa gelisah.


"Siska tidak jadi ikut,dia merasa lelah dan tidak enak badan"Jawab Yoga.


Max tampak sedikit kecewa karena Siska tidak ikut,karena yang ia harapkan dalam perjalanan ini,agar bisa bersama dengan Siska.


•••


Sementara Kinan dan Jeslin serta Joana sedang diteras rumah lantai 2,menikmati pemandangan malam.


Saat mereka sedang bersantai,Joana tampak asik memainkan ponsel nya,sembari tersenyum sendiri.


"Ngapain si Joana? sibuk banget sama ponsel" Tanya Kinan.


"Gak apa - apa kok,Eh guys aku keluar dulu ya,nanti aku balik lagi,kalau kalian ngantuk tidur duluan aja ya."kata Joana dan beranjak berdiri meninggalkan kedua sahabat nya sebelum Kinan dan Jeslin menjawab.


Kinan dan Jeslin tampak tersenyum kecil melihat Joana.


"Mau kemana kira - kira dia?" Tanya Jeslin tersenyum,mengajak Kinan menebak.


"Karena ada daven di sini,seperti nya dia akan bertemu daven" Jawab Kinan tertawa kecil,begitu juga dengan Jeslin.

__ADS_1


"Yoga sepertinya,sangat perhatian pada mu Kinan,Apa kalian sudah ada kedekatan yang terjalin?"Tanya Jeslin tiba - tiba dan membuat Senyum Kinan seketika hilang.


"Em,kalau itu ,aku juga tidak tahu Jeslin,Aku rasa biarkan saja berjalan seperti ini,kalau jodoh gak akan kemana." Jawab Kinan tampak lesuh.


Jeslin pun mengenggam tangan sahabat nya itu,ia memberikan semangat kepada sahabat nya,yang menurut nya telah jatuh Cinta pada Yoga,Kinan pun lansung memeluk Jeslin tanpa berkata apa pun karena ia merasa senang,Jeslin seperti mengerti apa yang tidak ia ucapkan.


•••


...Keesokan harinya...


Pagi pagi sekali Kinan sudah bangun bersama kedua sahabat nya menyediakan sarapan sebelum mereka melewati perjalanan panjang.


Yoga pun tampak sudah bangun sembari menurun kan koper kecil milik nya untuk di masukan kedalam bagasi mobil.


"Kinan! Apa koper mu sudah kamu siap kan?" Tanya Yoga menghentikan langkah nya dan menatap Kinan yang menaruh sarapan di dimeja.


"Sudah mas,ada didalam kamar,nanti aku akan turun kan"Jawab Kinan.


"Biar aku saja"Balas Yoga dan Kinan pun tersenyum dan mengangguk.


"Cie...kayak nya Mas Yoga mu perhatian sekali ya"Ledek Joana ,Jeslin dan Kinan pun tampak tersenyum kecil merespon ledekan Joana.


Kinan pun melanjutkan untuk menyiapkan sarapan pada orang yang ada dirumah,sembari ia mengobroo dengan kedua sahabat nya.


...Meja Makan...


Semua pun tampak duduk sarapan bersama sebelum Yoga dan Kinan beserta sahabat Merek Memulai perjalanan.


"Mas Yoga,Mbak Siska tidak ikut?" Tanya Kinan saat di meja makan.


"Tidak,dia sedang tidak enak badan" Jawab yoga dan kinan pun mengangguk tanda mengerti dan tidak banyak bertanya lagi.


"Yoga! Jaga Kinan dan kedua sahabat nya dengan baik di sana" Pesan Pak Bambang.


"Iya Pa" Jawab Yoga.


Selesai makan,jam menunjukan pukul 9 pagi,Semua pun sudah berada diluar untuk masuk ke mobil,diantar pak Bambang dan Bu sara.


Tidak lupa Kinan mencium punggung tangan kedua orang tua dari suami nya,diikuti kedua sahabat nya dan juga Yoga.


Mereka pun naik ke dalam mobil besar dengan 8 Tempat duduk di dalam nya.

__ADS_1


Kinan tampak di belakang supir yang menyetir,sementara dipaling belakang ada Max dan Daven yang mengisi tempat duduk di dalam nya.


Dalam perjalanan,tak ada pembicaraan yang berarti,Kinan sesekali menoleh kebelakang mengobrol dengan kedua sahabat nya.p


Sementara Yoga tampak asik memainkan ponsel nya.


Sampai akhirnya,mereka pun tertidur karena sudah lelah setelah melewati 3 jam perjalanan dan masih ada beberapa jam perjalanan lagi,yang harus mereka lalui,mereka hanya sesekali berhenti di pengisian bahan bakar untuk buang air kecil.


Jam menunjukan pukul 12 siang,Yoga pun meminta sang supir untuk mencarikan rumah makan untuk makan siang.


Saat mobil memasuki halaman sebuah Restoran,Semua pun turun lebih dulu dan baru disusul oleh Kinan yang baru dibangunkan okeh Yoga.


"Astaga,sakitnya pinggang ku,kelamaan duduk" kata Jeslin tiba - tiba Ka meregangkan kedua kaki dan tangan nya saat turun dari mobil,lalu berjalan masuk kedalam restoran bersama Joana.


"Kinan,bangun lah" kata Yoga sembari mengoyakan tubuh Kinan pelan.


"Ummhh..Sudah sampai ya Mas?" Tanya Kinan sembari mengosong mata nya.


"Belum,kita turun makan siang dulu"kata Yoga sembari turun dari mobil.


"Apa masih jauh?" Tanya Kinan yang juga turun dari mobil.


"Apa kau lelah?" Tanya Yoga dan tiba - tiba berjalan ke arah Kinan,ia lalu berdiri di belakang punggung Kinan lalu memijit kedua pundak Kinan dengan pelan.


"Mas Yoga,aku tidak apa - apa" Kata Kinan mencoba menolak pijitan Yoga.


"Diam lah,biar aku pijatnya sebentar" jawab Yoga memaksa.


Kinan pun terpaksa menuruti keinginan suami nya,sebelum ia berjalan masuk mengikuti langkah sahabat nya. yang sudah lebih dulu masuk ke dalam restoran.


Kinan merasa senang dengan perhatian Yoga, jantung nya berdetak lebih cepat,ia merasa gugup dan tersipu malu saat Yoga selesai memijit nya dan di tambah Yoga mengandeng tangan nya masuk kedalam Restoran itu.


•••


Mohon dukungan Votenya ya.


Terimakasih


•••


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2