Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Bertemu Lagi Dengannya


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju ke kantor nya.


Tiba - tiba Yoga mengerem mendadak karena ada yang menyebrang mendadak.


"Astaga,apa yang dia lakukan" Kata Yoga kesal karena hampir menabrak orang.


Yoga pun segera turun dari mobil,melihat seorang wanita yang hampir ia tabrak,bukannya pergi,wanita itu malah menangis sembari berjongkok.


"Apa yang wanita ini lakukan,apa dia tadi mencoba bunuh diri?" Gumam Yoga tiba - tiba terlintas di pikiran nya


"Mbak! Apa anda baik - baik saja,cepat lah pergi,mobil ku mau lewat" Kata Yoga.


Wanita itu mendengar tidak asing suara di telinga nya,ia pun mengangkat kelapa nya dan melihat terkejut melihat Yoga,begitu pun sebaliknya.


"Janet.." Nama itu tiba - tiba lolos terucap dari bibir nya.


Janet pun terlihat lusuh dan wajah penuh air mata,ia seperti tidak mempunyai semangay untuk hidup,wajah terlihat penuh dengan keputusaan.


"Ada apa dengan mu? Apa tadi kau mencoba bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil ku?" Tanya Yoga dengan raut wajah heran penuh tanya.


"Maaf Yoga,aku tidak tahu ini mobil mu,aku pergi dulu" Kata Janet mau pergi,tapi Yoga menahan nya,karena tidak ingin Janet melakukan hal ini di tempat lain.


"Mama.." Panggilan Suara seorang anak terdengar keluar dari taman dan Kini berdiri di trotoar jalan.


"Dan kau bahkan ingin bunuh diri dengan meninggalkan anak mu di taman? Astaga...apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?" kata Yoga dengan penuh kekesalan.


"Bukan urusan mu,aku pergi dulu" jawab Janet dan segera mendekati putra nya lalu berjalan ke dalam taman meninggal kan Yoga yang masih mematung di depan mobil nya.


Yoga tidak pergi begitu saja,ia pun berjalan mengikuti Janet dan melihat Janet mengambil sebuah koper di dalam taman dan berjalan pergi dengan koper dan Putra nya.


Yoga menghela nafas dengan kasar dengan apa yang ia lihat.


"Janet!" Panggil Yoga dari belakang,panggilan itu jelas menghentikan langkah Janet.

__ADS_1


Yoga lalu berjalan mendekati Janet,ia mengangkat koper nya dan mengandeng tangan Gian putra Janet ke arah mobil nya,apa yang di lakukan Yoga membuat janet terkejut.


"Apa yang kamu lakukan Yoga? " Tanya Janet.


"Ikut saja" Kata Yoga.


Janet pun dengan wajah sedih mengikuti langkah Yoga dari belakang dan masuk ke dalam mobil Yoga.


Didalam mobil.


"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Yoga yang duduk di kursi kemudi,sementara janet dan putra nya duduk di belakang.


"Aku...diceraikan oleh suami ku,dia berselingkuh dengan wanita lain dan sekarang dia mengusirku" Jawab Janet dan menangis tersendu.


"Lalu kau mau kemana?" Tanya Yoga,Janet hanya mengeleng - gelengkan kepala.


"ada apa dengan luka di tubuh mu? Apa suami mu yang melakukan nya?" Tanya Yoga lagi saat melihat pergelangan tangan Janet penuh memar dan juga terlihat jelas pada pelipis mata.


"Iya,Aku rela dipukul asal aku tetap bersama suami ku,karena tidak ada lagi yang mengingikan ku dirumah ini,bahkan keluarga ku juga" Kata Janet


"Maaf Yoga,aku tidak tahu ini mobilmu,aku hanya mencari mobil mewah untuk menabrakku,agar siapa pun itu akan bertanggung jawab dengan mengurus putra ku jika aku mati tertabrak" Jawab Janet terdengat lirih.


Yoga pun mengeleng - geleng kan kepala,dengan apa yang ia dengar dan membuang nafas dengan kasar.


tiba - tiba ponsel nya berbunyi,Siska menghubunginya.


"Ada apa?"


"Masih tanya ada apa? Kita ada meeting sebentar lagi,kapan kau datang?" Tanya Siska.


"Sebentar lagi" Jawab Yoga dan menutup sambungan telefon nya.


Ia lalu menghubungi Max.

__ADS_1


"Ada apa Yoga?" Saat max menjawab telefon.


"Aku ingin minta izin meminjam rumah mu yang kosong,di jalan xxx,apa boleh?" Tanya Yoga


"Tentu saja boleh,tapi buat apa?" Tanya max heran.


"Aku akan jelas kan nanti,apa aku harus mengambil kunci ke kantormu?" Tanya Yoga.


"Tidak perlu,disana sudah ada pembantu ku" Jawab Max


"Baiklah,terimakasih max,nanti kita bertemu di kantor mu" Balas Yoga dan menutup sambungan telefon nya.


Yoga lalu mengantar Janet dan Putra Janet ke rumah milik max yang sudah lama tidak di tinggal,meski pun tidak diTinggali,tapi rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil terurus dengan baik,karena Max mempekerjakan seorang Asisten rumah tangga untuk merawat rumah itu,karena sekali - sekali ia akan datang sekedar tidur siang karena tidak jauh dari letak kantornya berada.


Saat Yoga sampai dihalaman rumah max,Mereka sudah di sambut oleh Asisten rumah tangga Max yang sudah di hubungi oleh max sebelum Yoga sampai.


"Kamu sementara tinggal disini dulu dengan putra mu,ini rumah max sudah lama tak di tinggali" Kata Yoga


"Terimakasih Yoga" Saut Janet yang tidak tahu harus berkata apa apa lagi kepada laki - laki yang pernah ia sakiti,tapi masih baik padanya.


"Ini kartu nama ku,ada apa - apa ,kau bisa menghubungi ku" Kata Yoga dan Janet pun mengambil kartu nama yang di beri kan Yoga.


Tidak lupa Yoga memberikan sedikit uang untuk pegangan Janet dengan putranya,sebelum ia pergi dan kembali ke kantor.


.


.


.


.


Hari ini up lansung 2 bab ya,karena kemarin tidak jadi up malam karena bab pertama baru lulus review nya malam.

__ADS_1


Bantu Like dan Votenya dong,jangan pelit - pelit,hehe


Bersambung


__ADS_2