Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Panggilan Sayang


__ADS_3

Keesokan harinya.


Cuaca di luar begitu indah, terdengar sayup - sayup suara burung berkicauan.


Saat Kinan akan bangun untuk bersiap seperti biasa, tiba - tiba tangan nya di tahan Yoga saat Kinan akan turun dari tempat tidur.


Yoga menarik tangan Kinan hingga istrinya itu jatuh kedalam pelukan nya.


"Mas Yoga... " Ucap Kinan tersenyum malu - malu.


"Bisa kah kau tidak memanggil Mas lagi? Panggil aku Sayang, aku sudah bosan menjadi mas mu. " Kata Yoga sembari merendamkan wajah nya di perut Kinan.


"Iya Mas." Jawab Kinan ragu - ragu.


"Mas lagi?,Ayo coba panggil aku sayang. " Kata Yoga mengangkat kepala nya menatap istrinya.


"Iya Mas, Maksud ku, Iya Sayang. " Kata Kinan agak terbata - bata karena belum terbiasa dengan panggilan itu.


"Aku mau siap - siap dulu ya, mau buat sarapan untuk kita semua. " Kata Kinan mengisyaratkan Yoga untuk melepaskan tangan Yoga yang melingkar di pinggang nya.


"Baik lah Sayang, aku mau berbaring sebentar lagi. " Kata Yoga melepaskan tangan nya yang melingkar di pinggang Kinan dan berbaring telentang dengan mata tertutup.


Kinan pun segera turun dari tempat tidur,ia tersenyum melihat suami nya yang kembali terlelap tidur.


Sebelum berjalan ke kamar mandi untuk bersiap, Kinan membuka jendela kamar nya lebih dulu, agar matahari pagi masuk menyinari kamar mereka.


•••


Jam menunjukkan pukul 8 pagi.


Yoga pun turun untuk sarapan sebelum berangkat bekerja, ia melihat istrinya di dapur dengan celemek menempel di tubuh istrinya itu sedang memasak bersama ibu dan ibu mertuanya.


"Selamat pagi, wanita - wanita cantik. " Goda Yoga sembari menyapa Ibu dan Istrinya yang sedang ada di dapur.


Kinan pun hanya mengeleng - geleng kan kepala mendengar sapaan Suaminya.

__ADS_1


"Pagi sayang, sepertinya kamu hari ini senang sekali? ada apa nih?" Tanya Bu Sara tersenyum yang melihat senyum tak biasa terpancar dari wajah Yoga.


"Tidak apa - apa." balas Yoga sembari mata nya menatap Kinan yang sedang sibuk memasak.


Bu Sara dan Bu Mery melihat tatapan Yoga pada istrinya begitu lekat pun mengeleng - geleng kan kepala pelan.


Saat sarapan.


Semua keluarga sedang berkumpul di meja makan termaksud pak Musin dan Bik Sumi.


"Sayang, nanti aku saja yang mengantar mu ke kampuas." Kata Yoga saat sedang menikmati sarapan nya.


"Gak usah Sayang, aku bisa naik mobil sendiri, lagian kamu kan sibuk di kantor. " Jawab Kinan dan Yoga pun mengangguk tanda setuju.


Sementara pandangan orang tua mereka kepada Kinan dan Yoga tampak senang bercampur heran dengan panggilan sayang yang terdengar dari mulut kedua anak mereka itu.


Orang tua Yoga dan Kinan tampak senang melihat banyak perubahan dalam hubungan Kinan dan Yoga bahkan panggilan kedua nya pun telah berubah.


•••


Kinan dan Yoga p


un berpamitan sebelum akhir nya berjalan keluar bersama Kinan.


"Seperti nya kita akan segera menimang cucu. " Kata Pak Alek tertawa saat Kinan dan yoga sudah berlalu pergi meninggalkan meja makan.


"Iya betul,semoga saja di segeralah. " Saut Pak bambang yang juga dengan wajah senang nya.


•••


Sementara di halaman rumah.


"Sayang hati - hati bawa mobil nya. " Kata Yoga pada istrinya.


"Iya,Kamu juga ya." Balas Kinan tersenyum.

__ADS_1


Yoga mendaratkan ciuman di kening istrinya, sebelum ia masuk kedalam mobil nya.


Yoga lalu menjalankan mobil lebih dulu dan disusul Kinan yang juga keluar dari halaman rumah untuk berangkat ke kampus dengan mobilnya.


•••


Saat dikampus.


dan ternyata dosen mereka tidak datang, Kinan bersama Jeslin dan Joana bersantai di kantin kampus.


Kinan tampak memainkan ponsel nya sesekali membalas pesan yang masuk.


"Dari siapa sih Kinan? " Tanya Jeslin.


"Dari mas Yoga. " Jawab Kinan tersenyum.


"Ada yang lagi jatuh cinta kayak nya ni." Goda joana tersenyum bersama Jeslin.


Kinan pun hanya tersenyum malu - malu mendengar ledekan sahabat nya yang memang benar dia sedang jatuh cinta.


Sementara di tempat duduk Kinan dengan kedua sahabat nya,ada Jonatan yang mendengar percakapan Kinan dengan jeslin dan Joana.


Jonatan tampak kesal saat Kinan tidak menepis ledekan Joana, karena diam nya Kinan seperti mengartikan kalau ia memang sedang jatuh cinta.


"Aku tidak rela kau bersama dia Kinan, sejak awal dia tidak menginginkan mu, maka selama nya tidak boleh. " Gumam Jonatan dengan tatapan kesal nya.






__ADS_1


Bersambung


__ADS_2