
...Kantor Max...
Yoga sampai di kantor max,tapi tidak lansung bertemu Max karena sahabat nya itu sedang berada di ruangan meeting.
Yoga pun tampak menunggu Max yang sedang meeting sembari membaca Koran hari ini yang ada di atas meja depan Sofa yang ia duduki.
Setelah menunggu hampir 30menit,Pintu tampak dibuka dan masuklah Max yang baru selesai meeting ke dalam ruangan kerjanya.
"Hei,kau sudah menunggu lama?" Tanya Max sembari duduk di samping Yoga yang juga menutup koran yang ia baca dan meletakan di atas meja.
"Iya,lumayan" Jawab Yoga
"Aku tanya pada pembantuku,kau membawa wanita dengan seorang anak laki - laki dan wanita itu bernama Janet,apa itu Janet mantan kekasih mu itu?" Tanya Max penuh selidik.
"Hm" jawab Yoga singkat.
"Astaga...apa yang kau lakukan? Kau ingin menyelingkuhi Kinan? Aku tak percaya ini" Ucap Max menepuk Jidat nya sendiri dengan pelan,memikirkan hal yang tidak - tidak.
"Tutup mulut mu!... Aku bukan orang yang seperti itu" saut Yoga.
"Lalu? Apa yang kau lakukan?" Tanya Max lagi,tidak mengerti apa yang ingin dilakukan Sahabat nya itu.
"Aku hanya mencoba menolong nya,dia mencoba bunuh diri dengan berdiri di tengah jalan,agar ia di tabrak mobil yang melintas" Jelas Yoga dan membuat Max tampak terkejut.
__ADS_1
"Oh..astaga,apa yang dia pikirkan" Ucap Max.
"Aku pun juga tidak menyangka dia akan punya pemikiran yang pendek seperti itu,dia bilang pada ku hubungan nya dan suami nya tidak baik,suami nya mengusir nya" Balas Yoga.
"Iya,aky memang sempat mendengar kabar,bahwa dia dan suami nya sedang tidak baik,suami nya sering memukuli nya,tapi bagaimana bisa ia berfikir untuk bunuh diri,dia kan dari keluarga yang berada,seharus nya ia mencoba memulai hidup baru tanpa suami nya,bukan malah bunuh diri" Ucap Max membuang nafas dengan kasar memikirkan Janet.
"Lalu bagaimana? Apa yang akan kau lakukan? " Tanya Max
"Belum tahu,sementara biarkan saja dulu dia tinggal dirumah mu,bicaralah dengan nya Max,untuk memberi nya solusi"jawab Yoga.
"Kenapa aku? Kan kau yang membawa nya,kamu sendiri saja yang bicara dengan nya" Balas Max.
"Ya..karena kau masih single,aku tak mau nanti Kinan dan orang tua ku menjadi salah paham" Kata Yoga lagi.
"Iya..itu hanya sebuah kode keras" Jawab Yoga dan tertawa kecil.
Suasana yang tadi nya sunyi dan hanya terdengar suara tanya jawab dari tadi akhirnya terdengar suara tawa kecil dari kedua nya.
Yoga pun juga tidak kembali kekantornya lagi,ia menghabiskan waktu hingga sore di kantor Max sembari mengopi dan mengobrol.
...Sore Harinya...
Yoga pun kembali kerumah setelah lelah mengobrol,Yoga sengaja menghabiskan waktu nya di kantor max,karena tahu teman - teman Kinan akan datang kerumah nya.
__ADS_1
Saat sampai di rumah,ia melihat rumah sangat sepi,tidak seperti biasanya,yang terdengar heboh dari tawa Kinan dan kedua sahabat nya itu.
"Den Yoga sudah pulang,bibi panaskan sayuran ya Den" Sapa bik Sumi.
"Iya,Mana Kinan bik?" Tanya Yoga.
"Non Kinan di kamar nya Den,bersama teman Non Kinan" Jawab Bik sumi dan Yoga pun segera naik ke atas untuk memastikan keadaan istrinya,karena tidak mendengar suara kehebohan 3 wanita itu.
Saat Yoga sampai di depan kamar Kinan,ia mencoba mendekati Telinga nya ke arah pintu kamar Kinan dan dengan hasil yang sama,tidak ada suara yang terdengar dari depan.
Yoga pun mencoba membuka pintu kamar Kinan yang kebetulan tidak di kunci,ia melihat ketiga wanita itu tertidur di lantai.
Yoga pun masuk dan mendekati Kinan yang tertidur pulas,Yoga menatap istri nya dengan lekat,Yoga berdiri tersenyum memandangi wajah istrinya,ia lalu mencium telapak tangan nya sendiri lalu menempelkan nya di kening Kinan dengan pelan agar tidak membangun kan istrinya itu.
ia pun segera meninggalkan kamar dan masuk ke dalam ruangan nya untuk berdiri.
Sementara di tempat Lain,Max tampak mendatangi rumah nya yang kini di tinggali Janet.
"Janet" Sapa Max dari pintu masuk dan membuat Janet yang sedang duduk menonton televisi menoleh ke arah pintu masuk.
"Max" balas Janet terkejut Max datang.
Bersambung
__ADS_1