
POV Ririn.
Umurku 25 tahun. Aku sudah sukses diusia muda. Memiliki 2 toko besar, rumah berlantai 2 dan beberapa mobil. Semua berkat arahan dari Papa.
Aku menyukai Mas Randi setelah beberapa kali aku melihatnya di toko Papa.
Mas Randi tidak tampan tapi matang dan tentu tidak kaya. Tapi mempunyai karisma tersendiri. Bentuk badan yang atletis, wajah yang teduh dan senyum yang menenangkan membuatku tergila-gila padanya. Aku selalu merasa nyaman saat bersamanya.
Aku tahu Mas Randi sudah mempunyai istri dan 2 orang anak laki-laki tapi itu semua tidak membuatku untuk tidak jatuh cinta padanya.
Ketika aku membuka cabang toko baru aku meminta Papa menyuruh Mas Randi bekerja di tokoku. Supaya aku bisa sering bertemu dengannya.
Aku sering mengajak Mas Randi kemana-mana. Aku ingin selalu berduaan dengannya. Tapi Mas Randi seperti menjaga jarak denganku.
Tapi aku tidak menyerah. Aku terus menggodanya. Saat 2 hari sebelum lebaran kami ada lembur. Aku memasukkan obat perangsang di minuman teh Mas Randi dan terjadilah peristiwa itu. Peristiwa yang membuatku tidak mau lepas darinya dan ingin dinikahinya. Apalagi setelah aku positif hamil. Namun janinku tidak berkembang. Jadi aku harus kehilangan janinku.
Papa, Mama dan Mas Randi marah besar. Tapi aku tetap pada pendirianku. Tidak akan goyah. Akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kemauanku.
Aku mengancam Mas Randi untuk menikahiku jika tidak maka aku akan melaporkan ke polisi sebagai tindakan pemerkosaan. Aku bilang aku memiliki video cctvnya. Padahal aku tidak punya. Ruanganku di toko tempat kejadian itu tidak ada cctv.
Mas Randi sangat mencintai istrinya. Mbak Rika. Aku iri. Aku ingin menjadi Mbak Rika.
Mbak Rika orang yang baik dan sabar. Mas Randi begitu takut diceraikan oleh Mbak Rika. Oleh sebab itu Mas Randi harus meminta izin menikah lagi ke Mbak Rika.
Kata Mas Randi. Lebih baik dipenjara daripada bercerai dari Mbak Rika. Makanya aku merayu Mbak Rika secara halus. Aku memberikan berbagai macam hadiah supaya Mbak Rika luluh.
__ADS_1
Akhirnya Mbak Rika menyetujui Aku dan Mas Randi menikah secara resmi setelah aku memenuhi semua persyaratannya. Tapi ada 1 syarat yang membuatku tak suka. Mbak Rika tidak memperbolehkan aku hamil. Padahal aku ingin sekali memiliki anak. Tapi aku sanggupin saja. Yang penting aku bisa menikah dengan Mas Randi.
Aku akan mengadakan akad nikah dan resepsi pernikahan di hotel mewah dalam waktu dekat.
Tak sabar rasanya aku bersanding dengan pujaan hatiku. Mas Randi. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik seperti Mbak Rika. Biarlah aku menjadi istri kedua, yang penting aku bahagia.
*****
Pov Randi
Tidak pernah terbayangkan dalam hidupku bisa mengalami masalah rumah tangga yang serumit ini.
Istriku Rika. Aku sangat mencintainya. Dia telah bersamaku dalam suka dan duka. Dia sudah memberiku 2 anak laki-laki yang tampan dan lucu.
Rika. Istri yang sangat baik, sholehah dan cantik. Tak pernah sekalipun membantahku, tidak pernah meniggikan suaranya kepadaku dan selalu melayaniku serta mengurus anak-anak dengan baik. Rika seorang wanita yang sederhana. Tidak pernah menuntut yang macam-macam. Rika, aku sangat menyayanginya.
Dari awal kerja aku sudah tidak nyaman bekerja di toko Ririn. Ririn sering duduk dekat-dekat denganku dan mengajakku kemana pun untuk urusan pekerjaan. Aku risih. Aku sadar aku adalah laki-laki yang telah beristri.
Hingga malam yang tak pernah ku harapkan itu terjadi. Saat lembur jam 9 malam aku dibuatkan minuman teh oleh Ririn. Setelah aku meminumnya aku jadi berhasrat. Aku melihat Ririn terus mendekatiku. Aku sudah tidak fokus lagi. Aku melihat Ririn seperti Rika. Akhirnya terjadilah peristiwa yang sangat aku sesali untuk seumur hidupku. Aku telah berzina tanpa sadar. Aku memukul-mukul kepalaku sendiri saat sudah selesai. Aku rasanya ingin mati saja.
Malam itu aku pulang dengan keaadaan tak karu-karuan. Pikiran kalut dan badan lelah. Aku selalu merasa bersalah dengan Rika. Aku tidak berani bercerita kepada Rika.
Setelah kejadian itu Ririn mendesakku untuk segera menikahinya. Tapi aku sangat bingung. Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Sekitar 2 bulan sejak peristiwa itu Ririn mengatakan sedang hamil 7 minggu. Aku hancur sekali mendengarnya. Aku sangat takut. Tapi kemudian Ririn bilang keguguran, janinnya tidak berkembang, harus dikuretase.
__ADS_1
Saat aku pulang. Rika menanyakan mengapa aku terlihat banyak masalah. Akhirnya aku jujur ke Rika. Apapun resikonya aku hanya ingin jujur.
Tak ku sangka Rika mengamuk secara membabi buta. Baru pertama kali aku melihat Rika marah. Hingga akhirnya Rika pingsan.
Selama 2 minggu Rika tidak mau berbicara kepadaku. Seperti mengalami depresi. Aku kasihan sekali dengannya.
Ririn selalu mengancam akan memenjarakanku jika aku tidak menikahinya.
Aku bilang aku mau menikahinya tapi dengan izin Rika. Aku lebih baik dipenjara daripada harus bercerai dengan Rika.
Rika. Begitu sabar dan bijaksana. Akhirnya Rika merestui aku menikah dengan Ririn dengan beberapa syarat yang diajukan. Wajar. Rika pasti begitu sakit harus merelakan suaminya menikah lagi.
Rika. Semoga kesabaranmu berbuah surga. Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah mau bercerai darimu.
Ririn aku tidak mencintainya sama sekali. Tapi aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat.
Semoga aku bisa adil menjalani poligami bersama 2 istriku nanti.
Sore ini aku akan melaksanakan lamaran. Rika menyiapkan kebutuhanku. Baju batik dan celana, tentu dari Ririn. Kata Ririn baju couple untuk lamaran. Rika merapikan pakaianku.
Aku pandangi wajah Rika. Akhir-akhir ini Rika sering murung. Biasanya Rika selalu tampil ceria. Wajar, Hati istri mana yang tidak sakit melihat suaminya akan menikah lagi dengan wanita lain. Rika wanita yang sangat kuat. Tidak pernah sekalipun aku melihatnya menangis.
Aku bercerita dengan keluargaku tentang masalah ini. Mereka takut aku dipenjara sehingga mereka menyetujui aku menikah lagi jika Rika mengizinkan.
Aku berangkat lamaran bersama keluargaku seperti saat aku akan melamar Rika dulu. Luruh air mataku saat aku sudah menjalankan mobilku keluar rumah. Aku pandangi Rika dari dalam mobil, Rika memandang ke arah mobilku dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Dek, yang kuat ya Sayang. Mas akan selalu mencintai Adek apapun yang terjadi. Adek belahan jiwa Mas. Separuh nafas Mas. Sampai kapanpun Mas tak akan pernah ingin bercerai dari Adek" bisikku ke telinga Rika malam itu sesudah acara lamaran. Rika tersenyum, seperti senyum dipaksakan.