
"Mas.." ucapku terpotong.
"Apa sayang" jawab Mas Randi menoleh ke arahku.
"Adek kemarin belum ngasih jawaban tentang Ririn yang melanggar perjanjian" ucapku datar.
"Iya Dek. Jadi keputusannya gimana sayang? Adek gak minta cerai dari Mas kan?" Ucap Mas Randi mengharap.
"Mas, kalau misal Adek minta cerai bagaimana?" Tanyaku hati-hati.
Raut wajah Mas Randi berubah tegang.
"Demi Allah Mas akan ceraikan Ririn Dek." Jawabnya tegas.
"Tapi Ririn kan lagi hamil, Mas" ucapku datar.
"Gak papa. Mas gak mencintainya. Nanti anaknya kan anak Mas juga biar Mas tetap menafkahi." Jawab Mas Randi.
"Mas akan tetap mempertahankan rumah tangga kita, sampai kapanpun" lanjut Mas Randi.
"Oh gitu" jawabku.
Aku terdiam beberapa saat. Detik kemudian aku berbicara.
"Adek gak minta cerai kok Mas. Adek sudah ikhlas." Lanjutku dengan nada suara tegar menatap Mas Randi.
"Adek serius sayang" ucap Mas Randi dengan mata berbinar.
"Iya Mas, Adek sudah ikhlas. Gak papa Ririn hamil. Namanya orang menikah, ya pasti ingin memiliki buah hati" jelasku.
"Alhamdulillah. Benar Adek gak papa sayang? Ririn hamil" tanya Mas Randi seperti belum yakin atas jawabanku.
__ADS_1
"Iya gak papa Mas. Adek benar-benar sudah ikhlas. Semoga ini bisa manjadi ladang pahala buat Adek" jawabku yakin.
"Mas juga kasihan kalau misal salah satu istri Mas ada yang Mas cerai, soalnya lagi hamil semua. Kalau Ririn Mas masih gak papa kalau cerai tapi kalau Adek, Mas akan memperjuangkan hingga darah penghabisan" ucap Mas Randi berapi-api.
Aku hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Mas Randi.
*****
Hari demi hari berganti. Minggu demi minggu berlalu. Semenjak Ririn hamil, sifatnya jadi berubah. Ririn mungkin sudah muncul sifat aslinya. Seperti ingin menguasai Mas Randi seutuhnya. Kata Mas Randi, Ririn sekarang jadi makin manja luar biasa.
Pernah suatu hari saat Mas Randi jadwal datang ke rumahku, biasanya jam delapan pagi pasti sudah datang. Ini sampai sore belum datang-datang. Nomor telepon dan aplikasi hijaunya tidak aktif. Kemudian Mas Randi datang sudah sore sekitar pukul lima.
"Maaf Dek. Mas ketiduran. Tadi pagi habis minum kopi buatan Ririn, Mas jadi ngantuk banget. Terus siang pas Mas sudah bangun. Ririn bilang perutnya sakit minta dielus-elus." Ucap Mas Randi seperti merasa bersalah.
Pernah suatu kali Ririn menelepon Mas Randi saat Mas Randi jadwal di rumahku. Ririn ngidam ingin makan mangga muda. Maunya hari itu juga. Akhirnya Mas Randi mencarikan dan datang ke rumah Ririn.
Pernah juga malam-malam Ririn menelepon Mas Randi, katanya perutnya terasa kencang pengen dielus-elus ayahnya. Ririn menangis mengiba ditelepon agar Mas Randi datang, akhirnya Mas Randi datang ke rumah Ririn, dan seperti biasa Mas Randi ketiduran jadi menginap di rumah Ririn padahal masih jadwal kunjungan di rumahku.
Ririn sifat manjanya membuatku sebal. Ingin rasanya aku meminta Mas Randi menceraikannya. Tapi kasihan. Mungkin nanti kalau Ririn sudah melahirkan atau kalau kesabaranku sudah habis. Saat ini stok kesabaranku masih ada.
*****
Kemarin Ririn menelepon Mas Randi, Mas Randi sedang jadwal di rumahku. Berkali-kali telepon masuk dari Ririn masuk ke smartphone Mas Randi. Mas Randi sedang tidur. Aku coba mengangkatnya.
"Mas, ke rumah Ririn sekarang. Perut Ririn sakit, kencang-kencang terus dari tadi" Ririn berucap langsung di seberang telepon.
"Sama, perutku juga lagi kencang, pengen dielus-elus ayahnya terus" balasku santai.
"Mbak Rika! Mas Randi mana?" Tanyanya cepat.
"Lagi ngelus-elus perutku soalnya perutku kencang terus nih, maklum lagi hamil tua" jawabku datar.
__ADS_1
"Mbak, teleponnya kasih Mas Randi donk. Ririn pengen ngomong sama Mas Randi. Penting!" perintahnya.
"Males" jawabku santai.
"Dasar Mbak Rika pelit" rajuknya.
"Bodo amat" balasku.
Tiba-tiba tuuut telepon terputus. Dasar kekanak-kanakan, padahal sudah mau jadi ibu-ibu.
*****
Hari ini Ririn menelepon Mas Randi lagi. Ini hari kedua Mas Randi jadwal di rumahku. Ririn menelepon lagi.
Mas Randi lagi di kamar mandi. Aku mengangkatnya.
"Mas Pulang dulu ke rumah Ririn. Ririn ngidam pengen makan rujak" ucapnya manja.
"Naik pohon sendiri aja terus giling bumbu sendiri gitu aja kok repot" jawabku santai.
"Mbak Rika. Mas Randi mana?" Tanyanya.
"Lagi mandi. Kamu kalau mau rujak tinggal keluar beli sebentar ngapa? Atau beli di aplikasi ojek online, gitu aja kok ribet amat" jawabku datar.
"Ngidam pengen dibeliin Mas Randi" ucapnya dengan suara meninggi.
"Gak bisa. Mas Randi mau nemenin aku kontrol sekarang. Gak bisa diganggu gugat. Lagian ini masih jadwal di rumahku" ucapku meninggi tak mau kalah.
"Dasar Mbak Rika jahat" ucapnya.
Tuuut telepon terputus.
__ADS_1
Dasar Ririn menyebalkan. Tidak punya sopan santun. Orang model Ririn sepertinya gak bisa dilembutin, soalnya lama-lama bisa ngelunjak.