Super Surya

Super Surya
Terpaksa Kulakukan


__ADS_3

"Fyuhh... Akhirnya misi kedua ini udh selesai, aku berhasil dapatkan 1000 poin sesuai dengan yang aku inginkan" Surya bernafas lega, sekaligus senang mendapatkan poin yang besar. Surya benar-benar menikmati misi yang dijalaninya. Surya cukup yakin, kalau dia akan mampu melewati misi-misi berikutnya yang ada di depan. Diperjalanannya menuju ke resto, handphone Surya berdering. Surya menepi dan menjawab panggilan tersebut.


"Halo, ada apa, Bud?" Tanya Surya.


"Sur, kamu buruan balik ke resto yah, soalnya banyak pesanan yang harus diantarkan" salah satu teman kerjanya yang bernama Budi, memberitahu Surya dan memintanya segera kembali ke resto.


"Iya, Bud, ini juga aku udah dijalan menuju ke resto, kira-kira 20 menit lagi aku sampai" jawab Surya.


"Sip, kalau gitu, buruan yah" Budi mengakhiri panggilan.


"Gimana, udah kamu suruh Surya kesini?" Tanya seorang gadis yang sedari tadi berdiri disampingnya Budi.


"Sudah, mbak, dia katanya udah jalan menuju kesini, sekitar 20 menit lagi dia sampai" jawab Budi. Gadis itu menganggukkan kepalanya, mendengar jawaban Budi.


"Ada apa yah, mbak Ratu cariin Surya? Kalau aku lihat dari wajahnya, seperti orang yang lagi kesal gitu! Apa Surya pernah berbuat salah sama mbak Ratu yah? Aduh... Gawat kalau gini sih, Surya bakal dikasi peringatan ini" runtuk Budi.


"Eh... Ada mbak Ratu, selamat siang mbak Ratu" Renata yang kebetulan lewat, mengapa Ratu saat lewat dihadapannya, sambil mengangguk hormat.


"Selamat siang juga, ibu Renata" balas Ratu.


"Mbak Ratu nyari pak Rendy yah? Beliau ada di ruangannya" kata Renata.


"Gak kok, aku kesini bukan mau ketemu sama papa, tapi, aku mau ketemu Surya dan kata Budi dia udah dijalan, aku nungguin dia datang" jelas Ratu.


"Ya udah, aku tinggal dulu yah, mbak, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, permisi, mbak" Renata berlalu dari hadapan Ratu.

__ADS_1


Selang 20 menit kemudian, orang yang ditunggu pun datang juga. Surya segera mencari Budi dan menanyakan perihal pesanan yang harus diantarkan.


"Ehh, Bud, mana pesanan yang mau diantar itu?" Tanya Surya.


"Sur, maaf sebelumnya, aku bohong soal itu, sebenarnya ada yang nyariin kamu" kata Budi dengan sedikit berbisik.


"Dia yang nyuruh aku untuk telpon kamu dan memintaku cepat-cepat balik kesini" lanjut Budi. Tanpa bertanya lagi, Surya langsung menghampiri seseorang yang duduk sendirian dan membelakanginya.


"Mbak yang nyariin aku? Ada apa yah?" Tanya Surya ramah. Seseorang itu berdiri dan membalikkan badan. Surya benar-benar terkejut, saat melihat wajahnya.


"Jadi kamu yang nyuruh aku cepat-cepat kesini? Terus darimana juga kamu tahu, kalau aku kerja disini?" Tanya Surya dengan mata membuka.


"Mau ngapain kamu kesini, mau bahas lagi soal yang waktu itu dirumah aku" Surya menerka. Melihat Surya menegang sat bertatap muka dengan Ratu, Budi langsung menghampiri.


"Sur, kamu yang sopan dikit sama mbak Ratu" Budi menyenggol pelan lengan Surya.


"Mbak Ratu ini anaknya pak Rendy, kamu harus sopan kalau ngomong sama dia" jelas Budi. Surya terkejut saat mendengar perkataan Budi.


"Budi, lanjut kerja lagi yah, aku mau ngomong berdua dengan Surya" Ratu memberi isyarat pada Budi untuk beranjak pergi. Budi mengangguk dan segera pergi dari situ. Surya dan Ratu duduk berhadapan dan cukup lama mereka saling tatap-tatapan tanpa berbicara sepatah katapun.


"Kamu tadi dengar sendiri kan, apa yang dikatakan Budi, kalau aku ini adalah anaknya pak Rendy, owner restoran ini" Ratu memulai pembicaraan, setelah beberapa menit mereka saling diam. Ratu ingin melihat perubahan raut wajah Surya, setelah dia berkata demikian pada Surya. Namun, tampaknya Surya biasa saja, tidak menunjukkan raut wajah takut atau sebagainya, setelah menolak permintaan Ratu untuk balikan.


"Kamu pasti tahu kan, konsekuensinya kalau kamu menolak permintaan aku? Setidaknya aku memiliki wewenang yang sama dengan papa untuk memecat siapapun yang berani menolak perintah aku, termasuk kamu" perkataan Ratu mengandung ancaman.


"Terus, apa mau kamu?" Tanya Surya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Yah... Simpel aja sih, cukup dengan jadi pacar aku aja, kamu akan aman bekerja disini, tapi, kalau kamu nolak, siap-siap aja jadi pengangguran, tinggal pilih aja sih mau yang mana" Ratu memberikan pilihan pada Surya. Surya berpikir sejenak. Menimbang-nimbang pilihan mana yang harus dia pilih.


"Kalau sudah seperti ini, tidak ada pilihan lain, selain menerimanya. Meskipun aku sebenarnya sudah tidak mau, cuma ini demi pekerjaanku, aku masih butuh pekerjaan ini, untuk menabung dan meraih impianku itu" batin Surya.


"Ya udahlah, aku jalani aja, biarlah aku korban perasaan, demi impianku" pikir Surya. Ratu memperhatikan Surya. Ratu tersenyum dan merasa yakin kalau Surya akan menerimanya, karena dia tahu, kalau Surya butuh pekerjaan yang dijalaninya saat ini.


"Gimana, Sur? Apa jawab kamu?" Tanya Ratu.


"Oke, aku bersedia jadi pacar kamu" kata Surya, yang akhirnya telah mengambil keputusan, yang sebenarnya berat baginya.


"Pilihan yang tepat, kamu ternyata takut juga yah, kehilangan pekerjaan" Ratu mengangguk-angguk sambil tersenyum.


"Makasih loh, kamu udah bersedia jadi pacar aku" Ratu menggenggam tangan Surya.


"Kamu gak usah ge-er, aku lakukan ini juga terpaksa, karena aku butuh pekerjaan ini" kata Surya, sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ratu. Dari kejauhan, ada seseorang yang memperhatikan Surya dan Ratu yang tengah duduk berdua, tanpa sepengetahuan keduanya.


"Jadi ini alasan Ratu minta cerai dari aku, ternyata dia menjalin hubungan dengan lelaki lain" dalam hatinya sudah terbakar api cemburu, melihat istrinya berduaan dengan lelaki lain.


"Aku akan bikin perhitungan dengan lelaki itu, beraninya dia ganggu istri aku, aku gak rela, Ratu jatuh ke pelukan pria lain, aku akan pertahankan rumah tanggaku, gimanapun caranya" batinnya sambil mengepalkan tangannya dan langsung beranjak pergi dari tempat tersebut.


"Udah selesai kan, sekarang aku mau lanjut kerja, gak enak sama teman-teman yang lain, kalau ngobrol kelamaan" Surya berdiri dan beranjak meninggalkan Ratu.


"Ya udah, kamu semangat kerjanya yah sayang, nanti kita lunch bareng yah, sayang" kata Ratu, sambil mengedipkan sebelah matanya. Surya berlalu begitu saja, tanpa merespon Ratu.


"Aku senang deh, akhirnya Surya mau terima aku lagi, ternyata gampang untuk bikin Surya tidak berkutik dan aku berhasil" Ratu tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa coba, aku harus terjebak dalam situasi kayak gini, aku juga tidak tahu kalau resto ini milik ayahnya Ratu, aku belum tahu semuanya mengenai asal usul keluarganya" Surya kesal dalam hatinya. Surya mengesampingkan masalah yang dihadapinya dan kembali fokus pada pekerjaannya


__ADS_2