
Hari-hari selanjutnya setelah pertemuan di resto milik ayahnya, Ratu sering jalan berdua dengan Surya. Mau tak mau Surya terpaksa menuruti permintaan Ratu. Sekali saja Surya menolaknya, Ratu akan mengancam akan memecat Surya dan jelas saat ini dia masih membutuhkan pekerjaannya ini.
"Sampai kapan sih, aku harus menuruti permintaan dia ini, jujur aja, aku udah mulai bosan, yah... Walaupun ini baru seminggu aku jalani, tapi, rasanya udah seperti sebulan dan aku gak tahu gimana caranya untuk terbebas dari dia" Surya sepertinya tidak memilik ide untuk melepaskan dirinya dari Ratu.
"Sur, aku lihat belakangan ini, mbak Ratu rajin banget kesini dan memberikan perhatian khusus gitu, aku jadi iri sama kamu, aku juga pengen digituin, diperhatikan sama cewek" kata Budi, saat mereka berdua mengantar pesanan.
"Pasti rasanya enak kan, Sur, diperhatikan sama anak bos lagi" lanjut Budi.
"Enak apanya, Bud, yang ada aku merasa gak nyaman, kerjaan jadi terganggu gara-gara dia, malahan aku lagi nyari ide, gimana caranya supaya dia jauh-jauh dari aku, aku capek harus ikuti semua permintaan dia, sekali saja aku nolak, dia mengancam akan pecat aku dari resto itu, bingung juga aku sekarang" Surya pusing dibuatnya.
"Aku masih penasaran banget deh, kenapa mbak Ratu, kayak cinta banget gitu sama kamu, kenapa sih, Sur?" Tanya Budi.
"Aku sama Ratu itu pernah menjalin hubungan, emang sih belum genap setahun, terus kita terpaksa putus, karena Ratu nikah dengan lelaki lain, awalnya sih sakit, tapi, lama kelamaan aku bisa terima kenyataannya dengan ikhlas dan perlahan aku bisa lupakan dia" jelas Surya.
"Sekarang disaat aku sudah bisa lupakan dia, dianya malah muncul lagi dihadapanku, yang bikin aku muak sama dia" lanjut Surya.
Surya yang dibantu Budi, akhirnya selesai mengantar semua pesanan customer. Surya segera bergegas menuju pulang kerumahnya, agar bisa istirahat, setelah seharian ini mengantar banyak pesanan dari customer, yang membuatnya lelah. Namun, saat Surya mau pulang, ada seseorang yang mencegatnya di parkiran.
"Kamu yang namanya Surya?" Tanya seseorang yang menghampirinya.
__ADS_1
"Iya, benar, ada apa?" Surya berbalik bertanya pada pria dihadapannya. Surya memperhatikan raut wajah pria tersebut, seperti menahan amarah.
"Jadi kamu ternyata yang berani godain istri aku" pria tersebut mengepalkan tangannya dan siap-siap melayangkan pukulan ke wajah Surya.
"Eh... Tunggu dulu, mas, mas ini siapa? Dan aku gak pernah gangguin istri mas, jangankan gangguin, kenal aja nggak" Surya mencoba membela diri.
"Aku Willy, suaminya Ratu Anjani, kamu pasti kenal sama dia kan!" Pria itu menatap Surya dengan tatapan tajam.
"Kalau Ratu aku kenal, dia adalah mantan aku, sebelum nikah emang pernah pacaran sama aku, tapi, kita udah putus sebelum pernikahannya itu dilangsungkan" jelas Surya.
"Tapi, sekarang ini, aku udah gak menjalin hubungan apa-apa lagi, malahan dia yang datang mencarimu dan memintaku untuk balikan sama dia, aku awalnya menolak, tapi, dia mengancam akan memecatku dari resto ini, makanya dengan terpaksa aku turuti kemauan dia" Surya menambahkan.
"Memang dia ngotot banget, pengen cerai dari aku, dengan alasan udah bosan atau apalah gitu. Tapi, kalau aku yang katanya kasar sampai main fisik, itu semua tidak benar,bahkan dia yang selalu cari gara-gara agar kita berdua bertengkar dan dia punya alasan kuat untuk bercerai" terang Willy. Surya bingung setelah mendengar penjelasan Willy. Dia mendengar dua penjelasan yang berbeda. Ratu mengatakan pada Surya, kalau suaminya tersebut tidak sebaik yang dia sangka, bahkan terkesan kasar dan suka main fisik. Tapi, sebaliknya, Willy mengatakan kalau Ratu yang selalu mencari-cari masalah, agar dia bisa bercerai dari Willy dan terbebas darinya.
"Aku jadi bingung kalau seperti ini, siapa yang berkata jujur, Willy atau Ratu?" Surya bertanya dalam hati.
"Aduh... Kenapa juga Ratu malah melibatkan aku dalam andalah rumah tangganya, mau gak mau aku harus membantu menyelesaikan masalah rumah tangga Ratu dan Willy, karena aku gak mau dicap sebagai perusak rumah tangga orang lain" batin Surya.
"Mas Willy, aku minta maaf, aku tidak tahu yang sebenarnya, karena sebelumnya aku hanya mendengar penjelasan Ratu, tapi, aku janji gak akan ganggu rumah tangga mas Willy dan Ratu, cuma aku belum tahu, gimana caranya menyelesaikan masalah ini dan bikin Ratu menjauh dariku" kata Surya dengan raut wajah kebingungan.
__ADS_1
"Kamu tenang aja, biar itu jadi urusanku dan aku pastikan kalau Ratu tidak akan mengganggumu lagi" jawab Willy.
"Sebelumnya aku minta maaf, karena udah salah paham" Willy mengulurkan tangannya sebagai tanda permintaan maaf. Surya menjabat tangan Willy. Tak lama setelah itu, Willy pun beranjak pergi dari hadapan Surya. Surya pun segera beranjak pulang kerumahnya karena sudah sangat lelah setelah bekerja seharian.
Sesampainya di rumah, Willy langsung mencari keberadaan Ratu dan berterima memanggil namanya.
"Hehehe! Bisa gak kamu tuh gak teriak-teriak!" Ratu memelototi Willy.
"Dasar wanita gak tahu malu kamu! Berani-beraninya kamu selingkuh dibelakangku!" Willy mengarahkan telunjuknya kearah wajah Ratu.
"Pantaskah aja kamu ngotot banget minta cerai, ternyata ini alasan kamu! Kamu itu gak ada rasa bersyukur sama sekali, aku sudah memenuhi semua kebutuhan kamu selama ini, bahkan semua permintaanmu aku turuti, apa semua itu masih kurang dimatamu! Sampai kamu mencari pria lain dan selingkuh dengannya" amarah Willy menggelar.
"Emang kenapa, kalau aku selingkuh, mau ngapain kamu!" Ratu menatap Willy dengan tatapan tajam sambil tolak pinggang.
"Lagipula aku udah muak dengan rumah tangga ini, yang tidak pernah didasari dengan rasa cinta! Aku sudah mencoba untuk mencintai kamu dan terima kamu sebagai suamiku, tapi, aku gak bisa, aku masih cinta sama Surya, mantan aku!" Ratu menambahkan.
"Ratu! Perlu kamu ingat, ayah kamu pebisnis ternama dan memiliki banyak relasi, kalau tahu kamu berbuat liar diluar sana, ditambah lagi kamu sering mabuk-mabukan, bahkan hampir tiap malam, itu akan membuat citra ayahmu yang dikenal sebagai kepala keluarga yang mampu mendidik anak dan istrinya menjadi pribadi yang baik, akan rusak seketika karena kelakuan kamu. Sekali saja aku sebar semuanya, akan aku pastikan ayah kamu malu" Willy mengancam Ratu. Ratu berpikir sejenak, untuk melangkah semakin jauh. Ratu melihat raut wajah Willy, yang tampaknya tidak main-main dengan ucapannya.
"Sial! Dia berhasil membuatku tidak punya pilihan selain mengakhiri hubungan aku dengan Surya, demi menjaga nama baik papa. Awas kamu Willy, akan aku balas kamu" Runtuk Ratu dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku yakin banget, Ratu gak mau mencemarkan nama baik ayahnya dan mau gak mau dia akan mengakhiri hubungannya dengan Surya" batin Willy sambil tersenyum penuh kemenangan.