
"Selamat pagi, tuan, misi baru telah diaktifkan. Misi kali ini bertajuk triple challenge, yang dimana anda harus menyelesaikan 3 tantangan sekaligus dan jika berhasil anda berpotensi mendapatkan poin maksimal sebesar 5000 poin. Misi kali ini anda harus mengalahkan salah satu atlet badminton asal Jepang, Chiharu Shida dalam pertandingan tiga ronde di Bali, sebelum Indonesian Badminton Festival dimulai, yang artinya empat hari kedepan anda akan bertanding. Selamat berjuang dan semoga berhasil". *Sebuah notifikasi dari aplikasi super delivery masuk ke handphone Surya dan membaca isi notifikasi tersebut*.
"Kak Surya, lagi ngapain, kok bacanya serius gitu" kata Tissa, menghampiri Surya di ruang tengah.
"Gak, Tis, cuma baca notifikasi di handphone, masalah kerjaan" jawab Surya.
"Oh iya, hari ini kamu gak ada jadwal kuliah gitu?" Surya bertanya pada Tissa.
"Ada, kak, nanti siang" jawab Tissa singkat.
"Aku senang bisa ngobrol berdua gini sama Tissa, berasa kayak suami istri aja, kuharap hal itu benar-benar terjadi nantinya" batin Surya.
"Kak Surya kok liatin aku kayak gitu sih, ada yang salah sama aku yah? Atau rambut aku acak-acakan atau apa gitu?" Tanya Tissa yang bingung dengan tatapan Surya padanya.
"Gak kok, Tis, gak ada yang salah, malahan kamu cantik" Surya tersenyum.
"Loh.... Tissa! Kok pagi-pagi gini udah disini? Ngapain?" Sosila terkejut saat keluar dari kamarnya, melihat ada Tissa di ruang tengah.
"Tissa mulai hari ini, akan tinggal bareng kita, sama ada adiknya juga" kata Surya.
"Oh ya? Bagus dong kalau gitu, jadi aku ada teman ngobrol, teman buat diajak jalan, bosan kalau sama kak Surya mulu, hehehe...." Sosila tertawa kecil.
"Oh... Mentang-mentang udah ada Tissa sekarang, udah bosan nih sama kakaknya, oke, baiklah kalau seperti itu" Surya seolah-olah seperti orang merajuk. Tissa hanya tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik tersebut.
"Tapi, aku masih penasaran deh, gimana ceritanya, Tissa dan adiknya tinggal bareng kita disini? Terus rumahnya Tissa itu siapa yang tinggali" Tanya Sosila. Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Tissa berubah menjadi sedih dan seketika meneteskan air matanya.
"Tis, kamu kenapa? Kok kamu nangis gitu?" Sosila terkejut, melihat Tissa tiba-tiba menangis. Sosila menyandarkan kepalanya di pundak untuk menenangkannya. Sosila menatap Surya dan seolah memberi isyarat untuk menjelaskan, apa yang terjadi pada Tissa.
__ADS_1
"Rumahnya Tissa itu dijual secara diam-diam oleh omnya sendiri dan hasil penjualannya juga dinikmati sendirian oleh dia sendiri, jadi Tissa dan juga adiknya diusir dari rumahnya itu" jelas Surya.
"Ya ampun, aku gak nyangka kalau hal ini bakal menimpa kamu" Sosila merasa kasihan pada Tissa.
"Aku gak pernah menyangka kalau om aku tega lakukan ini semua, padahal dulu ayah dan ibu, selalu bantu dia, ketika dia butuh bantuan, sekarang balasannya malah seperti ini" Tissa menangis di pundak Sosila.
"Kamu gak usah sedih lagi, kan ada aku, ada kak Surya, dan juga papa mama, kita sekarang jadi satu keluarga" Sosila menghapus air mata Tissa yang menetes di pipinya.
"Iya, Tis, jangan nangis terus, kamu harus kuat hadapi cobaan ini. Bisa jadi, kejadian yang kamu rasakan sekarang ini, nantinya akan berubah jadi kebahagiaan yang tidak pernah kamu sangka sebelumnya" Surya menimpali.
"Oh iya, lusa aku rencananya mau berangkat ke Bali, biasa urusan kerjaan, ada yang mau nitip untuk dibelikan oleh-oleh, siapa tahu aku sempat gitu jalan-jalan, meskipun aku kesana tujuannya untuk menyelesaikan misi" Surya menatap Sosila dan Tissa.
"Misi? Misi yang kayak waktu itu yah, yang kakak bikin video drum cover itu?" Sosila menerka.
"Iya, benar, dek. Misi kali ini, kakak akan tanding melawan salah satu atlet badminton, yang nanti akan tanding juga di Indonesian Badminton Festival, namanya itu Chiharu Shida, atlet asal Jepang" terang Surya.
"Kebetulan banget kalau kayak gitu, Gista kan ngefans banget sama Chiharu Shida, ini kesempatan dia untuk ketemu langsung dengan idolanya itu tanpa harus berdesakan dengan fans yang lain" batin Sosila.
"Kak, aku boleh minta tolong sesuatu gak" kata Sosila.
"Minta tolong apa, dek?" Tanya Surya.
"Gini, kak, Gista kan ngefans banget sama Chiharu Shida, dia itu pengen banget ketemu dia secara langsung, kalau boleh dia ikut bareng kakak nanti kesananya" jelas Sosila.
"Oh... Kirain apa, boleh aja kok" jawab Surya santai.
"Ya udah yah, kakak mau siap-siap berangkat kerja" Surya beranjak meninggalkan Sosila dan Tissa. Setelah mendapat persetujuan dari Surya, Sosila langsung mengirim pesan pada Gista.
__ADS_1
"Gis, lusa itu kak Surya mau ke Bali, ada misi khusus yang harus dia selesaikan, yaitu tanding melawan Chiharu Shida" (Sosila)
"Kalau kamu mau, kamu bisa berangkat bareng kak Surya kesana, kamu pasti punya kesempatan tuh untuk ketemu Chiharu langsung" (Sosila.)
"Hah! Kamu beneran, Si? Aku mau dong ikut, ini kesempatan yang langka banget" (Gista).
"Ya udah, lusa kamu kesini, terus berangkat bareng kak Surya, oke" (Sosila)
"Oke deh, Si, makasih yah, Si, jujur aku senang banget ini" (Gista)
"Iya, Gis, sama-sama" (Sosila).
Sesampainya di resto, Surya langsung menuju ke ruangan Rendy dan bicara pada atasannya tersebut mengenai orderan super delivery yang akan diantarkan ke Bali. Surya mengetuk pintu ruangan Rendy dan Rendy menyahut dari dalam. Surya membuka pintu perlahan dan melangkahkan kakinya masuk ke ruangan Rendy.
"Duduk, Sur" Rendy mempersilahkan Surya duduk di kursi yang ada dihadapannya.
"Kamu pasti kesini mau tanyakan soal super delivery itu kan? Kamu pasti masih bingung, gimana caranya mengantarkan pesanan antar pulau gitu kan" Rendy sepertinya sudah tahu tujuan Surya menemuinya
"Iya, pak, kan harus naik pesawat, yang ada makanan yang dipesan itu udah dingin, kalaupun dihangatkan lagi sebenarnya bisa sih, cuma pasti akan beda rasanya dengan makanan yang baru selesai dibuat dengan yang dihangatkan ulang" kata Surya yang terlihat bingung.
"Gini, makanannya juga gak dibuat disini, bukan dari sini juga kamu bawa langsung kesana. Dibuatnya disana, karena resto ini juga ada di Bali, itu bahkan yang pertama kali dibuka. Banyak customer yang ngomong, katanya sayang aja kalau makanan Seenaknya tidak ada ditempat lain, makanya diputuskanlah untuk membuka cabangnya disini" terang Rendy.
"Oke, kita balik lagi soal super delivery itu, jadi, kamu akan berangkat ke Bali dua hari lagi, sesuai dengan yang dijadwalkan, untuk tiket dan akomodasi semua sudah ditanggung, kamu tinggal berangkat aja pokoknya" lanjut Rendy.
"Baik, pak, aku sudah siap untuk misi kali ini, sudah gak sabaran pokoknya,lagi menggebu-gebu banget ini semangat aku" kata Surya dengan penuh semangat.
"Good, aku suka sama karyawan yang semangat seperti ini, pertahankan yah, Surya" Rendy mengacungkan jempol.
__ADS_1
"Kalau gitu, aku permisi, pak, mau lanjut kerja lagi" Surya beranjak keluar dari ruangan Rendy.