Super Surya

Super Surya
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Taksi online yang dipesan Surya, sudah sampai dan menunggunya di depan hotel. Surya dan Gista membawa barang bawaannya keluar.


"Robby? Kamu driver taksi online yah?" Surya terkejut melihatnya.


"Iya, Sur, lumayan buat nambah penghasilan, mumpung lagi gak ada event kan, kenapa tidak gitu aku manfaatkan peluang untuk cari penghasilan tambahan" jelas Robby.


"Ya udah, kota berangkat sekarang nanti telat lagi" kata Robby. Setelah memasukkan semua barang bawaannya kedalam mobil, mereka pun berangkat menuju bandara.


"Oh iya, Sur, waktu itu kamu belum sempat cerita sama aku, soal kerjaan kamu itu" Robby membuka pembicaraan didalam mobil.


"Aku kerja jadi kurir delivery, Rob, gajinya sih emang gak besar. Tapi, di tempat kerja aku itu, setiap karyawan disitu bisa mengaktifkan aplikasi super delivery, yang hanya bisa di download di situs resminya" jawab Surya.


"Super delivery? Aplikasi apa itu?" Tanya Robby penasaran.


"Sesuai dengan namanya, jadi, tugas kita hanya mengantarkan pesanan pada customer lewat aplikasi itu. Kenapa dinamakan super delivery, karena reward yang ditawarkan didalamnya itu besar, dengan syarat kita harus selesaikan dulu tantanhan tambahan dari customer, kalau berhasil, maka customer akan berikan poin maksimal sebesar 1000 poin, yang nantinya poin itu bisa ditukarkan jadi uang. Satu pin bernilai Rp. 5000, kamu bisa bayangkan berapa banyak uang yang akan kita dapat, kalau poin kamu sekitar 1000-2000 poin, makin banyak poin maka banyak pula uang yang akan kamu dapatkan" Surya menjelaskan.


"Wih... Keren banget tuh aplikasi, Sur, aku juga mau kalau kayak gitu sih" Robby tergiur mendengarnya.


"Kamu coba aja melamar di Fabulous Resto, siapa tahu aja ada lowongan disana" Surya memberi saran.


"Iya deh, nanti aku coba, siapa tahu aja dari situ aku bisa kumpul uang banyak dan segera melamar gadis pujaanku" kata Robby.


"Siapa emangnya gadis pujaan kamu, Rob" Surya terlihat penasaran.


"Namanya Yuri, Sur, emang sih baru sekali ketemu pas event minggu lalu dan hanya sempat ngobrol bentar aja, tapi, sepertinya aku jatuh cinta sama dia, pada pandangan pertama" Robby sepertinya sedang berbunga-bunga.


"Yuri? Chef Yuri maksud kamu? Chef yang kerja di Fabulous Resto itu?" Surya bertanya-tanya untuk memastikan.


"Dia emang chef, Sur, aku udah sempat nanya juga, kamu kenal dia dimana?" Robby berbalik bertanya.

__ADS_1


"Aku belum pernah ketemu langsung, cuma dikasi tahu aja, kalau ada chef yang namanya Yuri, terus...." Surya menghentikan perkataannya.


"Terus apa, Sur?" Robby menunggu Surya melanjutkan perkataannya.


"Kalau aku kasi tahu yang sebenarnya, Robby pasti bakal sakit, karena dia udah terlanjur cinta sama Yuri, biarlah Robby tahu yang sendirinya, aku gak mau ikut campur" pikir Surya.


"Sur, kok diam sih" Robby membuyarkan Surya dari lamunannya, membuat Surya tersadar.


"Gak, Rob, gak apa-apa, tadi aku cuma mau bilang, ada chef di resto namanya Yuri, terus dia salah satu chef yang handal, menurut rekan-rekan kerjanya seperti itu, gitu maksud aku" Surya berusaha menutupi yang sebenarnya.


"Oh iya, Sur, cewek yang dibelakang itu, pacar kamu?" Tanya Robby.


"Bukan, itu teman adik aku, namanya Gista, dia ikut aku cuma mau ketemu idolanya aja, Chiharu Shida, atlet badminton dari Jepang itu, kebetulan Chiharu itu kan order melalui aplikasi super delivery, jadi, si Gista bisa ketemu langsung sama idolanya tersebut" jelas Surya. Robby mengangguk-angguk. Saking asiknya mereka ngobrol, tanpa terasa mereka sudah sampai di bandara.


"Berapa, Rob?" Surya membuka dompet, saat mobil sudah berhenti.


"75rb, Sur" kata Robby, sambil melihat tarif yang tertera di aplikasi untuk memastikan kalau dia tidak salah tagih. Surya memberikan selembar uang seratus ribu pada Robby.


"Gak usah, kamu simpan aja, Rob" Surya menolaknya.


"Makasih yah, Sur, kamu emang gak berubah dari dulu, masih tetap baik seperti ini" kata Robby. Surya hanya tersenyum.


"Ya udah, aku langsung masuk yah, kapan-kapan kalau ada waktu, aku kesini lagi dan nanti ajak aku keliling Bali, okey" Surya turun dari mobil Robby dan menurunkan semua barang bawaannya.


"Iya, pasti, kabarin aja kalau mau datang, biar aku siapkan apa gitu buat kamu" jawab Robby.


"Oke, sampai ketemu lagi" Surya menyalami Robby, lalu beranjak pergi dari hadapannya. Gista mengikuti dari belakang.


"Safe flight, bro!" Teriak Robby. Surya menoleh dan melambaikan tangannya. Setelah melihat Surya dan juga Gista masuk ke pintu keberangkatan, Robby bergegas untuk segera pergi. Namun, baru saja dia mau masuk ke mobil, Robby malah berpapasan dengan Yuri, wanita yang telah membuatnya jatuh cinta, berjalan sambil gandengan tangan dengan seorang pria.

__ADS_1


"Eh... Yuri ketemu lagi" Robby berhenti tepat di dekatnya.


"Maaf, siapa yah?" Yuri menghentikan langkah dan menoleh kearah Robby.


"Aku Robby, yang anak EO itu, kita ketemu di event minggu lalu" kata Robby, untuk membuat Yuri ingat padanya.


"Oh... Iya, aku ingat, kok bisa disini, ngapain?" Tanya Yuri.


"Abis antar teman, dia hari ini balik ke Makassar, baru aja dia masuk" terang Robby.


"Kamu sendiri?" Robby berbalik bertanya.


"Oh... Aku mau berangkat ke Surabaya, ada kerjaan soalnya disana, selama seminggu kurang lebih" jawab Yuri.


"Terus, ini siapa? Saudara kamu?" Robby menanyakan seseorang disamping Yuri, yang sedari tadi digandengnya.


"Oh... Kenalin, ini Revan, suami aku" Yuri memperkenalkannya pada Robby.


"Halo, aku Revan" mengulurkan tangannya pada Robby.


"Aku Robby" Robby menjabat tangan Revan.


"Ya udah, kita berdua gak bisa lama, soalnya sejam lagi pesawat kita take off dan harus check-in sekarang, kita duluan yah" Yuri menggandeng Revan dan beranjak pergi dari hadapan Robby.


"Iya, safe flight yah" Robby melambaikan tangannya. Yuri menoleh sejenak dan melemparkan senyum pada Robby, lalu melangkah menjauh darinya.


"Baru juga rencana mau PDKT sama Yuri, dianya ternyata udah nikah, gagal deh rencana aku" Robby terlihat kecewa


"Tapi, mau gimana lagi, mungkin ini yang dinamakan tidak jodoh" batin Robby. Cintanya pada Yuri tidak sampai. Robby baru mau melakukan pendekatan dan berniat untuk mengutarakan perasaannya pada Yuri, tapi, dia harus mendengar kenyataan yang membuatnya cukup sakit. Tapi, Robby berusaha menerima semua takdir ini dengan ikhlas. Mungkin memang Yuri bukanlah sosok wanita yang ditakdirkan untuknya, namun, Tuhan pasti punya rencana yang lain, yang jauh lebih baik.

__ADS_1


"Yang terpenting sekarang, aku harus fokus dulu untuk mengumpulkan uang yang banyak, nabung untuk masa depan. Soal perempuan itu bisa aku kesampingkan dulu dan biarkan waktu yang menjawab, siapa kelak yang menjadi pendamping hidupku" batin Robby


__ADS_2