Super Surya

Super Surya
Upaya Membantu Fiola


__ADS_3

Pagi ini, Surya kembali mendapatkan tugas dari aplikasi super delivery. Surya segera berangkat ke Fabulous Resto. Diperjalanannya menuju ke tempat kerjanya, Surya secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang, yang ternyata adalah salah satu customernya dulu, Clara. Surya menepi dan menghampirinya.


"Clara? Kamu ngapain di pinggir jalan kayak gini? Lagi nyari sesuatu atau apa?" Surya bertanya-tanya.


"Eh... Surya, kebetulan banget kamu ada disini, kamu bisa bantuin aku gak" pinta Clara.


"Emang ada apa sih?" Tanya Surya penasaran.


"Gini, tadi waktu aku jalan, aku gak sengaja jatuhin kotak musik aku, yang selalu aku bawa kemana-mana, aku nyari-nyari dari tadi, tapi, gak ketemu, itu soalnya berharga banget buat aku" Clara tampak terlihat sedih.


"Aku sih mau bantuin kamu, cuma aku juga ada orderan super delivery yang harus aku antar, takutnya customer malah komplain kalau kelamaan pesanannya baru sampai" kata Surya.


"Atau aku coba bantu cari, tapi, aku gak bisa lama yah" Surya memutuskan untuk sedikit membantu Clara. Clara dan Surya mencari barang tersebut, disekitar tempat mereka berdiri. Mereka terus mencari sampai ke semak-semak, dibalik pohon, tapi, tetap tidak ketemu. Sampai akhirnya, mereka melihat barang yang dicari-cari. Namun, betapa terkejutnya Clara saat melihat barang tersebut, malah hancur. Mungkin tadi terlindas oleh kendaraan yang melintas disekitar situ. Clara tampak begitu sedih, saat melihat barang yang dicarinya justru hancur terlindas oleh kendaraan.


"Sur, gimana ini, kotak musiknya hancur dan udah gak bisa diperbaiki lagi" Clara menangisi barangnya tersebut.


"Kamu yang sabar yah, atau gini deh, kita beli aja yang baru, aku tahu kok dimana tempat beli kotak musik seperti itu" Surya memberi usul.


"Beda, Sur, kotak musik ini di desain khusus oleh orang yang aku sayangi dan tidak ada dijual, aku ceroboh karena gak hati-hati, dia pasti bakal sedih banget kalau barang pemberiannya hancur seperti ini" sesal Clara.


"Kasihan juga Clara, aku harus bantu apa yah, mana aku gak bisa membuat kotak musik seperti itu lagi, gimana ini" Surya terlihat bingung, dengan cara apa dia membantu Clara.


"Gini, aku akan pikirkan caranya, untuk membuat kotak musik yang sama persis dengan kotak musik milikmu itu" kata Surya, untuk sekedar menyenangkan Clara. Namun, Clara tidak menanggapinya dan langsung beranjak pergi dengan perasaan sedih.

__ADS_1


"Clara, kamu bisa tunjukkan gak, desain dari kotak musik itu?" Tanya Surya. Clara menunjukkan gambar dari kotak musik tersebut. Surya mengangguk dan akan mencoba mengingat setiap detailnya.


"Ya udah yah, Sur, aku mau balik kerumah, bye" Clara beranjak pergi dengan tertunduk sedih. Surya melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke resto dan menyelesaikan misinya terlebih dahulu, lalu setelah itu dia memikirkan gimana caranya dia membantu Clara. Sesampainya di resto, Surya langsung menunjukkan pesanannya pada chef yang bertugas, yang ternyata sudah menyiapkan pesanannya dari sepuluh menit yang lalu. Surya mengambilnya dan segera mengantarnya pada customernya tersebut. Surya langsung mencari seseorang yang bernama Fiola, begitu Surya sampai di tujuannya.


"Ada yang bisa dibantu, mas?" Tanya seseorang, yang kebetulan lewat didepan Surya.


"Aku mencari Fiola, mas" jawab Surya singkat.


"Oh... Mari, aku antar, mas" seseorang itu mengantarkan Surya untuk menemui seseorang yang dicarinya itu. Benar saja, ternyata Fiola sudah menunggu Surya sedari tadi.


"Kamu pasti yang anterin pesanan aku yah?" Tanyanya pada Surya. Surya hanya mengangguk.


"Oke, karena kamu udah datang, aku langsung to the point aja. Gini, nanti malam kan aku ada acara fashion show di four point, aku butuh gaun itu untuk aku pakai nanti malam" Fiola menjelaskan.


"Iya, aku akan bantu cari gaun itu" Surya bersedia membantu. Fiola menyebutkan ciri-ciri dari gaun itu, agar Surya bisa dengan mudah menemukannya.


"Gaun itu ada di dalam paper bag warna hitam" lanjutnya. Tidak jauh dari tempat Fiola dan Surya ngobrol, ada seseorang yang memperhatikan mereka.


"Gaunnya hilang, itu artinya dia gak bakal ikut di acara fashion show itu kalau gaunnya tidak ditemukan, rasain kamu, Fiola" katanya, yang tersenyum bahagia. Surya beranjak dari hadapan Fiola dan mencari barang yang hilang tersebut.


"Eh... Mas, tunggu" seseorang mencegat Surya.


"Mas, pasti disuruh sama Fiola kan untuk nyari gaunnya yang hilang itu kan?" Tanyanya. Surya mengangguk.

__ADS_1


"Nah... Kebetulan tadi, aku gak sengaja lihat paper bag warna hitam ini dan aku lihat ternyata isinya gaun, mungkin aja ini punyanya Fiola" katanya dan memberikan paper bag itu pada Surya.


"Tadi sih, Fiola bilang gaunnya ada didalam paper bag warna hitam, kayaknya ini deh barangnya "batin Surya. Surya pun menerimanya lalu segera memberikannya pada Fiola dan tugasnya akan selesai.


"Makasih yah, mbak" Surya pun beranjak.


"Aku gak bisa bayangin gimana shock-nya dia saat melihat isi dalam paper bag hitam itu, aku yang udah ambil dan aku juga udah merusak gaun itu, agar dia gak bisa pakai gaun itu dan gak bakal datang ke acara fashion show itu hahaha....!" Batinnya dengan penuh rasa puas.


"Mbak, ini dia paper bag yang mbak Fiola maksud" kata Surya.


"Kamu temuin dimana paper bag ini? Kok cepat amat" Fiola terlihat heran.


"Tadi, di depan aku gak sengaja ketemu sama cewek, terus dia ngasi paper bag hitam ini, katanya dia kebetulan temuin ini, dia bilang barangkali aja ini punyanya mbak Fiola dan dia langsung ngasi ke aku" jelas Surya. Fiola menerima paper bag tersebut. Fiola merasa aneh, ada seseorang yang kebetulan menemukan barangnya itu, padahal sedari tadi Fiola mencari-cari namun tidak menemukannya. Fiola pun langsung membukanya dan memastikannya kalau isinya itu benar-benar gaun yang dicarinya itu.


"Isinya sih udah benar gaun yang aku cari, cuma kok ini rusak yah, padahal gaun ini baik-baik aja waktu aku ambil dari butik, apa jangan-jangan gaun ini memang udah rusak waktu aku ambil, cuma aku yang gak perhatikan" batin Fiola tampak bingung. Fiola menelpon dan ingin menanyakan perihal gaun yang tadi diambilnya. Dia menjelaskan kalau gaun yang tadi diambilnya, ternyata rusak dan tidak bisa dipakai. Si pemilik butik yang kebetulan kenal baik dengan Fiola, mengatakan kalau sebelum memberikan padanya, sudah mengecek dan memastikannya lagi. Fiola juga mempercayainya, karena selama ini tidak pernah mengecewakannya dan selalu sesuai dengan pesanannya.


"Aku yakin banget ini ada yang dengan sengaja sabotase ini, agar aku gak bisa datang ke acara fashion show itu" batin Fiola dengan yakin.


"Aku gak tahu harus berbuat apa, mau dibawa ke tukang jahit pun gak akan keburu waktunya, karena rusaknya cukup parah, mana udah Jan segini lagi, gak mungkin akan selesai dalam waktu 4 jam, ya udahlah terima nasib aja, biarlah kalau setelah ini karir aku sebagai model berakhir" Fiola sudah mulai pasrah.


"Padahal aku udah merintis karirku ini dengan susah payah dan sekarang harus berakhir seperti ini" Fiola terlihat sedih. Surya berpikir sejenak, untuk membantu Fiola keluar dari situasi sulit tersebut.


"Mbak Fiola, aku ada ide, gimana kalau mbak Fiola pakai gaun milik adik aku, kebetulan dia punya gaun yang sama persis dengan punya mbak Fiola, gimana, mau gak" Surya memberikan ide. Fiola hanya membalas dengan mengangguk.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu, mbak Fiola tunggu disini, aku ambilkan gaun milik adik aku dirumah, aku segera kembali secepat mungkin" kata Surya dan langsung beranjak pergi dari hadapan Fiola.


__ADS_2