Super Surya

Super Surya
Menyelesaikan Tantangan Dari Subin


__ADS_3

"Kak, aku senang banget bisa ketemu dengan idola aku, aku sampai gak bisa ngomong apa-apa saat di dekat dia, serasa kayak mimpi gitu" Sosila tak genting tersenyum, saking senangnya.


"Terus dia juga itu welcome banget dan merasa senang juga ada yang ngefans sama dia, terlihat dari raut wajahnya yang tersenyum semringah.


"Yah... Dia kan udah tenar dan sudah banyak yang tahu dia, jadi, harus bersikap ramah gitu" kata Surya. Sosila mengunggah fotonya bersama Subin tadi di akun instagramnya dengan caption "senang banget bisa bertemu dengan idola dan foto bareng dengannya. Thanks for you, Subin! See you next time". Dalam hitungan beberapa menit saja, satu persatu komen muncul dan memberikan tanggapan yang beragam. Sosila senyum-senyum sendiri membaca komen.


"Kamu lagi ngapain sih, kayaknya lagi senang banget" Gista datang menghampiri Sosila yah tengah nongkrong di kantin.


"Eh... Gista, ini, aku lagi baca komen aja di postingan aku di Instagram, lucu aja komennya mereka" Sosila menoleh.


"Kamu emang posting apa sih" Gista terlihat penasaran. Sosila memperlihatkan postingan yang dimaksudnya pada Gista. Gista mengerutkan dahinya dan membuatnya bertanya, siapa gadis yang disamping Sosila.


"Ini kamu foto sama siapa? Terus caption kamu juga gitu? Emang dia artis yah?" Gista bertanya-tanya.


"Ini Subin, Gis, kamu gak pernah lihat dia yah? Dia ini cukup terkenal dan banyak kontennya di YouTube, videonya drum cover gitu" jawab Sosila.


"Subin? Kalau gak salah dia ini dari Korea yah, terus video drum covernya itu kebanyakan cover lagu-lagu dari artis K-POP seperti BTS, Aespa dan lain-lainnya" Gista menerka.


"Yup, bener banget" Sosila membenarkan.


"Tapi, gimana caranya kamu bisa ketemu dengan dia dan foto bareng dengannya?" Tanya Gista.


"Jadi, gini, tadi kak Surya dapat orderan dan dia diminta mengantarkan pesanannya Subin itu, aku ikut kak Surya mengantarnya ke hotel tempat Subin menginap dan akhirnya minta foto bareng deh" terang Sosila.


"Dia itu ramah banget tahu gak sih, Gis, terus dia itu juga cantik banget, mana putih lagi, gak jauh beda dengan yang aku lihat di videonya" lanjut Sosila.


"Wah... Kamu beruntung banget, bisa ketemu dengan idola kamu, aku juga jadi pengen ketemu idola aku" Gista terlihat sedikit iri dengan Sosila. Melihat raut wajah Gista berubah jadi sedih, Sosila seolah merasa bersalah karena telah membuat Gista sedih.


"Gis, maafin aku yah, aku gak ada maksud untuk bikin kamu sedih, aku yakin kamu bakal ketemu dengan idola kamu suatu saat nanti" Sosila mencoba menghibur Gista.


"Kalau boleh tahu, siapa sih idola kamu?" Tanya Sosila.

__ADS_1


"Idola aku tuh Chiharu Shida, atlet badminton dari Jepang. Aku mengidolakan dia, karena permainan dia di lapangan itu keren banget dan aku suka banget lihatnya dan aku lihat di beberapa postingan di Instagram mengenai dia, dia itu ramah banget sama setiap fans yang dia temui, aku makin kagum sama dia" jelas Gista.


"Emang sih, bulan depan itu ada turnamen Indonesia Masters dan Indonesia Open di Bali, dia pasti bakal bertanding, cuma aku gak tahu gimana caranya supaya bisa bertatap muka langsung dengan dia, karena pasti banyak banget fansnya yang kerumuni dia dan sulit untuk diterobos" Gista tampak terlihat bingung.


"Gini deh, Gis, aku akan cari info supaya nanti kamu bisa ketemu langsung sama Chiharu Shida, siapa tau aja kak Surya nanti dapat orderan yang dipesan oleh Chiharu Shida, kalau misalkan itu beneran terjadi, aku akan langsung kasi tahu kamu, aku janji" kata Sosila. Mendengar hal itu, Gista tersenyum dan langsung memeluk Sosila. Dia tentu sangat berharap hal itu benar-benar menjadi kenyataan.


Keesokan paginya, seperti janjinya Surya mendatangi Subin di hotel. Subin ternyata sudah menunggu Surya, sambil menikmati sarapannya di lobby hotel.


"Morning, Subin!" Sapa Surya.


"Morning too, Surya" Subin membalas.


"Manh-i gidalyeossneunde jogeum neuj-eoseo joesonghabnida"


(Udah lama nunggunya yah, maaf kalau aku sedikit telat) (Surya)


"Gwaenchanh-a achimdo meoggo iss-eunikka geuleohge sagwahal pil-yo eobs-eo"


"Achim-eul meog-eoss-euni geunyang sanchaeg-eul haneun ge eottae"


(Berhubung karena aku sudah selesai sarapan, gimana kalau kita langsung jalan aja) (Subin)


"Geunyang onlain-eulo taegsileul jumunhaja, al-assji?"


(Kita pesan taksi online aja kali yah) (Subin)


Subin mengambil handphone dari dalam tasnya dan hendak memesan taksi online.


"Pil-yoeobs-eo geunyang chaleul taja uyeonhi chaleul gajyeowass-eo nuna chaleul billyeoss-eo uyeonhido oneul geunyeoneun sueob-i eobsgi ttaemun-e"


(Gak usah, kita naik mobil aja, kebetulan aku bawa mobil kok, aku pinjam mobil adik aku, karena kebetulan juga hari ini dia gak ada jadwal kuliah) (Surya)

__ADS_1


"Okey, Let's go".


Surya dan Subin langsung menuju ke studio, tempat latihan Subin yang terletak lumayan jauh dari hotel, kira-kira 1 km. Sekitar 15 menit kemudian , mereka pun sampai ditempat tujuannya. Mereka memasuki sebuah ruangan yang cukup luas, lengkap dengan semua peralatan musik. Tanpa berbasa-basi, Subin langsung mengajari Surya tehnik dasar bermain drum. Surya mengikuti setiap step yang diajarkan oleh Subin. Subin terlihat senang melihat keseriusan Surya mengikuti semua yang dikatakannya. Hampir satu jam Subin mengajari Surya semua tehnik yang dia tahu dan merasa sudah saatnya Surya untuk menyelesaikan tantangan dari Subin. Surya bersiap ditempatnya, sementara Subin mempersiapkan kamera untuk merekam. Setelah semuanya siap, Subin memberikan aba-aba pada Surya untuk mulai bermain. Surya memainkan sebuah lagu yang telah dia pilih. Subin kagum dengan permainan Surya yang rapi, padahal Surya batu dia ajari sejam yang lalu. Lagu yang berdurasi 4 menit telah selesai dimainkan Surya.


"Wa... Daedanhasineyo, dangsin-ui geim-eun jeongmal johseubnida, naneun geugeos-eul boneun geos-eul jeongmal joh-ahabnida"


(Waw... Luar biasa kamu, permainan kamu bangus banget, aku suka banget liatnya)" Subin bertepuk tangan sambil tersenyum.


"Gamsahabnida, jeoege modeun gisul-eul galechyeo jusyeoseo gamsahabnida. Ttohan gikkeoi galechyeo jusyeoseo gamsahabnida"


(Makasih yah, ini juga berkat kamu yang ajari aku semua tehnik itu, aku juga mau ucapkan makasih sudah bersedia mengajari aku" kata Surya.


"A, han gaji deo mudgo sip-eun geos-i issseubnikka?"


(Oh iya, ada satu hal lagi yang mau aku tanyakan?) (Subin)


"Geuge mwoya?"


(Apa itu?) (Surya)


"Dangsin-eun Fabulous restoi baedal taegbaeibnida otobaileul taya habnida. Eotteohge chaga issseubnikka? Geugos-eseo myeoch nyeon dong-an ilhasyeossseubnikka?"


(Kamu kan kurir delivery di Fabulous Resto, pasti kan antarnya pake motor, kok kamu punya mobil? Kamu udah berapa tahun kerja disana?) (Subin). Subin terlihat penasaran.


"Sigdang-eseo ilhanji handalbakk-e andwaessneunde oedongttal-ila bumonim-i jeolang dongsaeng-ege cha siseol-eul jusyeoss-eoyo"


(Aku baru sebulan kerja di resto itu, cuma aku emang anak keluarga berada, makanya itu aku dan juga adik aku diberikan fasilitas mobil oleh orang tuaku) (Surya)


"Hajiman jeoneun mitbadagbuteo modeun il-eul sijaghago il-eul seontaeghaessseubnida. Geulaeseo jeowa je bumonim-i seong-gonghagi wihae aesseusideon jeowa nunaui moseub-eul jigeum jega neukkigie deo hyeonmyeonghage daleun il-e don-eul sseul su issge eonjenganeun doeeossseubnida. Yuyonghago eojjaessdeun gyeolhonhaeseo gajeong-eul kkuligo, adeul-eun gyeolhonhagilo gyeoljeonghagi jeon-e jal sal su issdolog choeseon-eul dahago isseubnida"


(Tapi, aku memilih untuk bekerja dan memulai semuanya dari bawah, biar aku juga bisa merasakan, gimana perjuangan orang tua aku dulu hingga bisa mencapai kesuksesan seperti yang aku dan adik aku rasakan sekarang, dengan begitu aku bisa lebih bijak dalam penggunaan uang untuk hal-hal yang bermanfaat dan lagian juga suatu saat nanti, aku bakal menikah dan punya keluarga sendiri, anaknya aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa hidup mapan dulu sebelum memutuskan untuk menikah) (Surya).

__ADS_1


Subin menyimak semua yang dikatakan Surya dan Subin seolah terpana saat Surya berbicara, kagum dengan Surya yang mau bekerja keras, sekalipun orang tuanya sudah punya harta yang cukup banyak. Tapi, Surya memilih untuk belajar hidup mandiri dan tidak bergantung terus pada kedua orang tuanya.


__ADS_2