Super Surya

Super Surya
Ratu Kena Batunya


__ADS_3

"Eh... Papa, mama, Osi, pada ngapain nih? Terus wajah kalian serius gitu, ada apa sih?" Surya yang baru datang, sedikit terkejut melihat kedua orang tua dan juga adiknya duduk diruang tamu dan menatap Surya dengan tatapan serius tanpa ekspresi.


"Katanya udah gak ada hubungan apa-apa lagi, tapi, malah makin berdua di resto, seperti orang pacaran gitu" kata Sosila sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Apa maksudnya, dek? Yang kamu maksud itu siapa? Kakak benar-benar gak ngerti" Surya terlihat bingung.


"Udah deh, kak, gak usah pura-pura, kakak itu udah bohongi kita semua soal hubungan kakak sama kak Ratu, yang ternyata balikan lagi, waktu itu bilangnya udah gak mau, ternyata berubah pikiran, dasar plin plan!" Sosila menatap Surya dengan tatapan kesal.


"Udah, Osi, kita dengerin dulu penjelasan kakak kamu" papa Surya mencoba menengahi.


"Ini sebenarnya ada apa sih, aku benar-benar gak ngerti sama sekali" Surya menggaruk kepalanya, saking bingungnya.


"Jadi, gini, Sur, tadi siang, Osi gak sengaja lihat kamu berduaan dengan Ratu di Fabulous Resto, tempat kamu kerja itu, makanya itu Osi kayak gini, karena dia udah benci banget sama Ratu, Osi, papa dan juga mama pengen tahu, kenapa kamu masih berhubungan dengan orang yang sudah nengkhianati kamu" papa Surya meminta penjelasan Surya.


"Jadi, gini, aku berhubungan lagi dengan Ratu itu juga terpaksa, demi u tuk tetap bisa bekerja di resto itu, mau gak mau aku harus turuti kemauan Ratu, mulai dari makan siang bareng bahkan sampai kencan berdua dengannya" Surya melontarkan alasannya.


"Apa hubungannya dengan pekerjaan kamu di resto itu? Kenapa kamu harus turuti semua kemauannya? Emangnya dia itu siapa?" Papa Surya melontarkan beberapa pertanyaan pada Surya.


"Iya, Sur, apa yang Ratj lakukan, sampai-sampai pekerjaan kamu di restonya pak Rendy terancam gitu" mama Surya menimpali.


"Kalau sekali saja aku tidak menuruti kemauannya itu, dia mengancam akan memecat aku dari resto itu, karena katanya dia punya wewenang yang sama dengan pak Rendy untuk lakukan itu. Dia mengaku kalau dia anaknya kak Rendy" Surya melanjutkan.


"Haah! Pak Rendy emang punya anak perempuan? Setahu mama nih, anaknya pak Rendy itu laki-laki semua dan kedua anaknya juga kuliah di luar negeri, karena mama kenal betul anggota keluarganya pak Rendy itu siapa saja, dia gak punya anak perempuan. Emang sih dia pernah punya anak perempuan, cuma meninggal dunia sebelum dia sempat dilahirkan, meninggal dalam kandungan" jelas mama Surya.

__ADS_1


"Itu artinya kak Surya udah ditipu sama kak Ratu, dasar cewek licik, bahkan harus membuat sebuah kebohongan demi mendapatkanapa yang dia mau" Sosila menggelengkan kepalanya, seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ratu.


"Ratu udah bohongi aku, awas aja kamu, Ratu, aku akan balas perbuatan kamu itu" Surya benar-benar geram dengan apa yang dilakukan oleh Ratu kali ini.


"Sur, menurut papa, apa yang telah dilakukan oleh Ratu itu, gak mesti dibalas dengan cara jahat, anggap saja ini ujian buat kamu, kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan juga, biar Allah saja yang membalas perbuatannya Ratu itu" papa Surya menasehati.


"Iya, Sur, apa yang dikatakan papa itu benar. Udah ikhlaskan aja apa yang sudah terjadi, pasti ada hikmah dibalik ini semua" mama Surya menambahkan. Sejak Surya tahu semua kebenarannya, ,kalau Ratu berbohong padanya, Surya bertekad untuk tidak lagi mau menuruti kemauan Ratu. Bukan hanya Surya yang termakan dan percaya dengan kebohongan yang dibuatnya, bahkan Willy pun juga dibohongi.


Siang itu, Ratu datang lagi untuk kesekian kalinya, mengajak Surya makan siang, seperti hari-hari sebelumnya.


"Hai, Surya sayang, yuk, kita makan siang" ajak Ratu.


"Sorry, aku gak bisa, aku sibuk!" Jawab Surya dengan sedikit ketus.


"Udah, soal kerjaan kan gampang, bisa dilanjut setelah makan siang, yuk" Ratu menarik tangan Surya. Surya langsung menepis tangan Ratu.


"Oh... Kamu udah berani nolak ajakan aku, berani kamu nolak untuk turuti permintaanku, kamu gak takut dipecat dari sini, udah siap jadi pengangguran" kata Ratu yang mengandung ancaman. Tanpa sepengetahuan Ratu, Rendy sang pemilik resto berdiri dibelakangnya.


"Mau pecat aku? Silahkan saja, aku pengen lihat kamu melakukan itu" tantang Surya.


"Oke, akan aku kabulkan permintaan kamu, itu yang kamu mau kan" Ratu makin menegang. Namun, sebelum Ratu melanjutkan perkataannya, sebuah tangan menepuk pundak Ratu. Ratu menoleh ke belakang.


"Siapa yang memberi kamu wewenang untuk memecat karyawan disini?" Rendy, sang pemilik resto, menatap dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kamu itu tidak punya hak apa-apa disini, kamu itu cuma gadis biasa yang aku biayai, sebagai bentuk balas Budi pada mendiang bapak kamu yang dulu pernah menyelamatkanku saat banjir bandang melanda, kamu gak usah sok berkuasa, karena aku yang punya resto ini!" Lanjut Rendy.


"Jadi, Ratu ini bukan anak kandung pak Rendy?" Tanya Surya.


"Bukan, dia itu hanya gadis yang aku bantu biaya sekolahnya sampai SMA dan memberikan beberapa fasilitas padanya" jelas Rendy pada Surya.


"Ngaku-ngaku anak bos, ternyata bukan siapa-siapa, pake ngancam segala lagi mau pecat aku dari resto ini, sadar diri kamu, Ratu!" Perkataan Surya seolah membuat Ratu malu.


"Mulai saat ini, aku tarik semua fasilitas yang aku berikan, berikan kunci mobil dan juga ATM" Rendy meminta kunci mobil dan juga kartu ATM yang dipegang oleh Ratu. Dengan enggan, Ratu mengembalikan semua fasilitas yang telah diberikan oleh Rendy sekarang ini.


"Mulai hari ini juga, kamu jalani saja hidupmu sendiri, aku gak mau tahu lagi, pergi dari sini dan jangan pernah tampakkan dirimu lagi dihadapanku" Rendy mengusir Ratu dari hadapannya.


"Satu hal lagi, hari ini juga kamu aku talak! Kita bukan suami istri lagi!" Willy pada akhirnya menjatuhkan talak pada Ratu. Berpisah dari Willy adalah yang diinginkan oleh Ratu sejak dua bulan lalu. Namun, dengan adanya kejadian ini, Ratumakah berharap Willy tetap jadi suaminya, yang setidaknya ada yang membiayai hidupnya, setelah Rendy mengambil semua fasilitas yang dinikmati Ratu selama ini. Lalu, Surya juga pasti tidak mau menerimanya, apalagi setelah semua kebohongan yang telah dibuatnya, bahkan mungkin Surya membenci Ratu.


"Wil, aku mohon jangan ceraikan aku yah, aku gak punya siapa-siapa lagi, aku minta kamu pertimbangkan lagi keputusan kamu yah" Ratu memohon-mohon pada Willy.


"Ada apa dengan kamu, Ratu? Kenapa sekarang ngemis-ngemis gini? Kemarin aja, kamu pengen banget cerai dari aku, sekarang aku udah kabulkan permintaan kamu, kamu minta aku pertimbangkan keputusanku?" Willy menatap dengan tatapan sinis.


"Paling juga dia ini bilang seperti ini, biar ada yang bisa hidup dia, bukan karena tulus dari hatinya" Surya menimpali. Willy mengangguk-angguk dan seolah sepemikiran dengan apa yang dikatakan oleh Surya barusan.


"Udahlah, Ratu, keputusanku udah bulat dan gak bisa diubah lagi" Willy menegaskan.


Ratu pun akhirnya pergi dari tempat tersebut, karena tidak ada lagi harapan untuknya. Ratu terus berjalan tanpa pandang arah dan tujuan. Bahkan dia tidak tahu dimana dia akan tidur malam ini.

__ADS_1


"Aku benar-benar menyesal telah mengkhianati Surya dulu dan memilih dinikahi oleh Willy. Saat aku benar-benar diceraikan oleh Willy akibat dari kebohonganku sendiri, rasanya sakit banget" Ratu benar-benar merasakan sakit yang begitu dalam dihatinya.


"Dari kejadian ini aku belajar, bahwa aku harus bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan dan tidak berusaha untuk mencari yang lebih baik lagi dari yang telah aku miliki, yang akan membuat keduanya itu justru akan pergi dariku".


__ADS_2