
Keesokan paginya, Surya langsung berangkat ke resto, menemui manajernya, sesuai dengan instruksi dari Rendy semalam, sekaligus mengambil pesanan super delivery.
"Selamat pagi, mas, ada yang bisa dibantu?" Tanya seorang satpam yang berdiri di depan pintu.
"Pagi, pak, aku mau ketemu dengan pak Bobby, aku diutus oleh pak Rendy untuk menemui beliau" jelas Surya.
"Oh... Silahkan, pak Bobby sudah menunggu di ruangannya" satpam tersebut mempersilahkan masuk. Surya berjalan menuju ke ruangan Bobby, setelah mendapat arahan dari salah satu pelayan yang ditanyainya. Surya mengetuk pelan pintu ruangan Bobby. Terdengar suara sahutan dari dalam dan memintanya untuk masuk. Surya melangkah masuk ke ruangan sambil mengangguk hormat.
"Silahkan duduk" katanya memberi isyarat pada Surya untuk duduk di kursi yang ada dihadapannya.
"Jadi, kamu yang diutus oleh pak Rendy? Soalnya beliau yang kabari, kalau akan ada yang datang kesini" Bobby sepertinya sudah tahu, kalau inilah orang yang dimaksud.
"Iya, pak, benar, pak Rendy yang menyuruh aku kesini dan menemui bapak" Surya membenarkan.
"Pasti ada orderan super delivery kan? Diantarnya disekitar sini" terka Bobby.
"Iya, pak, kok pak Bobby bisa tahu? Padahal aku belum beritahu" Surya terlihat bingung.
"Tahu lah, lagian gak mungkin karyawan dari resto cabang mau jauh-jauh datang kesini, kalau bukan karena orderan super delivery" kata Bobby. Surya hanya menganggukkan kepala mendengarnya.
"Ya sudah, kalau begitu selamat bertugas yah" Bobby menyalami Surya.
"Nanti kamu kasi tahu aja ke chef kita pesanan kamu itu, kamu bilang kalau ini orderan super delivery, biar didahulukan gitu" Bobby menambahkan.
"Baik, pak, terima kasih, kalau begitu aku pamit, permisi, pak" Surya beranjak keluar dari ruangan Bobby. Surya pun menyerahkan pesanannya tersebut pada chef yang bertugas.
"Oke, tunggu sebentar" katanya.
"Kak, berapa lama lagi pesanannya siap?" Tanya Gista, yang menyusul Surya, masuk ke resto.
"Gista, kamu tuh gak sabaran banget sih, aku kan tadi udah bilang tunggu diluar aja, kalau udah selesai aku pasti keluar" Surya terlihat sedikit kesal.
"Ya, maaf, kak, aku kan cuma mau pastikan aja" kata Gista.
"Temannya Osi ini ribet banget deh, gak sabaran banget, kalau bukan karena Osi, aku juga gak mau ajak dia, menyusahkan aja" runtuk Surya.
Selang 39 menit kemudian, pesanan Surya tersebut sudah siap. Surya dan juga Gista beranjak meninggalkan restoran dan mengantarnya ke tujuan mereka, lapangan badminton Shidarta. Disitulah tempat Chiharu Shida berlatih, berdasarkan informasi yang dia dapatkan melalui aplikasi super delivery. Hanya menempuh perjalanan sekitar 25 menit, mereka sudah sampai di tujuannya. Surya dan Gista turun dari taksi dan berjalan masuk kedalam.
"Kak, ini tempat Chiharu berlatih?" Tanya Gista.
"Menurut informasi yang ada di aplikasi, ini tempatnya, Gis" jawab Surya.
"Maaf, mas sama mbaknya mau kemana yah?" Tanya seseorang, yang mencegat Surya dan Gista di pintu masuk.
"Soalnya kalau gak ada kepentingan, gak bisa masuk, karena di dalam ada banyak atlet yang berlatih, takutnya nanti mereka terganggu gitu" lanjutnya.
"Aku cuma mau anterin makanan untuk Chiharu Shida, atlet dari Jepang itu dan harus aku serahkan langsung ke orangnya, karena selain mengantar, ada challenge tambahan yang harus aku selesaikan" terang Surya.
"Hah! Challenge tambahan? Gimana tuh maksudnya?" Tanyanya yang terlihat bingung. Surya pun membuka aplikasi super delivery dan menunjukkan pada seseorang tersebut dan menjelaskannya.
"Oh... Seperti itu, baiklah kalau gitu, silahkan langsung masuk saja" seseorang itu pun membiarkan Surya dan Gista masuk. Surya dan Gista langsung bertemu dengan Chiharu, yang kebetulan sedang istirahat sejenak.
"Chiharudesu ka?"
(Kamu Chiharu?) (Surya)
Tanya Surya pada pemain yang sedang duduk.
__ADS_1
"Hai, jibun de, nani ga mondaina nodesu ka?"
(Iya, dengan saya sendiri, ada apa yah?) (Chiharu).
"Chiharu-kun ni supaderibarioda o todoketai"
(Ini, mau antarkan pesanan super delivery untuk kamu, Chiharu) (Surya)
Surya menyerahkan yang dibawanya pada Chiharu.
"A... Hai, arigato"
(Oh... Iya, terima kasih) (Chiharu)
Chiharu tersenyum.
"Sore de, koko de, anata to kyoso shite tsuika no kadai mo kanryo shitai nodesuga, soreha imasugu dekimasu ka?"
(Terus, ini, mau sekalian juga selesaikan tantangan tambahan dengan bertanding melawan kamu, apa itu bisa dilakukan sekarang?) (Surya)
Surya mengutarakan keinginannya pada Chiharu.
"Hai, junbi ga dekite ireba"
(Boleh kalau kamu sudah siap) (Chiharu)
"Junbimantan!"
(Aku sudah sangat siap!) (Surya)
Gista hanya melongo melihat Surya begitu lancarnya berkomunikasi dengan Chiharu menggunakan bahasa Jepang.
"Hajimeru mae ni, sukoshi setsumei sa sete kudasai. 1-Kaisen wa 1 tai 1 no shingurusu. 2-Kaisen wa kongō daburusu. Soshite, saishūkai wa joshi daburusu tai danshi daburusu de, aite wa danshi senshu o sagasu, to iu shisutemudesu"
(Sebelum kita mulai, akan saya jelaskan sedikit yah. Ronde pertama itu adalah partai single, 1 lawan 1. Ronde kedua itu adalah partai ganda campuran, kamu cari pemain wanita untuk dijadikan partner tanding kamu, terserah mau siapa aja. Lalu ronde terakhir adalah ganda putri lawan ganda putra, kamu cari pemain pria yang dijadikan partner tanding, gitu sistemnya) (Chiharu)
"Wakarimashita ka, go fumeina ten ga gozaimashitara, o kigaru ni otazune kudasai"
(Apa kamu sudah mengerti atau ada pertanyaan, silahkan ditanyakan saja) (Chiharu)
"Sore wa hijō ni meikakudesu"
(Sudah sangat jelas) (Surya)
"Yoshi, sassoku hajimeyou refurī mo junbimantan"
(Baiklah kalau begitu, langsung kita mulai saja, wasit juga sudah siap) (Chiharu)
Chiharu memberi isyarat untuk segera memulai pertandingan.
Ronde pertama partai single satu lawan satu. Chiharu memulai service pertama. Namun, hanya satu sampai dua kali pengembalian, Chiharu mencetak angka pertama.
"1-0".
Chiharu memulai serve kembali, tapi, sayangnya Surya tidak mampu mengembalikan dan bertambah angka untuk Chiharu.
"2-0".
__ADS_1
Makin kesini, perlahan Surya mampu mengimbangi permainan Chiharu. Terbukti, Surya sempat mengungguli Chiharu dengan skor 6-3. Meskipun pada akhirnya di interval, Chiharu kembali unggul dengan skor 11-7.
Mereka break sejenak selama 1 sampai 2 menit. Setelah itu, pertandingan kembali dilanjutkan. Chiharu kembali melakukan service. Setelah interval tadi, Surya mampu mengejar poin Chiharu sampai pada akhirnya poin mereka sama di angka 14-14. Silih berganti Surya dan Chiharu meraih poin. Saat di angka 18-18, entah apa yang terjadi, sehingga Surya yang mampu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan, setelah meraih 3 poin terakhir dan pertandingan di ronde pertama berakhir dengan kemenangan untuk Surya dengan skor 21-18.
"First round won by Surya, 21-18".
"Uwa … sugoi, katemasu ne, omedeto, 10-bu kyūkei shite kara dai 2-raundo ni susumimashou"
(Waw... Luar biasa, kamu bisa menang, selamat yah, kita break dulu selama 10 menit, sebelum kita lanjut ke ronde kedua) (Chiharu).
"Patona to naru josei pureiya wa imasu ka?"
(Kamu udah dapat pemain wanita untuk jadi partner kamu?) (Chiharu)
"Sudeni kare wa gisuta, watashitoisshoni kita yujindeari, kare wa watashi to kyoso suru koto o itowanai"
(Sudah, dia adalah Gista, teman yang tadi datang bersamaku, dia bersedia untuk bertanding bersamaku) (Surya)
"Demo, chinamini badominton mo jōzude honmono no asurīto mitaide sugoi"
(Tapi, ngomong-ngomong kamu jago juga main badminton, udah kayak atlet beneran, hebat kamu) (Chiharu).
"Fufufu… dekiru yo, futsu janai yo, watashi mo yuchubu de naratta dakedakara, shojiki itte badominton wa yatta koto ga naikara"
(Hehehe... Kamu bisa aja, gak kok biasa aja, aku juga belajarnya cuma dari YouTube, karena jujur saja, sebelumnya aku belum pernah main badminton sama sekali) (Surya)
"Sorekara anata no matchi patona wa anata no shigoto no yujindesu ka, kare mo takuhaibin gyōshadesu ka?"
(Terus partner tanding kamu nanti, itu teman kerja kamu, dia kurir delivery juga?) (Chiharu)
Chiharu menunjuk kearah Gista.
"A… ie, ototo no tomodachi de, tamatama anata ni akogarete ite, anata ni ai ni kita nodesu"
(Oh... Bukan, dia teman dari adik aku, yang secara kebetulan sangat mengidolakan kamu, bahkan dia bela-belain datang kesini, hanya untuk ketemu kamu) (Surya).
Chiharu tampak sangat senang saat mendengar Surya mengatakan kalau Gista adalah salah satu orang yang mengidolakannya.
"Sore o kiite hontoni ureshīdesu. Kore wa Indoneshia de tatakau toki mo ureshidesu. Koko ni wa watashi o sapoto shite kureru oku no sapota ga iru koto ga wakarimashita. Shojiki, kore ni wa kando shimashita"
(Aku senang banget dengarnya, ini juga yang bikin aku senang ketika bertanding di Indonesia, banyak ternyata suporter disini yang mendukungku, jujur, aku terharu dengan hal ini) (Chiharu).
Mata Chiharu berkaca-kaca.
"Kare wa yoku anata no koto o gamen de mite ite, au kikai ga dekitanode issho ni shashin o toritai to itte imashita"
(Dia katanya sering nonton kamu lewat layar kaca dan sekarang sudah punya kesempatan bertemu, dia ingin foto bareng kamu) (Surya)
"Ikedo ato de shiai ga owatte kara"
(Boleh aja, tapi, nanti aja, setelah pertandingan kita ini selesai semuanya) (Chiharu)
Surya hanya mengangguk.
"Kak, bilangin ke Chiharu dong, kalau aku itu ngefans banget sama dia, sampai rela datang jauh-jauh ke Bali ini dan aku pengen banget foto bareng sama dia" bisik Gista.
"Iya, aku udah ngomong kok ke dia, dianya udah tahu dan dia terlihat senang, kamu gak lihat tadi ekspresi wajahnya seperti apa" kata Surya.
__ADS_1
"Dia juga bersedia untuk foto bareng kamu, tapi, setelah semua pertandingan selesai" lanjut Surya. Gista mengacungkan jempol.