Super Surya

Super Surya
Misi Khusus Part 1


__ADS_3

Pagi ini, Surya bersama dengan juru masak resto, Chef Dania, berangkat menuju ke sebuah desa yang cukup terpencil dan berjarak 50 KM dari pusat kota.


"Sur, kamu tahu kan tempatnya dimana?" Tanya Dania.


"Tenang aja, chef, aku tahu kok, aku juga lumayan sering kesana waktu SMA, jadi, aku hafal jalannya" jawab Surya. Dania mengangguk-angguk.


Sekitar tiga jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai ditujuan.


"Kita udah dimana, Sur?" Tanya Dania, saat terbangun dari tidurnya, selang perjalanan yang cukup lama.


"Kita udah sampai di tujuan kita, aku ikuti arah sesuai dengan GPS" kata Surya.


"Ya udah, aku telpon pak Dante dulu, orang suruhannya pak Rendy" Dania hendak menelpon orang yang dimaksud.


"Halo, pak Dante, aku Dania, aku orang yang ditugaskan oleh para Rendy" kata Dania diujung telpon.


"Oh... Iya, mbak Dania udah dimana?" Tanyanya.


"Aku udah sampai di alamat yang sesuai dengan yang dikasi oleh pak Rendy, berhenti tepat di depan warung Yamin nih" Dania melirik kearah kirinya.


"Oh... Mbak lurus lagi aja sekitar 200 meter, nanti aku berdiri di depan biar mbak bisa lihat" katanya mengarahkan. Dania memberi isyarat pada Surya untuk jalan lagi.


"Sebaiknya mbak gak usah matikan telponnya dulu" lanjutnya. Mobil Surya melaju kembali, lurus kedepan sesuai dengan arahannya melalui telpon. Dari kejauhan Dania melihat ada seseorang yang berdiri di pinggir jalan dan melambaikan tangan padanya.


"Dan, itu bukan orangnya yang berdiri disana itu" Surya menunjuk seseorang di kejauhan.


"Iya, memang itu orangnya" Dania membenarkan. Mobil Surya pun berhenti tepat di hadapan pria tersebut.


"Selamat datang, mbak Dania, aku senang sekali mbak Dania berkunjung kesini" Dante menyambut Dania dengan hangat.


"Senang bisa bertemu dengan bapak" Dania menyalami Dante sambil tersenyum. Beberapa detik mereka berdua saling diam dan hanya saling tatap-tatapan, sampai akhirnya Surya turun dari mobil dan membuat keduanya sedikit gelagapan. Dante mengangguk pelan pada Surya. Surya membalas dengan anggukan sambil tersenyum.


"Oh iya, pak, kenalin ini Surya, dia yang nanti bantuin aku, anterin pesanan dan semacamnya, dia seorang kurir delivery di Fabulous Resto" Dania memperkenalkan Surya pada Dante. Keduanya pun bersalaman.


"Ya udah, mari, silahkan masuk, akan aku antar ke kamar kalian" Dante mempersilahkan. Dante berjalan mendahului Surya dan Dania, menunjukkan kamar yang akan ditempati, diikuti oleh keduanya dibelakang.

__ADS_1


"Nah... Ini dia kamar untuk kalian, Dania yang sebelah kanan, terus Surya disebelah kiri" kata Dante.


"Kalian simpan barang-barang kalian dulu, setelah itu, aku ajak kalian keliling desa ini, sekaligus tempat kalian bekerja nantinya" lanjut Dante. Surya dan Dania beranjak ke kamar masing-masing.


"Kamarnya sih emang gak sebesar kamarku dirumah, tapi, gak apa-apa, namanya juga pedesaan gini, yang penting bisa dipakai istirahat" batin Surya. Setelah menyimpan barangnya masing-masing, Surya dan Dania ikut bersama Dante berkeliling desa. Mereka bertiga berjalan menyusuri jalan desa. Dante menunjukkan beberapa tempat dan juga jalan-jalan disitu, yang kira-kira akan dilewati oleh Surya dan Dania setiap hari, selama mereka berada disini.


"Nah... Disini sawah yang dikelola oleh penduduk asli sini, sebagai mata pencaharian mereka. Ada juga yang berkebun, menanam sayuran, bahkan umbi-umbian, pokoknya apapun akan mereka tanam, selama itu bisa menghasilkan uang" jelas Dante.


"Terus nanti kalau udah panen, mereka jual kemana hasil panennya itu, apa dijual ke pasar atau dibawa ke kota?" Tanya Surya.


"Yang aku lihat sih, justru orang-orang yang datangi mereka, jadi, mereka hanya fokus di kebun atau sawahnya aja, tanpa berpikir lagi dimana akan dijual hasil panennya itu" jawab Dante. Dante bersama Surya dan Dania pun Samapi di tempat yang dimaksud.


"Nah... Disinilah nanti kamu masak dan membuat pesanan customer kita" kata Dante.


"Oh iya, Dania, kalau misalkan kamu butuh asisten untuk bantuin kamu, akan aku carikan" Dante menatap Dania.


"Kayaknya gak usah deh, pak, aku bisa lakukan sendiri, sebelumnya aku ucapkan terima kasih" Dania menolak secara halus. Lagi asiknya mereka ngobrol, ada seseorang yang datang menghampiri dengan berlari-lari.


"Pak Dante, maaf kalau mengganggu, tapi, aku butuh bantuan pak Dante" katanya.


"Surya, Dania, maaf, aku tinggal kalian dulu yah, ada yang minta bantuanku, gak enak kalau gak dibantu" Dante beralih ke Surya dan Dania.


"Kalau kalian mau balik ke penginapan, kalian jalan lurus, ketemu perempatan belok kanan, itu lebih cepat sampai dari yang kita jalani tadi, ya udah aku tinggal yah" Dante dan juga seseorang tersebut beranjak pergi.


"Ya udah, yuk, Sur, kita balik ke penginapan, aku mau istirahat, capek banget tadi waktu diperjalanan" ajak Dania. Mereka berjalan dengan cukup lambat menuju penginapan.


"Dan, kamu lihat gak tadi, tatapannya pak Dante ke kamu, dia kayaknya ada rasa deh sama kamu, terus kayak perhatian gitu sama kamu" Surya menerka-nerka.


"Jangan ngaco deh kamu, Sur, gak mungkin pak Dante suka sama aku, aku bukan tipenya dia" Dania menepis anggapan tersebut.


"Lagipula tipenya pak Dante itu, kayak ibu Renata, yang usianya lebih matang dari aku dan juga elegan" lanjut Dania.


"Kamu tahu darimana?" Tanya Surya penasaran.


"Dari orangnya langsung, dia sempat curhat gitu, kalau dia suka tipikal perempuan seperti ibu Renata. Bahkan dia bilang, maunya sih dia nikah sama ibu Renata nantinya, Tapi, itu gak mungkin, karena secara jabatan, posisi ibu Renata lebih tinggi dan juga ibu Renata udah terlanjur sama adiknya pak Dante, yang berprofesi sebagai konsultan keuangan di salah satu perusahaan asing di Jakarta" Dania bercerita panjang lebar.

__ADS_1


Keesokan paginya, Surya dan Dania menuju ke tempat yang kemarin ditunjukkan oleh Dante. Mereka sesegera mungkin berangkat agar bisa cepat sampai dan cepat juga menyiapkan pesanan customer melalui aplikasi super delivery, yang masuk di handphone Surya.


Selang 20 menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat tersebut. Dania langsung memasak sesuai dengan pesanan. Surya membantu sebisanya, agar cepat selesai.


"Pagi guys, kalian udah sibuk-sibuknya aja nih di dapur" Dante datang dan menghampiri keduanya.


"Iya, pak, ini ada pesanan dari super delivery dan harus diselesaikan secepat mungkin" jawab Dania, tanpa menoleh ke belakang.


"Siapa emang yang pesan? Siapa tahu aja aku tahu orangnya" kata Dante.


"Kalau dari aplikasi sih, namanya Yandi, pak" Surya melihat nama pemesan di aplikasi tersebut.


"Oh... Pak Yandi, dia itu petani di kampung sini, rumahnya berjarak 500 meter dari sini" jawab Dante.


"Atau kalau mau, biar nanti aku yang antarkan, biar gak nyasar" Dante menawarkan diri


"Gak usah, pak, pesanan itu harus aku sendiri yang antarkan dan diberikan langsung ke pemesannya, terima kasih sebelumnya, pak, sudah mau membantu, tapi, ini udah jadi tugas aku" Surya menolak tawaran Dante tersebut. Dante menganggukkan kepala. Selang 20 menit kemudian, pesanan sudah siap dan Surya langsung bergegas menuju kerumah customernya tersebut. Surya berjalan sejauh 500 meter, sesuai dengan yang diberitahu oleh Dante tadi.


"Kalau dari arahan pak Dante, seharusnya sih yang ini rumahnya" Surya berhenti didepan sebuah rumah yang cukup besar di kampung tersebut.


"Cari siapa, mas" seseorang menghampiri Surya, karena melihat Surya celingak-celinguk, seperti orang bingung.


"Gini, aku cari rumahnya pak Yandi, mau anterin makanan pesanannya, cuma gak tahu rumahnya yang mana" jelas Surya.


"Rumah pak Yandi, yang ini, tepat di depan mas ini, langsung masuk aja, pak Yandi ada kok didalam" katanya dan langsung beranjak pergi. Surya melangkah masuk ke halaman rumah dan mengetuk pintu.


"Ya? Cari siapa?" Tanya seseorang, saat pintu dibuka.


"Aku nyari pak Yandi, mau anterin makanan pesanannya" kata Surya.


"Aku pak Yandi" jawabnya. Surya pun menyerahkannya, saat tahu kalau dialah yang dicari.


"Oh iya, sekalian aku mau ngasi tugas tambahan, untuk bisa dapat poin yang tinggi dari aku, seperti yang tertera di aplikasi super delivery" Yandi menambahkan.


"Oh... Iya, pak, apapun itu tugasnya, akan aku lakukan" Surya sepertinya sudah siap dengan tugas tersebut.

__ADS_1


"Oke, mari ikut aku ke sawah" ajak Yandi. Surya mengikuti langkah Yandi ke sawahnya, yang terletak di belakang rumahnya.


__ADS_2