Super Surya

Super Surya
3rd Mission: Jadi Pacar Pura-Pura Sinta


__ADS_3

"Oh iya, mbak Sinta, ini pesanannya" Surya memberikan bawaan yang sedari tadi ditentengnya.


"Oh... Iya, makasih yah, mas" Sinta mengambilnya dari tangan Surya.


"Mbak, maaf, ada yang bisa aku bantu gak? Apa gitu?" Tanya Surya yang terlihat sungkan.


"Maksudnya bantu gimana?" Singa terkhga bingung dengan pertanyaan Surya barusan.


"Gini, aku kan butuh poin yang besar, supaya bisa dapatkan reward yang besar juga dengan cara membantu mbak, terus tadi aku lihat di aplikasi juga aku harus menyelesaikan misiku dengan cara seperti itu, membantu mbak Sinta, gitu maksud aku, mbak" Surya mengutarakan maksudnya.


"Entah ini sebuah kebetulan atau apa, cuma emang aku butuh bantuan seseorang untuk pura-pura jadi pacar aku di pesta ulang tahun Gista hari sabtu nanti. Tapi, apa Surya mau lakukan itu? Apakah dia orang yang tepat?" Sinta bertanya dalam hati.


"Cuma gak ada salahnya juga dicoba sih" pikir Sinta.


"Gini, sebenarnya aku lagi nyari orang yang bisa jadi partner aku untuk datang ke pesta ulang tahun teman aku hari sabtu nanti" Sinta mengutarakannya.


"Jadi, setiap yang diundang ke acara itu diharuskan bawa pasangan gitu. Nah... Aku minta bantuan mas Surya untuk jadi pacar pura-pura aku, untuk satu malam aja, itu juga kalau mas Surya bersedia" lanjut Sinta. Surya berpikir sejenak, sebelum memberikan jawaban.


"Jadi pacar bohongan untuk satu malam, agak gimana gitu yah, tapi, kalau gak aku penuhi permintaan mbak Sinta, bisa jadi poin yang diberikan sedikit lagi, ya udahlah, aku terima aja, toh cuma semalam ini" Surya memantapkan pilihannya.


"Gimana, mas Surya, apa mas Surya bersedia?" Sinta masih menunggu jawaban Surya.


"Apapun yang mas Surya minta, akan aku kasi, yang penting mas Surya bersedia" tambah Sinta.


"Apapun yang aku minta, akan dia kasi, berarti kalau aku minta dia ngasi poin yang besar, harusnya gak keberatan dong yah" batin Surya.


"Oke, mbak Sinta, aku bersedia untuk jadi pacar pura-pura mbak selama semalam" Surya bersedia untuk melakukannya.


"Tapi, mbak Sinta janji yah, akan memberikan apapun yang aku minta" Surya ingin memastikan. Sinta hanya mengangguk, sebagai jawaban.


"Tapi, kayaknya kita gak usah panggil mas mbak gitu deh, kesannya kayak kaku banget, panggil nama aja deh, supaya lebih meyakinkan juga kalau kita beneran pacaran, gimana menurutmu" Sinta meminta pendapat Surya.


"Aku sih, gimana kamu aja lah" kata Surya.

__ADS_1


"Oke, udah fix yah, jadi, nanti hati sabtu, kamu jemput aku disini dan kita barengan kesana, kamu kesini sekitar jam 7 malam lah" Sinta sudah memutuskan.


"Tapi, kita naik apa kesana? Gak mungkin naik motor kan? Nanti yang ada kamu malah diejek sama teman-teman kamu, sedangkan aku cuma punya motor aja?" Tanya Surya yang terlihat bingung.


"Tenang aja, kita pakai mobil aku aja, tapi, kamu nanti yang nyetir" jawab Sinta.


"Kamu bisa nyetir kan?" Sinta berbalik bertanya pada Surya. Surya hanya mengangguk.


"Ya udah kalau seperti itu, aku pamit yah, masih ada pesanan lain yang harus diantarkan" Surya berpamitan pada Sinta dan beranjak meninggalkan rumahnya.


"Akhirnya ada juga solusinya, aku gak usah pusing-pusing lagi mikirin yang" Sinta merasa lega.


"Kalau aku lihat, wajahnya Surya itu ganteng juga, di make over dikit udah Perfect banget, aku yakin dia gak bakal malu-maluin lah, andai aja aku bisa punya pacar ganteng kayak Surya" Sinta mulai berangan-angan.


"Duh... Sinta, apa'an sih kamu! Ingat, Surya itu cuma akan kami jadikan pacar pura-pura, seperti rencana awal, gak usah deh mikir yang lain" Sinta membuang pikirannya itu jauh-jauh.


"Lagipula kalau teman-teman aku tahu, bahkan Rifky juga tahu, kalau pacar aku seorang kurir delivery, bisa jatuh pamor aku di depan mereka, aku gak mau itu terjadi" batin Sinta. *Handphone Sinta berdering*.


"Halo, Feb, ada apa?" Tanya Sinta saat menjawab panggilan dari sahabatnya, Febri.


"Maksudnya, kalau misalkan belum ada, aku mau sodorin Doni ke kamu, untuk temani kamu ke pestanya Gista" lanjut Febri.


"Hahh! Doni? Gak ada yang lain apa, yang rada lumayan gitu, jangan Doni juga, gayanya culun gitu, apa kata anak-anak nanti, gak ah!" Sinta langsung menolak, begitu Febri menyebut nama Doni.


"Lagian aku udah dapat kok, cowonyang tekat buat temani aku nanti di pesta ultahnya Gista" Sinta melanjutkan.


"Oh ya? Siapa, Sin? Kasi tahu kali" tanya Febri penasaran.


"Ada lah, nanti juga kamu lihat kok orangnya, yang pasti sih orangnya kece abis, jauh lebih kece dari si Doni itu" jawab Sinta, yang membuat Febri merasa makin penasaran dengan sosok pria yang diceritakan oleh Sinta.


"Udah dulu yah, aku lagi sibuk nih, mau beres-beres rumah, maklum mbak Wanti kan lagi cuti, ngurusin ibunya di kampung katanya, see you, Feb, bye" Sinta pun mengakhiri panggilan.


Hari itu pun tiba. Sejak satu jam yang lalu, Singa sibuk dandan dan mematut diri di depan cermin berkali-kali, untuk memastikan dandanannya dan juga pakaian yang dikenakannya sudah pas.

__ADS_1


"Dek, itu Surya udah datang, katanya mau jemput kamu" Feni mengetuk pintu kamar Sinta.


"Iya, kak, bentar lagi aku keluar,bilang aja sama Surya, tunggu bentar lagi gitu" jawab Sinta, yang masih sibuk depan cermin. 15 menit kemudian, Singa keluar dari kamarnya dan berjalan ke ruang tamu, menemui Surya. Sinta Terlihat sangat cantik malam itu dengan balutan dress berwarna hijau, yang membuat Surya terpana.


"Yuk, Surya, kita berangkat sekarang" ajak Sinta. Surya segera bangkit dari duduknya dan segera berangkat menuju ke tempat pesta tersebut. Sepanjang perjalanan menuju tujuan, baik Surya maupun Sinta hanya saling diam. Mungkin keduanya ini sama-sama canggung.


"Sin, ini alamat rumah teman kamu itu dimana? Biar kita gak kejauhan jalannya" tanga Surya, yang memecah keheningan.


"Rumahnya Gista di BTN Gardenia, kamu tahu kan tempatnya?" Sinta berbalik bertanya.


"Iya, aku tahu kok" jawab Surya yang tetap fokus menyetir.


15 menit kemudian, mereka berdua pun sampai di tujuannya. Sinta menggandeng Surya, berjalan masuk ke rumah Gista.


"Hai Sinta!" Sapa snab pemilik acara, Gista.


"Hai, Gista, happy birthday yah, ini kadonya, semoga kamu suka yah" Sinta menyalami Gista dan memberikan kado yang dibawanya.


"Oh iya, kenalin ini Surya, pacar aku" Sinta memperkenalkan Surya pada Gista. Surya dan Gista bersalaman dan saling melempar senyum.


"Eh... Sinta udah datang, bawa gandengan baru nih" seseorang datang menghampiri.


"Loh! Kak Surya! Ngapain disini?" Tanyanya yang terlihat terkejut.


"Osi! Kok kamu bisa disini sih?" Surya juga terkejut melihat kehadiran adiknya di pesta tersebut.


"Kamu kenal sama pacarnya Sinta?" Gista menoleh pada Sosila.


"Ya iyalah, kak Surya ini, kakak aku" jawab Sosila.


"Bener, Sur? Osi ini adik kamu?" Tanya Singa untuk memastikan.


"Iya, Osi ini adik aku" Surya menjawab untuk meyakinkan Sinta.

__ADS_1


"Udah, yuk, kita gabung sama anak-anak yang lain, mereka udah pada nungguin tuh" aja Gista. Semua yang hadir di pesta itu menikmati alunan musik dari DJ. Pesta itu berlangsung selama 3 jam. Setelah puas satu persatu teman Gista meninggalkan rumah Gista dan pulang keruang masing-masing. Sinta puknag keringnya sendirian, sedangkan Surya pulang bareng Sosila, adiknya. Tapi, Sinta tidak mengingkari janjinya, yang akan memberikan apapun pada Surya dan Surya sudah menerimanya, berupa poin besar yang diminta Surya dan Sinta pun menyanggupinya.


"Aku gak tahu kalau Surya ternyata kakaknya Osi, bisa ketahuan ini kalau aku cuma pura-pura pacaran sama Surya, Duh... Kenapa harus kayak gini sih endingnya" Runtuk Sinta.


__ADS_2