
"Eh... Surya, udah balik, gimana, udah kelar?" Tanya Dania saat Surya baru datang.
"Udah beres, Dan, berjalan lancar seperti biasanya" wajah Surya tampak berseri-seri. Dania mengangguk-angguk.
"Dan, kamu kenapa, kok muka kamu kelihatan sedih gitu" Surya melihat perubahan raut wajah Dania.
"Gak kenapa-kenapa kok, Sur, aku baik-baik aja" Dania memaksakan tersenyum, untuk menutupi kesedihannya.
"Udah deh, Dan, kamu gak usah bohong, aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu" Surya sepertinya tahu, kalau Dania berbohong padanya.
"Coba deh, kamu ceritakan sama aku, siapa tahu aja aku bisa bantuin kamu" kata Surya. Dania tidak berkata apa-apa. Dia memberikan sepucuk surat yang dia terima sejam yang lalu. Surya mengambil surat tersebut dan membaca isinya. Surya terbelalak dan terkejut saat membaca isi Surya tersebut, seolah tidak percaya dengan apa yang dialami oleh Dania saat ini.
"Aku gak nyangka kalau bapak aku tega berbuat seperti itu, bahkan samoaj tega mengusir ibu dari rumah" Dania tertunduk sedih.
"Aku gak tahu, gimana keadaan ibu sekarang, dimana ibu sekarang juga aku gak tahu dan aku bingung harus berbuat apa, mau nyari ibu, tapi, aku lagi bertugas disini, gak tahu siapa yang bisa bantuin aku" Dania terlihat kebingungan saat ini.
"Kasihan Dania, disaat dia bertugas disini dan jauh dari rumahnya, dia malah ditimpa Maslah seperti ini, ditambah lagi tidak ada yang bisa membantunya, mencari keberadaan ibunya" Surya merasa kasihan pada Dania.
"Gini aja deh, mending kamu balik aja, untuk mencari keberadaan ibu kamu, daripada kamu juga kerjanya gak konsen, kamu selesaikan dulu masalah kamu, kasihan ibu kamu luntang lantung dijalan" Surya memberi saran.
__ADS_1
"Terus, yang nanti handle kerjaan aku disini siapa? Kamu? Emangnya kamu bisa masak gitu?" Dania bertanya-tanya.
"Soal itu kamu gak usah khawatir, nanti aku kasi tahu pak Rendy soal masalah kamu ini, biar beliau bisa mengutus chef pengganti disini, sampai tugas disini selesai" kata Surya. Mendengar perkataan Surya tersebut, Dania terlihat senang, karena ada juga solusi atas masalahnya ini. Saat itu juga, Surya langsung menelpon Rendy dan memberitahukan kalau Dania tidak bisa melanjutkan tugasnya dikarenakan ada masalah keluarga yang harus dia selesaikan. Rendy mengizinkan Dania untuk pulang dan akan mengutus seorang chef pengganti, yang akan menggantikan Dania. Dania pun langsung mengemas semua barang bawaannya dan beranjak pergi, diantar oleh Surya sampai ke terminal, yang letaknya cukup jauh dari desa tersebut.
"Sur, makasih banyak yah, kamu udah bantuin aku, aku gak tahu gimana caranya membalas kebaikan kamu ini" mata Dania berkaca-kaca karena terharu dengan apa yang dilakukan Surya untuknya.
"Iya, sama-sama, aku juga senang bisa membantu" Surya tersenyum. Selang 20 menit kemudian, mereka pun sampai di terminal. Dania menurunkan semua barang bawaannya dari mobil Surya. Setelah mengucapkan terima kasih dan sedikit berbasa-basi, Dania pun beranjak pergi. Surya melambaikan tangannya, sampai Dania menjauh. Surya pun langsung bergegas kembali ke desa itu. Diperjalanannya, ada sebuah pesan yang masuk via WhatsApp. Surya menepi sebentar dan membaca isi pesan tersebut, yang ternyata dari Rendy.
"Surya, satu jam lagi, chef yang menggantikan Dania akan tiba disitu, kamu tunggu dia disitu, namanya Yuri, chef dari Fabulous Resto Bali yang kebetulan menemani suaminya yang sedang bertugas di Makassar".
"Haah! Yuri? Dia ternyata penggantinya Dania, tapi, gak apa-apa sih, aku pengen tahu juga rasanya kerja bareng dia, apa bisa menyenangkan seperti saat kerja bareng Dania atau justru akan menyebalkan, lihat nanti aja lah" batin Surya. Surya melanjutkan perjalanan kembali. Selang 25 menit kemudian, dia pun sampai di penginapannya dan menunggu Yuri datang, sesuai dengan yang dikatakan oleh Rendy. Sambil menunggu Yuri, Surya berjalan-jalan di sekitar penginapan, menikmati udara sejuk dari pepohonan yang rindang, membuat pikiran menjadi lebih fresh dan seolah bisa melupakan rasa penat. Setengah jam Surya menunggunya, akhirnya Yuri pun datang dan mobilnya berhenti tepat di depan penginapan tersebut. Surya yang kebetulan sudah menunggu di lobby sambil ngopi. Melihat ada seseorang yang datang, Surya keluar menghampirinya. Benar saja, dia yang datang, orang yang ditunggunya sedari tadi.
"Aku kan kurir delivery di Fabulous Resto" kata Surya.
"Oh... Gitu, jadi, kamu yang diutus oleh pak Rendy kesini, untuk jadi partner kerja aku" Yuri mengangguk-anggukkan kepala. Tampaknya Yuri tidak begitu senang, saat tahu kalau partner kerjanya itu ternyata Surya. Tapi, mau tidak mau, Yuri harus mengikuti perintah dari owner restoran tempat dia bekerja. Surya bisa melihat kalau Yuri terkesan tidak menyukainya. Namun, Surya sepertinya tidak peduli dengan hal itu. Yang terpenting baginya, dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
"Ya udah, mari masuk, aku antarkan ke kamarmu" ajak Surya, yang tetap bersikap ramah pada Yuri. Yuri pun mengikuti langkah Surya menuju kamarnya. Setelah menunjukkan kamarnya dan membantu sebisanya, Surya pun beranjak pergi dari kamar Yuri.
"Sur, kamu lihat Dania gak? Sedari tadi aku gak lihat dia, aku cari di tempat kerja disana itu, gak ada, dia kemana sih?" Tanya Dante saat berpapasan dengan Surya di lobby.
__ADS_1
"Oh... Dania udah balik duluan, sejam yang lalu aku anterin dia ke terminal" kata Surya.
"Loh... Kenapa? Apa dia sakit? Atau ada sesuatu yang terjadi sama dia?" Dante terlihat khawatir pada Dania.
"Dania lagi ada masalah keluarga gitu, jadi, dia ijin untuk selesaikan masalah keluarganya dulu, biar dia juga kerjanya tenang" jelas Surya.
"Kok kamu gak bilang sama aku sih!" Kata Dante yang terlihat sedikit marah pada Surya.
"Untuk apa, pak? Emang pak Dante siapanya Dania? Lagian gak ada keharusan juga, aku kasi tahu semuanya ke pak Dante" Surya mulai terlihat kesal dengan sikap Dante yang marah padanya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Dante langsung beranjak pergi dalam keadaan masih marah. Surya hanya menggelengkan kepala melihat sikap Dante barusan.
"Kenapa pak Dante jadi marah gitu sama aku gara-gara gak bilang ke dia kalau Dania udah balik duluan, padahal pak Dante itu bukan siapa-siapanya Dania" batin Surya.
"Apa jangan-jangan pak Dante suka sama Dania lagi, seperti yang aku kira semula" Surya menerka-nerka.
Sementara itu, Dante masih terus memikirkan Dania dan seolah membuatnya gelisah.
"Dania ada masalah apa yah? Kok dia gak cerita apa-apa sama aku, biasanya dia selalu cerita kalau dia ada masalah atau apa, malah dia memilih untuk cerita dengan Surya, yang baru dia kenal" Dante merasa sedikit cemburu pada Surya.
"Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, aku gak ada hak untuk cemburu, mau Dania cerita ke siapa juga, bebas aja, aku kan bukan siapa-siapanya dia" batin Dante.
__ADS_1