Super Surya

Super Surya
Bekerja Bersama Dania


__ADS_3

Surya berjalan keluar dari kantor polisi. Namun, tanpa disangka Surya berpapasan dengan mantannya saat SMA, Windy. Surya terkejut melihat Windy.


"Windy! Kamu ngapain disini?" Tanya Surya.


"Loh... Surya yah?" Tanyanya menerka. Surya mengangguk.


"Ya ampun, Sur, udah lama banget kita gak ketemu, sejak kita lulus SMA, kita udah gak pernah contact-an" wajah Windy terlihat berseri-seri, senang bisa bertemu lagi dengan mantannya. Surya dan Windy melanjutkan obrolan mereka di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari kantor polisi.


"Win, kamu belum jawab pertanyaanku tadi, kamu ngapain di kantor polisi?" Surya mengulangi pertanyaannya. Windy tertunduk dan tidak menjawab pertanyaan itu.


"Win, kamu kenapa? Apa kamu ada masalah? Coba kamu cerita sama aku" Surya duduk mendekat dan menyentuh pundak Windy. Secara spontan, Windy langsung memeluk Surya dan menangis dipelukannya. Surya terkejut, Winda tiba-tiba memeluknya sambil menangis.


"Win, kamu tenangin dulu diri kamu dan ceritakan pelan-pelan, gak enak sama orang-orang disini" Surya mencoba menenangkan Windy. Windy menghapus air matanya dengan tissue dan setelah agak tenang, Windy pun bercerita.


"Tadi, aku disana cuma dimintai keterangan, karena aku salah satu korbannya mami Linzy" Windy mengawali ceritanya.


"Haah! Kok bisa sih? Gimana ceritanya?" Surya bertanya penasaran.


"Mereka mengiming-imingi aku untuk jadi model dan akan diorbitkan juga jadi artis, sampai akhirnya aku tergiur dan ikut dengan mereka" Windy melanjutkan. Surya menyimak dengan serius.


"Aku tadinya udah duga waktu dibawa di markasnya itu. Aku masih mencoba berpikir positif, namun, kemudian dia kurung aku dalam penjara gitu, disitulah aku makin yakin kalau ada yang tidak beres dengan tempat itu, tapi, aku gak bisa berbuat apa-apa, handphone aku disita sama mereka" Windy mengakhiri ceritanya.


"Terus, selama kamu disekap disana, apa yang mereka lakukan" Surya makin penasaran.


"Mereka menyetubuhiku secara bergilir dan hampir tiap malam mereka melakukannya" tangis Windy kembali pecah.


"Aku benar-benar merasa kotor dan seakan hidupku ini gak ada gunanya lagi, setelah kehormatanku direnggut secara paksa" Windy kian terisak.


"Win, aku ngerti apa yang kamu rasakan saat ini, tapi, bukan berarti semuanya berakhir karena masalah ini, kamu harus bisa lewati ujian ini dan harus tetap melanjutkan hidup kamu, jangan menyerah, Win" Surya menyemangati Windy.

__ADS_1


"Kamu harus jadi Windy yang aku kenal, yang selalu semangat menjalani hidup, yang ambisius mengejar impian, bukan Windy yang sekarang ini, yang cengeng, lemah, rapuh karena hanya satu masalah, kamu harus bangkit" Surya menambahkan.


"Kamu benar, Sur, hidup aku harus terus berjalan dan aku ingin tetap mengejar impianmu menjadi artis" semangat Windy seakan hidup kembali, saat Surya menyemangatinya.


"Nah... Itu baru namanya Windy yang aku kenal" Surya mengacungkan jempol.


"Makasih yah, Sur, aku sekarang merasa lega, bisa melepaskan semua masalahku ini dengan bercerita ke kamu, makasih juga udah mau dengar ceritaku" Windy tersenyum.


"Iya, Win, sama-sama" Surya membalas senyuman Windy.


"Oh iya, Sur, kamu sekarang kerja dimana?" Tanya Windy, sambil meneguk kopi di depannya.


"Aku kerja jadi kurir delivery, tapi, kadang-kadang juga aku diberi misi khusus, contohnya kayak ini, aku ditugaskan untuk bantu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus human trafficking itu dan imbalannya, aku dikasi poin yang besar, yang dimana poin itu nantinya bisa ditukarkan jadi uang, makanya aku semangat banget kalau dapat misi khusus gini" jelas Surya. Windy hanya mengangguk.


"Sur, mumpung ketemu kamu disini, aku mau minta maaf, waktu kita pacaran dulu, aku tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan aku tahu kamu sakit hati, tolong maafin perbuatanku yang dulu itu" Windy mengutarakan permintaan maafnya.


Tanpa berpikir panjang, Surya mengatakan sudah memaafkan semua yang pernah dilakukan oleh Windy dulu. Lagipula Surya sudah melupakan semua masalah itu dan menganggapnya sebagai masa lalu yang hanya bisa dikenang dan dijadikan sebuah pelajaran. Setelah mendengar jawaban dari Surya, Windy merasa lebih lega, karena setidaknya dia sudah mendapatkan kata maaf dari Surya dan tidak terus dihantui dengan rasa bersalahnya dimasa lalu.


"Udah gak disitu lagi, Sur, sejak perceraian kedua orang tuaku, aku dan ibuku tinggal dirumah nenek dikampung, aku sama ibu diusir oleh ayah, dia menguasai rumah itu dan ditempati bersama istri barunya" jelas Windy, dengan raut wajah yang sedikit tegang, karena marah.


"Sekarang aku bingung harus kemana, mau balik ke kampung, malu, karena semua orang dikampung sudah terlanjur tahu, kalau aku ke kota itu mau jadi model, apa kata orang kalau tahu, aku gak jadi model, nanti dikiranya aku pembohong lagi dan bakal jadi bahan olok-olokan mereka" Windy terlihat kebingungan saat ini.


"Gak ada jalan lain kayaknya, selain nge-kost sambil cari kerja juga, buat biaya hidup sehari-hari" kata Windy.


"Mau aku anterin?" Surya menawarkan bantuan. Windy menggelengkan kepala.


"Ya Idha kalau gitu, aku duluan yah, next time kita ketemu lagi" Windy berdiri dan beranjak pergi.


"Eh... Tunggu, Win" Surya menahan langkahnya Windy.

__ADS_1


"Ada apa, Sur?" Tanya Windy.


"Aku boleh minta nomor handphone kamu gak, siapa tahu nanti ada info casting atau apa, aku bisa kabari kamu, gitu maksud aku" kata Surya. Tanpa berkata apa-apa, Windy memberikan nomer handphone-nya pada Surya, lalu setelah itu mereka berpisah. Baru saja dia mau jalan, ada seseorang yang menghubunginya dan langsung saja menjawab panggilan tersebut.


"Iya, halo, pak, ada apa?" Tanya Surya.


"Kamu segera ke resto yah, ada hal penting yang ingin aku sampaikan" kata Rendy.


"Baik, pak, aku segera kesana" jawab Surya. Surya langsung bergegas menuju ke resto. Selang 30 menit kemudian, Surya pun sampai di resto dan langsung menemui Rendy di ruangannya. Surya mengetuk pintu ruangan Rendy dan melangkah masuk.


"Silahkan duduk, Sur" Rendy mempersilahkan Surya duduk di kursi yang ada dihadapannya.


"Ada apa yah, pak Rendy minta aku kembali kesini? Hal penting apa yang ingin bapak sampaikan?" Tanya Surya.


"Ini mengenai super delivery itu, waktu itu kan kamu sudah dapat misi di Bali dengan 3 tugas sekaligus dari satu orang yang sama, kali ini ada misi khusus dengan tema kearifan lokal" jelas Rendy.


"Maksudnya gimana tuh, pak?" Surya kelihatannya masih bingung.


"Gini, selama ini kan kamu anterin pesanan customer itu makanan dari resto ini, yang mayoritas masakan western, tapi, kali ini masakannya yang tradisional, yang Indonesia banget deh pokoknya, yang nantinya kamu anterin ke mereka itu" kata Rendy.


"Yang masak itu tetap chef dari resto kita, dia yang masak disana untuk customer-customer kita yang pesan lewat aplikasi itu dan tentu saja kamu harus selesaikan misi tambahan, seperti kemarin-kemarin itu, untuk dapatkan poin ekstra pastinya" lanjut Rendy. Surya menganggukkan kepala, tanda dia sudah paham dengan penjelasan Rendy. Saat keduanya tengah ngobrol, ada seseorang yang mengetuk pintu dan melangkah masuk ke ruangan Rendy. Rendy memberi isyarat untuk duduk.


"Pak Rendy panggil aku?" Tanyanya.


"Iya, chef Dania, aku bakal menugaskan chef bersama Surya untuk sebuah misi khusus dengan tema kearifan lokal. Sesuai dengan temanya, chef harus memasak masakan khas Indonesia, terserah chef Dania mau masak apa, yang penting masakan Indonesia, chef bisa cari referensinya di YouTube, banyak kok itu" Rendy menjelaskannya pada Dania.


"Chef Dania dan Surya akan ditugaskan di Bulukumba selama 6 hari, harap persiapkan semua yang perlu dibawa. Terus soal penginapan, aku udah telpon kesana dan menyuruhnya menyiapkan penginapan untuk kalian berdua, apa kalian sanggup dengan tugas ini?" Rendy menatap Surya dan Dania bergantian.


"Aku sangat siap untuk jalani tugas ini" jawab Surya dengan meyakinkan.

__ADS_1


"Aku juga siap, pak" Dania menimpali.


"Oke, kalau begitu, selamat bertugas dan semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik" Rendy menyalami keduanya.


__ADS_2