
"Baiklah kalau seperti itu, berhubung karena tugas aku sudah selesai, aku pamit, pak" Surya berpamitan dan beranjak keluar dari ruangan Harlan. Harlan membalas dengan anggukan.
"Finally, misi pertamaku ini sudah selesai berhasil aku lewati dan mendapat poin yang besar dari pak Harlan" Surya bernafas lega. Baru saja Surya mau pergi, secara tidak sengaja, Surya berpapasan dengan gadis pujaannya, Tissa, di depan toko tersebut.
"Tissa!" Surya tampak terkejut melihatnya.
"Eh... Kak Surya, ketemu lagi kita" Tissa tersenyum.
"Kak Surya ngapain disini?" Tanya Tissa.
"Aku abis anterin pesanan di toko ini, terus kamu sendiri ngapain disini?" Surya berbalik bertanya.
"Aku mau temui ayah aku, ini kan toko milik ayahku" jawab Tissa.
"Jadi, Syah kamu itu pak Harlan yah?" Surya kembali melontarkan pertanyaannya pada Tissa. Tissa hanya mengangguk, sebagai jawaban.
"Pantesan aja Tissa kuliah di STIM Nitrogen, ternyata dia anak orang kaya, bapaknya punya toko sebesar ini, mana rumahnya gede lagi" batin Surya.
"Ya udah yah, kak, aja masuk ke dalam dulu, mau temui ayah, mau minta kunci rumah" Tissa beranjak dari hadapan Surya.
"Selamat, tuan, anda sudah berhasil menyelesaikan misi pertama anda dan anda berhak untuk mendapat 850 poin. Untuk misi berikutnya, akan terbuka dua hari lagi".
"Kak Sur, itu suara siapa barusan? Aku dengar suara perempuan" tanya Sosila, saat masuk ke kamar Surya.
"Bukan siapa-siapa, dek, suara itu juga dari handphone kakak" jawab Surya.
*Sebuah pesan masuk di handphone Surya*. Surya membuka pesan yang dikirim via WhatsApp, yang ternyata dari Felicia, gadis yang pernah ditolongnya. Surya membaca isi pesan tersebut.
"Mas Surya, maaf kalau aku ganggu, cuma mau tanya, mas Surya ada waktu gak hari ini?" (Felicia).
"Memangnya ada apa yah?" (Surya).
"Aku cuma mau undang mas Surya untuk dinner di sebuah restoran jam 8 malam ini, kalau mas Surya ada waktu dan berkenan memenuhi undangan ini, aku akan senang kali" (Felicia).
__ADS_1
"Oh... Iya, aku bisa kok" (Surya).
"Oke, kalau gitu aku share lokasi restonya dimana, see you" (Felicia).
Surya senyum-senyum sendiri saat membaca dan membalas chat dari Felicia, membuat Sosila penasaran.
"Kak, chat dari siapa? Kayaknya kak Surya senang banget" tanya Sosila yang terlihat penasaran.
"Teman kakak, dek, dia ngajakin dinner gitu malam ini" jawab Surya.
"Teman kakak itu cewek atau cowok? Pasti cewek kan? Gak mungkin kakak senyum-senyum gitu kalau teman kakak itu cowok, ngaku aja, kak" Sosila menerka-nerka.
"Iya, teman kakak memang cewek sih, tapi, cuma teman aja, gak lebih dari itu" Surya membenarkan.
"Ciee... Gebetan baru nih, sepertinya udah bisa move on nih dari kak Atu" Sosila sedikit menggoda Surya.
"Apa'an sih, dek, gebetan apa coba, gak lah, lagian nih untuk sekarang, kakak mau fokus kerja dulu" Surya menepis anggapan Sosila tersebut.
"Apalagi kakak sama dia juga baru kenal, itupun juga gak sengaja ketemu dijalan, kakak bantu dia perbaiki handphone-nya, ya gitulah pokoknya" lanjut Surya.
"Udah lama nunggu yah?" Tanya Surya.
"Gak kok, mas, aku masih pake baju kantor gini, soalnya aku baru selesai meeting dengan klien setengah jam yang lalu, terus tempatnya juga gak jauh dari sini, jadi, gak sempat balik kerumah, langsung kesini aja" lanjut Felicia.
"Oh iya, Fel, kalau boleh tahu, ada apa yah, kok tiba-tiba ajakin dinner gini?" Tanya Surya penasaran.
"Aku cuma pengen ngerayain keberhasilan aku, jadi, ada klien yang mau membeli rumah yang aku tawarkan dan aku dapat bonus dari kantor aku, ini makanya aku pake untuk dinner kita malam ini, sekaligus ucapan terima kasih juga, kalau mas Surya gak bantuin hari itu, gak tahu gimana caranya aku komunikasi dengan klien aku itu, bisa jadi dia mundur dan gak jadi beli rumah yang aku pasarkan itu" jelas Felicia dengan wajah berseri-seri.
"Kalau boleh nih, gak usah panggil mas, cukup Surya aja, biar kelihatan lebih akrab gitu" kata Surya. Felicia hanya mengangguk.
"Oh iya, Sur, kalau aku ajak kamu dinner gini, pacar kamu gak marah kan, takutnya nanti disangkanya aku perusak hubungan orang lagi" Felicia sedikit was-was.
"Kamu tenang aja, aku lagi gak menjalin hubungan dengan siapa-siapa, lebih tepatnya aku baru aja putus beberapa bulan yang lalu" jawab Surya.
__ADS_1
"Oh ya? Kok bisa? Apa dia selingkuh?" Felicia terlihat penasaran.
"Aku ditinggal nikah, awalnya sih sakit banget yah waktu dia tiba-tiba bawa undangan pernikahan dia dengan laki-laki lain, tapi, lama kelamaan aku bisa melupakannya" terang Surya.
"Kamu yang sabar yah, Sur, aku yakin kok, suatu saat nanti akan ada sosok wanita yang tepat untuk kamu dan menyayangi kamu dengan tulus, yang terpenting kamunya gak patah semangat" Felicia memberi semangat pada Surya.
"Iya, pasti itu, Fel, aku gak akan patah semangat hanya karena dikhianati satu wanita" Surya tersenyum.
"Permisi, mas, mbak, ini makanan pesanannya, selamat menikmati" seorang pelayan datang dengan membawa pesanan Felicia dan Surya, ditengah asiknya mereka ngobrol.
"Makasih yah, mas" Felicia mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah, yuk, kita makan dulu" Felicia mempersilahkan. Surya menikmati makanan yang ada didepannya. Entah apa yang terjadi dalam hatinya, tapi, Surya merasakan hal yang beda saat menatap Felicia. Surya menyimpan perasaan suka pada Felicia yang tiba-tiba muncul.
"Apa ini kali yah, yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Entah kenapa aku suka sama Felicia, tapi, disisi lain, aku masih ragu, apakah Felicia ini adalah wanita yang tepat untukku atau tidak?" Surya bertanya dalam hatinya.
"Aku gak terburu-buru, aku harus memastikan dulu, apakah perasaanku ini benar-benar jujur atau hanya sekedar pelarian saja" pikir Surya.
"Oh iya, Sur, ngomong-ngomong nih, gimana soal super delivery itu? Udah kamu aktifkan dengan kode yang aku kasi?" Felicia mengawali pembicaraan kembali, setelah beberapa menit mereka hanya saling diam.
"Iya, sudah aktif, bahkan tadi udah jalani misi pertama aku dan berhasil dapatkan 850 poin" jawab Surya.
"Oh ya? Satu misi langsung dapat 850 poin? Waw... Hebat juga kamu, bisa dapat poin tinggi kayak gitu" Felicia kagum mendengarnya.
"Pasti kamu dikasi tantangan yang aneh-aneh dan nyeleneh gitu kan" Felicia menerka.
"Iya, Fel, kamu benar. Jadi, pas aku antar pesanan itu ke orangnya langsung, dia ngasi tantangan untuk menggombali karyawan wanita yang ada di tokonya dan hasilnya aku sukses dapatkan total 850 poin itu" terang Surya.
"Terus, gimana tuh, tanggapan dari wanita-wanita itu, pas kamu gombalin" Felicia terlihat makin penasaran.
"Ya gitu deh, ada yang senang, ada juga yang agak kesal, katanya kerjaannya terganggu gara-gara aku, ada yang bilang cowok gak jelas dan sebagainya, pokoknya gitu-gitu deh, Fel" jawab Surya. Felicia mendengarkannya sambil tersenyum.
Selang satu jam kemudian setelah mereka selesai makan dan mengobrol banyak hal, mereka bernama meninggalkan restoran tersebut. Surya pulang dengan mengendarai motor, sedangkan Felicia pulang dengan menggunakan taksi. Surya sempat menawarkan diri untuk mengantar Felicia sampai rumahnya, namun, Felicia menolaknya.
__ADS_1
"Pertemuan dengan Felicia ini cukup mengesankan, aku berharap bisa akrab dengannya dan menjadi orang spesial dalam hidupnya kalau bisa" batin Surya sambil tersenyum.