Super Surya

Super Surya
Terungkap


__ADS_3

Pagi itu, David datang kerumah Surya, sepertinya biasanya, sekedar main.


"Permisi! Surya!" David mengetuk pintu rumah Surya. David menunggu beberapa saat. Tapi, tidak ada yang membuka pintu. David mengetuk sekali lagi pintu rumah Surya, namun, tetap sama saja, tidak ada yang membuka pintu.


"Ini kok gak ada orang-orang, pada kemana yah?" David terlihat bingung. David memutuskan untuk pulang, karena sepertinya tidak ada siapa-siapa didalam rumah. Baru saja dia mau beranjak, ada seseorang yang datang, yang ternyata adik Surya, Sosila.


"Eh... Ada kak David, udah lama nunggunya, kak" kata Sosila saat berpapasan dengan David.


"Gak juga kok, baru sekitar sepuluh menit lah kira-kira" kata David.


"Kamu darimana emang? Terus didalam emang gak ada orang-orang yah? Soalnya dari tadi aku ketuk-ketuk gak ada yang buka" David bertanya-tanya pada Sosila.


"Papa sama mama lagi keluar kota, ada tugas dari kantor, kira-kira seminggu lah mereka disana, terus kak Surya lagi ke Bali, ditugaskan dari tempat kerjanya, tapi, kayaknya hari ini balik deh, mungkin udah diatas pesawat sekarang" jelas Sosila. David menganggukkan kepala mendengar jawaban Sosila.


"Terus, kamu sendirian dong" kata David.


"Gak kok, ada teman aku juga, Tissa sama adiknya, mereka berdua tinggal bareng disini sama kita semua" jawab Sosila.


"Kok bisa? Gimana ceritanya?" Tanya David yang terlihat keheranan.


"Tissa sama adiknya itu diusir dari rumahnya gara-gara rumah mereka itu dijual oleh omnya sendiri tanpa sepengetahuan mereka, jadi, ya udah diajak tinggal disini aja, papa sama mama juga setuju mereka tinggal disini, daripada luntang lantung dijalan kan, kasihan mereka" jelas Sosila dengan mata berkaca-kaca.


"Oh iya, mau masuk kedalam gak, sambil nungguin kak Surya datang, paling sejam atau dua jam lagi baru nyampe" Sosila mengajak David masuk. David mengikuti langkah Sosila. David sepertinya sedang berpikir, untuk menyatakan perasaannya pada Sosila, meskipun David sudah menyangka kalau Sosila akan menolaknya, namun, David berpikir tidak ada salahnya mencoba. Siapa tahu saja, jawaban Sosila nanti justru berbanding terbalik dengan yang dipikirkannya.


"Osi, aku boleh ngomong sesuatu gak" David berniat mengutarakan perasaannya tersebut.

__ADS_1


"Ngomong aja, kak, gak usah sungkan" kata Sosila sambil tersenyum.


"Jujur aja, Si, udah lama aku mau omongin ini ke kamu, tapi, baru sekarang aku bilang ini, sebenarnya aku udah lama...." Perkataan David terpotong dengan suara teriakan seseorang yang masuk kerumah, ternyata Surya sudah datang. Surya datang lebih cepat dari perkiraan Sosila.


"Akhirnya kak Surya datang juga" Sosila menyambut kedatangan Surya dengan memeluknya.


"Iya, dek" Surya mengacak rambut adiknya.


"Eh... Ada David toh? Udah lama?" Surya sedikit terkejut melihat kedatangan David.


"Baru kok, Sur, kira-kira 15 menit yang lalu" David berdiri dan menyalami Surya.


"Oh iya, dek, sepi banget ini, pada kemana?" Tanya Surya.


"Papa sama mama keluar kota, jadi, cuma ada aku, Tissa sama adiknya aja" jawab Sosila.


"Tadi kakak sama Gista pisah pas nyampe bandara, dia dijemput sepupunya, ya udah, kakak pulang sendirian kesini" jelas Surya.


"Vid, kebetulan ada kamu disini, ada yang mau aku bicarakan sama kamu, yuk, kita ke kamar" Surya merangkul David dan melangkah menuju kamarnya. David tidak menyangka kalau Surya datang lebih cepat dari perkiraannya. Dia menyangka masih sejam lagi, sehingga dia punya waktu yang cukup banyak untuk mengungkapkan perasaannya pada Sosila.


"Kenapa juga Surya datang lebih cepat dari yang aku kira, sebelum aku sempat menyet sama Sosila, harus ditunda lagi, harus menahan perasaan lebih lama lagi, Surya pasti gak setuju kalau aku jadian sama adiknya" runtuk David.


"Woi.... Vid! Melamun aja, ada apa sih" Surya mengagetkan David dan membuyarkan lamunannya. David hanya menggelengkan kepala, sambil tersenyum.


"Vid, waktu aku di Bali, aku secara gak sengaja ketemu sama Robby, teman SMA kita, yang dulu sebangku sama kamu itu, masih ingat kan" Surya mulai bercerita.

__ADS_1


"Oh ya? Kok bisa? Terus dia ngapain yah di Bali?" David bertanya-tanya.


"Jadi, waktu itu kan aku disuruh perform gitu di acara ulang tahun, sekedar untuk mengulur waktu sampai DJ Yasmin datang, karena dia juga ada acara di tempat lain dan lagipula itu bagian dari misi aku, jadi, aku lakukan itu" jelas Surya. David menyimak perkataan Surya.


"Nah... Di acara ulang tahun itulah, aku ketemu sama Robby, yang kebetulan bertindak sebagai EO-nya, disitulah aku ngobrol sama dia, terus dia juga sambilan jadi driver taksi online" lanjut Surya.


"Pantesan aja selama ini aku gak pernah lihat dia lagi, ternyata dia udah di Bali" kata David. David berpikir sejenak, untuk mengatakan tentang perasaannya ke Sosila pada Surya.


"Aku jujur aja kali yah sama Surya, meskipun dia udah pernah bilang dulu, kalau gak ada satupun temannya yang boleh pacaran dengan Sosila, tapi, kalau Surya marah dan gak perbolehkan aku datang kesini lagi, gimana? Masa iya, aku sama Surya harus bermusuhan" dalam hatinya, David sangat bimbang.


"Ya udahlah, aku ngomong aja, masalah Surya marah dan musuhi aku, itu urusan belakang, aku siap menanggung resikonya" pikir David.


"Sur, ada hal yang mau aku omongin, tapi, aku kamu jangan marah yah" David memberanikan diri.


"Ya udah, ngomong aja, Vid, aku janji gak akan marah" kata Surya dan mengambil sikap akan mendengarkan.


"Sebenarnya tujuan utama aku datang kesini, aku mau menyatakan perasaanku sama Osi, aku suka sama dia, Sur, hatiku gak bisa bohong kalau aku benar-benar cinta sama Osi, meskipun aku tahu kalau kamu gak akan setuju, tapi, paling tidak aku sudah berkata jujur sama kamu" David mengutarakan semua isi hatinya. Surya hanya terdiam, sambil menghela nafas.


"Aku hanya berharap, hubungan pertemanan kita tidak berakhir, gara-gara masalah ini" harap David.


"Vid, aku sebenarnya bukan melarang kamu dekati adik aku, cuma aku ingin yang terbaik aja buat dia dan gak salah pilih pasangan, Osi adik aku satu-satunya, makanya itu aku agak sedikit protect dia, agar dia gak salah jalan" jelas Surya. David mengangguk dan seolah dapat memahami maksud Surya.


"Iya, Sur, aku ngerti, aku juga bakal melakukan hal yang sama, kalau aku berada di posisi kamu" kata David.


"Makasih yah, Vid, udah mau mengerti, aku yakin kok, akan ada sosok wanita yang benar-benar tepat untuk kamu dan menyayangi kamu apa adanya" Surya tersenyum.

__ADS_1


"Yah... Walaupun aku sempat bilang langsung ke Osi tentang perasaanku ini, tapi, aku lega sudah bilang jujur ke Surya dan Surya juga memaklumi yang aku rasakan ini, mungkin sebaiknya aku coba untuk buang perasaanku pada Osi ini jauh-jauh mulai sekarang" batin David.


__ADS_2