
Surya berangkat kerja seperti biasanya. Saat Surya keluar dari rumahnya, dia dikejutkan dengan sosok seorang gadis yang berlari dan bersembunyi dibalik mobil Sosila. Surya mendekati dan hendak menanyainya. Namun, gadis itu memberi isyarat agar tidak mendekat, supaya tidak ketahuan kalau dia sembunyi disitu.
"Kalau misalkan ada yang cari aku kesini, bilang aja gak tahu yah, please" pinta gadis itu. Surya tidak dapat berbuat apa-apa, selain menuruti permintaannya. Tak berapa lama berselang, ada tiga orang pria yang berlari dan tengah mencari seseorang.
"Mas, lihat cewek lewat sini gak?" Tanyanya pada Surya.
"Gak lihat tuh, aku aja baru keluar dari rumah, mau berangkat kerja" jawab Surya.
"Ya udah, makasih" pria itu beranjak pergi, diikuti kedua temannya, berlari menjauh dari rumah Surya. Setelah melihat kedua pria tadi menghilang dari kelokan jalan, Surya menghampiri gadis itu lagi.
"Kamu sudah aman, orang-orang yang mengejarmu sudah jauh dari sini" kata Surya. Gadis itu berdiri, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, sekedar jaga-jaga kalau orang yang mengejarnya itu kembali lagi.
"Udah, kamu gak usah takut, kamu aman sekarang" Surya mencoba menenangkan gadis tersebut yang masih terlihat ketakutan.
"Oh iya, kenalin aku Surya" Surya memperkenalkan diri.
"Aku Siva" jawabnya singkat.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ketiga pria itu kejar-kejar kamu? Memangnya mereka itu siapa?" Surya bertanya-tanya pada Siva.
"Mereka bertiga itu orang suruhan mami Linzy, aku kabur dari tempat kami Linzy, aku gak tahu mau kemana, aku terus berlari, sampai akhirnya aku lihat rumah ini, aku sembunyi saja untuk menghindari mereka" terang Siva.
"Mami Linzy? Siapa itu?" Tanya Surya yang kian penasaran.
"Dia itu bos ditempat itu, dia adalah orang yang menjual para gadis pada lelaki hidung belang, bahkan aku juga dengar ada yang dijual sampai ke Hongkong untuk dijadikan asisten rumah tangga, tanpa dibayar sepeserpun. Jadi, mereka yang dibawa itu, semata-mata hanya untuk kerja dan kerja tanpa ada bayaran yang mereka terima, bisa jadi juga dijadikan budak nafsu, siapa tahu kan" lanjut Siva.
"Ada berapa banyak gadis yang terjerat oleh mami Linzy itu" kata Surya.
"Kurang lebih 20 orang termasuk aku, tapi, cuma aku yang berhasil kabur, yang lain masih terkurung disana" jawab Siva. *Sebuah notifikasi masuk ke handphone Surya*.
__ADS_1
"Selamat pagi, tuan, misi baru telah diaktifkan. Kali ini anda harus menyelesaikan tugas yang cukup berat dari customer anda yang bernama Dara. Dia adalah seorang polwan. Dia akan meminta bantuan anda untuk memecahkan sebuah kasus, selamat berjuang dan semoga berhasil!".
"Kebetulan banget customer aku seorang polwan, aku ajak Siva kali yah, biar sekalian melaporkan mami Linzy itu' pikir Surya.
"Siva, kamu ikut aku yah" ajak Surya.
"Kemana?" Tanya Siva.
"Ke kantor polisi, kebetulan ada pesanan yang diantarkan kesana, sekalian melapor dan langsung bisa diproses, agar mami Linzy dan komplotannya itu segera diringkus" jelas Surya.
"Tapi, kalau misalkan orang suruhan mami Linzy masih berkeliaran dan melihat aku, aku pasti ditangkap sama mereka" Siva terlihat ketakutan.
"Kamu bisa menyamar, di mobil adik aku ada kerudung dan juga kacamata, kamu pakai aja, supaya tidak ada yang mengenali kamu, gimana" Surya memberi usul. Tanpa pikir panjang, Siva langsung memakai kerudung serta kacamata tersebut. Setelah itu, mereka pun bergegas. Selang satu jam kemudian, mereka pun sampai di kantor polisi.
"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?" Tanya petugas piket yang mencegat.
"Pagi pak, mau ketemu dengan ibu Dara, mau antarkan pesanan beliau" jawab Surya. Petugas piket itu memeriksa barang bawaan Surya dan memastikan tidak ada hal yang mencurigakan didalamnya.
"Permisi, Bu, ini pesanan ibu" Surya mengetuk pintu ruangan yang terbuka.
"Oh... Silahkan masuk" katanya. Surya dan Siva melangkah masuk. Surya menyimpan kantongan yang dibawanya diatas meja.
"Bu, maaf, tadi sebelum kesini, aku sempat lihat di aplikasi, kalau ibu butuh bantuan aku untuk memecahkan sebuah kasus" kata Surya.
"Iya, memang benar, ada sebuah kasus yang sedang diselidiki dan aku butuh bantuanmu, itu juga kalau kamu bersedia" Dara menatap dengan tatapan serius.
"Aku bersedia membantu dengan senang hati" Surya bersedia membantu.
"Jadi, kasus yang akan kita selidik ini, kasus human trafficking dengan tersangka utama Linzy Valerie atau yang biasa dipanggil mami Linzy. Dia dibantu oleh tiga orang rekannya, Martin, Ervin dan Fabio" terang Dara.
__ADS_1
"Modusnya, mereka mengiming-imingi para gadis-gadis ingin dijadikan seorang model, padahal sebenarnya gadis-gadis itu akan dijual keluar negeri untuk dijadikan budak yang dipaksa bekerja tanpa digaji, kita harus bergerak cepat sebelum gadis-gadis itu dijual" lanjut Dara.
"Maaf, Bu, tapi kan kita belum tahu dimana tempatnya, kita akan sulit meringkusnya kalau kita tidak menemukan markas mereka" anak buah Dara menyela.
"Aku tahu tempatnya, aku masih ingat betul secara detail" celetuk Siva.
"Kamu yakin? Ini bukan hal yang main-main loh" tanya Dara dengan tatapan serius.
"Sangat yakin, Bu, karena aku adalah salah satu korban yang terjerat oleh mami Linzy itu, namun, aku berhasil kabur dari sana" jelas Siva.
"Bahkan rencananya para gadis itu, akan dibawa ke Hongkong tiga hari lagi, aku sempat mendengarnya, sebelum kabur dari tempat itu" lanjut Siva.
"Oke, kalau begitu, kita susun rencana untuk meringkus mereka dan membebaskan gadis-gadis itu" kata Dara. Dara, Surya, Siva dan beberapa anak buahnya berunding dan menyusun rencana. Surya, Dara dan beberapa anak buahnya bertugas untuk meringkus keempat pelaku. Sedangkan Siva dan beberapa anggota lainnya bertugas untuk membebaskan para tawanan itu. Surya dan satu anggota menyamar dan berpura-pura sebagai pelanggan yang akan membayar salah satu gadis yang ada didalam untuk satu malam.
"Oke, tarifnya 1 juta semalam, gimana?" Mami Linzy, selalu bos, memberi penawaran pada kedua pelanggannya itu.
"Deal! Uangnya nanti aku transfer ke rekening mami" Surya bersalaman dengan Linzy. Hanya dalam hitungan menit saja, Linzy dan tiga orang komplotannya berhasil diringkus oleh Dara dan beberapa anggota yang membantunya.
"Apa-apa'an ini" Linzy meronta saat tangannya diborgol.
"Kamu dan juga anggotamu, kami tangkap atas kasus human trafficking. Bawa mereka semua!" Dara memerintahkan para anggotanya untuk membawa para tersangka. Setelah semuanya selesai, mereka semua bersama para pelaku menuju ke markasnya, agar para pelaku tersebut bisa segera ditahan.
"Surya, Siva, terima kasih sudah membantu pihak kepolisian untuk meringkus para pelaku itu" Dara mengucapkan terima kasih pada keduanya.
"Khusus buat kamu, Surya, aku beri kamu poin seribu" Dara menatap kearah Surya.
"Terima kasih, Bu, ini sangat berarti buat aku" Surya terlihat sangat senang.
"Bripda Dara, kerja yang luar biasa, kamu dan juga anak buahmu berhasil meringkus keempat pelaku kasus human trafficking itu" puji atasan Dara.
__ADS_1
"Terima kasih, komandan, aku gak akan bisa menangkap mereka, kalau bukan karena Siva ini, dia adalah salah satu korban dari Linzy itu, tapi, dia berhasil kabur dan segera melaporkannya kesini bersama Surya juga" terang Dara.
"Terima kasih sudah membantu pihak kepolisian" katanya sambil menatap Surya dan Siva. Keduanya membalas dengan anggukan kepala.