
"Selamat pagi, tuan, misi baru telah diaktifkan. Misi anda kali ini adalah menyelesaikan tugas dari Riza, dia adalah seorang penyiar radio. Selamat berjuang dan semoga berhasil". Sebuah notifikasi baru saja masuk ke handphone Surya dan langsung membaca isi notifikasi tersebut. Setelah membacanya, Surya pun langsung bergegas menuju ke Fabulous Resto, untuk mengambil pesanan. Namun, saat Surya sampai di resto, Surya dikejutkan dengan pemandangan yang tidak menyenangkan. Surya melihat seisi resto hancur, seperti habis kebakaran. Surya bergegas masuk dan mencari tahu apa yang baru saja terjadi.
"Eh... Apa yang terjadi, Bud, kenapa resto kayak gini?" Tanya Surya pada salah satu temannya.
"Aku juga gak tahu pasti, Sur, soalnya aku juga baru nyampe, tahu-tahu resto udah kayak gini" katanya yang juga terlihat bingung.
"Kamu udah kasi tahu pak Rendy belum?" Tanya Surya. Budi menggeleng. Surya pun langsung menelpon Rendy dan mengabarkan padanya kalau restoran kebakaran. Surya menjelaskan pada Rendy, kalau restoran sudah habis terbakar saat dia datang. Melihat kondisi resto, tampaknya tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Selang 15 menit kemudian, Rendy pun datang. Rendy terlihat sangat shock melihat resto yang telah dia rintis dari bawah selama lebih dari sepuluh tahun dan sekarang hancur dalam waktu sekejap.
"Surya, Budi, apa yang terjadi, kenapa ini bisa seperti ini?" Tanya Rendy dan menatap Surya serta Budi bergantian.
"Aku gak tahu, pak, karena pas aku nyampe sini udah seperti ini, Budi yang pertama aku lihat saat aku nyampe sini" jawab Surya.
"Pas aku datang, resto sudah dalam terbakar dan kobaran apinya sangat besar. Jadi, aku secepat mungkin menghubungi pemadam kebakaran, sambil meminta bantuan warga sekitar juga agar kobaran apinya tidak semakin membesar. Segala upaya sudah dilakukan,tapi, apa mau dikata, resto habis terbakar dan gak ada satupun yang bisa diselamatkan" jelas Budi.
"Restoran yang aku rintis dari nol, hancur seketika, sekarang aku gak tahu apa yang harus aku lakukan" Rendy terlihat bingung harus berbuat apa sekarang. Surya segera menelpon customernya yang memesan melalui aplikasi super delivery dan memberitahukan padanya bahwa pesanannya tidak bisa dibuat, dikarenakan restoran baru saja mengalami kebakaran dan customernya itu mengerti dengan kondisi tersebut. Dia hanya minta Surya untuk tetap menyelesaikan tugas darinya, sesuai dengan yang tertera di aplikasi tersebut.
"Baik kalau gitu, aku akan kesana sekarang" kata Surya.
"Iya, buruan yah, soalnya sejam lagi aku siaran" katanya dan memutus sambungan telepon.
"Kamu abis telpon siapa?" Tanya Rendy.
__ADS_1
"Ini, pak, aku telpon customer yang memesan lewat aplikasi super delivery, terus aku bilang ke dia kalau pesanannya gak bisa dibuat karena resto baru aja mengalami kebakaran dan dia mengerti kondisinya, dia sudah membatalkan pesanannya itu" jelas Surya.
"Tapi, aku tetap diminta untuk menyelesaikan tugas yang dia berikan, sesuai dengan yang tertera di aplikasi, makanya aku mau langsung temui dia sekarang" lanjut Surya.
"Oh... Ya udah, kamu selesaikan dulu aja tugas kamu itu, nanti kalau udah selesai, kamu balik kesini lagi, ada hal penting yang ingin aku sampaikan" kata Rendy. Surya hanya menganggukkan kepala, sebagai jawaban. Surya beranjak pergi dan segera bergegas menuju ke tempat customernya tersebut. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di tempat tujuannya tersebut, karena jaraknya dari Fabulous Resto cukup jauh. Sesampainya, Surya ingin segera menemui customernya yang bernama Riza.
"Cari siapa, mas?" Tanya seseorang yang berpapasan dengan Surya.
"Aku nyari Riza Devina, dia katanya penyiar disini" jawab Surya.
"Oh... Gitu, iya, benar, dia memang penyiar disini, sebentar yah, aku panggilkan" katanya dan berlalu dari hadapan Surya.
Selang beberapa saat kemudian, orang yang dicari Surya itu pun keluar menemuinya.
"Aku Surya, yang tadi nelpon" jawab Surya singkat.
"Oh... Yang super delivery itu yah? Maaf, aku gak tahu" katanya.
"Jadi, tugas apa nih yang harus aku kerjakan?" Surya berbalik bertanya.
"Tugasnya lumayan gampang, kamu cukup susun playlist lagu yang akan diputar selama jam siaran aku dari awal sampai aku closing nanti, masalah cara untuk menyusunnya itu akan aku tunjukkan pas didalam nanti" jelas Riza.
__ADS_1
"Jadi, aku akan masuk ke ruang siaran juga, bareng sama kamu?" Tanya Surya lagi, yang seolah tidak percaya dengan yang didengarnya.
"Ya iyalah, Surya, kalau kamu gak ikut masuk, gimana caranya kamu bantuin aku, aneh-aneh aja " Riza menggelengkan-gelengkan kepala.
"Aku serasa mimpi aja, bisa masuk ke ruang siaran, ini sebuah kesempatan yang langka buat aku" kata Surya.
"Ya udah buruan masuk, bentar lagi jam siaran aku" Riza mendorong Surya agar segera masuk ke ruang siaran. Riza pun menjelaskannya secara detail pada Surya, agar Surya bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Siaran pun dimulai dan Riza sudah opening acara yang dibawakannya. Surya bertugas untuk menyusun playlist lagu yang akan diputarkan selama acara itu berlangsung. Surya memperhatikan Riza saat dia berbicara depan mic. Baru kali ini Surya melihat langsung penyiar bicara saat membawakan sebuah acara. Selama ini, Surya hanya mendengarkan saja di radio.
Selama kurang lebih dua jam acara berlangsung dan kita tiba saatnya Riza closing acara dan saat itu pula tugas Surya juga sudah selesai.
"Akhirnya kelar juga, makasih yah, Surya, sudah membantuku hari ini" kata Riza.
"Itu udah jadi tugas aku, untuk melakukan yang terbaik untuk customer" jawab Surya.
"Sebagai imbalannya aku kasi kamu 600 poin" Riza memasukkan nominal poin yang akan diberikan.
"Makasih yah, Riza, untuk poin yang kamu berikan dan makasih juga untuk pengalaman baru seputar penyiaran, aku jadi tahu banyak hal dibalik sebuah siaran yang selama ini aku dengar, gimana caranya berinteraksi dengan pendengar dan memberikan edukasi dalam siaran tersebut, pokoknya keren banget lah, aku senang banget deh" kata Surya dengan wajah berseri-seri.
"Aku juga sadar bahwa jadi penyiar gak semudah yang aku bayangkan" lanjut Surya. Riza hanya tersenyum mendengar perkataan Surya.
"Ya udah, berhubung karena tugas aku sudah selesai, aku pamit sekarang yah" Surya pun beranjak pergi dari hadapan Riza. Riza hanya melambaikan tangannya. Surya merasa sangat senang, mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan tidak akan terlupakan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, suatu saat Surya akan menjadi seorang penyiar, disaat ada kesempatan yang datang padanya.
__ADS_1
"Aku pengen jadi penyiar juga seperti Riza, entah kenapa aku jatuh cinta sama profesi itu, ke ih menyenangkan lagi kalau bisa siaran berdua sama Riza" Surya mulai berkhayal.
"Aduh, Surya, kamu mikirin apa sih, gak usah mengkhayal yang tinggi, gak mungkin bisa siaran bareng Riza, pasti gak gampang untuk melamar jadi penyiar di radio itu, udahlah fokus ke kerjaan yang sekarang aja" Surya membuang pikirannya itu.