
"Selamat pagi, tuan. Misi baru telah terbuka. Kali ini anda harus menyelesaikan tantangan dari Gandhi, seorang pengusaha meubel. Selesaikan tantangannya dan dapatkan poin besar darinya. Selamat berjuang!"
Surya segera bergegas menuju ke resto dan mengambil pesanan sesuai dengan yang tertera di aplikasi. Saat Surya keluar dari kamarnya, tanpa sengaja menabrak Tissa yang lewat depan kamarnya dan hampir membuatnya jatuh. Untung saja dengan sigap, Surya menahan badan Tissa agar tidak terjatuh ke lantai dan membantunya berdiri kembali. Tissa dan Surya saling pandang, tanpa berkata apa-apa.
"Duh... Kok jadi deg-degan gini yah. Tissa, kamu memang mempesona, meskipun tanpa make up" batin Surya.
"Masih pagi kali, udah beradegan ala drakor aja" Sosila melihat Tissa dan Surya berduaan. Tissa dan Surya menoleh kearah Sosila.
"Si, ini gak seperti yang kamu kira kok" Tissa mencoba menjelaskan.
"Iya, Si, tadi gak sengaja aku nabrak Tissa dan hampir jatuh, makanya aku tahan badannya, gitu loh" Surya menimpali. Sosila hanya tersenyum saat mendengarkan penjelasan keduanya.
"Tis, kamu gak apa-apa kan? Maaf yah, aku tadi gak lihat-lihat" tanya Surya untuk sekedar memastikan keadaan Tissa.
"Gak kok, kak, aku juga minta maaf, tiba-tiba aja gitu lewat depan kamar kak Surya" kata Tissa.
"Ya udah yah kalau gitu, aku mau berangkat kerja dulu, ada pesanan yang harus diantar sekarang, okey, bye" Surya pun langsung berlalu dari hadapan Sosila dan Tissa. Sesampainya di resto, Surya langsung menunjukkan pesanan super delivery itu pada chef yang bertugas.
"Wihh... Ini dia nih yang baru balik dari Bali, gimana, Sur, seru?" Tanya chef tersebut.
"Seru banget, chef, apalagi tantangannya itu, sulit sih, tapi, untungnya bisa aku lewati dengan baik dan berhasil dapatkan poin besar" Kata Surya dengan wajah berseri-seri. Chef tersebut mengangguk-angguk sambil tetap sibuk menyiapkan makanan pesanan Surya tersebut. Tak berapa lama setelah itu, pesanan Surya itu pun selesai dan Surya langsung bergegas menuju ke tempat customernya itu, yang kira-kira berjarak 5 KM dari resto. Saat itu kondisi jalan cukup padat, membuat semua kendaraan yang melintas jalan dengan begitu perlahan.
Setengah jam kemudian, Surya akhirnya sampai di tempat yang ditujunya.
"Permisi, mas, pak Gandhi ada?" Tanya Surya pada salah satu karyawan yang sedang sibuk bekerja.
"Ada di dalam, langsung masuk aja" jawabnya. Surya melangkah masuk kedalam dan menemui customernya tersebut.
__ADS_1
"Dengan pak Gandhi?" Tanya Surya pada seseorang yang tengah duduk sambil membaca koran. Seseorang mengalihkan pandangan dari koran dan menatap Surya. Dia langsung berdiri dan menghampiri Surya.
"Oh... Iya, ini pesanan dari super delivery itu yah?" Tanyanya.
"Iya, pak, ini pesanannya" Surya menyerahkannya.
"Oh iya, ada tugas tambahan untuk kamu, lebih tepatnya tantangan, yang harus kamu selesaikan, kalau berhasil akan aku beri 900 poin" katanya.
"Apa tantangannya itu?" Tanya Surya yang terlihat penasaran.
"Gampang kok, kamu cukup buat sebuah kursi kayu, kamu bisa belajar sama salah satu karyawan disini sampai kamu benar-benar bisa" jawabnya.
"Aku tunggu hasilnya itu paling lambat besok, gimana, kamu sanggup?" Seseorang itu menatap Surya.
"Iya, aku sanggup, pak" Surya pun menyanggupinya.
"Oke, sekarang kamu bisa mulai" seseorang itu mempersilahkan. 488
"Mas, maaf, aku disuruh sama pak Gandhi untuk belajar, gimana caranya membuat sebuah kursi kayu, aku hanya dikasi waktu sampai besok untuk menyelesaikan tugas dari pak Gandhi itu" jelas Surya.
"Mas mau kan ajarin aku, cara membuatnya?" Tanya Surya.
"Aku bisa ajarin, kebetulan juga kerajaanku udah selesai semua" katanya.
"Sebelum kita mulai, kita kenalan dulu, aku Surya" Surya mengulurkan tangannya.
"Aku Dodi" jawabnya sambil menjabat tangan Surya.
__ADS_1
"Oke, mas Dodi, apa nih yang harus kita lakukan pertama" kata Surya.
"Kita buat kaki kursinya dulu nih, potong kayunya dengan ukuran 3 x 6 CM, biar hasilnya lebih bagus dan lebih mudah dalam proses pemotongan, harus menggunakan gergaji tangan" Dodi mulai mengajari. Surya mengikutinya dengan baik, sambil mempraktekkan langsung.
"Setelah selesai dipotong, pangkas bagian ujung kayu dengan bentuk agak lancip, ini berfungsi untuk dijadikan penempatan papan sandaran" lanjutnya.
"Langkah selanjutnya, memotong kayu sesuai dengan ketebalan yang dibutuhkan. Biasanya orang-orang yang membuat kursi kayu itu menggunakan mal saat memotong kayu. Karena mal mampu menyesuaikan dengan kebutuhan serta mencegah ada yang tidak terpotong. Karena itu, sebelum memotong kaki-kaki tersebut, harus menghitung terlebih dahulu ukurannya agar sesuai dengan yang diperlukan" Dodi menjelaskan sambil menunjukkan pada Surya, agar Surya benar-benar paham apa yang dijelaskannya.
"Oke, setelah itu, kita buat pegangan tangan bagian samping dengan ukuran 32 cm. Kalau sudah, setel bagian depan serta belakangnya. Panjang juga masih sama, yaitu 32 cm termasuk dengan pelurusnya. Meskipun demikian, bagian pegangan bisa diambil 1 cm untuk keperluan penyetelan dengan menggunakan paku".
"Kalau semua kebutuhan bahan sudah lengkap dan jumlahnya sudah cukup, kita bisa masuk ke tahapan menyerut. Saat membuat kursi kayu minimalis, sebaiknya gunakan mesin serut agar hasilnya rata dan juga halus. Selain itu, kita juga harus nenyesuaikan dengan ukuran yang diperlukan agar bisa selesai dengan cepat".
"Selanjutnya, kita ukur kursi kayu, kita potong kayu tersebut dengan menggunakan mesin gergaji duduk agar bisa selesai dengan cepat".
"Sekarang, kita memahat kayu yang tadi sudah dipotong. Dalam tahap ini, kita harus membuat lubang dengan cara menatah atau memahatnya. Untuk memahat potongan kayu, sebaiknya kita menggunakan pisau tatah, supaya lebih mudah dan juga cepat memahatnya".
"Langkah terakhir nih, kita buat sandaran untuk kursinya ini, terus kita juga buat untuk alas kursinya itu, terus kita juga perlu membuat rangkanya, itu yang terpenting, supaya kita bisa tahu ukuran untuk sandaran serta alas kursi tersebut". Setelah penjelasan dari Dodi berakhir, maka selesai pula kursi yang dibuat oleh Surya.
"Gimana menurut mas Dodi?" Tanya Surya.
"Ini hasil yang sangat bagus untuk ukuran pemula, hebat kamu" Dodi mengacungkan jempol atas hasil kerja Surya.
"Gimana, udah selesai buat kursinya?" Gandhi menghampiri Surya dan Dodi.
"Sudah, pak, baru saja selesai, mas Dodi mengajari aku secara detail" kata Surya dan menunjukkan kursi buatannya. Gandhi melihat setiap detailnya dan tampaknya dia cukup puas dengan hasil kerja Surya.
"Bagus, ini sangat bagus, kamu hebat, Surya. Karena kamu berhasil menyelesaikan tugas yang aku berikan, sebagai imbalan aku kasi kamu poin sebanyak 890" Gandhi langsung memasukkan nominal poin di aplikasi tersebut.
__ADS_1
"Makasih banyak, pak, kalau begitu aku pamit, mari!" Surya pun langsung beranjak pergi setelah tugasnya selesai.
"Oke, satu lagi misi selesai" batin Surya.