Super Surya

Super Surya
Dua Masalah Terselesaikan


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Surya langsung mencari Sosila di kamarnya dan mengutarakan niatnya untuk meminjam gaun milik Sosila dan meminjamkannya pada Fiola untuk dipakai di acara fashion show malam ini.


"Eh... Kak Surya, tumben pulang cepat, biasanya malam baru datang" Tissa berpapasan dengan Surya di ruang tamu dan heran melihat Surya pulang kerja lebih awal.


"Belum pulang sebenarnya, Tis, cuma aku mau ambil sesuatu dulu" kata Surya dan segera berlalu dari hadapan Tissa. Surya mengetuk pintu kamar Sosila.


"Eh... Kak Surya? Ada apa kak?" Tanya Sosila yang terlihat sedikit terkejut.


"Si, kakak boleh minta tolong gak, kakak pinjam gaun yang pernah kamu pakai waktu acara ultahnya Gista" pinta Surya.


"Haah! Buat apa, kak?" Tanya Sosila, agak terkejut dengan permintaan kakaknya tersebut.


"Nanti kakak jelaskan, kakak pinjam dulu gaun kamu itu, udah mepet banget waktunya ini, buruan ambilkan yah, penting banget soalnya" kata Surya, yang seolah dikejar-kejar waktu. Tanpa bertanya apa-apa lagi, Sosila pun mengambil gaun yang dimaksud oleh Surya dalam lemarinya, lalu melipatnya dengan rapi.


"Ini, kak, gaunnya" Sosila memberikannya pada Surya. Setelah menerimanya, Surya langsung bergegas pergi dan kembali ke tempat dia mengantar pesanan tadi. Jalanan sore ini mulai padat, karena beberapa pegawai sudah pulang dari tempat aktivitasnya, juga anak kuliahan yang pulang dari kampusnya. Hampir satu jam lamanya, baru dia sampai ditujuannya. Surya sesegera mungkin menemui Fiola dan memberikan gaun tersebut padanya.


"Mbak, ini gaunnya yang aku bilang tadi, bisa mbak pakai malam ini untuk acara fashion show itu" Surya memberikan gaun tersebut saat bertemu dengannya. Fiola memperhatikan gaun yang dibawa oleh Surya itu dan sepertinya sama persis dengan gaun miliknya yang rusak itu.


"Gaunnya sih sama persis, Sur, tapi, gak apa-apa nih, kalau aku pakai gaun adik kamu ini" Tanya Fiola untuk memastikan.


"Gak apa-apa kok, mbak, gak mungkin juga adik aku ngasi gaunnya ini, kalau dia tidak bersedia meminjamkannya, soalnya ini gaun kesayangannya dia" jawab Surya santai.

__ADS_1


"Sebelumnya makasih yah, dengan adanya gaun ini, aku jadi tertolong dan masih ada kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk tampil di fashion show itu malam ini" wajah Fiola tampak berseri-seri.


"Kalau gitu, kita langsung berangkat aja, tiga jam lagi acaranya dimulai" kata Fiola.


"Oh iya, sekalian kamu juga ikut yah, nonton aku fashion show gitu, ini undangannya, tadinya undangan ini mau aku kasi ke pacar aku, tapi, dia gak bisa datang, soalnya mendadak dia ada job di luar kota hari ini, daripada sia-sia, mending undangannya buat kamu aja" Fiola memberikan sebuah undangan pada Surya. Setelah menyiapkan semua keperluannya, Fiola yang ditemani oleh Surya pun berangkat menuju ke tempat tersebut. Jalanan pun sudah semakin padat dan membuat arus lalu lintas sore itu melambat. Fiola sudah mengantisipasi kalau kondisi dijalan pasti akan sangat padat. Fiola berdandan, agar ketika nanti sampai di tujuannya dia tinggal ganti kostum aja dan siap-siap untuk tampil. Surya yang diminta untuk menyetir, membuat Fiola merasa terbantu. Butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk sampai di tujuannya tersebut. Masih ada waktu sekitar satu setengah jam untuk mempersiapkan penampilannya nanti. Fiola terlihat sedikit santai, karena tadi saat di mobil dia sudah merias wajahnya. Jadi, tinggal dirias sedikit lagi, lalu ganti pakaian, lalu bersiap untuk tampil.


"Loh... Fiola? Kamu kok disini? Bukannya kamu gak jadi tampil yah, tadi Chaca bilang ke aku kalau kamu batal tampil karena gaun kamu rusak" salah seorang yang berpapasan dengan Fiola, terlihat heran melihat kedatangannya.


"Iya, memang gaun aku rusak, tapi, untungnya ada gaun yang sama persis dengan gaun aku yang rusak itu" jawab Fiola.


"Wah... Bagus kalau gitu, aku senang kamu tetap tampil malam ini, beberapa penggemar kamu hadir dan akan menyaksikan kamu secara langsung" katanya. Sementara itu, disisi lain, Chaca, yang merupakan saingan Fiola, merasa kesal, karena Fiola ternyata tetap bisa tampil, padahal gaun milik Fiola itu sudah dia rusak tadi dan dia merasa sia-sia saja, sudah menyabotasenya.


"Kok Fiola bisa tetap tampil sih, terus gaunnya itu tadi bukannya udah aku rusak tadi, gak mungkin dalam waktu sesingkat itu bisa diperbaiki, butuh waktu sehari untuk menyelesaikannya, sia-sia aja aku ngerusak gaunnya si Fiola itu!" Gerutu Chaca.


"Mbak Cia! Sejak kapan disini, mbak?" Tanya Chaca.


"Sejak tadi, aku dengar semua yang kamu katakan, kamu tuh gak berubah yah, Cha, masih aja pakai cara licik untuk jatuhkan seseorang, aku gak nyangka kamu bakal berpikir seperti itu" Cia menggelengkan kepala. Tanpa berkata apa-apa lagi, Cia langsung beranjak pergi meninggalkan Chaca.


Acara fashion show itu pun dimulai. Satu persatu model naik keatas stage dan berjalan bergantian untuk memamerkan busana yang dikenakan pada para penonton yang sudah hadir. Fiola mendapat giliran terakhir. Dia mencoba untuk tenang dan tampil sebaik mungkin, berjalan sewajarnya, meskipun dalam hatinya ada rasa gugup yang dirasakannya. Selang satu jam kemudian, acara fashion show itu pun selesai. Fiola tampak begitu senang, karena tetap bisa mengikuti acara itu meskipun gaun miliknya rusak. Namun, berkat bantuan Surya, masalah Fiola terselesaikan.


"Sur, aku gak tahu harus bilang apa lagi selain ucapan terima kasih, berkat kamu, karir aku terselamatkan, aku senang banget" Fiola tak hentinya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Iya, sama-sama, mbak Fiola, aku juga senang bisa membantu" Surya pun ikut tersenyum.


"Sebagai ucapan terima kasihku, aku akan kasih kamu poin sebesar seribu poin dan aku rasa kamu sangat pantas untuk mendapatkan reward besar itu" Fiola pun langsung memasukkan nominal poin di aplikasi super delivery.


"Terima kasih, mbak, aku sangat senang mendapatkan poin yang besar dari mbak" Surya merasa sangat bahagia. Setelah semuanya selesai, mereka berdua kembali ke tempat Fiola menginap. Diperjalanan pulang, giliran Fiola yang menyetir mobil. Didalam mobil, Surya melihat ada kotak musik dan dia memperhatikan kotak musik itu sama persis dengan kotak musik milik Clara yang rusak. Fiola menoleh sejenak dan melihat tatapan Surya mengarah ke kotak musik miliknya itu.


"Sur, kamu kenapa, liatin kotak musik itu?" Tanya Fiola.


"Gak kok, mbak, aku cuma ingat aja sama kotak musik milik teman aku yang rusak karena dilindas kendaraan" jawab Surya.


"Ngomong-ngomong, darimana mbak Fiola dapatkan ini?" Surya berbalik bertanya.


"Aku dapatkan ini dari pacar aku dan dia bilang ini di desain khusus hanya untuk aku aja dan tidak ada dijual dimanapun" jelas Fiola.


"Tapi, kalau kamu mau, ambil aja, paling tidak untuk menggantikan kotak musik milik temanmu itu, mungkin dia lebih membutuhkannya, lagian aku juga tidak begitu suka dengan kotak musik, cuma aku terpaksa menerimanya, untuk sekedar menghargai pemberiannya" lanjut Fiola. Surya merasa sangat senang, saat Fiola berkata demikian. Surya juga senang akhirnya bisa menemukan pengganti dari kotak musiknya yang rusak itu. Setelah mereka sampai, Surya langsung saja berpamitan dan segera menghampiri Clara dirumahnya dan memberikan kotak musik yang dia dapatkan dari Fiola itu padanya. Hanha butuh waktu setengah jam untuk sampai dirumah Clara. Surya memencet bel rumah Clara. Tak berapa lama berselang, Clara membuka pintu dan terkejut melihat Surya datang malam-malam kerumahnya.


"Maaf mengganggu kamu malam-malam begini, tapi, aku cuma mau ngasi ini aja buat kamu" Surya memberikan kotak musik yang tadi diberikan oleh Fiola itu pada Clara, sebagai pengganti kotak musiknya yang rusak.


"Waah.... Sur, kamu kok repot-repot gitu sih, aku jadi tersanjung loh dan ini sama persis dengan milikku yang rusak itu, kamu buat ini yah?" Tanya Clara, yang seolah terkesima dengan kotak musik itu.


"Aku dikasi sama customerku, kebetulan kotak musik itu katanya pemberian dari pacarnya, yang di desain khusus buat dia, cuma dia gak begitu suka dengan kotak musik, dia menerima pemberian pacarnya itu sekedar untuk menghargai aja, makanya dia ngasi ke aku dan aku langsung bawa deh kesini" terang Surya.

__ADS_1


"Makasih yah, Sur, aku senang banget bisa dapat pengganti kotak musikku yang rusak" Waja Clara tampak berseri-seri. Setelah berbasa-basi sebentar, Surya berpamitan pada Clara, karena sudah semakin malam. Surya secepat mungkin kembali kerumah, agar dapat beristirahat, karena Surya tampak sudah begitu lelah hari ini.


__ADS_2