Super Surya

Super Surya
Bertemunya Kembali Kakak Beradik


__ADS_3

"Apakah kakak kamu namanya Felicia Fitriana?" Surya bertanya lagi. Mata Clara terbelalak dan terkejut mendengarnya. Seingatnya, Clara tidak pernah memberitahu nama kakaknya dan bahkan belum sempat cerita apapun pada Surya tentang keluarganya. Tapi, Clara bingung, darimana Surya mengetahuinya.


"Kamu gak usah bingung, Clar, aku bisa tahu itu dari kakakmu langsung, aku ketemu dia tadi sebelum aku kesini" kata Surya yang seolah tahu isi hati Clara.


"Dia juga ceritakan soal ayah ibu kamu yang berpisah saat kalian masih kecil dan kalian terpaksa hidup terpisah" lanjut Surya. Seketika itu juga, air mata Clara menetes, tak kuasa membendung rasa rindu yang mendalam pada kakaknya dan ingin segera bertemu dengannya, memeluknya dan melepaskan rasa rindu yang lama terpendam dalam hati.


"Dimana dia tinggal sekarang? Kak Feli baik-baik aja kan?" Tanya Clara yang terlihat tidak sabaran.


"Sur, tolong bawa aku untuk bertemu dengan kak Feli, aku udah kangen banget sama kak Feli" pinta Clara.


"Iya, Clar, pasti aku bawa kamu bertemu dengan kakak kamu, tapi, gak sekarang, ini udah sore banget, bentar lagi malam, besok aja yah" kata Surya.


"Gak mau, Sur, aku maunya sekarang, gak mau kalau nunggu sampai besok" Clara bersikeras.


"Ya udah kalau kamu maksa" Surya pun pasrah dan menuruti permintaan Clara.


"Aku chat kakak kamu dulu, takutnya dia belum pulang kerja, bentar yah" Surya membuka handphone-nya dan mengirimkan pesan pada Felicia. Selang beberapa saat Surya dan Felicia saling berbalas chat. Felicia juga mengatakan kalau dia sudah pulang kerja dan sekarang sudah dirumah. Tanpa menunggu lama lagi, Surya dan juga Clara bergegas menuju ke rumah Felicia dengan menggunakan mobil Clara.


"Sur, tadi kamu bilang kalau kak Feli pulang kerja, kak Feli kerja dimana, Sur?" Tanya Clara.


"Dia sekarang kerja di perusahaan property sebagai manajer pemasaran saat ini, dia baru setahun kerja disana dan baru sekitar 2 bulan ini diangkat menjadi manajer, terus sebelumnya juga dia bekerja di Fabulous Resto, tempat kerja aku, dia sebagai kasir saat itu" jelas Surya.


Sekitar 30 menit kemudian, mereka berdua pun sampai dan berhenti tepat di depan rumah Felicia.


"Sur, kamu yakin ini rumahnya kak Feli?" Tanya Clara, saat mobil sudah berhenti.

__ADS_1


"Menurut alamat yang dikirimkan kakak kamu lewat WhatsApp sih, benar ini rumahnya" kata Surya dan mencocokkan dengan alamat yang diberikan tersebut.


"Tapi, ini kok, kayak kost-an yah, apa kak Feli yang punya kost-an ini yah?" Clara bertanya kebingungan.


"Udah, nanti juga kamu bakal tahu sendiri dari orangnya langsung, yuk, kita turun" Surya mematikan mobil, lalu keduanya turun dari mobil. Surya dan Clara menuju ke sebuah kamar paling pojok di sebelah kiri. Suasana kost terlihat sepi, mungkin beberapa penghuni kost masih belum pulang dari tempat aktivitasnya. Surya mengetuk pintu kamar tersebut.


"Ya, tunggu!" Sahutnya dari dalam. Beberapa saat, terdengar suara anak kunci diputar dan pintu terbuka.


"Eh... Kamu, Sur" Felicia menyembul dari balik pintu.


"Kamu sama siapa ini?" Felicia menanyakan seseorang yang bersama Surya.


"Ini Clara, adik kamu, yang kamu cari-cari selama bertahun-tahun" jawab Surya. Felicia terlihat sangat terkejut dan seolah tidak percaya. Namun, saat Surya meyakinkan dirinya, kalau ini adalah adiknya, yang terpisah darinya selama 20 tahun itu. Felicia mendekatinya dan langsung memeluknya. Clara pun menyambutnya dan memeluk Felicia erat. Terlihat mata keduanya berkaca-kaca dan larut dalam rasa haru.


"Kamu apa kabar, dek? Kakak udah kangen banget sama kamu" Felicia mengelus lembut kepala adiknya.


"Ya udah, kita ngobrol di dalam aja" ajak Felicia


"Jadi, kakak nge-kost disini?" Tanya Clara.


"Iya, dek, sebenarnya sih kakak mau kredit rumah, uang kakak udah terkumpul dan cukup buat DP rumah, tapi....." Felicia tidak melanjutkan perkataannya dan tertunduk sedih.


"Tapi, apa, kak" Clara terlihat penasaran dan sedikit bingung dengan Felicia yang tiba-tiba tertunduk seperti itu.


"Uang kakak dibawa lari sama ibu, aku percayakan semua gajiku pada ibu, karena aku percaya kalau ibu gak mungkin menjahati kakak. Tapi, hari itu, saat kakak pulang kerja, ibu tiba-tiba pergi dengan membawa semua gajiku dari awal kerja sampai sekarang. Aku benar-benar gak nyangka kalau ibu tega berbuat seperti itu padaku" tangis Felicia pecah, saat bercerita. Clara mendekati dan memeluknya, agar Felicia bisa sedikit tenang.

__ADS_1


"Kakak yang sabar yah, kakak harus bisa melalui cobaan ini dan kakak gak usah sedih, kan ada disini, aku akan selalu ada untuk kakak" Clara menguatkan Felicia.


"Oh iya, gimana kalau kakak tinggal bareng aku aja, biar kita selalu bersama, mau kan, kak" Clara mengusulkan.


"Ide yang bagus tuh, Clar, daripada kamunya juga tinggal sendirian kan" celetuk Surya. Clara mengangguk, tanda setuju dengan yang dikatakan oleh Surya.


"Kak Feli mau yah, tinggal bareng aku" Clara berusaha membujuk. Felicia seperti sedang berpikir, untuk ikut tinggal bersama Clara. Tapi, pada akhirnya, Felicia memutuskan untuk menerima tawaran Clara untuk tinggal bersama.


"Ya udah, kakak kemas-kemas barang dulu yah" Felicia beranjak dan mengemas barang-barangnya. Setelah semua barang milik Felicia dimasukkan kedalam mobil dan berpamitan pada pemilik kost, Felicia bersama Clara dan Surya bergegas menuju ke rumah Clara. Sesampainya di rumah, mereka menurunkan semua barang milik Felicia dari mobil. Felicia terkejut saat melihat rumah Clara. Dia tidak menyangka kalau Clara bisa punya rumah besar seperti itu.


"Clar, ini beneran rumah kamu?" Tanya Felicia, yang seolah tidak percaya. Clara hanya mengangguk.


"Emang kerja kamu apa? Sampai kamu bisa rumah sebesar ini, ini kan harganya mahal banget, sekitar 1 miliar, aku lumayan sering pasarkan rumah yang seperti ini ke calon pembeli" Tanya Felicia, yang terlihat takjub dengan rumah milik Clara tersebut.


"Aku kerja jadi gamers gitu, cukup sering ikut turnamen, terus kadang-kadang bikin vlog juga dan hasilnya aku belikan rumah sama mobil yang dipakai tadi" jelas Clara.


"Bulan depan juga, aku akan ikut seleksi untuk tim e-sport Indonesia, yang akan berlaga di kompetisi tingkat Asia, kakak doakan aku yah, biar aku bisa lolos masuk timnas" lanjut Clara.


"Iya, dek, kakak akan doakan yang terbaik untuk kamu" kata Felicia.


"Wihh... Hebat kamu, Clar, karir kamu makin melambung tinggi nih, aku salut sama perjuangan kamu ini" puji Surya. Clara sedikit tersipu malu mendengar pujian yang diberikan Surya.


"Iya, Sur, ini juga gak terlepas dari doa orang-orang terdekat aku, sahabatku, terus kamu juga sering ngasi support buat aku, makasih banyak yah, Sur" kata Clara. Surya hanya membalas dengan senyuman.


"Oh iya, aku balik sekarang yah, udah jam berapa nih, besok soalnya aku mau siap-siap untuk grand opening resto milik kedua orang tuaku dan rencananya aku dan adik aku yang kelola, karena bakal jadi hari yang panjang besok" Surya berpamitan pada Clara dan Felicia.

__ADS_1


"Kalian berdua datang yah, aku mengundang kalian secara khusus nih" pinta Surya.


"Pasti, Sur, kita pasti akan datang kok" jawab Felicia. Setelah berbasa-basi sebentar, Surya pun beranjak pergi dari rumah Clara. Hari ini, Surya benar-benar sangat bahagia, karena berhasil mempertemukan kembali kakak beradik yang sudah lama terpisah karena perceraian kedua orang tuanya. Surya bisa melihat tadi dari raut wajah Felicia maupun Clara, tampak berseri-seri, saat keduanya bertemu untuk pertama kalinya, setelah 20 tahun terpisah.


__ADS_2