
"Gyeong-uileul pyohabnida geuleohgekkaji saeng-gaghago hangsang bumonimkke uijihaji anhneun moseub-i jongyeongseuleobseubnida"
(Aku salut sama kamu, aku kagum dengan kamu yang berpikiran sejauh itu dan tidak selalu mengandalkan orang tua kamu) (Subin)
"Eoje-ui yagsog-e ttala keun pointeuleul deuligessseubnida. Chuhu eopeul-eseo jigjeob hwag-inhasil su issseubnida"
(Sesuai dengan janji aku kemarin, aku akan berikan poin yang besar, kamu nanti bisa cek sendiri di aplikasi) (Subin)
Subin membuka aplikasi super delivery dan memberikan poin yang dijanjikannya pada Surya.
"Subin-a gomawo, deuleom-yeonjudo galeuchyeojwoseo gomawo bunmyeong yuyonghalgeogat-a nado neugat-eun yutyubeo doelkkabwa, hehe..."
(Makasih yah, Subin, makasih juga udah ngajarin tehnik bermain drum, pasti bakal berguna bagi, mungkin aku bakal beralih jadi Youtuber kayak kamu, hehehe.....) (Surya)
Subin hanya tersenyum mendengar perkataan Surya.
"A-ileon yaegi an hasyeossgun-yo museun mogjeog-eulo Indonesia-e osyeossseubnikka?"
(Oh iya, kamu belum cerita nih sama aku, dalam rangka apa sih kamu datang ke Indonesia?) (Surya)
"Amugeosdo aniya, geunyang yeogiseo hyugaleul bonaego sip-eo"
(Gak dalam rangka apa-apa, cuma ingin liburan aja disini) (Subin)
"E... hotel-e mag dochagaessda"
(Eh... Udah nyampe hotel aja nih) (Subin)
Subin seolah baru nyadar kalau mereka sudah sampai di hotel, saking asiknya mereka ngobrol.
"Gomawo, Suliya, da-eum-e uliga dasi manna ttae, Indonesiaui i dosideul-eul tamheomhagi wihae nawa donghaenghanda man-yag dangsin-i jeontong yolie gaya handamyeon, al-***-eo"
(Makasih yah, Surya, lain kali kalau kita ketemu lagi, temani aku untuk explore kota-kota di Indonesia ini, kalau perlu sampai ke kuliner tradisional, okey) (Subin)
Subin turun dari mobil Surya.
"Geulae, geugeon hwagsilhae, al-***-eo, geuleom najung-e-boja"
(Oke deh, itu pasti, ya udah kalau gitu, sampai jumpa lagi) (Surya)
__ADS_1
Surya melambaikan tangannya pada Subin, lalu beranjak pergi dari hadapannya.
"Oke, satu misi lagi telah terselesaikan, lega rasanya" batin Surya.
Hari yang dinantikan oleh semua karyawan resto, termasuk Surya, datang juga. Mereka begitu antusias dan tidak sabar menerima gaji mereka. Mungkin banyak kebutuhan yang harus dibeli atau membayar biaya sewa kost. Karena rata-rata karyawan di resto itu adalah perantau dan memilih menyewa kamar kost dibanding kontrak satu rumah, demi menghemat pengeluaran. Satu persatu menemui bagian keuangan dan mengambil gajinya. Surya penasaran berapa gajinya di bulan pertamanya ini, ditambah dengan reward dari super delivery.
"Loh... Kok cuma gaji aja yah, reward aku dari super delivery mana, kan aku udah menyelesaikan 4 misi dibulan lalu, gimana sih ini" Surya tampak bingung. Surya kembali ke bagian keuangan perihal rewardnya tersebut.
"Bu, maaf, mau tanya, ini kok cuma gaji aja yah, reward dari super delivery mana? Aku kan udah selesaikan 4 misi dibulan lalu" kata Surya.
"Kalau soal reward super delivery, itu bisa kamu terima semuanya, setelah kamu menyelesaikan semua misi yang ada di dalamnya. Kalau dulu emang, reward super delivery langsung dikasi setiap bulan saat gajian. Sekarang sudah berubah sistemnya" jelasnya.
"Kalaupun nantinya kamu menyerah dan tidak mampu menyelesaikan semua misi itu, kamu akan tetap dapatkan reward dari misi yang telah kami selesaikan, cuma akan ada potongan 15%, begitu peraturannya" lanjutnya. Surya mengangguk dan seakan sudah paham dengan sistem baru dalam super delivery.
"Terima kasih atas penjelasannya, bu, aku permisi kalau begitu" Surya pun beranjak pergi.
"Kalau kayak begitu, aku harus semangat dan tidak boleh menyerah, aku pasti bisa melewati semua misi-misinya" Surya begitu yakin pada dirinya sendiri.
"Gini yah rasanya menerima gaji pertama, aku mau rayakan ini sama orang yang aku sayangi, papa, mama, Osi dan juga Tissa" batin Surya.
"Widiih.... Surya udah gajian untuk pertama kalinya, pasti senang banget" seseorang menghampiri Surya.
"Oh iya, gimana soal super delivery itu apa ada kesulitan atau apa gitu?" Tanya Renata.
""Sejauh ini sih, masih lancar-lancar aja, bu" jawab Surya singkat.
"Sur, kemarin aku gak sengaja buka Instagram dan lihat video kamu main drum, emang kamu bisa main drum yah?" Tanya Renata yang terlihat penasaran.
"Oh... Gak juga, bu, itu juga aku baru diajari saat itu juga sama Subin, youtuber asal Korea, yang kontennya itu video drum cover" kata Surya.
"Hah! Subin? Kamu ketemu Subin langsung gitu?" Renata tampaknya terkejut mendengar perkataan Surya.
"Iya, bu, jadi, waktu itu, Subin pesan lewat aplikasi super delivery, terus aku anterin pesanannya di hotel dia nginap" terang Surya.
"Terus dia ngasi tantangan bikin video drum cover, kalau berhasil dan bagus menurut Subin, dia akan ngasi poin yang besar, gitu ceritanya, bu" lanjut Surya. Renata mengangguk-anggukkan kepalanya.
Surya yang dibantu oleh Sosila, menyiapkan makan malam spesial dalam rangka merayakan gajian pertamanya di Fabulous Resto. Surya juga meminta Sosila untuk menelpon Tissa dan datang makan malam bersama kedua orang tuanya.
"Kayaknya ini udah siap semua nih, kak" kata Sosila.
__ADS_1
"Oh iya, kamu udah telpon Tissa kan, untuk datang kesini?" Tanya Surya.
"Udah, kak, aku udah telpon dia tadi dan katanya dia bisa datang kesini, paling juga bentar lagi nyampe" jawab Surya.
"Waahhh.... Sur, ini kok banyak makanan gini, mau ada tamu spesial atau gimana nih?" Tanya mama Surya yang baru datang.
"Iya, Sur, emang ada yang mau datang yah, sampai nyiapin makanan sebanyak ini" papa Surya menimpali.
"Ini buat makan malam kita semua, terus tambah satu orang lagi, Tissa, dia sengaja aku undang kesini" kata Sosila.
"Emang dalam rangka apa sih, tiba-tiba masak banyak gini?" Tanya mama Surya penasaran.
"Ini, ma, hari ini kan kak Surya gajian, kata kak Surya dia udah niatkan untuk ini emang, ya udah aku dan kak Surya masak kayak gini" jelas Sosila.
"Iya, ma, pa, apa yang dikatakan Osi itu benar" Surya membenarkan.
"Sur, harusnya kamu itu, gak usah kayak gini, mending kamu tabung uangnya, sayang kan kalau gaji kamu habis untuk masak segitu banyaknya" papa Surya menasehati.
"Iya, Sur, benar. Apalagi kan kamu bilang mau nabung untuk beli rumah dan nikah dengan wanita idaman kamu nantinya, ingat loh, Sur, jangan sampai gara-gara ini, tujuan utama kamu malah tidak kesampaian" mama Surya mengingatkan.
"Tenang aja, ma, lagian juga kan gak setiap hari kayak gini, soal tujuan aku itu, gak usah khawatir, ma, akan tetap terealisasi nantinya" jawab Surya dengan tenang.
"Assalamualaikum!" Tissa mengucap salam.
"Wa'alaikum Salam!" Jawab semuanya bersamaan.
"Nah.... Berhubung Tissa udah datang, kita langsung makan aja, yuk" kata Sosila. Mereka semua duduk mengelilingi meja. Papa dan mama Surya serta Sosila menyendokkan nasi dan beberapa lauk di depannya ke piring masing-masing. Namun, Tissa hanya terdiam saja. Surya memperhatikan piring Tissa masih kosong.
"Tissa, kamu kok diam aja, ayo silahkan diambil, gak usah sungkan" kata Surya. Tissa hanya tersenyum kecil.
"Apa kamu kepikiran adik kamu dirumah yah" Sosila berbisik. Tissa mengangguk pelan.
"Loh... Ada apa sih ini, kok bisik-bisik gitu" Surya menatap Sosila dan Tissa bergantian.
"Ini, kak, Tissa gak mau makan itu, karena mikirin adiknya dirumah, kan semenjak kedua orang tuanya Tissa meninggal, dia hanya tinggal berdua aja dengan adiknya. Dia gak mau makan enak disini, sementara adiknya belum makan" terang Sosila.
"Oh... Gitu, ya udah gini deh, kamu makan aja, terus nanti kamu bungkuisn juga buat adik kamu, udah, kamu tenang aja yah, sekarang kamu makan aja dulu" kata Surya. Tissa pun akhirnya mau makan, setelah mendengar perkataan Surya yang bisa sedikit menenangkannya. Tissa makan dengan cukup lahap. Surya menyendok makanan dipiringnya secara perlahan sambil mencuri-curi pandang pada Tissa. Sosila emoerhatikan Surya yang seolah tidak bisa melepaskan pandangannya dari Tissa.
"Dasar, kak Surya, gak henti-hentinya liatin Tissa terus" Sosila tertawa dalam hatinya.
__ADS_1