Super Surya

Super Surya
Pertemuan Sosila Dengan Idolanya


__ADS_3

"Kak Surya ngapain sih jalan berdua sama Sinta itu ke pestanya Gista kemarin?" Tanya Sosila, saat mereka sarapan berdua di meja makan.


"Terus gandengan tangan gitu, kayak orang pacaran, emang kakak pacaran sama Sinta yah?" Sinta menyerang Surya dengan pertanyaan


"Kakak juga mana tahu, kalau kamu dan Sinta itu temenan, kakak hanya menyelesaikan misi kakak dengan bantuin Sinta dan dapatkan poin besar dari dia, kalau dibilang mau pacaran, untuk saat ini belum terpikirkan, kakak hanya mau fokus kerja dulu aja" jelas Surya.


"Kamu tahu gak, kakak kerja keras itu demi untuk melamar gadis impian kakak dengan hasil keringat kakak sendiri, karena target kakak juga cuma 3 tahun aja, harus ngejar dengan cepat" lanjut Surya.


"Jadi, kamu gak usah khawatir, kakak gak ada perasaan apa-apa dengan Sinta, karena kakak akan setia dengan gadis impian kakak itu" Surya meyakinkan Sosila.


"Iya, kak, aku percaya kok sama kakak" jawab Sosila dan melanjutkan sarapan.


"Aku cuma gak mau aja, kalau kakak beneran pacaran sama Sinta, takutnya kak Surya malah dimanfaatin gitu sama dia, untuk bikin reputasi dan ketenangannya di kampus menanjak naik, aku tau persis Sinta kayak gimana, apalagi dia udah tahu kalau kak Surya itu kakak aku, pasti dia bakal gencar deketin kakak" Sosila mengutarakan alasannya, mengapa dia begitu kesal pada Surya tadi.


"Kamu tenang aja, dek, bukan tipe kakak itu sih, tipe kakak itu seperti Tissa gitu" jawab Surya.


"Haah! Tissa? Kak Surya serius, tipe cewek kakak itu kayak Tissa?" Sosial terkejut mendengar pernyataan Surya.


"Aduh... Pake keceplosan lagi, ketahuan deh kalau aku suka sama Tissa" Runtuk Surya.


"Kak Surya jujur aja, gak apa-apa kok, aku juga gak masalah kalau kakak jadian sama Tissa, apalagi kalau sampai nikah, wah... Aku malah bahagia, sahabat aku bisa jadi kakak ipar aku" Sosila terlihat tidak keberatan kalau Surya nantinya jadian dengan Tissa.


"Iya, dek, kakak emang suka sama dia, dia itu beda dari cewek-cewek lain yang pernah kakak kenal, pembawaannya santun, ramah, terus dandanannya juga natural, gak menor" Surya mengagumi Tissa.


"Kak Surya tenang aja, nanti aku bantuin deh, buat kak Surya dan Tissa jadian" kata Sosila. Surya tersenyum mendengar perkataan Sosila. *Handphone Surya berbunyi, menandakan sebuah notifikasi masuk*. Surya membuka dan membaca isi notifikasi tersebut.


"Selamat tuan, misi baru telah diaktifkan. Misi Anda kali ini adalah menyelesaikan tantangan dari salah satu Youtuber. Namanya Subin. Antarkan orderannya, selesaikan tantangan darinya dan raih poin yang besar. Ini adalah misi terakhir bulan ini dan semoga misi ini sukses, selamat berjuang".


"Siapa, kak? Serius banget bacanya" Sosila terlihat penasaran.


"Biasa, dek, kerjaan, kakak antarkan orderannya, terus selesaikan tantangan dari si pemesan ini, Subin, setelah itu kakak dapat reward berupa poin yang besar, yang nantinya bisa diuangkan dan diterima saat gajian nanti" jelas Surya.


"Hah! Subin? Subin yang youtuber dari Korea itu?" Tanya Sosila untuk memastikan.


"Iya, dek, dia emang youtuber" Surya membenarkan.


"Kamu tahu, dek?" Surya berbalik bertanya.


"Tahu banget, kak, aku sering lihat videonya, isi kontennya itu video drum cover gitu, dia itu jago banget main drumnya, meskipun kebanyakan yang di cover itu lagi dari artis K-POP, tapi, keren banget deh" jelas Sosila dengan antusias.


"Kak, aku pengen banget ketemu sama dia, aku boleh yah, ikut sama kakak anterin pesanannya Subin itu" pinta Sosila.


"Tapi, kakak kan anterinnya naik motor, bukan mobil, lagi harus kembali ke resto lagi, setelah anterin pesanannya itu, masa kamu direstui terus sampai kakak selesai kerja, nanti apa kata bos kakak" kata Surya.


"Atau gini deh, nanti aku ikutin dari belakang, naik mobil, boleh yah, kak, kapan lagi bisa ketemu dia, boleh kan, kak, ayolah kak" Sosila terus merengek.


"Ya udah deh, kamu boleh ikut" Surya pun menyerah dan menuruti keinginan Sosila tersebut. Sosial terlihat sangat senang mendengarnya.


"Ya udah, aku mau siap-siap, biar kelihatan kece pas ketemu dengan idolaku nanti" Sosila segera berlari menuju kamarnya. Surya menggelengkan kepala, melihat tingkah Sosila.

__ADS_1


Setelah mengambil pesanan yang sudah disiapkan, Surya langsung bergegas menuju ke alamat si pemesan. Selang 39 menit kemudian, Surya pun sampai di alamat tersebut.


"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?" Tanya salah satu security-nya yang berdiri di depan pintu masuk hotel.


"Pagi, pak, ini mau antarkan pesanan atas nama Subin, dia nginap di hotel ini" jawab Surya.


"Oh... Silahkan, tadi asistennya sudah titip pesan ke saya, suruh antar ke kamarnya langsung" katanya.


"Kamu lurus aja kedalam, terus belok kiri, kamar paling ujung sebelah kanan" security-nya tersebut menunjukkan kamar Subin tersebut.


"Terima kasih, pak" Surya berlaku dan berjalan ke kamar tersebut, sesuai dengan instruksi dari security tersebut.


"Kak, aku kok deg-degan gini yah" kata Sosila. Surya hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Nah... Ini nih, kamarnya, kalau dari yang dikatakan security tadi" Surya berhenti tepat di depan kamarnya.


Surya mengetuk pintu kamar yang dimaksud. Seseorang membuka pintu dan melongokkan kepala.


"Ye! Naega doul su issneun il-i issnayo"


(Ya! Ada yang bisa aku bantu?) Tanyanya.


"Yeogieseo Subin-eul daesinhaeyo jumun-eul jeondalhago sipseubnida"


(Ini, aku mau antarkan pesanan atas nama Subin) (Surya)


(Oh... Iya, aku orangnya yang kamu cari, mari silahkan masuk dulu)


gadis itu mempersilahkan masuk


........


"Useon yeogilo nae jumun-eul baedalhae jusyeoseo gamsahabnida"


(Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sudah mengantarkan pesanan saya kesini) (Subin)


Surya membalas dengan anggukan kepala.


"A ye, jiwonseoeseo bwassneunde-chuga misyeon-i issseubnida, jeug, jeoegeseo dojeon-eul wanlyohago seong-gomhayeon jeoege keul jeomsuleul bad-eul geos-ibnida"


(Oh iya, aku lihat di aplikasi, kamu punya misi tambahan, yaitu, menyelesaikan tantangan dari aku dan kalau berhasil kamu akan mendapatkan poin yang besar dari aku) (Subin)


"Ye, algo issdamyeon dojeon gwajeneun mueos-ibnikka?"


(Iya, kalau boleh tahu, tantangannya itu apa yah?) (Surya)


"Aju swibneyo, deuleom keobeo yeongsang-eul mandeul-eoya hago, nuguleul keobeohago sip-eunjeneun yeoleobun-ui mogs-igo, najung-e nog-eumhaeseo joh-eunji aninjineun jega pandanhagessseubnida"


(Ini cukup mudah, kamu harus membuat sebuah video drum cover, terserah mau cover lagunya siapa aja, nanti aku yang rekam dan aku yang akan menilai bagus atau tidaknya) (Subin)

__ADS_1


"Deuleom-eul mos chindago hamyeon gibonjeog-in tekeunig-eul galeuchyeo jul su issneunde eottaeyo?"


(Kalau kamu bilang kamu gak bisa main drum, aku bisa ajari kamu tehnik dasar, gimana, apa kamu bersedia?) (Subin)


"Joh-a, hal su iss-eo"


(Baik, aku sanggup melakukannya) (Surya)


"Ja, geuleom naeil yeogiseo mannseo i hotel-eseo kkwae tteol-eojin seutyudio-eseo yeonseub-eul sijaghagessseubnida"


(Oke, kalau begitu, besok temui aku disini dan kita akan mulai latihannya di studio yang letaknya lumayan jauh dari hotel ini) (Subin)


"Joh-a, geuleom"


(Baiklah kalau seperti itu) (Surya)


"Kak, bilangin ke Subin dong, kalau aku itu ngefans banget sama dia dan aku mau foto bareng dia" bisik Sosila.


Subin yang memperhatikan kedua orang dihadapannya berbisik, bertanya pada Surya.


"Wae?"


(Kenapa?) (Subin)


"Yeogi, nae yeodongsaeng-i geunyeoga jeongmal dangsin-ui paen-ilago malhaesssgo geunyeoneun dangsingwa sajin-eul jjiggo sip-eohabnida"


(Ini, adik aku katanya ngefans banget sama kamu dan dia pengen foto bareng kamu, itu juga kalau kamu tidak keberatan) (Surya)


"A... Geugeon byeollo sang-gwan-eobs-eoyo-sasil nugunga usanghwahaeseo dahaeng-ieyo gat-i sajinjjigja"


Oh... Itu, sama sekali tidak keberatan, malah aku senang ada yang mengidolakan aku, ayo sini kita foto bareng" (Subin)


Sosila pun segera menghampirinya saat Subin memberi isyarat untuk mendekat, meskipun dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Subin dan Surya, tapi, Sosila tersenyum bahagia karena bisa foto bareng idolanya.


"Udah nih, Si" Surya memberikan handphone-nya pada Sosila.


"Gomawo Subin-a gwichanhgehaeseo mianhae


(Makasih yah, Subin, maaf kalau merepotkan) (Surya)


"Jeonhyeo, jinjeonghae"


(Gak sama sekali, santai aja) (Subin)


"Idaelo, iss-eodo gwaenchanh-a eounnilang jagbyeol-insa naeil achim-e yeogilo olge"


(Ya udah kalau seperti itu, aku dan adik aku pamit, besok pagi aku akan datang kesini) (Surya)


Mereka berpamitan pada Subin dan menarik tangan Sosila, beranjak keluar dari kamarnya. Subin membalas dengan anggukan, lalu menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2