Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 010


__ADS_3

Alex sedikit terkejut dengan dorongan kuat Anisa, dan hanya tersenyum saja sembari memegang bibirnya. Dia sangat menikmati bau tubuh Anisa dan rasa bibir Anisa, Alex sangat ingin mencium Anisa lebih lama. Dia mendapatkan ide untuk mendapatkan Anisa menjadi miliknya seutuhnya, agar dia bisa mencium Anisa sepuasnya.


____________


Alex sedikit bingung, kenapa dirinya tidak merasa bersalah saat mencium Anisa dengan paksa, dan melakukan semuanya saja. Dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran yang tidak berguna.


Setelah tenang, Alex membuka pintu Kamarnya dan menutup kembali. Dia langsung beranjak turun kebawah tangga, dan berjalan kearah parkir Mobilnya.


Setelah sampai didepan mobil, Alex masuk kedalam mobil dan menancap gasnya dengan cepat. Alex tidak menyadari, bahwa ada seseorang melihatnya.


Disisi lain, dirumah Anisa. Anisa melihat kepergian Alex dari jendela rumahnya. Rumah Anisa berada dipaling bawah Kontrakan, dan paling mewah dari yang lain.


Melihat kepergian Alex, dia menutup kembali jendelanya dan berjalan kearah kursi. "Hah......Tadi itu" gumam Anisa setelah duduk di kursi.


Memikirkan hal yang Alex lakukan padanya membuat dirinya menjadi malu.


"Ahhh.....Alex. Dasar bajingan mesum!" teriak Anisa langsung menyembunyikan wajahnya dengan bantal.


Dia membuka sedikit wajahnya dari bantal dengan wajah yang malu. "Tapi....Bagaimana bisa Alex menjadi sangat tampan seperti itu?" gumam Anisa.


Memikirkan dirinya dan Alex berciuman dengan cumbu, membuat dirinya menjadi sangat panas. "Huh....Alex, sialan! Gara garamu, kau membuatku menjadi wanita yang nakal." Ucap Anisa dengan wajah yang memerah panas.


Dia menggerakkan tangannya ke area sensitif dan melakukan hal hal yang nakal. Sambil memikirkan Alex melakukan hal nakal padanya dengan cara yang brutal.


___________


"ACHUU....Hiss, siapa yang baru saja membicarakanku?" gumam Alex seraya menggosok hidungnya menggunakan tangan kiri, dan tangan kanan memegang Stang Mobil.


Dia mengeluarkan Handphone jadulnya dari kantung celana dan melihat notifikasi Handphonenya "Hah.....Belum ada yang mesenkah. Lebih baik aku ketempat Ibu Sri." Gumam Alex menyimpan kembali Handphonenya kedalam katung celana.


Setelah memutuskan, Alex menyetir Mobilnya dengan cepat melewati semua kendaraan yang menghalanginya.

__ADS_1


Beberapa puluh menit menyetir Mobil, Alex telah sampai di depan kedai Kopi angkringan. Alex turun dari Mobil dan berjalan ke kedai Kopi.


Ada yang membuatnya merasa aneh, Alex melihat kalau Ibu Ibu pemilik Kedai Kopi atau di panggil dengan Sri sedang membereskan Kedai Kopinya dengan wajah yang sangat khawatir.


"Bu, kenapa Ibu tergesa gesa seperti itu?" Alex bertanya dengan nada aneh, setelah dia sampai didepan Sri.


Sri yang sedang membereskan Cangkir Cangkir Kopi yang berserakan, mengangkat kepalanya saat mendengar suara pemuda. Dan melihat seorang pemuda yang sangat tampan.


"Siapa kamu? Apakah kamu ingin memesan Kopi? Jika iya, maafkan saya karena Kedai Kopi ingin saya tutup dulu." Jawab Sri yang tidak mengenal wajah Alex yang baru.


Sri sangat terpesona dengan wajah pemuda didepannya, harus Sri akui kalau Pemuda didepannya sangatlah tampan. Tapi, jika Sri lihat lebih dekat, wajah Pemuda di depannya sangatlah familliar.


Alex tersenyum kencut mendengar jawaban Sri, dia hampir lupa kalau wajahnya sudah berubah.


"Apakah Ibu tidak mengenaliku? Aku Alex." Balas Alex dengan tersenyum sedikit.


Jawaban Alex seperti Bom dikepala Sri, dia mengangkat kepalanya lagi dengan ekspresi yang tidak percaya.


"Ah...Alex....Kau datang diwaktu yang tepat." Kejut Sri langsung keluar dari Kedai dan berjalan kearah Alex. Sri merasa kalau pemuda didepannya benar benar Alex, dia bisa menilai dari segi berbicara, gayanya dan senyumannya.


Firasat Alex merasakan kalau Sri sedang dilanda oleh bencana. "Ibu kenapa? Apakah ada yang bisa kubantu? Jika Ibu Sri memerlukan bantuan, Ibu bilang saja padaku." Ujar Alex pada Sri.


"Benar, aku butuh bantuanmu. Tolong antar Ibu ke Rumah Sakit RS Jaya." Balas Sri dengan tangan gemeter.


"Hah? Rumah Sakit? Emang siapa yang sakit?" jawab Alex dengan aneh. Alex perna ke Rumah Sakit RS Jaya, dan Rumah Sakit tersebut merupakan Rumah Sakit yang besar dan mewah. Tentu Alex merasa aneh dengan perkataan Sri.


Wajah Sri menjadi gelap, dia menunduk kepala dan mengepal jemarinya yang gemeter. "An-Anakku, di-dia masuk kerumah sakit karena penyakitnya".


Alex membelak matanya dengan terkejut, jantungnya berdetak dengan kencang, seluruh tubuhnya gemeter.


"A-Apa? D-Dewi masuk rumah sakit?" tanya Alex dengan wajah yang sangat terkejut. Sri menjawab dengan menganguk kepalanya yang masih tertunduk.

__ADS_1


Dewi merupakan anak dari Sri satu satunya, Dewi juga anak perempuan yang ceria dan memiliki wajah yang sangat cantik walaupun dia tidak perna memakai Skincare, dia berumur sama dengan Alex yaitu berumur 19 Tahun. Alex sudah mengenalnya hampir 10 Bulan dan mereka cukup akrab, maka dari itu Alex sangat terkejut saat mendengar Dewi masuk kerumah Sakit.


Wajah Alex menjadi sangat gelap, dia cepat langsung menarik tangan Sri dan berbicara diwaktu bersamaan. "Tunggu apa lagi, mari kita pergi kesana."


Sri sangat terkejut dengan tarikan Alex, dia ingin memberhentikan tarikan Alex tapi kekuatannya tidaklah cukup. "Tunggu Alex, Ibu belum menutup Kedai Kopinya".


Alex memberhentikan langkahnya dan membalik kepalanya dengan wajah yang terkejut. "Apakah Ibu mementingkan Kedai Kopi dari padamu Anak Ibu sendiri?".


Perkataan Alex membuat Sri menjadi sangat terkejut, dia menunduk kepalanya dan menyalahkan kebodohannya sendiri.


Melihat tingkat Sri, Alex hanya menghelekan nafas dan menarik tangan Sri kearah Mobilnya yang terparkir dipinggir jalan. Sri tidak menolak dan mengikuti langkah Alex dengan wajah yang masih menunduk.


Setelah sampai didepan Mobilnya, Alex membuka pintu belakang Mobil kemudian memasuki Sri kedalamnya. Setelah itu, Alex membuka pintu depan Mobil untuk dirinya menyetir. Tidak lupa Alex dan Sri memakai sabuk pengaman.


Alex langsung menancap Gas Mobilnya dengan sangat cepat dan kencang. Bahkan Sri yang dibelakangnya sangat ketakutan dengan cara Alex membawa Mobil.


____________


30 Menit Kemudian, Alex telah sampai didepan Rumah Sakit RS Jaya. Banyak sekali orang orang yang ke Rumah Sakit ini, tapi ke banyakkan adalah orang orang kaya semua yang menggunakan Mobil.


Alex langsung masuk kedalam Rumah Sakit dan mencari parkarian. Setelah memarkirkan Mobil, Alex dan Sri turun dari Mobil dan langsung berlari masuk kedalam Rumah Sakit.


Setelah masuk kedalam, mereka berdua diperlihatkan tempat yang sangat mewah dan megah. Banyak sekali orang orang didalamnya seperti menunggu sesuatu.


Alex menemukan seorang Suster Resepsionis yang lagi berbicara dengan temannya. Alex menarik tangan Sri dengan cepat dan berjalan dengan tergesa gesa kearah Resepsionis.


"Permisi, apakah ada Pasien bernama Dewi di Rumah Sakit ini?" setelah sampai, Alex bertanya pada Suster tersebut. Walaupun Alex sudah diberitahu oleh Sri kalau Dewi dirawat di Rumah Sakit ini, tapi apa salahnya jika memastikannya.


________________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2