Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 023


__ADS_3

Alex membuka pembicaraan. "Lupakan masalah sebelumnya, mari kita pulang kerumahmu pasti Ibumu sedang menunggu." Ucap Alex, Mira menganguk sebagai jawaban.


__________________________


Setelah mereka sampai di rumah, Alex memberikan Tabung Gas yang dibeli oleh mereka berdua tadi.


Mira juga bilang kalau mereka berdua di hadang oleh sekelompok Gangster yang membuat Bu Sita terkejut setengah mati, dan tergesa gesa menanyakan kondisi mereka berdua.


Saat mendengar kalau kondisi mereka baik baik saja, Bu Sita menghelakan nafas bersyukur. Mira juga menceritakan kalau Alex telah mengalahkan keempat Gangster itu dengan tendangannya saja.


Hal itu membuat Bu Sita sangat berterima kasih pada Alex dari lubuk hatinya yang terdalam. Alex tidak mempersalahkannya, walaupun didalam hatinya masih ada jejak kesakitan karena kehilangan uang.


Ya, Alex membiarkannya saja dan sangat berharap kalau Sistem memberikan jumlah Uang lebih banyak dari yang ia dapat kemarin.


Sebagai gantinya, Bu Sita membuat banyak makanan sebagai ucapan terima kasih pada Alex, karena telah melindungi Anaknya dari para Gangster yang ingin melakukan hal tidak tidak.


Yang dimasak oleh Bu Sita merupakan masakan yang sangat sederhana, seperti Jengkol, Ikan Teri, Tempe, Tahu, Sambel Belacan, dan kuahnya Sayur Bayam.


Alex harus akui kalau masakan Bu Sita sangatlah enak, sampai membuatnya mengingat masakan Ibunya.


Alex menghabiskan waktu yang lama bersama Bu Sita dan Mira, karena mereka sangat enak di ajak bicara.


Bahkan Mira yang berpikir kalau Alex merupakan seorang lelaki Brengsek hilang mengganti kalau Alex merupakan Lelaki yang baik dan idaman.


Bu Sita dan Mira meminta nomor Telepon Alex, dan tentu Alex memberikannya nomor Teleponnya. Jika ada sesuatu yang terjadi pada Bu Sita, Alex tinggal menelponnya saja.


Saat enak enaknya berbicara di Ruang Tamu, Suara Notifikasi dari Handphone Alex bunyi di kantung celananya.


TRING! TRING! TRING!


Alex langsung mengambil Handponenya yang berada di kantung celananya dan melihat notifikasinya yang membuat dia tersenyum gembira.


Alex beranjak berdiri seraya berbicara pada Bu Sita dan Mira yang ada di depannya. "Sepertinya aku harus pergi, karena aku mendapatkan Job".


"Heh, kenapa kau harus pergi? Tidak bisakah kau lebih lama lagi disini?" Mira juga beranjak berdiri dan mencoba menghalangi agar Alex tidak pergi.


Bu Sita menggelengkan kepalanya senang. "Mira, biarkan dia pergi lagiankan kita sudah berbicara sampai berjam jam".


Bu Sita gembira karena sikap Putrinya pada Alex tidak seperti sebelumnya. Dia berpikir mungkin bui bui Cinta di hati Mira sudah bermunculan.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu." Jawab Mira menundukan kepalanya dengan sedih.


Alex tersenyum saja seraya mengulurkan tangannya ke arah kepala Mira. "Tenanglah, aku akan datang ke kesini jika aku memiliki waktu luang."


Entah kenapa Alex menjadi berani melakukan hal seperti itu pada Mira. Di dalam hati Bu Sita, dia hanya tertawa saja dengan sikap Alex. Mira menunduk kepala dengan malu, tapi membiarkan apa yang dilakukan oleh Alex.


"Jika begitu, aku pergi ya." Alex melepaskan tangannya dari kepala Mira dan berjalan pergi ke arah Mobilnya. Setelah sampai Alex masuk, seraya melambaikan tangannya ke arah Bu Sita dan mira.


Bu Sita dan Mira membalas lambaian tangan tersebut, dan Alex langsung menginjak Gas Mobilnya dengan perlahan. Setelah Alex menghilang dari pandangan mereka, Mira dan Bu Sita duduk kembali.


Mira menundukkan kepalanya saja dan mengingat ingat momennya bersama Alex, walaupun itu hanya berlalu selama berjam jam saja.


Bu Sita hanya tersenyum saja dengan Sikap Putrinya sembari menggodanya. "Apakah Putriku baru saja jatuh cinta pada seorang Pria?"


Mira terkejut dan mengangkat kepalanya dengan tersipu, seraya menjawab dengan tergesa gesa. "M-Mana ada, Ibu ini ada ada saja deh."


"Hahahaha, dari raut wajahmu tidak cocok dengan apa yang kamu katakan. Tidak usah malu, Ibu juga pernah kok merasakan apa itu Jatuh Cinta." Bu Sita tersenyum mengelus rambut Putrinya. Mira tidak menjawab, tapi menunduk kepalanya saja.


____________________


Saat ini Alex memberhentikan Mobilnya di sebuah Cafe yang terlihat lumayan mahal. Dia melihat lihat sekitarnya menemukan seorang Laki laki seperti seumuran dengannya sedang berdiri di depan Cafe sambil memegang Handphone.


"Apakah anda memesan Taksi Online?"


"Ohh benar, apakah anda mas Alex?" Pria itu sedikit terkejut, karena Supirnya sangatlah tampan. Jika di bandingkan dengannya, maka mereka seperti langit dan bumi.


"Benar, silahkan masuk." Pria itu langsung masuk kedalam Mobil Alex, dan duduk tidak lupa memakai sabuk pengaman.


Alex menancap Gas Mobilnya kembali dengan perlahan saja, agar Penumpangnya tidak merasa terganggu. Walaupun dia memiliki Kemampuan Pengemudi yang luar biasa, apa salahnya berhati hati.


Karena merasa canggung, jadi Alex membuka pembicaraan pada Pria itu seperti menanyakan berapa usianya. Pria itu menjawab apa yang di katakan oleh Alex, walaupun di hatinya ada sedikit rasa iri.


Tapi saat berbicara dengan Alex dalam waktu panjang, Pria itu merasa kalau Alex adalah Pria yang baik dan sopan. Jadi di hatinya tidak ada lagi perasaan iri, dan malah suka pada Alex.


Beberapa puluh menit kemudian, Alex memberhentikan Mobilnya setelah sampai disebuah Kostsan yang terlihat sangat sederhana.


"Kita telah sampai, mas" ucap Alex setelah mengalih pandangannya kebelakang. Pria itu menganguk sebagai jawaban, sembari keluar dari Mobil Alex.


Setelah Pria itu keluar, Alex juga membuka Kaca Mobilnya. "Jangan lupa Bintang Limanya, ya mas." Seperti biasa, inilah kata kata suci dari para Supir Taksi.

__ADS_1


"Tentu saja." Jawab Pria itu tersenyum sembari membuka Handphonenya dan mengetik ngetik. "Sudah, sampai jumpa lagi." Setelah selesai mengetik, dia menutup kembali Handphonenya dan masuk kedalam Kostsan.


Alex tersenyum menjalankan Mobilnya kembali sambil menunggu sesuatu.


TRING! TRING! TRING!


Baru memikirkannya, Suara Handphone dan Sistem berbunyi didalam kantung celana dan otaknya.


[Ding...! Anda mendapatkan Bintang Empat. Selamat, anda mendapatkan Uang Tunai Sebesar 10Milliar Rupiah]


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sistem membuat Alex hampir tersedak. "Sial, aku sudah capek capek mencari topik Pembicaraan agar dia tidak iri padaku, tapi dia masih memberiku Bintang 4.


Tapi ya, aku sedikit bingung, kenapa saat aku mendapatkan Bintang 5 hanya mendapatkan 5Milliar, sedangkan Bintang 4 mendapatkan 10Milliar? Dan lebih aneh lagi, aku tidak merasa terkejut lagi mendapatkan uang banyak." Ucapnya dengan bingung, dan fokus pada jalanan.


[Sistem memberi Hadiah dengan cara Random. Sistem bisa tidak memberi anda Hadiah walaupun anda mendapatkan Bintang 5. Jika keberuntungan ada di pihak anda maka anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih mengejutkan dari apa yang ada dapat selama ini]


Alex menganguk kepalanya saja dan berdoa dalam hatinya agar dia selalu diberi Hadiah oleh Sistem. Saat memikir ini, Suara Notifikasi Handphonenya kembali berbunyi.


Alex membuka Handponenya dan tersenyum saja saat melihat Notifikasi tersebut, karena itu berasal dari Bank.


[Tanggal ** Bulan ** Tahun 2027, Kami dari pihak Bank BRI memberitahukan bahwa pemilik Akun dengan Nomor 68253627 Telah melakukan Transaksi pada Pukul 17: 21 dengan Jumlah Saldo: 10.000.000.000 dan Saldo yang tersisa adalah 12.950.532.000]


"Wahh, gila aku bisa beli apa aja ya dengan uang begini? Hemm, nthlah." Alex tentu merasa senang apa yang di dapat olehnya, dan sangat berterima kasih pada Sistem yang membuat dirinya menjadi seperti ini.


Alex fokus kembali pada jalanan dan merasa sangat aneh saat melihat kalau di tengah tengah jalan sangat ramai sekali orang orang. Alex berpikir mungkin ada kejadian, atau kecelakaan.


Karena penasaran, Alex memberhentikan Mobilnya saat dekat dengan kejadian tersebut. Dia turun dari mobilnya dan berjalan ke arah kerumunan.


Seketika Alex menjadi pusat perhatian orang orang karena ketampanan Alex dan bentuk tubuhnya yang sangat tinggi.


Alex hanya tersenyum saja pada mereka yang membuat para wanita semakin tergila gila pada Alex. Alex tidak memperdulikannya dan bertanya pada salah satu Pria diantara kerumunan.


"Mas, apa yang terjadi? Kenapa bisa ramai seperti ini?" tanya Alex. Dia tidak bisa melihat pusat kejadian, karena orang orang sangatlah ramai bahkan dengan tubuh tingginya. Dia hanya melihat sebuah Mobil mewah saja.


"Dari yang kudengar ini hanya kecelakaan biasa, Mobil itu hanya tergores sedikit saja. Lebih baik kau saja lihat sendiri." Tentu saja Pria itu iri pada ketampanan Alex, tapi dia harus menjawab pertanyaannya.


_______________________


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2