Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 034


__ADS_3

Mata Ridho menjadi cerah, dan menjawab. "Apakah betul? Karena kau akan membandariku maka aku akan memaafkan kesalahanmu. Yaa, sesekali minum di Cafe mewah bukanlah hal yang buruk, dari pada terus menerus minum Kopi di angkringan".


________________________


Alex tersenyum tersenyum saja tidak menjawab, tanpa berbicara lagi mereka berdua menaiki Mobil mereka masing masing, dan langsung menancap Mobilnya dengan santai dan pelan.


Sesekali Alex juga menggeber Mobil Ridho untuk memancing emosinya. Dan hal tersebut berhasil, Ridho langsung menancap Gas Mobilnya lebih cepat dan melewati semua kendaraan.


Alex yang tidak mau kalah langsung menancap Gas mobilnya juga, dan melewati seluruh kendaraan. Bahkan Ridho yang melihat kemampuan pengemudi Alex menjadi kagum, pasalnya dulu kemampuannya tidak seperti sekarang.


_____________


Beberapa menit kemudian, Alex telah sampai disebuah Cafe yang mewah dan indah dari semua cafe yang dia tau. Alex turun dari Mobilnya dan berjalan menuju Cafe dan diikuti oleh Ridho di belakangnya.


TRINGG!!! TRINGG!!


Suara lonceng dari Cafe berbunyi. Alex diperlihatkan Cafe yang sangat indah membawa suasana yang sangat damai, juga saat dia masuk dia langsung di serbu oleh bau harum dari bubuk Kopi yang membuatnya sangat ingin langsung menyesapnya.


Alex menoleh kearah Ridho yang menatap suasana Cafe dengan kagum, Alex langsung menepuk pundak Ridho sambil berkata. "Jangan bengong aja bodoh, ntar kau kesurupan. Ayo duduk, kayak orang gila kalau kau kek gitu".


Setelah selesai berbicara, Alex langsung berjalan ketempat duduk atau seperti sebuah Sofa dan diikuti oleh Ridho dari belakang. Tidak banyak orang yang nongkrong di cafe ini, hanya 5 orang saja. Mungkin karena hari masih pagi.


Alex langsung duduk di Sofa setelah sampai. Alex juga melihat sekitarnya dan ternyata di sebelahnya terdapat seorang Anak kecil yang sangat cantik berpakaian Sekolah Dasar (SD) dan seorang Wanita dewasa yang sedang duduk memainkan Hp.


Alex tersenyum tidak memperdulikannya. Dia menemukan seorang Pelayan Cafe dan langsung memanggilnya dengan bersiul.


"*Wiuwitt* Mass...!!" Panggil Alex dengan suara yang lumayan tinggi.


Pelayan itu menoleh dan menganguk saja sembari berjalan kearah Alex dengan membawa kertas atau menu di Cafe ini.


"Silahkan dilihat, mas." Setelah sampai, pelayan Pria itu memberikan menu pada Alex. Walaupun ada sedikit rasa iri karena wajah Alex yang tampan, tapi dia harus Profesional sebagai pelayan.


Alex menganguk dan mengambil menu tersebut dan langsung melihatnya. Beberapa menit memesan, Pelayan itu kembali membawa sebuah nampan berisi 2 Kopi dan juga ada juga 2 Mie.


Karena saat Alex menanyakkan Ridho sudah makan atau belum jawabannya belum. Jadi Alex sekalian membeli makanan untuknya, sekalian untuk dirinya.


"Ini dia mas, silahkan dinikmati." Kata Pelayan itu setelah sampai, sambil memberikan apa yang Alex pesan.


Alex menganguk saja dan memakannya dengan santai dan pelan. Saat dia menatap kearah Ridho, dia melihat kalau dia memakan Mie itu dengan sangat lahap tanpa memperdulikan tatapan Alex.


"Pelan pelan aja makannya, gadak yang minta kok."

__ADS_1


"Hemm, kau taukan kalau aku ini orang yang tidak mampu. Sangat jarang bagiku untuk makan ditempat seperti ini."


"Begitukah, jika kau ingin nambah pesan saja aku tidak mempersalahkannya."


Mata Ridho kembali bercahaya dan langsung berdiri duduknya dan berteriak kencang. "Mass, pesan Mie 5, Dagingnya 3 dan tolong bawakan Roti 2 Biji saja!!!"


Setelah selesai memesan, Ridho duduk kembali dan memakan makanannya dengan lahap lagi. Pelayan itu menganguk saja dan memesan apa yang di pesan oleh Ridho. Disisi lain Alex membiarkannya saja, lagian Ridho sudah baik kepadanya selama ini jadi ini waktunya untuk dia membalasnya.


______________


Beberapa Puluh Menit berlalu.


Selama waktu itu, Alex belum juga mendapatkan Notifikasi dari penumpang. Yahh, Alex berpikir juga karena ini adalah tanggal tua jadinya sedikit orang yang memesan Taksi, karena orang orang belum pada gajian. Dan lagi hari juga tidak terlalu panas.


Selama waktu ini juga Alex dan Ridho berbicara satu sama lain, walaupun mereka berbicara hal yang tidak penting.


Alex mengambil Kopinya dan menyesapnya. Saat menyesap dia mendapat kembali topik pembicaraan, dan berkata pada Ridho.


"Heh, kau tau Pak Jima, kan?"


"Tentu saja aku tau, emang kenapa?"


"Kemarin ada orang yang berani bermacam macam dengan Pak Jima, orang itu menaruh Racun makanan di wartegnya Pak Jima, sampe sampe orang yang makannya sakit perut."


"Pak Jima tidak apa apa sekarang karena ada aku, jika tidak maka Pak Jima bakal masuk kedalam penjaralah, karena kenak Pasal 134 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan."


"Huh...Syukurlah karena Pak Jima tidak apa apa. Tunggu, sejak kapan kau tau tentang Undang Undang? Aku tau kau hanya lulusan SMP." tanyanya dengan aneh.


"Ohh..Ahh....Itu, ohh benar aku belajar saat itu." Alex menjawab dengan sedikit keringat. Alex bahkan tidak tau kenapa, dia pikir mungkin karena Kemampuan Detektifnya.


Disisi lain, Anak Kecil SD yang berada di samping Alex menatapnya dengan wajah imutnya, sambil mengayun ayunkan kaki kecilnya yang memakai sepatu tanpa tali. Karena ayunan kakinya semakin kencang, membuat Sepatunya terlepas dari kakinya.


Alex yang mendengar suara sesuatu yang jatuh, menoleh kesamping dan melihat Anak kecil itu dengan sepatu yang sudah terlepas. Alex tersenyum dan berjongkok mengambil sepatunya kemudian memasang kembali sepatu tersebut ke kaki Anak Kecil itu.


"Berhati hati kedepannya, ya , hemm, Dinaa" Alex berkata dengan tersenyum setelah melihat nama yang terpampang di bajunya.


Anak yang bernama Dina itu menganguk malu pada Alex. Dan Ibu dari Dina berterima kasih padanya, dan dia hanya melambaikan tangannya saja.


"Kita ke tempat Pak Jima yok, aku juga mau melihat kabarnya." Ucap Ridho setelah Alex duduk.


"Ohh benar juga, aku juga ingin tahu apa yang terjadi dengan Pria Kekar itu" jawab Alex sambil berdiri. Tanpa dia sadari, anak kecil itu masih menatapnya.

__ADS_1


"Siapa yang kau katakan?" Ridho juga berdiri.


"Kau akan tau nanti." Tanpa berlama lama lagi, Alex langsung kekasir untuk membayarnya.


Beberapa menit kemudian, Alex telah selesai membayar dan dia langsung berjalan keluar Cafe. Harganya tidak terlalu mahal baginya, tapi mungkin jika itu Ridho maka dia akan sangat terkejut dengan harganya.


Saat ingin masuk kedalam Mobil, seseorang menarik bajunya. Alex menoleh kebelakang dia hanya menemukan Ibu dari Anak bernama Dina. Ibu itu memberi isyarat untuk melihat kebawah, dan Alex melihat kebawah.


"Kakak..." Alex melihat Dina yang sedang memegang bajunya dengan tangan kecilnya, dan berkata dengan suara imutnya.


Alex merasa lucu dengan Dina jadinya dia menundukan kepalanya agar sejajar dengan Dina. "Iya ada apa?" jawab Alex dengan lembut sembari tangannya mengelus kepala Dina.


"Hemm, bisakah Kakak menutup matanya?" Dina bertanya dengan tubuh yang menggoyang goyang, dengan wajah yang memerah malu.


"Tentu saja, kenapa tidak." Alex tersenyum menutup matanya dengan rapat.


Selanjutnya, apa yang dia rasakan selanjutnya membuat matanya membelak, dia merasa sesuatu dibibirnya. Dengan sigap dia langsung membuka matanya dan melihat Dina yang sedang mencium bibirnya.


Dina langsung melepaskannya, sambil berkata. "Hemm, itu terima kasihku karena sudah memakaikan sepatu untuku. Ahhh....Mama, ayo kita pergi." Dina sangat malu dan langsung menarik tangan Ibunya dan berlari pergi.


(N/A: Bro siapin Karung, malam ini kita akan berburu Loli)


Alex merasa sangat terkejut dan memegang bibirnya. 'A-Aku baru di cium oleh anak kecil? Apakah aku seorang Lolicon? Hah....Kurasa itu tidak terlalu buruk dicium oleh Loli, apalagi Dina anak yang cantik, hehe rasanya aku ingin dicium lagi oleh Loli.' Gumamnya.


"Hey...!!" Saat sedang berpikir seperti itu, seseorang memegang pundaknya dengan kuat. Alex menoleh dan melihat Ridho dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"A-Apaa...? I-Ini bukan kesalahanku, kau tau".


"Hemm, kukira hubungan kita istimewa." Ridho menangis dan langsung berlari manja kedalam Mobil.


Alex hanya menatap Ridho dengan tatapan merendah, dan membuang ludah karena jijik. "Cuihh...! Gay Sialan!!"


Tanpa menunda lagi Alex langsung memasuki Mobilnya kemudian menancap Gas Mobilnya dengan lumayan cepat.


___________


Beberapa menit kemudian Alex dan Ridho telah sampai di Warteg Pak Jima, tapi ada yang aneh karena Warteg Pak Jima tidak terbuka atau tutup. Saat melihat Wartegnya Alex entah kenapa merasa ada yang terjadi pada Pak Jima.


__________________________


Bersambung.

__ADS_1


N/A: Maaf seribu kali maaf, karena 3 Chapter ini hanya basa basi doang, maaf sekali. Kedepan gw bakal berusaha buat alurnya lebih cepat. Dan mohon maaf juga, karena kata kata yang gw gunakan sedikit ribet dan kagak santai.


Mohon dong kasih sarannya supaya Novel ini semakin bagus seperti Novel Sistem lainnya. Dan maaf juga ya, karena gw cuman bisa


__ADS_2