
Alex terkejut setengah mati, karena harga yang diuntuk meningkatkannya sangatlah tidak manusiawi. Bukan tidak mungkin baginya untuk mendapatkan uang begitu banyak dengan adanya Sistem, tapi mungkin itu menghabiskan waktu yang lama.
________________________
Sesampainya Alex di Rumah Sakit. Dia langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam. Kemudian Alex berjalan lagi menuju Resepsionis yang dulu ia goda.
"Sus, bisa obati kepala gak?" niat Alex bukan hanya menjenguk bu Sri dan Dewi, dia juga berniat untuk mengobati kepalanya yang terluka karena pukulan kayu.
"Tentu, kalau boleh tau dimana letak lukanya? Saya tidak melihatnya."
Tanpa menjawab sepatah kata Alex memegang kepalanya dan menunjukkan luka atau lebih tepatnya bocor yang darahnya sudah kering.
Suster tersebut menutup mulutnya terkejut. Dengan tergesa gesa ia langsung memanggil para medis untuk mengobati luka bocor Alex.
***
Beberapa puluh menit kemudian Alex keluar dari salah satu Ruangan rumah sakit. Bisa terlihat di area kepala Alex sudah ada lilitan kain yang hampir menutupi seluruh jidatnya.
Saat mengobati kepala Alex, para dokter sangat terkejut. Padahal luka yang di alami oleh Alex merupakan hal yang menyakitkan tapi bagaimana bisa Alex bisa menahannya.
Para dokter juga merasa aneh karena darah di kepala Alex sudah kering yang berarti luka tersebut sudah berlalu cukup lama. Jadi mereka memberi tahu kepada Alex, jika luka tersebut dibiarkan makin lama maka luka itu bisa merakibat infeksi.
Setelah Alex selesai mengobati kepalanya. Alex bertanya kembali kepada Resepsionis yang tadi ia jumpai dan menanyakan keberadaan bu Sri dan Dewi. Karena ruangan mereka sudah diganti menjadi ruangan VIP yang dibayar oleh Alex beberapa hari lalu.
Saat ini Alex sudah mengetahuinya karena diberitahu oleh Resepsionis. Tanpa menunda waktu dia berjalan menuju Lift dan menekan tombol teratas dimana lantai teratas merupakan Ruangan VIP.
Setelah Alex keluar dari Lift ia berjalan menuju ruangan nomor 15 dimana ruangan tersebut tempat Dewi dirawat.
Alex sudah berada di depan ruangan dan langsung mengetuk pintunya.
TOK! TOK! TOK!
"Masuk ..."
Menunggu beberapa detik suara wanita paru baya terdengar ditelinga Alex.
Alex membuka pintunya dan tersenyum sikit saja saat melihat suasana yang ada di depannya.
Hal yang ia lihat dimana bu Sri sedang menyuapi seorang Wanita yang berbaring diatas kasur dengan wajah yang cukup cantik tapi sayang stuasi tubuhnya saat ini sedang kurus yang hampir menghilangkan pesona Wanita tersebut.
"Ohh, Alex akhirnya kau datang," bu Sri dengan tergesa gesa meletakkan mangkok yang berisi bubur di atas meja dan berjalan menuju Alex yang berdiri didepan pintu.
__ADS_1
Wanita yang berbaring di atas kasur yang tak lain anak bu Sri, Dewi sedikit terpesona dengan pemuda didepannya. Tapi saat mendengar perkataan Ibunya yang memanggil nama pemuda tersebut mata Dewi membelak terkejut.
"Aku banyak urusan buk, jadinya gak ada waktu buat kesini." Alex menjawab dengan menggaruk kepalanya dan tertawa kecil.
Bu Sri tidak menjawab tapi menarik tangan Alex berjalan menuju Kasur tempat dewi berada.
"Nak, bagaimana penampilan Alex sekarang, berubah drastis bukan?" bu Sri berkata kepada Dewi dengan senyuman menggodanya.
"A-Apakah dia Alex yang kukenal?" mau tak mau dia bertanya, karena dari yang ia tahu wajah Alex tidak setampan yang dia lihat. Yah, walaupun kata katanya sedikit kejam.
"Tentu saja, bagaimana? Tampan bukan? Bahkan Ibu saja terpesona dengan wajahnya yang sekarang."
Alex sangat malu dengan perkataan bu Sri dan hanya bisa menggaruk pipinya yang tak gatal.
"Wahhh! Alex, bagaimana bisa kau setampan dan setinggi begini dalam waktu singkat? Apakah kau ke Korea?" mata Dewi yang tadinya membelak sekarang menjadi bersinar seperti bintang.
Alex tau maksud dari perkataan Dewi dan hanya bisa menahan kesel saja.
Dia tentu tau, negara Korea merupakan negara dimana penduduknya banyak sekali yang Operasi Plastik. Jadi maksud dari perkataan Dewi ialah Alex meng Operasikan wajahnya menjadi tampan seperti sekarang.
"Kepala kau, gak mungkin aku Operasi plastik. Aku setampan sekang itu alami, no plastik." Alex menjawab dengan narsis dicampur dengan perasaan kesel.
Bu Sri hanya tertawa kecil saja dengan percakapan antara anaknya dan Alex.
Alex mengatakan kepada mereka kalau jidatnya terbentur kelantai karena dia jatuh dari tangga. Dia tidak mengatakan kalau luka yang di alami olehnya hasil dari pertarungan dengan Gang Destroy.
Anak dan Ibu menghelakan nafas saja kemudian Bu Sri memperingatin Alex untuk berhati hati kedepannya.
"Ohh, benar juga," bu Sri menjadi teringat sesuatu yang ingin dia bicara dengan Alex sejak mereka pindah keruangan ini.
"Alex, ku dengar dari Suster kau yang menyewa Ruangan VIP ini , kan?"
Dewi menjadi terkejut kembali mendengar perkataan Ibunya. Kemudian dia menatap Alex kembali dan menunggu jawabannya.
"Aku gak tau apa yang harus aku lakukan untuk membuat Dewi menjadi sehat kembali, jadi aku menyewa Ruangan VIP ini agar Dewi bisa sehat kembali seperti dulu."
Alex sebenarnya ingin menutup identitasnya tapi dia lupa untuk mengatakannya. Ya, jika nasi sudah menjadi bubur apa boleh buat.
"Terima kasih, Ibu cuman bisa berkata Terima Kasih. Berkatmu, Dewi bisa membuka matanya seperti ini karena Ruangan yang kau sewa, jadi para Dokterpun selalu mengecek dan memberi obat untuk membuat Dewi setiap harinya. Jika Ibu mempunyai uang, Ibu janji pasti Ibu akan mengembalikkan uangmu."
Bu Sri menjawab dengan kepala yang menunduk kebawah, Alex dengan tergesa gesa mengangkat pundak bu Sri sambil menjawab.
__ADS_1
"Ibu tidak usah membayarnya, aku ikhlas kok menyewa Ruangan ini. Lagiankan aku sudah mengangap Dewi sebagai adikku, jadi sebagai seorang Abang aku pasti akan membuat adikku sehat kembali."
Hati Dewi langsung merasa sedikit rasa sakit karena mendengar jawaban Alex yang mengatakan dirinya hanya dianggap adik olehnya.
"Walaupun begitu, kamu kan berkerja sebagai Supir Taksi. Bagaimana bisa kau menyewa ruangan ini?"
"Akhir akhir ini aku banyak rezeki. Ibu tidak perlu khawatir aku masih ada uang kok." Tidak mungkin bukan kalau Alex mengatakan bahwa dirinya memiliki Sistem yang bisa membuatnya menjadi kaya?
"Huftt, sepertinya Ibu kalah adu bacot denganmu ya. Sebagai bayarannya Ibu akan memasakkan makanan buatmu pasti kau lapar, bukan?"
Mata Alex menjadi bersinar. Walaupun dia sudah makan di cafe bersama Ridho. Tapi sejak pertarungannya yang cukup panjang entah kenapa dia lapar kembali.
Jadi diapun bersemangat saat mendengar perkataan bu Sri. Dia juga tau kalau masakan bu Sri sangatlah enak, tapi masih enakan masakan emak.
"Bisakah kau menjaga dewj dulh, Ibu akan membeli bahan bahan masakan dulu." Karena ini merupakan Ruangan VIP jadi ruangan ini memiliki alat masak, televisi, kamar mandi, dan semua alat alat yang biasanya ada dirumah.
Mata Dewi menjadi bersinar lagi dan lagi mendengar perkataan Ibunya. Dia menjadi malu karena dia harus berduaan dengan Alex. Tapi mendengar jawaban dari Alex dirinya menjadi seperti batu yang terpecah.
"Tidak usah buk, biar aku saja yang membelinya Ibu jaga saja Dewi."
"Baiklah jika itu maumu." Setelah bu Sri menjawab, dia mengambil sebuah pulpen dan sebuah kertas kemudian dia mencatat semua barang barang yang diperlukan untuk hidangan yang ingin bu Sri masak.
Alex mengambil kertas yang telah ditulis oleh bu Sri. Alex menganguk saja dan langsung keluar dari ruangan dan Rumah Sakit.
***
Beberapa jam berlalu, Alex sudah berada di rumah sakit cukup lama. Dan dia sudah mendapatkan penumpang yang dari tadi dia tunggu.
"Buk, sepertinya aku harus pergi deh karena aku dapat penumpang jadi aku pergi dulu, ya." Kata Alex sambil berdiri.
"Begitukah, kalau begitu berhati hatilah."
Alex menganguk dan langsung keluar dari Rumah sakit dan menuju kedalam mobil. Setelah masuk kedalam Mobil Alex langsung menancap gas mobilnya menuju penumpang yang memesannya.
__________________________
Bersambung
N/A: Beberapa minggu gak update karena gw ada pekerjaan dan lagi gw ada Ujian Praktek yang ngasih soalnya kagak ngotak, yah ginilah jadi murid SMA.
Maaf maaf ye baru bisa up sekarang. Oh benar juga, gw kagak bisa 2 up dalam satu hari gw cuman bisa up 1 x sehari, gw mau fokus dulu ke Novel gw satunya sampe kontrak, dan novel gw itu judulnya...
__ADS_1
"Prize Box System"
Mampir yaa