Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 044


__ADS_3

Setelah memikirkan hal yang tak berguna, Alex memutuskan untuk mandi karena keringat dibadannya sudah lengket semua. Keringat tersebut pasti berasal dari pertarungannya dengan gang Destroy.


_________________________


Saat ini Alex sudah selesai mandi dan dia berada di ruang tengah sedang menonton tv dengan secangkir kopi di sampingnya.


Dia merasa sangat bosan dengan situasinya yang sekarang, tidak ada orang yang menemaninya. Dia ingin menelpon Ridho tapi dia mikir pasti tu orang sedang kerja, jadi dia tidak mau menggangunya untuk saat ini.


"Huhh, sangat membosannkan, tanpa Anisa disisiku itu seperti aku berada dijurang yang gelap." Gumamnya.


Bahkan setelah mencoba membuang pikiran yang tidak tidak tentang Anisa, pikiran tersebut tidak juga hilang. Semakin dia memikirkannya, hatinya akan merasa rasa sakit yang dalam.


***


Saat malam Hari tiba, Alex mengambil Handphonenya yang berada di sampingnya kemudian dia menelpon Ridho.


"Halo ..."


"Hemm, ada apa?" tanya Ridho.


"Pak Jima sudah kau bawa kerumah sakit, kan?"


"Sudahh, memang kenapa?"


"Gimana keadaanya? Aman kan?"


"Pak Jima baik baik saja."


"Seriuss?" tanya Alex dengan antusias.


"Kalau pake Sihir Penyembuh."


"Gak lucu. Serius gimana keadaannyaa?"


"Kaupun kasih aku pertanyaan yang bodoh, kau udah lihat sendiri kan gimana keadaan Pak Jima. Pas aku nanya dokter gimana keadaannya, dokter itu jawab kalau Pak Jima mungkin ga akan sadar diri untuk beberapa hari.


Katanya itu penyakit yang serius. Apalagi Pak Jima disiksa seperti itu ga mungkin kan kalau dia bakal sadarkan diri, kecuali dia Immortal."


"Hemm, benar juga sih. Btw, kau apain para Gangster gangster itu?"


"Mwehehehe, kau bakal tau beberapa hari kedepan." Jawab Ridho dengan misterius.


"Terserahmu sajalah mau kau apain dia, yang penting jangan kau taruh namaku kedalam masalah itu."


"Tenang aja, kau bakal aman kok."


"Yaudah aku matiin."


TUT TUT!


Alex meletakan kembali Handphonenya, kemudian dia menyenderkan punggungnya ke kursi sambil menghelakan nafas beberapa kali.

__ADS_1


Dia berpikir, entah kenapa makin hari hidupnya semakin rumit setelah dia mendapatkan Sistem. Ya, walaupun dia bahagia karena dia mendapatkan Sistem membuat dia bisa kaya secara instan, tapi yang bikin kesel itu entah kenapa dia merasa kalau kehidupan dia kedepannya lebih rumit dari pada yang ia alami sekarang.


Dia berdiri dari duduknya dan mengambil sebatang rokok di sakunya kemudian dia berjalan keluar rumah untuk melihat suasana di malam hari sambil menghidupkan rokoknya, setelah itu dia menyesapnya untuk menghilangkan pikiran yang tak berguna.


***


Keesokkan Harinya.


"Dengan Mas Alex?"


"Benar bang, silahkan masuk."


Saat ini Alex mendapatkan penumpang Pria.


Tanpa berlama lama, Pria itu masuk kedalam Mobil Alex dan tidak lupa ia memakai sabuk pengaman.


Setelah Pria itu masuk kedalam Mobilnya, Alex langsung menancap gas Mobilnya dengan santai dan tenang menuju kelokasi dimana Penumpang Pria itu pesan.


Beberapa puluh menit kemudian, Alex memberhentikan Mobilnya saat dia sudah sampai didepan Mall yang besar dan terkenal di Bali.


"Sudah sampai bang, jangan lupa bintang Limanya ya."


"Terima kasih mas, dan mohon untuk pikirkan perkataanku tadi jika mas terima maka silahkan saja telfon aku." Jawab Pria itu kemudian dia mengeluarkan Handphonenya dan mengetik ngetik, setelah selesai dia turun dari Mobil Alex dan pergi.


Alex hanya merasa geli saja dengan Pria itu.


Saat dia perjalan ke Mall ini, Pria muda itu mengatakan bahwa dirinya adalah Selebgram dengan 100rb Followers yang dihasilkan dengan menggunakan Aplikasi 'Vidi*es T*k'.


Karena wajah tampan Alex, Pria itu menawarkan untuk masuk kedalam Crew mereka untuk berjoget joget dan buat drama drama yang tidak jelas bagi Alex. Pria itu menjamin, jika Alex mengikuti caranya maka menjadi terkenal ada di depan matanya.


Alex langsung merasa jijik, karena dari kehidupan dulunya dia sudah sangat jijik dengan Pria yang joget joget didepan Handphone seperti tulang lunak.


Walaupun memang benar jika dia mengikuti cara Pria itu dia akan menjadi terkenal dan mendapatkan uang dengan endorsan, dia bakal menolak tawaran itu dengan mentah. Dari pada harus kehilangan jiwa lelakinya demi terkenal dan uang, bagus dia tidak memilih.


Saat sedang berpikir, suara Sistem di otaknya pun berbunyi.


[Ding ...! Mendapatkan Bintang Lima. Selamat, anda mendapatkan Ticket Pelacak Seluruh Indonesia 1x]


Alex sedikit terkejut dengan hadiah yang diberikan oleh Sistem, dan ia bertanya. "Apa maksud hadiah yang kau berikan?"


[Ticket Pelacak Seluruh Indonesia merupakan Ticket yang bisa melacak seseorang dengan menggunakan Ticket tersebut tanpa menggukan sepesar uang. Contohnya, anda melacak Pak Jima. Saat anda melacak dia, anda menggunakan uang, kan? Tapi jika anda menggunakan Ticket ini, maka anda tidak perlu menggunakan uang]


Mendengar penjelasan panjang lebar dari Sistem, Alex menganguk kesenangan. Jika melacak seseorang memerlukan dana sebesar 500Milliar, sedangkan jika dia menggunakan Ticket itu dia tidak akan mengeluarkan uang. Tapi sayang sekali, Sistem hanya memberi 1 Ticket saja.


Dia menjalangkan kembali Mobilnya. Ntah kenapa pikirannya ini tidak pernah luput memikirkan Anisa. Hatinya selalu merasa sakit sangat memikirkannya. Diapun tidak tau sudah berada kali dia bilang seperti ini.


***


Beberap Jam Kemudian.


Hari sudah menjelang Sore.

__ADS_1


Sejak Alex mendapatkan Ticket Pelacak Seluruh Indonesia dia sudah mendapatkan 2 Penumpang. Tapi semua Hadiah yang diberikan oleh Sistem cukup tidak menyenangkan baginya.


Salah satu Penumpang memberikan Alex Bintang 1 karena dia tidak menyukai tampang Alex yang sangat Tampan yang membuatnya mendapatkan Hadiah uang tunai sebesar 5 Juta saja. Walaupun kecil dia tetap bahagia dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Sistem kepadanya.


Jadi, saat di perjalanan Alex memutuskan memberi uang tersebut kepada orang tuanya. Jika dia memberikan lebih banyak uang, maka orang tuanya akan curiga dan kejutannya tidak akan berhasil.


Walaupun Alex memberi 5 Juta. Orang tuanya langsung terkejut dan menelpon Alex mengatakan dengan panjang lebar, salah satu kata yang orang tuanya katakan ialah, mereka tidak butuh uang.


Tapi Alex tau kalau mereka sedang membutuhkan uang. Dengan kata kata yang meyakinkan dari Alex mereka akhirnya pasrah dan menerima uang tersebut dengan senang hati.


Penumpang kedua memberikan Alex bintang 4. Jadinya Sistem memberikannya hadiah lebih besar, tapi Sistem memberi hadiah yang sama seperti sebelumnya yaitu uang tunai sebesar 1 Milliar.


Saat sedang dalam perjalanan ingin pulang kerumah. Alex mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tak dikenal. Karena penasaran, diapun mengangkatnya.


"Halo ..."


"Halo, kamu Alex, kan?"


Alex sedikit terkejut karena nomor itu dari seorang Wanita. Tapi Alex seperti familliar dengan suaranya.


"Benar aku Alex, kamu siapa ya?"


"Kamu tidak kenal aku? Aku Dinda lohh."


Alex merasa konyol dengan perkataan wanita itu. Bagaimana dia bisa mengenalnya sedangkan namanya di Handphonenya tidak ada.


"Dinda, hemmm ....Ohhh, kau Dinda yang waktu itu!"


Akhirnya Alex mengenalnya. Dinda adalah Gadis yang pernah dia tolongin pada saat Dinda sedang tabrakan dengan seorang Pria China.


(N/A: Chapter 24)


"Akhirnya kamu mengenalku."


"Tentu saja aku mengenalmu. Jadi, apa gerangan kau menelponku?"


"Bolehkah aku minta pertolonganmu?"


"Emang ada apa?"


"Hufft, jika aku mengatakannya lewat Telponan maka tidak enak. Pokoknya kesini saja deh, masalah ini bukan tentang berantem kok jadi tenang saja."


"Begitukah. Kau menelponku disaat saat yang tepat, saat saat aku selesai bekerja. Baiklah aku akan kesana."


"Okee, aku tunggu."


TUTT TUTT!!


Alex menutup Telponnya dan menyimpan kembali. Karena dia sudah tau dimana tempat tinggal Dinda, jadi dia tidak perlu menanyakannya lagi. Tanpa berlama lama lagi, dia menancap Gas Mobilnya dengan cepat menuju ke Kostsan Dinda.


_______________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2