
Alex tersenyum, dan senyum diganti dengan mata tajam saat mengingat kalau masalahnya belumlah selesai. Kemudian Alex mengalih pandangannya kesamping, menatap Pria atau 'A' yang berdiri sendiri dengan kedua tangan dikantung celananya dan dia membuat senyum seperti puas dengan aksi Alex.
______________________
'A' menatap Alex dengan wajah yang mengangkat keatas membuat wajah tersenyum. Padahal didalam hatinya ada sedikit jejak ketakutan yang dia rasakan saat menatap Alex.
Tapi dia tidak ingin sisi memalukannya dilihat oleh antek anteknya, maka dari itu dia cuma bisa membuat wajah tersenyum seperti puas.
"Aku tidak menyangka kalau kau bisa menghajar lebih dari 10 orang hanya kau sendiri, ya mungkin karena kau menggunakan kayu jadi kau bisa menang, jika tidak mungkin kau akan kalah, huhu." A berkata dengan tawa kecil, tapi ada sedikit nada mengejek.
"Aku memiliki kekuatan jadi aku bisa mengalahkan mereka semua," Alex menjawab mengejek juga menunjuk antek antek A yang sudah tergeletak di tanah.
Alex melanjutkan dengan menyeringai kejam. "Tenang saja, kau akan merasakan apa yang antek antekmu rasakan!"
Senyum A diganti dengan wajah yang cemberut dan menatap Alex dengan mata yang tajam, dan membalas. "Ohhh, benarkah? Aku tid-"
"ALEXX!!! TOLONGG!!" Sebelum A menyelesaikan bicaranya, suara Ridho berteriak sangat kencang meminta tolong kepada Alex membuatnya harus berhenti berbicara.
Alex sangat terkejut dengan teriakan Ridho, karena baru sekarang dia sadar kalau dia sedang bertarung bersama Ridho.
Alex menoleh kearah Ridho dan seketika dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, dia tidak tau apakah dia harus menolong atau tertawa terbahak bahak. Karena kondisi Ridho sangatlah menyedihkan dengan wajah yang lebam lebam, dan situasinya sekarang sedang digebukin oleh 2 Pria antek antek A.
"Pffttt....Hahaha....." Alex tidak bisa menahan tawanya lagi dan dia menjadi tertawa keras seperti mengejek apa yang terjadi pada Ridho.
(N/A: Pertolongan pertama saat temen kenak musibah adalah, ketawa)
"Hahaha, kau bilang tadi kau bisa meratakan mereka semua, tapi apa sekarang? Hahaha, lanjut bang hajar dia sampai mati, whahah?!" Alex berkata tidak memperdulikan kondisi Ridho.
"Ba**sat!! Bantu aku ******, aku akan mati jik- ARGGHH!! Bang tolong, jangan pukul kuat kuat nanti bayar kusuk mahal, URGHH!!" Ridho ingin menjawab jelas tapi dia langsung dipukul oleh salah satu pria.
"Bacot! Diamm saja kau, jika kau tidak diam maka aku akan menumbukmu lebih kuat!" balas salah satu Pria melayangkan pukulan lagi kearah pipi Ridho.
Pria lainnya menambah dengan berkata kepada Alex. "Bang, abang gak usah pedulikannya, lanjut saja gelut sama Boss, kami berdua bakal melayani kawan abang dengan baik kok, tenang saja".
"Haihh..." Alex menghelekan nafas berat tapi bibirnya masih terkekeh.
Tidak memperdulikan tatapan A, Alex langsung berlari menuju Ridho yang tergeletak ditanah dan dipukuli oleh para Pria.
Alex langsung melayangkan kayunya dengan sekuat tenaga ke Pria yang tadinya berbicara padanya di area lehernya.
BRUKK!!
"AARRGGHHH...!!"
Karena kuatnya pukulan Alex sampai membuat kayu yang dia gunakan sampai terpatah karena leher Pria itu dan kayu yang digunakan oleh Alex saling beradu.
Merasa satu lawannya sudah selesai, Alex langsung melompat dan memutar tubuhnya di udara kemudian langsung melayangkan tendangannya kearah pipi Pria yang memukul pipi Ridho tadinya.
BUKKK!!
"KEBUGGHHH.....!!!"
Pria itu seketika langsung berputar putar seperti seorang penari balet profesional, beberapa detik kemudian dia terjatuh dengan bibir yang menjulur keluar dari mulutnya.
Alex menghelakan nafas lagi lagi. Dia merasa sangatlah lelah saat ini, seperti tenaganya sudah habis karena dari tadi dia sudah gelud tanpa memperdulikan apa yang terjadi padanya.
Apalagi saat ini dahinya sudah berdarah membuatnya semakin merasa sangatlah lelah dan ingin tergelatak ketanah saja.
Tapi merasa kalau masalah belum selesai, dia mempertahankan tubuhnya agar tidak langsung tergeletak.
Setelah itu dia menjulurkan tangannya kearah Ridho yang menatapnya dengan kagum. Ridho tersadar, dia tersenyum dan memegang tangan Alex kemudian dia berdiri dengan pandangan yang sangatlah terkagum kagum.
__ADS_1
Ridho ingin berbicara, tapi melihat tangan Alex seperti memberi isyarat untuk tidak berbicara dia hanya bisa menganguk dan melihat Alex saja. Tapi sesuatu yang mengejutkan datang dari belakang Alex.
"ALEXX!! AWASS! DI BELAKANGMU!"
Belum tersadar dari teriakan Ridho, sebuah tendangan persis yang dia rasakan sebelumnya melayang kembali kearah kepalanya dengan sangat kuat.
BBUKKK!!!
Alex langsung terjatuh ketanah dengan menyakitkan, bukan hanya disitu dia juga sampai terguling guling diatas tanah dengan jarak yang cukup jauh.
Alex langsung menahan gravitasi yang membuatnya terguling, kemudian dia langsung terduduk dengan menyedihkan menatap orang yang menendangnya tadi yang tak lain adalah A.
"Cuihh....Sepertinya aku kenak tendangan yang sama seperti sebelumnya, ya." Gumamnya meludahkan darah yang berkumpul di mulutnya, sembari menatap A dengan mata seperti kabur.
A tidak memperdulikan tatapan tajam dari Alex, dia menyeringai menatap Ridho yang memandanganya dengan pandangan yang takut dan ingin kabur.
Tapi sebelum itu, A langsung menarik lengan kanan Ridho menarik kesisinya, kemudian dia langsung mencekik leher Ridho dengan cukup kuat, sambil berkata dengan senyum mengejek.
"Hehehe, inikah temenmu yang kau tolongin tadinya sampai membuatmu seperti ini, hahaha, sangat konyol. Jika kau tidak menolongnya, mungkin kau tidak akan jadi seperti ini!" A berkata menunjukkan tubuh Ridho kearah Alex yang ingin berkata sesuatu.
A melonggarkan cekikkannya dan membiarkan Ridho untuk berbicara. Ridho terbatuk batuk sedikit, kemudian dia langsung menatap Alex dan berkata dengan teriakan kuat.
"Alexx!! Jangan perdulikan aku! Pergi dari sini, bawa Pak Jima bersamamu dan pergilah menjauh dari tempat kotor ini!" Ridho berkata dengan suara yang menyedihkan, dengan air mata sedikit menetes.
A merasa sangat kesel karena dia tidak berharap kalau Ridho akan berkata seperti itu. Dia langsung mencekik leher Ridho menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Alex membelak matanya dengan mulutnya terbuka lebar sangat terkejut apa yang di katakan oleh Ridho. Dia menunduk kepalanya lagi dengan mata yang frustasi.
Benar, apa yang dikatakan oleh A memenglah kebenaran, jika dia tidak menolong Ridho dia tidak akan menjadi seperti ini. Tapi dalam hatinya, tidak ada sedikitpun rasa menyesal karena dalam hatinya nyawa temen dan keluarga yang terpenting.
Dia tidak mengharapkan kalau stuasinya sekarang bisa menjadi seperti ini, jika saja kepalanya tidak terluka dia mungkin bisa menolong Ridho dari tangan A.
[Kenapa anda tidak meningkatkan Kemampuan Taekwondo anda? Bukan hanya sistem pencari, Sistem juga mempunyai sistem hutang. Anda bisa menghutang kepada Sistem, tapi setiap minggu ada bunga dengan harga 100Juta jika anda tidak membayar dalam waktu satu minggu, bagaimana?]
Seperti dunia terpecah menjadi beberapa bagian, penglihatan Alex lagi lagi menjadi cerah dan berbunga bunga ia sangatlah senang dengan apa yang dikatakan oleh Sistem.
Alex langsung menjawab kepada Sistem dengan antusias sangat. "Naikkan! Naikkan sekarang juga, aku akan menggunakan sistem hutang!".
[Ding..! Menggunakan Sistem Hutang]
[Ding..! Meningkatkan Kemampuan,
Dimulai...!!
1%
5%
Seperti sebelumnya, seperti sebuah energi yang tidak ketahui asalnya dari mana masuk kedalam tubuh Alex membuatnya dengan tiba tiba menjadi sedikit bertenaga.
Alex menutup matanya dengan cepat tidak ingin melihat apa yang terjadi pada Ridho, sambil memohon untuk mencepatkan menghitung persen. "Tunggu aku, aku akan menolongmu!".
_______
Disisi lain A sangatlah terkejut sekaligus senang, dia melihat Alex tertunduk dengan mata yang sangat menyedihkan seperti dia sudah sangat frustasi dan menyerah dengan apa yang terjadi padanya.
A menyeringai menatap Ridho kembali yang juga menatap Alex dengan terkejut, sambil berkata. "Hehe, sepertinya temanmu sudah tidak sanggup lagi melawanku, ya. Ya, wajar saja dia sudah melawan banyak orang dan itu pasti sangat cape baginya apalagi dia seperti seorang amatir yang belum pernah merasakan apa itu medan perang, hehe!".
Ridho ingin menjawab tapi cekikkan A sangatlah kuat menyebabkan dia tidak bisa berkata sepatah katapun.
Tiba tiba, ntah darimana sebuah gravitasi seperti menariknya kebawah tanah, dan sebuah tulang patah berbunyi cukup keras yang bisa terdengar olehnya.
__ADS_1
Ridho sangat terkejut dan langsung menoleh kearah kanannya, dan wajah dan seluruh tubuhnya mengejang emosinya tercampur aduk antara terkejut dan senang, sambil berkata dengan suara yang sangat terkejut. "A-Alex..!!"
_______
Saat Sistem sudah selesai menghitung persen, Alex menghelakan nafas beberapa kali kemudian menatap kedepannya. Seketika matanya membelak dan emosi marah meluap luap dari tubuhnya, karena melihat temannya dicekik sangat kuat oleh A.
Tidak seperti sebelumnya, jika ini situasinya tadi mungkin dia akan tertawa tapi dari wajah Ridho dia bisa melihat kalau cekikkan itu bukanlah main main.
Tanpa dirinya sadari, tubuhnya bergerak sendiri dengan kecepatan yang sangatlah cepat. Setelah sampai di dekat A, Alex langsung melayangkan sebuah tendangan kearah lengan A dengan sangat kuat.
BRUKK!!
KREASKK!!
"AARRGGHHH!!!"
Teriakan A dan suara tulang patah berbunyi secara bersamaan. Ridho langsung terjatuh ketanah dan cekikkan dari A terlepas dari lehernya, membuatnya menghelakan nafas. Tapi saat melihat Alex dalam kondisi yang seperti sangatlah marah, dia menjadi sangat terkejut sambil berkata. "A-Alex..!!"
(N/A: novel g4y berkedok sistem. andai saja Ridho diganti cewe mungkin bakal mantap deh.)
Alex tidak memperdulikan panggilan dari Ridho dan menatap A yang tergeletak ditanah dengan tangan kiri yang sudah berbelok tidak pas diposisinya atau tangannya sudah patah.
"Bangunnn....!!!"
Alex tidak melakukan sesuatu tapi malah menyuruh A untuk bangun. Bisa terdengar suara Alex seperti mengandung banyak kemarahan dan kemurkaan.
A yang sedang merengek karena sangat kesakitan menjadi sangat kesel dengan perkataan Alex. "Sialan kauu!!"
Tanpa memperdulikan rasa sakit yang ia rasakan, A langsung bangkit kemudian dia langsung melayang sebuah pukulan kearah Wajah Alex.
BRUKK!!
Suara pukulan itu bukan dari Alex, tapi suara dari A. Belum sampai 5 detik, Alex seketika melayangkan tendangannya lagi dan langsung mengenai kepala A sampai menyebabkan A tersungkur ketanah lagi lagi.
"Bangunnn...!!"
Lagi lagi Alex menyuruh A untuk bangkit dari tanah.
A sangatlah terkejut, karena dia tidak bisa melihat arah dan tendangan Alex karena cepatnya. Dia menjadi kesel lagi dan bangkit dari tanah sambil berteriak. "AKAN KUPUKU-"
KEBUGGHH!!
Belum menyelesaikan perkataannya, Alex langsung melayangkan tendangan ke tepat wajah A dengan cukup kuat.
Tidak dibiarkan untuk tersungkur seperti tadi, Alex langsung melayangkan tendangan kearah perut samping A dengan cukup kuat, belum dibiarkan lagi Alex lagi lagi memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan tepat kearah tengkorak otak A.
Alex menendang dan memukul kepala A lebih dari 5 kali dengan cukup kuat. Bahkan Ridho yang melihat dari belakang seperti merasa apa yang di deritakan oleh A dengan kekejaman Alex.
Sampai mencapai 10 pukulan. Alex menarik kepala A dan langsung melayangkan dengkulnya kearah tepat hidung A dengan sangat kuat.
BRUKKK!!
Hidung A seketika menjadi patah karena kuatnya Alex medengkulkan dengkulnya kearah tepat hidungnya. Alex melepaskan tangannya dari A dan seketiak A langsung terjatuh ketanah.
Alex merasa sangat puas dan langsung menjatuhkan seluruh anggota badannya ketanah karena sangat kelelahan sembari menatap tubuh A dengan kondisi yang menyedihkan dengan muka yang sudah dilumuri oleh darah, bahkan lebih parah dari Alex. Sembari berkata. "Hah...Akhirnya selesai juga, sungguh melelahkan!".
__________________
Bersambung
N/A: Mon maaf pertarungan Alex dan A tidak seperti yang kalian pikirkan. Tadinya gw berniat untuk bikin pertarungan Alex sama A cuman beberapa ratus kata doang, tapi gw kagak nyangka bisa sampe 1700 kata lebih, gw cuman bisa mohon maaf deh.
__ADS_1