Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 030


__ADS_3

Saat ingin membuka Baksonya, dia menjadi bingung. Alex menoleh kearah Kakek itu dengan wajah yang malu. "Ini, bagaimana kita bisa makan tanpa mangkuk?" tanya Alex dengan wajah sedikit memerah.


________________________


"Hahaha..." Kakek tersebut tertawa kencang, dia menoleh kesamping seperti ingin mengambil sesuatu. "Untung saja Kakek membawa mangkuk yang bersih." Kakek itu tersenyum menunjukkan 2 Mangkuk kepada Alex.


"Heh? Bagaimana Kakek memiliki Mangkuk?" tanya Alex dengan aneh.


"Oh, ha, ini....Hemm, ha...Mangkuk ini untuk aku minta makan, ya benar untuk minta makan ha haha..." Kakek itu berkeringat dikit, membuat alasan yang konyol.


"Hemm, begitukah. Baiklah mari kita makan." Walaupun alasannya konyol Alex tetap percaya saja dan mengambil salah satu mangkuk.


_____________


Beberapa puluh menit kemudian, Alex dan Kakek itu telah selesai makan. Saat ini mereka berdua berbicara dengan suka gurau saja.


"Ohh benar juga, siapa nama Kakek?" tanya Alex baru keingat kalau dia belum meminta nama Kakek itu.


"Ohh nama Kakek Wijar, kau bisa memanggilku Kakek Wijar." Jawab Kakek itu atau Wijar dengan senyuman.


"Begitukah, perkenalkan nama saya Alexander Kakek bisa menanggilku Alex".


"Ohh nama yang cantik ya sesuai seperti orangnya, hehe." Balas Kek Wijar terkikik. Alex sedikit kesel karena dibilang cantik olehnya, pasalnya dia tidak ingin menjadi femboy.


"Ohh benar, kenapa kau menolong orang sepertiku? Aku ini kotor dan bau, sedangkan kau orang yang tampan dan wangi." Lanjut Kek Wijar menunjukkan pakaiannya dengan sedih.


Alex tidak menjawab dan hanya menatap langit malam. "Saya pernah merasakan menjadi orang Miskin, saya pernah merasakan menjadi orang yang Bau, saya pernah merasakan menjadi orang yang jelek.


Saya di ajarkan oleh orang tua saya untuk melakukan hal yang baik kepada siapapun, walaupun orang itu miskin dan bau." Balas Alex tidak berpaling dari langit.


Kek Wijar tersenyum manis sembari menatap langit seperti Alex, seraya menjawab. "Begitulah Dunia, kau akan merasakan kenikmatan jika kau memiliki wajah yang tampan, uang yang banyak dan memiliki semua yang di impikan oleh orang orang.


Sedangkan, jika kau memiliki wajah yang jelek dan miskin, maka kau tidak akan pernah merasakan apa itu bahagia dan kesusahan akan terus mengikutimu."


Alex menatap Kek Wijar dengan aneh. Karena jawaban Kek Wijar tidak cocok dengan apa yang dikatakan oleh Alex, tapi dia tersenyum saja dan menatap langit kembali sambil menjawab.


"Keluarga. Keluarga adalah sesuatu yang sangat penting yang akan menerimamu, yang akan membuatmu bahagia, yang akan selalu bersamamu dimanapun kau berada walaupun engkau berada di ujung jurang".


Kakek Wijar semakin menyunggingkan senyumannya, seraya menjawab. "Jika Keluarga kita jahat atau tidak memiliki Keluarga, apa yang bisa harus kita lakukan?"


Alexpun menjawab. "Kerja keras. Kerja keras merupakan motivasi terpenting untuku, jika kita berkerja keras maka kita akan mencapai apa yang kita impikan.

__ADS_1


Kita tidak perlu mendengar apa yang di katakan orang walaupun mereka mengatakan bahwa kau jelek, hitam, bau dan sebagainya. Ingatlah, jangan pernah pantang menyerah teruslah maju dan terus berkerja keras. Dengarkan semua hinaan mereka sebagai motivasi untukmu.


Tanpa kerja keras kita tidak akan pernah membungkam mulut seluruh orang yang menghina kita. Kita ambil contoh, bagaimana kita ingin masuk kedalam Surga?".


Kek Wijar aneh dengan pertanyaan Alex, tapi dia menjawab. "Kebaikan dan Ketaatan".


"Anda tau itu, jika kita melakukan kebaikan kita pasti akan bekerja keras untuk melakukan kebaikan itu, dan akan berkerja keras untuk tidak melakukan hal yang jahat atau berdusta agar kita taat kepada Tuhan.


Jika kita tidak melakukan hal tersebut sama saja kita akan masuk kedalam neraka. Itulah kenapa kerja keras merupakan motivasi terpenting bagi saya."


Perkataan Alex membuat Kek Wijar sangat terkejut sampai mulutnya terbuka lebar. Dia menundukan kepalanya menyerap semua apa yang dikatakan oleh Alex.


"Hah..." Kek Wijar mengangkat kepalanya memandang Alex dengan tersenyum. "Kau sungguh bijak ya haha." Kek Wijar tertawa pecah mengelus kepala Alex dengan tangan kotornya.


"Ha ha ha....Tidak kok, ini hanya cerita apa yang saya rasakan saja." Alex tertawa terpaksa menggaruk pipinya yang tidak gatal, dengan pandangan entah kemana.


Kek Wijar melepaskan elussannya dan memandang kejalanan dengan tersenyuman. "Apa yang kau katakan memang benar, Kerja Keras merupakan motivasi terpenting.


Hanya saja kita hidup di dunia yang kejam, yang isinya hanya Uanglah yang berkuasa tanpa uang kau tidak akan bisa memerintahkan seseorang".


Alex memandang kejalannan juga sambil menjawab. "Memang benar, tapi uang bukanlah segalanya. Kita ambilah contoh yang sangat padat, jelas, dan singkat. Apakah uang bisa memasukkan kita kedalam Surga?".


Alex menjadi malu. Dia tidak menghindar tepukan dari Kek Wijar karena itu tidak sakit. Dia mengalih pandangannya ke samping dan seketika dia sangat terkejut.


"Astaga...Aku melupakan Baksonya." Alex sangat terkejut menepuk jidatnya dengan kuat. Dia memesan Bakso dengan Mie putih, jika di biarkan terus maka Mienya akan mengembang dan tidak enak bila dimakan.


"Hahaha....Kalau begitu pulanglah, jika kau ingin kemari lagi datanglah." Kek Wijar tersenyum menepuk pundak Alex dengan pelan.


Alex tidak menjawab tapi dia mengeluarkan Dompetnya dan mengeluarkan semua Uang yang ada di kantungnya atau uang sebesar 350Ribu.


"Kek, tolong ambilah Uang ini mungkin ini akan berguna untukmu." Alex menyodorkan uang itu kepada Kek Wijar.


"Heh?" Kek Wijar sangat terkejut, dan dia langsung menolaknya dengan cepat. "Tidak tidak, Kakek tidak membutuhkannya. Ambilah saja uangmu, dan berilah kepada orang yang membutuhkan lebih dari Kakek".


"Sudahlah." Dengan paksa, Alex memasukkan Uangnya ke kantung baju Kek Wijar. "Terima saja uangku, lagian aku mendapatkan uang lebih akhir akhir. Doakan saja aku mendapatkan uang yang lebih agar bisa memberi seluruh orang yang membutuhkan." Lanjut Alex sambil berdiri.


Kek Wijar menghelakan nafas berat dan tersenyum saja pada Alex. "Amin, semoga kau selalu di ikuti oleh Rezeki dan Kenikmatan".


Alex tersenyum, sebelum pergi Alex bersalaman terlebih dahulu dan Kek Wijar menerima saliman tersebut.


Setelah selesai, Alex berjalan kearah Mobil dan masuk kedalam. Alex melambaikan tangannya kepada Kek Wijar setelah itu dia langsung pergi menuju ke Kostnya.

__ADS_1


Kek Wijar hanya tersenyum saja, dia menyenderkan punggungnya dan menaikan kaki kanannya sambil mengingat perkataan Alex, membuatnya semakin tersenyum.


Beberapa menit setelah Alex pergi, sebuah Mobil Sedan bewarna Hitam tiba tiba berhenti didepan Kek Wijar.


Turun 2 Orang Pria berpakaian Jas dan kaca mata hitam, dan salah satu Pria membawa sebuah Jas besar di tangannya. Kek Wijar hanya menutup matanya saja tidak memperdulikan 2 Pria tersebut.


Saat kedua Pria itu sampai didepan Kek Wijar, mereka menunduk kepala mereka dengan cepat hormat.


"MAAF....KAMI TERLAMBAT!!!" Teriak mereka berdua secara bersamaan. Di sekitar mereka tidak ada orang yang berlalu lalang, jadi mereka tidak khawatir bila di tatap aneh.


"Hemm..." Kakek Wijar hanya berdehem sedikit sembari berdiri dari duduknya. pria yang tadinya membawa Jas berjalan kearah Kek Wijar dan langsung memakaikan Jas tersebut ke pundak Kek Wijar.


Setelah memakaikannya, Kek Wijar berjalan sembari berbicara tanpa menoleh. "Terima kasih karena terlambat, karena kalian aku menemukan seorang yang ku tunggu tunggu. Gaji kalian akan naik!!".


Kedua Pria itu sangat terkejut sekaligus senang. Tanpa berbicara, salah satu Pria berlari membuka Pintu Mobil untuk Kakek Wijar.


Kek Wijar menganguk saja dan masuk kedalam Mobil dengan santai dan tenang, Kedua Pria itu juga masuk kedalam Mobil bagian depan dan menancap Gas Mobilnya menuju Rumah mereka.


___________


Beberapa puluh menit dalam Perjalanan.


Kekek Wijar telah sampai di sebuah Rumah yang sangat mewah, indah dan besar, bahkan lebih dari Rumah yang di beli oleh Alex beberapa waktu sebelumnya.



(Bukan rumah gw, rumah orang pastinya)


Salah satu seorang penjaga membuka Pintu gerbang saat melihat Mobil yang dipakai oleh Kek Wijar dan Kedua Pengawalnya.


Setelah sampai di depan Rumah, salah satu Pria lagi membuka Pintu Mobil untuk Kek Wijar dan Kek Wijar keluar dari Mobil.


Setelah itu dia masuk kedalam Rumahnya, dan seketika disitu bisa terlihat kalau di dalamnya sangatlah indah dan mewah, barang berwarna emas bisa terlihat dimanapun.


Saat sudah melangkah kakinya beberapa puluh langkah, tiba tiba Seseorang memeluk punggung Kek Wijar dengan erat sampai membuatnya sedikit tercekik. Kek Wijar menoleh kebelakang, dan dia bisa melihat seorang Wanita muda yang sangat cantik menatapnya dengan pipi menggembung.


________________________


Bersambung.


N/A: Gw malu bet anj buat chapter ini, mon maaf ya jika ada kata kata kurang di atas aowkqwok. Yang gw tulis apa yang ada di otak gw, jadi gw minta maaf kalau kata katanya kuras pas. Jangan bully gw dong, ya jika kalian mau bully mah bodo amat sih gw kagak peduli.

__ADS_1


__ADS_2