
"Anisa, Anisa....Sepertinya kau tidak sabar lagi ya. Baiklah, tunggulah aku setelah ini aku akan memakanmu, hiihi." Tanpa berlama lama lagi, Alex mengambil makanan yang disajikan di lemari dengan jumlah yang banyak, dan langsung memakannya.
____________________
⚠️PERINGATAN⚠️
-BUAT BOCIL DI HARAPKAN JANGAN MELIHAT CHAPTER INI, DARI PADA MATA LU YANG SUCI DI NODAI OLEH HAL HAL YANG BERBAU S*X.
-DOSA TANGGUNG SENDIRI, TERIMA KASIH.
_____________________
Beberapa menit kemudian Alex telah selesai makan. Saat ini dia sedang duduk di kursi dan ada sebuah Teh di di depannya, raut wajahnya menandakan bahwa dia sedang gugup.
"Uhh...Bagaimana bisa aku menjadi gugup setelah selesai makan? Apakah aku takut ketemu dengan Anisa?" gumamnya bertanya sediri pada dirinya sambil menatap kebawah dan kedua tangan memegang lututnya.
Setelah berpikir beberapa menit, Alex berdiri dari kursi dengan tekad yang kuat dan tangan terkepal. "Sebagai seorang lelaki, aku tidak boleh gugup dan harus berjalan maju walaupun di depan ada beribu ribu anak panah".
Setelah bergumam, Alex berjalan keluar Kost dan langsung turun kebawah. Sebenarnya, dia merasa aneh dengan orang yang berada di sebelah kamarnya, karena dia sangatlah jarang melihat orang tersebut keluar.
Alex pernah melihat orang itu keluar, tapi dia tidak tau bagaimana bentuk wajahnya bahkan tidak tau apa jenis kelaminnya. Karena orang itu selalu keluar dengan pakaian yang menutup seluruh tubuhnya.
Tanpa memperdulikannya, Alex telah sampai di depan pintu Rumah Anisa. Saat ini sedang sangat gugup, bahkan setelah bergumam hal yang keren dia tetaplah gugup. Menguatkan tekatnya, Alex mengetuk pintu rumah Anisa dengan pelan.
TOK! TOK! TOK!
Bersamaan saat Alex telah selesai mengetuk, suara langkah kaki berasal dari dalam Rumah Anisa terdengar sampai di luar.
KREKK!!
"Iyaa, siapa yang datan- Ahh.....Apa yang kau lakukan disini?" Anisa membuka pintu rumahnya dan ingin menyambut orang yang mengetuk Pintu itu, tapi saat melihat Orang tersebut wajahnya seketika memerah semerah tomat.
Tanpa dia sadari, dia sudah mundur beberapa langkah kedalam rumah. Alex hanya tersenyum kencut saja seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Humm....Apakah aku tidak boleh datang untuk bertamu?" tanya Alex dengan harap.
"B-Bukannya begitu...." Jawab gugup Anisa. Dia selalu mengingat apa yang di lakukan oleh Alex, bahkan setiap detiknya, maka dari itu ia ingin menghindarkan Alex beberapa waktu agar memenangkan pikirannya.
Melihat wajah berharap Alex, Anisa sedikit luluh di hatinya. Bahkan jika dia tidak bisa mengontrol dirinya, dia sudah memeluk Alex dari tadi saat melihat Wajahnya.
"I-ini...Emm, silahkan masuk" mau tidak mau, Anisa mempersilahkan Alex memasuki rumahnya.
Wajah Alex tersenyum dan masuk kedalam rumah Anisa. Alex saat ini sedang menahan nafsunya, karena saat ini Anisa sedang menggunakan sebuah daster yang membuatnya terlihat sangat menggoda.
Setelah Alex masuk, dia di perlihatkan dengan suasananya yang sangat adem dan damai. Karena semua yang barang barang di dalamnya tertata dengan rapi.
Alex mengalih pandangannya kebelakang menatap Anisa yang sedang menunduk dengan malu.
"M-Maafkan aku, karena rumahku sedang berantakan." Ucap pelan Anisa memainkan tangannya dengan imut.
Mata Alex membelak dengan apa yang dikatakan oleh Anisa. 'Kau bilang berantakan? Apakah rumah secantik ini kau bilang berantakan? Jadi bagaimana dengan rumahku, apakah kau menilai di dalam rumahku seperti kapal pecah?' batinnya dengan kesal.
"Ha ha ha ha....Tidak apa apa." Balas Alex tertawa terpaksa, tapi di hatinya dia sedang manahan kesel.
__ADS_1
Anisa tidak menjawab tapi dia berjalan ke arah bangku yang terlihat mahal dan duduk. Anisa memandang Alex dengan malu tapi diabseperti memberi isyarat untuk datang kepada dan ikutan duduk.
Alex tersenyum dan berjalan ke arah Anisa langsung duduk di sampingnya. Sontak Anisa memerah dan bangkit dari duduknya pergi kekursi lainnya. Alex tersenyum kencut saja melihat tindakannya.
"Humm...Hum..." Alex terbatuk batuk untuk menjernihkan pikirannya.
"A-Apa yang membuatmu datang ketempatku?" tanya Anisa yang masih membuat wajah yang malu.
"Itu...Aku hanya ingin meminta maaf apa yang terjadi tadi pagi" ucap Alex dengan membuat wajah bersalah.
"Aah....tidak tidak aku juga menikmat- Maksudku.....Dasar bajingan mesum! Apa yang kau lakukan adalah perbuatan yang hina dan keji! Kau sudah membuatku menjadi wanita yang kotor..!"
Anisa hampir kecoplossan, tapi dengan otaknya yang pintar dia berdiri dan langsung memaki Alex. Tapi wajahnya memerah semerah tomat, yang membuat raut wajahnya tidak cocok dengan perkataannya yang kejam.
Alex menundukkan kepalanya dengan bersalah. Tapi di hatinya dia tertawa terbahak bahak. 'Hahaha....Anisa, pasti kau ingin bilang kalau kau menikmatinya bukan? Baiklah, rencana ke satu sudah selesai, sekarang aku akan melakukan rencana ke dua.' Gumamnya menyeringai.
Alex mengangkat kepalanya yang masih membuat membuat wajah bersalah. Dia berdiri dan berjalan ke Anisa, setelah di depannya dia duduk Seiza atau duduk tradisional orang Jepang.
"M-Maka dari itu, m-maafkan aku." Setelah duduk, Alex mengambil tangan kanan Anisa dan menaruh dahinya, seraya menjawab dengan menangis.
Anisa merasa kasihan dengan Alex, dia langsung memeluk tubuh Alex. "Humm...Aku sudah memaafkanmu." Jawab Anisa sembari mengelus punggung Alex yang bidang.
Alex yang di peluk oleh Anisa membuat wajah yang aneh. 'Tunggu, ini tidak seperti yang ku rencanakan dan kuduga. Kenapa dia memelukku begini? Heheh...Tapi mungkin dengan ini rencanaku berjalan lebih cepat.' batinnya menyeringai.
"HUAAA.....!!" Alex menangis lebih kencang seraya memeluk Anisa lebih erat.
Anisa membiarkannya saja sambil mengeluskan punggungnya. Bahkan dia tidak menyadari lagi, kalau sebenarnya dialah pihak yang di rugikan.
Saat merasakan *********** mengenai dada bidang Alex, wajahnya seketika memerah lagi. Tapi dia tidak melepaskan pelukannya dan dengan malu membiarkannya saja.
"A-Anisa...." panggil Alex dengan jenuh.
"I-Iyaa, ada apa?" balas Anisa membuat wajah memerah.
"B-Bolehkah aku menciummu sekali saja?" jawab Alex dengan penuh harap di matanya.
"A-Apaa, k-kau ingin menciumku?!" seketika wajah Anisa memerah dan bertanya dengan nada tinggi. Alex hanya menganguk dengan sedih.
"K-Kau boleh menciumku, t-tapi kau tidak ***- HUMPP~" Sebelum menyelesaikan perkataannya, bibirnya di cium oleh Alex dengan sangat cepat.
Dia mendorong tubuh Alex dengan kuat, tapi dia tidak bisa mendorongnya. 'Sialan! Apa yang dia lakukan? Tapi, rasa ini, rasa ini yang kuharap sejak lama.'
Tadinya dia tidak mau, tapi sekarang dia menerima ciuman itu dengan senang hati, sampai lidahnya dengan lidah Alex saling bertemu membuat ciuman itu semakin cumbu.
Alex tersenyum saja dan menggerakan tangan kanannya ke buah surga yang di impikan oleh para laki laki dan langsung memegangnya. Anisa membiarkannya saja dan menikmati ciuman dan elusan, karena dia sudah terjebak dengan nikmatnya duniawi.
Beberapa menit kemudian, Alex melepaskan ciumannya dan memandang wajah Anisa dengan nafsu.
"A-Anisa.."
"A-Alex..."
Alex seketika menjadi bersemangat dan langsung menggedong tubuh Anisa yang ramping membuatnya terkejut.
__ADS_1
"KYAA...!!" Kejut Anisa, tapi tidak marah dan memegang wajah Alex saja.
Karena sudah terjebak dengan nafsu, Alex langsung mengendong Anisa menuju sebuah kamar. Setelah sampai, Alex menjatuhkan tubuh Anisa ke tempat kasur yang empur seraya membisikkan sesuatu.
"Anisa, boleh kita melakukan hal itu." Tanya Alex dengan suara yang panas di dekat kuping Anisa.
Anisa memerah dan menganguk saja tanpa dia sadari. Alex langsung bersemangat dan mencium bibir Anisa sekali lagi, sambil tangannya bergerak melepaskan baju yang di pakai oleh Anisa.
Setelah selesai membukanya, Alex di perlihatkan oleh Aset Anisa yang sangatlah indah dan berisi. Apalagi di daerah bahwanya yang bewarna pink tanpa hutan.
Beberapa puluh menit kemudian, Alex dan Anisa saat ini sedang tidak menggunakan sehelai pakaian. Juga, saat ini Anisa sedang di bawah Alex dengan wajah memerah.
"A-Anisa...Boleh aku memasukinya?"
Anisa tidak menjawab dan menatap kebagian naga Alex, sontak dia menjadi mengigil dan ketakutan. Dia seperti melihat sebuah tombak yang sangatlah panjang, dan mendominasi.
"I-itu sangat panjang....K-kau boleh memasukinya, tapi kumohon perlahanlah" jawab Anisa setelah beberapa saat.
Alex tidak menjawab tapi mengelus kepala Anisa dengan pelan, setelah itu dia memegang Naga panjangnya menuju sebuah Goa yang sangatlah indah dan langsung melengketkan Naganya ke Goa tersebut.
"Hugghh...Ahhh...." Erangan Anisa membuat nafsu birahi Alex menjadi semakin tinggi.
Karena tidak ingin menyakiti Anisa, dia memaju badannya menuju kedalam Goa itu lebih dalam.
"AHHH.....!!" Bersamaan dengan Erangan kuat Anisa, sebuah darah suci keluar dari dalam Goa Anisa. Alex sangat terkejut dan menatap Anisa.
"Kau masih perawan?" yah, Darah itu manandakan kalau Keperawanan yang dijaga baik baik oleh Anisa selama ini telah hilang.
"Humm...K-Kau tau, aku bukan wanita murahan. Karena kaulah yang menbuatku menjadi wanita murahan." Jawab Anisa dengan malu.
Alex semakin semangat karena dia tidak mendapatkan barang seken, tapi dia mendapatkan barang yang masih di segel.
Tanpa dia sadari dia memajukan Naganya kedalam Goa dengan sangat cepat membuat teriakan kuat dari Anisa.
"AWW....! S-Sakit sekali." Karena kelakuan Alex, Anisa berteriak mengeluarkan air mata.
Alex merasa bersalah dan memundurkan Naganya dari Goa, sembari mengelus kelapa Anisa dengan bersalah.
Beberapa menit kemudian, Anisa telah membaik. "K-Kau boleh memajukan itumu kedalam ituku" jawab Anisa.
Dengan semangat membara, Alex memegang Naganya kembali dan memajukan ke dalam Goa dengan perlahan. Hal tersebut membuat erangan dari mulut Anisa.
"Uhh...Ahh....Mpsshh....Lagi, ahh..."
Erangan yang menggoda dan seksi menggema di seluruh Ruangan kamar Anisa. Mereka terus melakukan hal yang nakal sampai berjam jam. Bahkan saat Anisa menolak untuk melakukan lagi, Alex dengan paksa melakukan hal tersebut sampai dia puas.
Kasur yang mereka gunakan sudah di basahi oleh sebuah Cairan suci dan ada sebuah darah. Juga, tanpa mereka sadari Kasur yang mereka gunakan sudah hancur karena kelakuan Alex seperti Hewan Buas.
________________________
Bersambung
N/A: Sorry bro, Chapter ini cuman kebanyakan basa basi doang. Dan juga maaf karena gw kagak berbakat dalam hal seperti ini, jadi mohon maaf gak bisa membuat yang lebih baik.
__ADS_1
-Kedepannya bakal aku cepetin deh biar ga lambat seperti ini. Dan juga maaf cuman bisa up 1x, ntr siang kalau ga ada masalah bakal gw up 2x, deh.