
Alex tidak menjawab tapi menanda tangani Dokumen tersebut. Alex akui kalau melakukan hal ini sangatlah membuatnya pening. Pasalnya karena ini pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini dan itu membuatnya sedikit kebingungan.
____________________
Karena Otaknya sedikit bertambah pintar karena kemampuan dari Detektif dan itu bisa dia lakukan dengan mudahnya.
Beberapa menit kemudian dia telah menyelesaikan menanda tanganin, sekarang dia memberikannya kepada Yuni kembali. "Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Kamu harus membayarnya terlebih dahulu, setelah itu baru kamu tanda tangani Hak Tanah ini." Jawab Yuni menunjukkan Mesin EDC dan Surat Tanah.
Alex menganguk seraya mengeluarkan ATMnya dari Dompet. Setelah mengeluarkan ATM, dia mengambil Mesin EDC dan menggesek ATM yang diamiliki. Setelah itu barulah dia mengetik ngetik Mesin EDC tersebut, dan suara dari Mesin EDC mengejutkan Yuni.
TING! TING!
Keluar sebuah Kertas dari Mesin EDC tersebut. Alex mengambil Kertas tersebut dan menyerahkan Kertas itu kepada Yuni dengan pandangan yang sedikit sombong.
"Bacalah".
Dalam keadaan linglung, Yuni menganguk sembari mengambil Kertas yang di pegang Alex. Dan benar saja dengan pikirannya disitu tertulis....
[Anda Telah Berhasil Mentransfer Uang Tunai Sebesar 3.500.000.000 Kepada Real Estate MJLN Medan Jaya Land]
Dan itu menandakan kalau Alex telah berhasil mentransfer Uang. Dia mengangkat kepalanya menatap Alex dengan ekspresi terkejut.
"Tidak perlu terkejut seperti itu, aku hanya orang biasa saja." Alex sedikit merasa malu saat di pandang oleh Yuni.
Yuni menatapnya dengan ekspresi kesel saja. 'Kau bilang orang biasa? Setelah kau mentransfer uang 3,5M kau bilang orang biasa? Apakah kau ingin di gebukin masa?' gumamnya kesel.
"Humm....Humm...." Yuni berdehem beberapa kali agar memfokuskan pikirannya yang Traveling kemana mana. Setelah itu, dia menatap kembali pada Alex.
"Setelah selesai mentransfer, saatnya kamu menanda tangani Hak Tanah ini." Ujarnya menyerahkan Dokumen Hak Tanah kepada Alex.
Alex menganguk mengambil Kertas yang di pegang oleh Yuni, setelah itu dia menanda tanganin Dokumen itu dengan cepat.
Setelah semua step untuk membeli rumah telah selesai, Yuni berdiri dari wajahnya dengan senyuman bahagia.
"Selamat ya, sekarang kamu telah menjadi pemilik dari Rumah itu" Yuni tersenyum sembari mengulurkan tangan kepada Alex untuk bersalaman.
"Humm...." Alex bahagia, dia berdiri juga dan memegang tangan Yuni dengan ekspresi yang tersenyum senang.
"Benar juga, apakah kamu ingin melihat Rumahnya sekarang atau nanti nanti saja?" setelah selesai bersalaman, mereka berdua duduk kembali. Yuni menanyakan pada Alex merasa kalau suasana menjadi canggung.
__ADS_1
"Jika Ibu memiliki waktu untuk melihat Rumahnya aku bisa, jika tidak yaudah nanti nanti saja. Oh iya, apakah Resya sudah selesai?" jawabnya menanyakan keadaan Resya yang dari tadi tidak kelihatan.
"Ibu siap kapanpun kau mau. Juga, sepertinya Resya telah selesai tu-" belum menyelesaikan bicaranya. Suara gadis muda memotong bicara Yuni.
"Apakah kalian baru saja menceritakanku?" Wanita itu tak lain adalah Resya yang muncul di belakang Alex dengan senyuman terpanpang di wajahnya.
Alex tidak terkejut dan hanya memasang wajah tersenyum saja padanya.
"Benar, kami baru saja menceritakanmu. Dan lagi, sepertinya kau membawa Domba yang besar kali ini, ya" Yuni menjawab tersenyum menggoda pada Resya.
"Apa maksud Ibu?" tentu Resya merasa aneh. Yuni menyerahkan Kertas Transfer tadinya kepada Resya, dan Resya mengambilnya. Saat membacanya dia terkejut setengah mati, dia menoleh kearah Alex.
"A-Apakah kamu membeli Rumah Seharga 3,5Miliar?!" tanya Resya dengan suara yang lumayan tinggi.
"Husst...Pelankan suaramu." Alex menutupi mulut Resya dengan telunjuknya. "Benar, aku membelinya apakah ada masalah?".
"Humm, tidak sih hanya saja aku sedikit terkejut." Resya menjawab dengan malu karena bibirnya baru saja dipegang oleh Pria yang baru saja dia kenal.
Yuni menggelengkan kepala saja, sembari bertanya pada Resya. "Apakah kau mau ikut? Kami ingin pergi ke Rumah yang dia beli, pas sekali bukan kita telah selesai bekerja dan waktunya pulang. Bisalah yakan sesekali di antar olehnya" tanya Yuni memasang wajah menyeringai pada Alex.
"Tentu saja aku akan ikut, aku juga penasaran bagaimana Rumah seharga 3,5Milliar asli. Selama ini aku hanya lihat dari foto dan vidio saja." Jawab Resya.
Dalam hati Alex dia hanya kesel saja karena Yuni seenaknya bilang kalau dia akan mengantar mereka berdua. Lagian hari sudah menjelang sore, dan waktunya dia pulang. Juga dia sangat kangen dengan Anisa, apalagi bau ketiak Anisa.
Setelah keluar, Alex, Resya dan Yuni masuk kedalam Mobil Alex yang terpakir di parkiran. Alex langsung menancap Mobilnya dengan santai dan tenang saja sambil berbicara santai pada mereka.
Lokasi Rumah yang Alex dibeli olehnya lumayan jauh dari lokasi Kost yang dia sewa dengan Anisa. Yah, jika itu menaiki Mobil hanya memakan setengah jam bahkan lebih.
Beberapa puluh menit kemudian, Alex memberhentikan Mobilnya saat mereka telah sampai di sebuah Komplek yang terlihat mewah. Bahkan dari jarak yang jauh, Alex bisa melihat perumahan yang sangat mewah didalamnya.
"Apakah ini Lokasi yang betul?" Alex menoleh menatap Yuni yang berada di belakang untuk memastikan. Sedangkan Resya berada di samping Alex duduk.
"Ini memang Lokasinya, masuk saja dulu kau akan melihatnya nanti." Jawab Yuni dengan nada misterius.
Alex menganguk percaya saja sembari menjalankan Mobilnya kearah Pos Satpam, saat ingin masuk mereka di berhentikan oleh salah satu dari Satpam tersebut.
TOK TOK TOK!!
Satpam itu mengetuk Kaca Mobil Alex dengan pelan. Dan Alex membuka kaca Mobilnya.
"Apakah anda sedang mencari seseorang?" tanya Satpam itu setelah Alex membuka kaca Mobilnya.
__ADS_1
"Tidak, aku sedang tidak mencari seseorang. Aku hanya ingin masuk kedalam Rumah yang baru kubeli." Jawab Alex menunjuk Kunci Rumah yang baru saja dia ambil dari Yuni.
Satpam itu mengambil Kunci yang dipegang oleh Alex dan melihatnya dengan teliti. "Ahh! Ini memang Kunci Rumah Komplek ini, maafkan saya karena menggangu perjalanan anda." Satpam itu meminta maaf dengan tulus pada Alex.
"Tidak usah berterima kasih, sudah sepatutnya anda memberhentikan orang asing seperti saya. Jika begitu saya akan masuk, ya." Balas Alex. Dan Satpam itu hanya menganguk saja.
Alex masuk kedalam Komplek, setelah masuk apa yang dia lihat adalah sesuatu yang sangat mengejutkan dan dia impikan sejak dulunya. Karena semua perumahan yang berada di Komplek ini bertingkat dan indah, bahkan Alex tidak bisa tidak mengalih pandangannya dari perumahan.
Beberapa menit menjalankan Mobil, Alex berhentikan Mobilnya saat Yuni bilang kepada kalau itu adalah Rumahnya.
Alex menjadi kagum kembali karena Rumah yang dia pandang sekarang akan menjadi Rumahnya selamanya. Dia tidak tau apakah dia harus nangis sekarang atau tertawa, karena ini seperti mimpi baginya.
Dia turun dari mobil menatap Rumah di depannya dengan keadaan yang sedikit linglung karena tidak yakin.
[Semua yang ada di gambar, punya saya. Tapi dalam mimpi, SAT!!!]
Bahkan Yuni dan Resya menatap aneh pada Alex, mereka berpikir Alex seperti kesenangan. Jikalau iya, mereka berpikir pasti akan aneh. Tidak mungkin orang yang memiliki Uang yang sangat banyak tidak pernah melihat rumah sebesar ini, apakah ini pertama kalinya Alex melihat hal seperti ini. Pikir mereka berdua bersamaan.
"Kenapa kau melamun seperti ini? Ayo masuk kedalam, ini akan menjadi Rumahmu" Yuni berjalan maju ke arah Alex memegang pundaknya.
"Hah...Hemm, benar juga" Alex tersadar dari linglungnya. Dia berjalan maju kearah pintu, setelah sampai dia membuka Pintu dengan Kunci yang dipegang dengan tangan sedikit gemetar.
KRETEKK!!
Pintu terbuka, hal yang pertama Alex lihat adalah sesuatu yang mengejutkan. Dia menoleh kebelakang menatap Yuni dan Resya dengan tatapan datar.
"Kenapa rumahnya sangat kotor sekali?" Yahh, Alex sangat terkejut karena hal yang pertama dia lihat adalah kondisi Rumah yang sangat kotor bahkan debu dan jaring laba laba menutupi setiap sudut rumahnya.
"Ha ha ha....Ini karena Rumahnya tidak pernah dihunikan." Jawab Yuni dengan malu. Jika taunya begini dia tidak mungkin memperlihatkannya pada Alex, itu akan membuat Real Estatenya di cap sebagai Real Estate yang tidak becus.
"Hah...." Alex hanya menghelakan nafas berat sembari mengeluarkan Handphonenya. "Bisakah Ibu memberi Nomor Rengkening Ibu? Tolong, belikan semua barang barang untuk Rumah ini, seperti TV, Sofa, Karpet, Kasur, Bantal, Alat Dapur dan lainnya".
"Kalau itu mah kamu tenang saja, semua akan beres jika kami yang melakukannya. Dan semua barang itu pastinya barang berkualitas." Jawabnya memberikan Nomor Rengkeningnya pada Alex.
Alex menganguk saja seraya mencatat Nomor Rengkeningnya dan langsung memtransfer Uangnya. "Apakah 500Juta itu cukup?" tanya Alex menyimpan kembali Handphonenya setelah selesai mentransfer.
"Itu lebih dari cukup, kamu tenang saja kami akan berusaha untuk mencari barang yang bagus bahkan lebih dari kata bagus." Yuni menjawab tapi matanya memandang Handphonenya yang mendapatkan Transferan 500Juta. Alex menganguk senang saja sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam Rumah yang sudah menjadi miliknya.
________________________
__ADS_1
Bersambung.
N/A: Maaf kalau Alurnya lambat.