
Beberapa menit kemudian, Alex telah sampai didepan Kontrakannya dan seperti biasa, Kontrakan sepi seperti biasa. Alex turun dari mobil dan berjalan kearah Kamar Kontrakannya.
________________
"Hah.....Akhirnya aku sampai dirumah juga." Ucap Alex seraya menjatuhkan dirinya ketempat duduk.
Alex merasa aneh, karena sebelum dirinya pergi berkerja, lantai rumahnya sangatlah kotor. Dan saat dirinya pulang, dia melihat kalau Kontrkannya sudah bersih tidak ada satupun sampah yang berserakan di lantainya.
Alex hanya tersenyum saja, dia sudah menduga siapa yang membersihkan Kontrakannya. "Sepertinya aku harus berterima kasih padanya".
Alex menyenderkan punggungnya kebelakang kursi untuk bersantai. "Ohh bener juga, aku belum memakan Pill Mempertampankan Wajah." Gumam Alex menjadi semangat dan bangkit dari duduknya.
Dia membayangkan sebuah Pill seperti sebelumnya. Dia membuka matanya dan melihat sebuah Pill sebesar kelereng muncul ditangannya.
Alex menjadi sangat semangat dan langsung pergi berlari kearah kamar mandi. Setelah sampai, dia menghadap kekaca dan melihat wajahnya.
"Hahaha....Jika yang dikatakan oleh Sistem kebenaran, maka selamat tinggal Wajah jelekku yang sudah menemaniku selama 19 Tahun." Gumam Alex tersenyum seraya membelai wajahnya sendiri.
Alex mengalih pandangannya melihat Pill di tangannya, tanpa berlama lama dia langsung memakannya dengan mata terpenjam.
Merasakan kalau Pill tersebut sudah memasuki tenggorakannya, Alex membuka matanya dengan perlahan dan melihat sesuatu yang sangat mengejutkannya.
"A-Apaa...?!" Dia sangat terkejut bahkan tidak bisa berkata apa apa, dia membelai wajahnya dan mencoba memastikan, apakah ini hanya ilusinya. Wajahnya menjadi gelap dan mengepal tangannya dengan kuat.
"Kenapa tidak ada yang terjadi padaku! Sialan!" teriak Alex dengan keras sampai menggema diseluruh kamar mandi.
"Oiy, Sistem. Apa yang terjadi padaku? Kenapa tidak ada perubahan?" gumamnya setelah tenang.
Tapi, tidak ada jawaban dari Sistem. Alex hanya menghelakan nafas, sembari bergumam. 'Hah.....Bodohnya aku, kenapa aku harus percaya pada Sistem? Jika aku terlahir dengan wajah yang jelek maka aku akan tetap jelek'
Alex sangat depresi sekarang bahkan dia sampai lupa kalau dia mendapatkan 5 Miliar. Alex mandi dengan wajah yang sedih, setelah selesai mandi dia berkaca sesekali dan tidak berubahan padanya.
Alex hanya menghelakan nafas sedih dan dia berjalan keruang Televisi dan menontonnya sampai jam 11 Malam. Setelah selesai menonton Televisi dia berkaca kembali tapi tidak ada juga perubahan padanya.
Karena terlalu cape, dia langsung tertidur di kamarnya dengan wajah yang sedih. Dia mengingat perkataan Ibunya 'Jangan terlalu berharap pada seseorang, berharaplah pada diri sendiri'
Mengingatnya saja sudah membuatnya sangat sedih dan kangen pada Ibunya. Beberapa menit menenangkan pikirannya, dia tertidur dengan pulas sampai menjelang pagi.
_____________
Pagi harinya.
Suara burung berkicau diatas kontrakan Alex, suara ayan berkokok dengan keras, dan suara Kereta motor knalpot recing yang sangat bising terdengar sampai kedalam kamar Alex.
TRING!! TRING!! TRING!!
Suara nada dering dari Handphone Alex membangunkannya. Dia terbangun dan langsung mematikan nada dering Handphone yang ada disampingnya.
"Hoammm.....Sepertinya tadi malam aku tidur dengan nyenyak." Gumam Alex sembari mengucek matanya dan menggaruk pipinya.
Dia melamun sebentar memikirkan hal hal yang tidak berguna. Setelah beberapa detik, dia bangkit dari tidurnya dan membuat wajah yang aneh.
"Kenapa aku merasa aku lebih tinggi? Apakah ini hanya alusinasiku saja? Ntahlah..." Gumam Alex melihat kebawah.
__ADS_1
Karena terlalu pusing memikirkannya, dia berjalan kearah kamar mandi setelah sampai didepan pintu kamar mandi dia membuat wajah yang terkejut dan aneh.
"Lah? Kok? Bukannya pintu kamar mandiku setinggi 190cm? Kenapa aku merasa seperti aku lebih tinggi?" pikir Alex sembari memegang gagang pintu.
Dia membuka pintu kamar mandi dan langsung pergi kekaca. Apa yang dia lihat lebih mengejutkan dari sebelumnya, matanya membelak terkejut, dan emosinya tercampur aduk.
Dia tidak tau, apakah dia harus menangis atau senang, karena apa yang dia lihat adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin untuk dipercaya.
"A-Apakah i-ini beneran?" gumam Alex seraya memegang wajahnya.
PAK!!
Suara tamparan menggema diseluruh kamar mandi. "Aww....Sial! Ini sakit." Rintih Alex setelah menampar dirinya sendiri.
"Tunggu? Sakit.....Apakah ini bukan mimpi?" gumamnya memegang pipi kanannya.
Apa yang dia lihat adalah, wajah yang sebelumnya yang sangat buruk, sekarang menjadi sangat tampan.
Rambut berwarna hitam legam yang indah, tubuh yang kekar dan tingginya 191cm, mata berwarna hitam dan alis yang sangat tajam. Siapapun yang melihat wajahnya, pasti akan terpesona, bahkan seorang Priapun.
"Sial...! Ini sesuatu yang tidak bisa dipercaya." Pikir Alex.
"Ohh...Benar juga." Dia mengingat sesuatu yang penting, dia dengan cepat membuka baju dan melihat kekaca.
Apa yang dia lihat lebih mengejutkan dari sebelumnya. Bukan hanya menjadi tampan, bahkan perutnya yang sebelum tidak berbentuk, sekarang menjadi berbentuk seperti 8 Kue Sobek.
"Sial! Aku tidak percaya ini." Bahkan setelah puluhan menit berlalu, Alex masih tidak percaya, dia sangat terpesona dengan dirinya sendiri.
Tiba tiba dia mengingat sesuatu yang hampir dia lupakan. "Sistem, apakah ini karena Pill tersebut?" tanya Alex.
Alex mendengar dengan cermat sambil memandang dirinya dari kaca. "Begitukah....Sepertinya kedepannya aku harus belajar menjadi seorang pesabar".
1 Jam berlalu, selama 1 Jam ini Alex tidak lepas pandangannya dari kaca dan selalu melihatnya dengan senyuman menawannya.
Karena merasa sudah percaya, Alex pergi kekamar mandi dengan hati yang sangat senang dan langsung mandi dengan cepat.
Setelah selesai mandi, Alex pergi kembali kekaca dan melihat dirinya lagi. "Hey Tampan, sepertinya dengan wajah ini Perjakamu akan lepas dengan cepat." Ucap Alex dengan nada maskolinnya.
Setelah beberapa menit bersikap maskolin, dia berjalan ke kamarnya dengan wajah tersenyum. Dia memakai bajunya dan kedapur membuat makanan untuk sarapan pagi.
TOK! TOK! TOK!
Beberapa puluh menit setelah makan. Alex mendengar ketukan pintunya, dia bisa menebak siapa yang mengetuk pintu. Dia tersenyum menyeringai memikirkan ide yang akan dia lakukan.
Dia berjalan kearah pintu dan membuka pintunya dengan sedikit menunduk karena pintunya hanya setinggi 190cm.
"Alex....Apakah kau sudah bangu- Ahhh...." Seru Anisa ingin membangunkan Alex tapi apa yang dia lihat adalah sesuatu yang mengejutkan.
"S-Siapa kau? D-Dimana A-Alex?" tanya Anisa pada pemuda tampan didepannya dengan wajah memerah terpesona. Dia pernah melihat pria yang sangat tampan, tapi pemuda didepannya bahkan lebih tampan dari orang yang perna dia jumpai.
Alex hanya tersenyum dan menarik Anisa kedalam rumahnya dan langsung menutup pintunya.
"Kyaaa..!!" teriak manis Anisa yang terkejut.
__ADS_1
Alex menjadi bersemangat mendengar teriakan Anisa dan menyudutkannya kedinding rumahnya, dia mengangkat kedua tangan Anisa keatas dan menampak ketiaknya.
Anisa sangat terkejut dengan tindakan pemuda didepannya, dia ingin merontah tapi kekuatannya tidak bisa menandingin kekuatan pemuda didepannya.
Alex tersenyum dan mendekatkan wajahnya keleher Anisa dan menghirupkan bau tubuh Anisa.
"Anisa....Kau memiliki bau tubuh yang sangat wangi." Ucap Alex menyeringai dan menghirup bau tubuh Anisa lebih dalam.
Anisa sangat terkejut, tidak ada yang perna memanggilnya dengan namanya kecuali Kedua Orang tuanya dan temen temennya.
"A-Alex apakan ini kau?" tanya Anisa masih dalam keadaan malu.
Alex mengangkat kepala dan melihat wajah Anisa. "Apakah kau tidak mengenaliku lagi?" ucap Alex dengan tersenyum.
Anisa sangat terpesona dengan senyuman Alex dan ingin berbicara lebih lanjut, tapi Alex memberi isyarat agar tidak berbicara.
"Usttt...! Jangan berbicara, biarkan aku menghirupkan bau tubuhmu terlebih dahulu." Ujar Alex pada Anisa dengan tersenyum.
Anisa menganguk tanpa dirinya sadari dan menutup matanya agar tidak melihat kelakuan Alex.
Alex tersenyum dan mencium bau tubuh Anisa, Alex harus akui kalau bau tubuh Anisa sangatlah harum bahkan tanpa memakai minyak wangi.
Dia menurunkan wajahnya ketempat ketiak Anisa dan membuka baju yang menutupi ketiak Anisa. Dia sedikit terkejut, karena ketiak Anisa tidak ada bulu sedikitpun.
Dia menjadi lebih bersemangat dan mencium ketiak Anisa dengan rakus sembari menjilat jilatnya.
"Hemm..." Desah Anisa sangat malu saat merasakan Alex menjilat ketiaknya.
Beberapa menit kemudian berlalu, Alex terus mencium dan menjilat ketiak Anisa dengan rakus. Alex menatap wajah Anisa dengan tersenyum dengan tangan masih memegang kedua tangan Anisa.
Anisa membuka matanya dengan pelan dan menatap Alex dengan malu, dia ingin berbicara tapi dia merasa perasaan yang panas dibibirnya.
Alex tanpa berlama lama langsung mencium bibir Anisa cepat dan rakus, sambil menutup matanya menikmati rasa bibir Anisa. Alex sedikit terkejut karena bibir Anisa sangatlah manis dan sangat lembut.
Anisa membelak matanya dengan terkejut dan menatap Alex dengan marah, tapi saat merasa bibir Alex yang dia rasakan enak, perasaan marahnya menghilang dan menikmatinya.
Beberapa menit kemudian, Alex dan Anisa berciumman dengan bersemangat sampai melupakan sekitarnya.
Dalam keadaan bericuman, Alex mendapatkan suatu ide yang belum perna dia coba. Alex memberanikan dirinya dan memegang buah dada Anisa.
Anisa sangat terkejut langsung membuka matanya. Dia mendorong tubuh Alex dengan malu dan marah.
"Hen-Hentikan Alex...!!" teriak Anisa dengan malu dan langsung keluar dari kamar Alex.
Clakk!!
BRUK!! Suara tutupan Pintu kamar Alex dengan kuat.
Alex sedikit terkejut dengan dorongan kuat Anisa, dan hanya tersenyum saja sembari memegang bibirnya. Dia sangat menikmati bau tubuh Anisa dan rasa bibir Anisa, Alex sangat ingin mencium Anisa lebih lama. Dia mendapatkan ide untuk mendapatkan Anisa menjadi miliknya seutuhnya, agar dia bisa mencium Anisa sepuasnya.
___________
Bersambung
__ADS_1
(Ilustrasi Anisa)