Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 011


__ADS_3

"Permisi, apakah ada Pasien bernama Dewi di Rumah Sakit ini?" setelah sampai, Alex bertanya pada Suster tersebut. Walaupun Alex sudah diberitahu oleh Sri kalau Dewi dirawat di Rumah Sakit ini, tapi apa salahnya jika memastikannya.


____________


Suster yang sedang berbicara dengan temen di sampingnya, sedikit merasa kesel dengan suara Pria yang menggangu pembicaraannya.


Dengan wajah kesel, dia mengangkat wajahnya. Dan seketika perasaan yang kesel diganti dengan perasaan yang berbunga bunga.


Dia melihat seorang Pemuda yang amat tampan. Bahkan tanpa dia sadari, air liur sudah menetes kebawah bibirnya.


Alex hanya tersenyum saja dia mengulurkan tangannya ke Suster tersebut, dan memegang Dagunya.


"Hey.....Aku bertanya padamu." Ujar Alex pada Suster tersebut, dengan nada maskolin.


Sri yang melihat tindakan Alex hanya membuat wajah yang aneh. 'Apakah semua orang Tampan seperti Alex?' pikirnya.


Suster tersebut sontak terkejut dan mundur beberapa langkah. Wajahnya memerah seperti tomat.


Dia mengangkat wajahnya sekali lagi, dan menatap wajah Alex dengan betul betul.


"I-Iyaa...Ada yang bisa saya bantu." Setelah mencoba menenangkan dirinya, Suster itu bertanya pada Alex dengan wajah yang masih memerah.


"Aku bertanya, apakah ada Pasien bernama Dewi di Rumah Sakit ini?" tanya Alex.


"Sebentar biar saya cari..." Balasnya. Dengan cepat, Suster itu mengambil Buku besar yang berada di sampingnya, dia membuka dan melihat lihat isi Buku tersebut.


".....Pasien bernama Dewi berada di Lantai 2 dan dikamar Nomor 13." Setelah mencari beberapa detik, dia mengangkat wajahnya dan melanjutkan bicaranya dengan tersenyum.


"Begitukah....Baiklah kalau begitu, terima kasih." Alex tersenyum maskolin, dan langsung pergi dari tempatnya seraya menarik tangan Sri yang masih membuat wajah aneh.


Seketika hidung Suster itu berdarah tanpa dia sadari, temen di sampingnya tidak beda jauh dengannya. Mereka berdua merasa perasaan yang amat panas didalam tubuh mereka, dan merasa perasaan yang gatal dibagian sensitiv mereka.


Alex sekarang sedang berada di dalam Lift menuju ke lantai Dua. Dia tidak menyadari, kalau Sri sedang menatapnya dengan aneh.


Setelah menunggu beberapa menit, Pintu Lift terbuka. Alex tanpa menunggu lama langsung menarik tangan Sri dan berlari menuju ke Kamar Nomor 13.


Mencari beberapa detik, Alex menemukannya. Dia langsung membukanya dan seketika ekspresinya langsung terkejut.

__ADS_1


Dia melihat seorang Wanita cantik berbaring di tempat tidur dengan kondisi tidak sadar, dan menggunakan Masker CPR di hidungnya.


"DEWI....!!" teriak Sri. Sri langsung berlari masuk kedalam Kamar menuju ke arah Dewi dengan mata yang dibasahi air mata.


Alex hanya menundukkan kepalanya dan berjalan masuk dengan perasaan yang tercampur aduk.


Setelah sampai didepannya, Alex melihat seorang Wanita yang cantik tapi wajahnya sangatlah pucat, tubuhnya yang kurus.


Alex mengalih pandanganya ke arah Sri yang sedang menggoyangkan tubuh Dewi dengan mata yang berlinang air mata.


Alex menghelakan nafas dan memegang punggung Sri. "Sudahlah, Bu. Nangis tidak akan membangunkan Dewi".


Sri sontak memberhentikan tindakannya, dan melihat kearah Alex. Air mata berlinang dengan kencang, Sri langsung memeluk Alex dan menutupi wajahnya di dada bidang Alex.


"Huaaa......B-Bagaimana aku t-tidak menangis, D-Dewi a-adalah k-keluargaku satu satunya. A-Aku tidak ingin dia me-meninggalkanku!!" Sri berbicara dengan terisak isak.


Alex hanya menghelakan nafas dan menggosok punggu Sri. Alex mengetahui kenapa Sri bisa seperti ini.


Sri memiliki Trauma tentang penyakit, saat itu Sri perna berbicara pada Alex tentang Suaminya. Yaitu dimana Suaminya memiliki sebuah Penyakit yang terbilang biasa biasa saja.


Hal tersebut membuat Sri sangat Trauma tentang Penyakit. Apalagi Anaknya yang tersisa jatuh sakit membuatnya menjadi seperti ini.


Alex tidak tau apa yang harus dia lakukan, dia sangat ingin membantu Keluarga Sri. Tapi dia tidak tau apa yang harus dia bantukan.


'Ohh...Benar juga.' Alex bahkan hampir melupakan Hal yang paling penting.


Dia mendorong tubuh Sri dan menatap wajah Sri dengan tersenyum. "Ibu tenang saja, tidak ada yang terjadi pada Dewi. Aku bisa menjaminnya".


Setelah berbicara, Alex langsung keluar dari Ruangan dan pergi kearah Lift dan langsung turun kebawah.


Sri menjadi sangat terkejut dengan tindakan Alex, tapi entah kenapa dia percaya apa yang di katakan Alex. Dia mengalih pandangannya lagi kearah Dewi, dan mengeluskan rambutnya yang indah.


Setelah turun kebawah, Alex langsung berlari kearah tempat Resepsionis yang tadi. Seluruh orang menatap Alex dengan aneh, tapi dia tidak memperdulikannya.


"P-Permisi....Apakah masih ada Ruangan VIP?" setelah sampai, Alex bertanya pada Suster yang tadi dengan nafas yang ngos ngossan.


Suster itu berdiri dari duduknya dengan semangat saat melihat Alex. Tapi, saat mendengar pertanyaannya, dia menjadi sedikit tidak yakin.

__ADS_1


Karena Alex menggunakan pakaian Supir Taksi, hal itu membuatnya sedikit kurang yakin. Tapi, sebagai seorang Suster profesional, dia harus menjawab apa yang pertanyakan oleh pasien.


"Kita masih memiliki 1 Ruangan VIP lagi, 1 Bulan 15Juta. Apakah anda ingin menyewanya?" jawab Suster itu.


"Yah....Aku ingin menyewannya." Alex dengan cepat menjawab, seperti tidak memperdulikan Uang segitu.


Bagaimana dia tidak memperdulikannya, sedangkan dia mendapakat 5 Miliar dari Sistem, 15 Juta itu tidak ada apa apa baginya sekarang.


Suster itu sangat terkejut, dan perasaan yang kurang yakinnya tidak berubah. Tapi dia mencoba untuk percaya.


Dia mengeluarkan Alat Transfer di dekatnya, dan menyodorkan kearah Alex. "Jika anda ingin menyewanya, anda bisa membayar lewat Transfer Bank."


Alex tersenyum dan merogoh rogoh sakunya seperti mencari sesuatu. Saat ingin mencari, satu masalah datang ke padanya.


"Tunggu....!" suara Pria Dewasa memberhentikan tindakan Alex.


Alex mengalih pandanganya kesamping. Dia melihat seorang Pria Dewasa yang menggunakan baju Kantoran, jam tangan mahal, dan barang mahal lainnya.


"......Aku ingin menyewa Ruangan VIP itu." Lanjut Pria Dewasa itu dengan nada sombong dan menyodorkan Kartu ATM nya.


"Maaf, Pak. Tapi Ruangan VIP kami sudah disewa oleh Pria ini." Jawab Suster itu menunjukkan Alex.


Pria dewasa itu melihat ke arah Alex, saat melihat Pakaiannya dia menjadi sombong lagi. 'Heh....Bagaimana bisa Supir Taksi menyewa Kamar VIP' pikirnya.


Dia mengalih pandangannya lagi kearah Suster. "Memang berapa yang ingin dia bayar?" tanyanya.


"15 Juta." Jawab Suster dengan cepat.


"Hah? 15 Juta? Apakah kau percaya seorang Supir Taksi memiliki uang 15 Juta?" dia mau tak mau harus terkejut, uang 15 Juta banyak menurutnya. Walaupun dia memiliki banyak uang lebih dari 15 Juta.


Suster itu tidak menjawab tapi hanya menundukkan Kepalanya.


"Jika dia membayar 15 Juta, maka aku akan membayarnya dengan harga 20 Juta." Lanjut Pria Dewasa itu menunjuk kearah Alex dengan wajah merendah dan sombong.


____________


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2