Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 012


__ADS_3

"Jika dia membayar 15 Juta, maka aku akan membayarnya dengan harga 20 Juta." Lanjut Pria Dewasa itu menunjuk kearah Alex dengan wajah merendah dan sombong.


____________


Wajah Alex seketika menjadi gelap, dia mengepal tangannya dengan kuat, dan sangat ingin langsung memukul Pria dewasa di sebelahnya.


Suster itu menjadi sangat panik tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Pemilik dari Rumah Sakit ini pernah mengatakan padanya, jika ada orang yang menawar harga yang lebih tinggi, maka terima Harga yang tinggi tersebut.


Mau tak mau dia menjulurkan tempat Transfer uang kearah Pria Dewasa itu. "A-Anda bisa membayarlah lewat ini".


Pria Dewasa itu menyeringai atas kemenangannya, dan membuat wajah yang mengejek pada Alex. Dia mengeluarkan ATM nya dan ingin menggeseknya, tapi sebuah Tangan yang putih dan berurat menghalanginnya.


Dengan wajah yang kesel, dia mengalih pandangannya ke Pemuda di sebelahnya. "Apa yang mau kau lakukan, sialan!," gerutu kesel Pria itu pada Alex.


"Hah.....Aku sangat benci orang yang seperti ini." Alex menghelakan nafas dan menatap tajam kearah Pria Dewasa, seketika Pria tersebut berkeringat deras dan membuat wajah takut.


Alex mengalih kembali pandangannya ke arah Suster. "Aku akan membayar 40 Juta jika begitu." Ujar Alex dengan nada sedikit sombong.


40 Juta? Itu Uang yang sangat banyak, jika uang begitu sudah bisa menghidupkannya selama 1 Tahun bahkan lebih.


"Hah..? Jika kau ingin terlihat kaya, jangan seperti itu caranya." Nasehat Pria itu seraya mengelap keringat yang ada di dahinya.


"Jika aku memiliki Uang itu, apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Alex sambil menyenderkan tangannya ke atas Meja Resepsionis, dan menatap Pria dewasa itu dengan tatapan merendah.


"Jika kau memiliki uang sebanyak itu, maka aku akan membuka seluruh pakaianku. Tapi, jika kau tidak memiliki Uang itu, maka kau harus Berlari seluruh Kota tidak menggunakan pakaian. Bagaimana?".


Pria Dewasa itu percaya kalau Pemuda di depannya tidak akan memiliki Uang sebanyak itu. Tapi ada perasaan yang aneh di hatinya, seperti dia merasa kalau Pemuda itu memiliki Uang 40 Juta, bahkan lebih banyak dari itu.


"Hahahaha....!!" Alex tertawa pecah sampai menggema di seluruh Rumah Sakit. Setelah tenang, dia menatap Pria dewasa itu dan menyeringai.


"....Sepertinya kau akan mati malu setelah ini." Dengan perasaan yang senang, dia mengambil ATM nya yang tersimpan di dompet. Seketika, Pria dewasa itu berkeringat deras, dan perasaan yang takut menyerang mentalnya.

__ADS_1


Dengan cepat, Alex langsung menggesek ATM nya, tidak lupa dia mengetik angka Nomornya dan jumlah uang yang akan dia keluarkan. Dan suara yang mengejutkan keluar dari tempat Bank.


TING..!!


Bersamaan, keluar sebuah Kertas dari Bank mini tersebut, yang artinya Pembayaran yang di lakukan oleh Alex telah berhasil.


Alex mengambil Kertas tersebut, dan memberikannya pada Pria Dewasa itu yang sedang ketakutan.


Pria itu mengambilnya dan membaca isi dari Kertas tersebut. Seketika, jantungnya berdetak dengan cepat, disitu tertulis.


[Anda telah Berhasil men Transfer Uang sebanyak 40 Juta pada Rumah Sakit RS Jaya, pada Pukul 12:23 WIT]


Dengan perasaan yang takut, dia mengangkat kepalanya dan menatap Alex. "H-Hey...Kawan, t-tadi aku hanya m-main saja." Ucap Pria itu dengan terbata bata, wajahnya sudah sangat ketakutan.


Suster Resepsionis yang tadinya hanya diam, sangat terkejut pada Suara yang di hasilkan oleh Bank mininya. Dia sangatlah terkejut, bagaimana bisa seorang Supir Taksi memiliki jumlah Uang begitu banyak. Pikirnya.


"Aku tidak peduli. Sekarang, tepati janji yang kau katakan sebelumnya." Perintah Alex menyeringai kejam.


Wajah Pria dewasa itu menghitam, dia mengepal tangannya dengan kuat. "Kurang ajar! Dasar tidak menghormati orang tua!" dengan cepat, Pria itu melayangkan pukulannya.


BAKK!!!


Pria Dewasa itu seketika terhuyung huyung, dan jatuh di tanah dengan hidung yang berdarah.


Dengan wajah yang masih terkejut, Alex menatap Tangannya yang terkepal kuat. 'Gila....Aku tidak menyangka, kalau Pukulanku sangat kuat. Apa ini karena Pill yang di berikan Sistem?' Gumamnya.


Dia tidak peduli pada Pria dewasa itu, dan mengalih pandangannya lagi kearah Suster. Dia melihat kalau Suster tersebut menatap dirinya dengan wajah terkejut dan mulut terbuka lebar.


Alex hanya tersenyum kencut, dia mengalih pandangannya lagi dan melihat sekitarnya. Dia melihat, kalau seluruh Orang yang ada di sekitarnya menatap dirinya dengan berbagai emosi, seperti terkejut, cinta dan lain lain.


"Hehehe.....Mohon maafkan saya, ya." Ucap Alex sedikit menundukkan kepalanya pada orang orang. Alex mengalih kembali pandanganya ke arah Suster tersebut.

__ADS_1


"Maafkan aku sudah berbuat masalah".


"Ah....Anda tidak perlu meminta maaf. Sebenarnya, saya juga benci orang seperti dia, jadi anda tidak perlu minta maaf." Balas Suster itu.


"Begitukah....Kalau begitu, mohon pindahankan Pasien bernama Dewi ke Ruangan VIP dan juga, tolong obati Pria ini, ya." Ujar Alex menunjuk Pria Dewasa itu yang sudah berbaring pingsan.


"Baiklah, secepatnya saya akan memindahkan Pasien bernama Dewi." Suster tersebut membalas dengan wajah tersenyum manis.


Alex membalas senyumnnya yang membuat Hati Suster itu kelepek kelepek, seperti ingin keluar dari tubuhnya.


"Kalau begitu, Aku pergi dulu, ya." Merasa kalau tidak ada yang harus dia lakukan. Dia permisi pergi pada Suster itu, dan keluar dari Rumah Sakit.


Setelah keluar, dia berjalan ke arah Parkiran mobil, dan langsung menancap Mobilnya dengan santai. Dalam perjalanan, dia sedikit frustasi karena belum ada orang yang memesan jaksa Taksinya.


1 Jam berlalu, selama 1 Jam Alex hanya mengelilingin Kota sembari menunggu Orang yang memesannya. Tiba tiba Handphonenya berbunyi, dia mengambil Handphonenya dan hanya tersenyum saja melihat Notifikasinya.


"Sepertinya keberuntunganku sedang tinggi." Gumam Alex senang. Dia dengan cepat, menancap Gas nya seraya melihat Maps dari Handphonenya.


Beberapa puluh Menit mengemudi, dia telah sampai di sebuah Cafe yang terlihat mewah dan indah.


Dia melihat seorang Ibu Ibu yang sedang berdiri sambil memegang Handphone, jika Alex melihat lebih lanjut wajah Ibu Ibu tiu terlihat sangat familliar.


Karena penasaran, Alex menancap Gas Mobilnya dan membuka Kaca Mobil setelah sampai di depan Ibu Ibu tersebut.


"Apakah anda memesen Taksi?." Ucap Alex dengan senyuman Maskolin.


Ibu Ibu itu mengalih pandangannya dari Handphone, dan melihat ke arah Pemuda yang berbicara padanya. Seketika, dia sangat terkejut dan memerah karena orang yang berbicara padanya adalah Pemuda yang tampan.


"B-Benar...D-engan Mas Alex?." Ucap Ibu Ibu itu dengan terbata bata. Dia bahkan tidak mengingat kalau dia sudah sangat Tua untuk hal seperti ini.


"Benar, saya Alex. Kalau begitu, silahkan Naik, Bu." Balas Alex masih tersenyum maskolin. Dia sangat senang menjadi seorang yang tampan, mungkin dengan ini dia bisa mencari Fetish nya dengan cepat.

__ADS_1


__________


Bersambung


__ADS_2