
Alex menganguk dan langsung keluar dari Rumah sakit dan menuju kedalam mobil. Setelah masuk kedalam Mobil Alex langsung menancap gas mobilnya menuju penumpang yang memesannya.
__________________
Alex saat ini sudah menjemput penumpang tersebut hanya tinggal menancap gas mobilnya. Setelah penumpang ibu ibu telah memakai sabuk pengaman, tanpa menunda waktu ia langsung menancap gas mobilnya dengan aman.
Dalam perjalanan ntah kenapa Alex merasa dirinya sangat mengantuk dan sangat capek, padahal hari masih siang.
Penumpang Ibu ibu tersebut merasa bahwa Alex sedang kecapean dan ia pun bertanya. "Apakah kamu kecapean?"
"Bisa dibilang seperti itu." Alex menjawab dengan cepat seraya mengucek ngucek matanya yang mengantuk.
"Kenapa kamu tidak istirahat saja? Kesehatan penting loh."
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan saya, saya akan memikirkannya." Jawab Alex setelah beberapa saat.
Perkataan Ibu itu ada benarnya dibenak Alex, dia tidak sempat berpikir seperti itu. Pasalnya dia hanya berpikir hadiah dari Sistem dan tidak memikirkan tubuhnya.
Walaupun fisiknya sudah dikuatkan, tapi tentu saja dia masih merasa sakit, mengantuk dan kecepan. Setelah berpikir cukup lama dalam perjalanan, Alex memutuskan setelah mengantar penumpang satu ini dia akan pulang ke Kontrakannya dan bersama dengan Anisa.
Saat di Rumah sakit, Alex sempat menanyakan kepada Yuni tentang rumah yang dia beli kemarin. Dan Yuni mengatakan bahwa Rumah tersebut sudah 35% dan beberapa hari kedepan Rumah itu sudah siap untuk di tempatkan.
Memikirkan hal tersebut, tanpa Alex sadari ia sudah sampai ketempat dimana Penumpang itu turun. Jadi dia memberhentikan mobilnya dan menoleh kebelakang.
"Sudah sampai, bu."
"Humm, terima kasih." Jawab Ibu tersebut dengan senyuman manis bersamaan dengan turun dari Mobil.
Alex membuka kaca mobilnya sambil berkata. "Jangan lupa bintang Limanya ya, bu."
Ibu itu tidak menjawab sepatah kata tapi tersenyum, kemudian dia mengeluarkan Handphonenya dan mengetik ngetik.
"Sudahh, ya." Beberapa puluh detik, Ibu itu berkata sembari membalikkan badannya dan pergi dari hadapan Alex.
Alex membalas senyumannya kemudian dia menancap Gas mobilnya dengan santai sembari menunggu Sistem berbunyi.
__ADS_1
Baru memikirkannya, suara nada dering Handphone dan suara Sistem berbunyi secara bersamaan.
TRING! TRING! TRING!
[Ding...! Mendapatkan Bintang Lima. Selamat, anda mendapatkan Uang Tunai Sebesar 25Milliar]
[Apakah anda ingin uang tersebut menjadi pembayaran hutang dari sekian banyak?]
Alex sangat senang mendapatkan Hadiah dari Sistem karena saat ini dia sangat membutuhkan banyak uang untuk membayar hutangnya kepada Sistem.
Tapi mendengar perkataan Sistem selanjutnya, dia memikirkannya dengan keras. Jika dia menaruh seluruh uangnya maka dia tidak akan memiliki uang lagi. Setelah memikirkan cukup lama, dia memutuskan untuk menaruh sebagian dari uangnya.
"Sistem, seluruh uang yang ada dibank ku habiskan, sisakan 10 Milliar saja."
[Dimengerti!]
TRING TRING!!
Sekali lagi Handphone Alex berbunyi. Dengan cepat dia mengambilnya, dan seperti dia perkirakan, notifikasi itu dari Bank yang tertulis bahwa uangnya hanya menyisahkan uang sebanyak 10.000.000.000 saja.
Karena 100.000.000 tersebut tidak enak dipandang menurut Alex jadi diapun meminta Sistem untuk mengambil uangnya sebesar 100 Juta yang berarti uangnya tinggal 9.900.000.000 dan utangnya tinggal 330.000.000.000.
***
Karena Alex berniat untuk istirahat hari ini, jadi iapun pulang kerumah.
Saat ini Alex sudah berada di depan Kontrakannya dan dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Anisa. Dengan cepat-cepat, dia melepaskan sabuk pengaman kemudian dia keluar dari Mobil dan menuju kamarnya.
Dia sudah berada didepan kamarnya dan langsung menjulurkan tangannya memegang gagang pintu. Setelah berusaha sedikit tapi pintu tidak juga terbuka, jadi dia berpikir kalau Anisa sedang keluar atau sedang tertidur.
Ini bukan kebetulan atau hal hal yang lain. Untung saja dia membawa kunci serep pintu kamarnya setiap saat. Tanpa menunda, dia balik lagi kedalam mobil untuk mengambil kunci.
Setelah beberapa puluh detik dia kembali lagi membawa sebuah kunci, kemudian dia memasukan kunci tersebut dan membuka pintu.
CLIKK!!
__ADS_1
Pintu terbuka dan memperlihatkan dalam rumahnya yang bersih. Alex tersenyum dalam hatinya memikirkan Anisa selalu membersihkan rumahnya.
Karena ingin membuat kejutan, diapun berjalan dengan mengendap ngendap menuju kamar yang selalu ia gunakan dengan Anisa.
Setelah sampai dia membukanya dengan perlahan dan sesuatu mengejutkan di perlihatkan olehnya. Ternyata dikamar itu tidak ada satupun manusia yang tertidur, dan hanya ada kasur yang tertata rapi.
Jadi diapun berpikir kalau Anisa sedang keluar rumah. Tidak terlalu memikirkanya, Alexpun pergi kedapur untuk mandi. Setelah sampai didapur dia melihat satu lembar kertas yang terletak diatas meja makan.
Karena penasaran, Alexpun berjalan dan mengambil kertas tersebut dan membacanya. Ternyata itu surat dari Anisa yang tertulis ...
(Jika kau membaca surat ini berarti aku sudah pergi. Tidak usah mencariku aku ada urusan pekerjaan mungkin beberapa hari kedepan aku tidak bisa pulang kerumah karena urusan yang aku jalanin cukup memakan waktu yang lama.
Jadi maafkan aku karena tidak bisa berada disisimu untuk beberapa waktu dan kumohon untuk jaga kesehatanmu, jangan terlalu sering untuk bekerja kesehatan nomor satu.
Ohh benar juga, aku sudah memasak banyak makanan diatas meja, mungkin itu masakanku terakhir untukmu. Makan yang banyak, ya.
Dari Anisa, Pacarmu)
Alex merasa aneh dengan isi surat yang dia pegang. Entah kenapa saat membaca surat ini hatinya seperti merasa sakit dicampur dengan perasaan sedih dan takut kehilangan.
Kemudian dia melihat diatas meja dan tersenyum saja. Seperti yang Anisa tulis dikertas, disitu sudah banyak sekali makanan yang terlihat sangat enak. Bahkan dia yang sudah makan beberapa waktu lalu masih merasa lapar.
Dia melihat di atas kertas tersebut, bisa terlihat kalau ada setetes air yang sudah masih basah seperti air mata yang menetes. Alex berpikir kalau surat tersebut belum lama dibuat oleh Anisa dan air itu dihasilkan dari percikan air minum.
"Perasaan apa ini." Alex bergumam dengan perasaan yang rumit sambil memegang dadanya. "Entah kenapa aku merasa bahwa surat ini seperti surat perpisahan." Lanjutnya.
Alex menggelengkan pikirannya dan menarik nafas dalam dalam. "Apa apaan pikiran bodohku itu, tidak mungkin Anisa akan meninggalkanku. Tapi memikirkan kalau dia tidak disisiku beberapa waktu itu cukup menyedihkan.
Apalagi aku tidak bisa mencium bau badannya. Dan apa apaan kata kata terakhir itu. Hemm, mungkin saja itu kata kata terakhir untuk beberapa waktu kedepan. Hufft dari pada memikirkan hal yang tak berguna lebih baik aku mandi saja."
Setelah memikirkan hal yang tak berguna, Alex memutuskan untuk mandi karena keringat dibadannya sudah lengket semua. Keringat tersebut pasti berasal dari pertarungannya dengan gang Destroy.
____________________
Bersambung
__ADS_1