
Setelah memberi senyuman kecil pada Dinda, Alex langsung menancap gasnya lagi menuju Penumpang yang memesannya.
_____________________
Beberapa Puluh Menit Kemudian.
Alex telah sampai di sebuah Cafe yang mewah, tapi Alex bukan mencari itu dia mencari seorang Penumpangnya.
Karena tidak melihatnya, Alex menelpon orang tersebut saat berbicara padanya Alex mendengar kalau Penumpangnya adalah seorang Wanita muda.
Wanita itu bilang kepada Alex kalau dirinya memakai pakaian bewarna Putih, Rok Hitam, dan sepatu Tinggi, Alex menganguk saja sembari mencari orang sama seperti ciri ciri tersebut.
Beberapa detik memcari, Alex menemukan seorang Wanita sedang duduk di ayunan Cafe memakai Baju persis yang ada ciri ciri tersebut atau Wanita itu memakai pakaian Kantoran.
Tanpa berlama lama lagi, Alex menjalankan Mobilnya ke arah Wanita itu. "Halo, apakah dengan Mbak Resya yang memesan Taksi?" setelah sampai, Alex membuka kaca mobil sembari bertanya.
Wanita itu menoleh ke arah kanannya dan seketika dia terkejut. "Y-Yah, benar apakah dengan Mas Alex?" bagaimana tidak terkejut, dia melihat seorang Pria yang tampan. Dalam hatinya dia berharap kalau itu adalah Supir Taksi yang ia tunggu.
"Ohh, benar silahkan masuk mbak." Alexpun sama, karena Wanita itu sangat cantik hampir menyamai Anisa.
Wanita itu sangat bersemangat, dia langsung turun dari ayunan dan berlari kearah Mobil Alex. Setelah sampai, Wanita bernama Resya tersebut masuk kedalam mobil dan duduk di belakang.
Alex menancap Gas mobilnya dengan santai setelah Resya memakai sabuk pengaman. Juga, sesekali Alex menatapnya dari kaca dan dia bisa melihat kalau Resya sedang menatapnya dengan mata berbinar seperti bintang.
TING! TING!
Saat sedang menatap Alex, Resya harus mengalih pandangannya ke Tas yang dia pakai karena Suara Nada Dering dari Handphonenya.
Setelah mengambil Handphonenya Resya mengangkat Telepon tersebut.
"Halo....Ada apa?".
"Ohh, begitu. Hemmm, aku lupa membawa Mobil tadi, iya. Baiklah aku sedang menuju kesana menggunakan Taksi. Humm humm, santai saja aku akan cepat ketempatmu."
Alex bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Resya karena suaranya sedikit tinggi. Setelah selesai menelpon, Resya menutup meletakkan kembali Handphonenya kedalam tas dan menatap Alex kembali.
__ADS_1
Alex merasa sangat penasaran apa yang dia telpon tadi, dia ingin bertanya tapi jika dia melakukan hal tersebut pasti dia akan di cap sebagai orang yang tidak sopan.
Memberanikan dirinya, Alex bertanya dengan sedikit kegugupan. "Humm, mbak. Apakah aku boleh tau, apa yang anda Telpon sebelumnya?".
"Heh?" Resya tentu sedikit terkejut, karena itu adalah tindakan yang tidak sopan. Karena yang barusan dia bicarakan bukanlah hal yang tidak penting tentu saja dia akan mengatakannya.
"Ini bukan hal yang penting. Temen pekerjaanku baru mengatakan kalau aku mendapatkan sebuah Job yang lumayan besar." Lanjutnya sembari mengibas rambutnya dengan centil.
"Heh? Pekerjaan? Job? Apakah aku boleh tau apa yang ada kerjakan?" Alex bertanya dengan sedikit kejutan. Pikirannya Traveling kalau Resya bekerja sebagai seorang Wanita bayaran. Dan apa yang dijawab oleh Resya membuat Alex ingin menghancurkan otaknya.
"Aku bekerja sebagai Lahan Yasan." Setelah menjawab, Resya merogoh rogoh Tasnya dan mengeluarkan sebuah Kertas kecil.
Resya mengulurkan Kertas tersebut kepada Alex yang sedang mengemudi, seraya melanjutkan. "Ini Kertas Real Estate kami, mohon di terima." Lanjutnya dengan manis.
Alex menerimanya sembari membaca. 'MJLN Medan Jaya Land?' batin Alex sedikit terkejut.
Alex tentu mengetahui Real Estate 'MJLN Medan Jaya Land', Real Estate itu sangatlah besar dan terkenal di Indonesia karena layanan dan perumahan yang sangat bagus membuat para Pembeli senang.
"Barang kali anda ingin membeli rumah anda bisa menelpon saya, disitu terletak nomor Telepon saya." Alex yang sedang membaca Kertas tersebut menganguk saja apa yang dikatakan oleh Resya.
Apakah aku akan tinggal dengan Anisa? Jika begitu pasti dia akan menyerangku dengan jutaan pertanyaan. Hah...Bodo amatlah lebih baik aku beli Rumah dulu, alasannya ntr saja aku pikirkan.' Gumam Alex.
"Mendengar perkataan mbak aku merasa tertarik untuk membeli Rumah. Apakah sekarang juga kita bisa melakukan transaksinya atau besoknya?" Ucap Alex setelah memikir lama.
"Heh?!" Resya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Alex. Dia merasa tidak yakin, apakah Alex mampu membeli Rumah di Real Estatenya. Karena semua Rumah yang ada di tangan Medan Jaya Land semua seharga langit.
"Jika anda memiliki dana sekarang juga, anda bisa melakukan Transaksinya hari ini juga. Tapi jika anda belum memiliki Uang, anda bisa booking dulu Rumah yang ada inginkan dan anda bisa membayarnya kapanpun anda mau".
Sebagai Karyawan Profesional dia harus menjawab semua pertanyaan Pelanggan, mau itu pertanyaan konyol ataupun hal serius.
"Aku ingin membelinya hari ini juga." Jawab Alex dengan yakin membuat Resya semakin terkejut, tapi dia harus percaya saja.
"Ohh benar juga, di Maps anda ingin aku mengantar anda ke Apartemen. Apakah kita harus kesana atau ketempat lain?" lanjut Alex. Dia berpikir, kata Resya dia akan mendaparkan Job sekarang juga, jadi dia pikir Resya harus di antar ketempat pekerjaannya.
"Ahh...Aku hampir lupa, untung saja Mas Alex memberi tahu saya. Tolong antar saya ke Toko Real Estate Medan Jaya Land, saya akan memberi tahu jalannya."
__ADS_1
Alex menganguk saja sebagai jawaban, dan fokus ke jalan raya.
____________
Puluhan Menit Kemudian.
Alex telah sampai di depan Real Estate Medan Jaya Land. Lokasinya berada di tengah tengah Kota bali yang lumayan jauh dari lokasi Kost milik Alex.
"Jangan lupa Bintang Limanya" ujar Alex pada Resya setelah menoleh kebelakang.
"Ohh tentu saja aku akan memberimu Bintang Lima." Balasnya sembari mengeluarkan Handphone miliknya yang sangat mewah dan mengetik ngetikkannya. "Sudah, ya" lanjut Resya memperlihatkan Handphonenya pada Alex.
Alex menganguk senang saja "Ayoo masuk kedalam, kamu bilang ingin membeli rumah bukan?" Ucap Resya membuka pintu Mobil. Alex menganguk kembali sambil membuka pintu Mobilnya.
Resya dan Alex turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam Kantor di depan mereka. Kantor Real Estate MJLN lumayan besar sekitar 2 Tingkat saja, dan di pintu masuk terdapat tulisan lumayan besar yang tertulis 'Real Estate Medan Jaya Land'.
Setelah masuk kedalam, Alex di perlihatankan tempat yang indah, juga setiap dindingnya terdapat gambar gambar perumahan dan Rumah tersebut semuanya sangatlah mewah dan elegan.
Bukan itu saja, di setiap seluruh sudut Ruangan banyak sekali Sofa yang sangat mewah. Alex berpikir mungkin itu untuk melayani pelanggan.
"Apa yang kamu pikirkan? Ayo kemari ikut denganku." Alex tersadar dari kekagumannya saat Resya berbicara padanya.
Alex menganguk saja mengikuti Resya dari belakang. Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah Sofa yang terlihat empuk, beda dengan apa yang dia lihat tadinya.
"Kamu duduklah disini, aku akan memanggil Seniorku untuk melayanimu dengan baik." Sahut Resya pada Alex. Alex menganguk saja sembari menjatuhkan pantatnya ke Sofa yang empuk. Setelah Alex duduk, Resya juga pergi dari pandangan Alex untuk memanggil Seniornya.
_______________________
Bersambung.
N/A: Maaf maaf ya bro gw kagak bisa up 2 hari ini karena Hp gw kecemplong air pas gw berak, dan ini baru juga di beltukan. Maaf maaf yah.
Juga, mohon di beri Likenya walaupun elu pada kagak ngasih Vote/Hadiah kasih aja Like sebagai dukungan elu pada gw. Btw, terima kasih bro yang udah Vote/Kasih Hadiah, mon maaf jika Novel yang gw buat kurang untuk nyenengin lu pada.
'gw kek badut anj harus buat senang orang orang'
__ADS_1