Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 048


__ADS_3

Karena dia tidak ingin telat, jadinya dia tidur di dalam Mobil yang terparkir dibawah tanah. Dia tidak ada niat untuk menginap di hotel, ya walaupun hotel lumayan dekat dengan Bandara tapi dia ingin saja tidur didalam mobil.


_________________________


Keesokkan Harinya.


Alex sudah berada di tempat duduk Bandara yang disediakan untuk para Penerbang nantinya.


Saat ini dia hanya menunggu waktu yang di sampaikan oleh Wanita kasir tadi malam dan sekarang Jam masih menunjukkan angka 7 lewat yang berarti dia terlalu pagi datangnya.


***


Beberapa Jam Kemudian, suara pengumuman dari Bandara terdengar di telinganya.


(Selamat Pagi. Boarding untuk Maskapai ABC dengan nomor penerbangan 56K76 dengan ticket VIP dan tujuan Jakarta akan segera dimulai. Para penumpang dimohon untuk menuju gerbang C2 dan persiapkan pas naik dan identifikasi Anda. Terima kasih)


Alex tersenyum kecil, kemudian dia bangkit dari duduknya berjalan kearah gerbang penerbangan yang diberi tahu oleh Wanita kasir sebelumnya.


Karena dia tidak membawa barang apapun jadinya dia tidak menitipkan kopernya. Bahkan baju yang ia gunakan masih sama seperti yang ia gunakan saat jalan bersama Dinda, yaitu menggunakan Jas hitam dan dalaman kemeja putih. Juga, dia tidak mempermasalahkan Mobilnya. Karena mobilnya terparkir aman dibawah tanah Bandara.


Setelah dia memberikan surat surat kepada pihak yang berwajib, Alex diperbolehkan menaikikan Pesawat.


Didalam pesawat ia diberi intruksi dari para Pramugari. Karena ini merupakan bukan pertama kalinya bagi Alex untuk menaiki Pesawat, jadinya dia sudah tau apa apa saja yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan dalam pesawat.


Di dalam Pesawat VIP, disediakan tempat duduk yang empuk dan mewah. Makanan yang bisa diambil sepuasnya. Karena ini merupakan pesawat dengan ticket VIP, jadi lumayan sedikit Penumpang dan bisa dihitung dengan kedua tangan.


"Tuan, ini minuman yang anda minta tadinya." Kata seorang Pramugari yang sangat cantik sedang memegang sebuah nampan yang berisi Kopi.


"Hemm, taruh saja disini."


Pramugari itu menganguk dan tersenyum. Dia menarik nafas beberapa kali, kemudian dia ingin menaruh Kopi tersebut ketempat dimana Alex tunjuk.


Saat sedang ingin menaruh, tanpa tidak diketahui disengaja atau tidak. Tiba tiba Kopi itu terjatuh tepat dimana adik Alex mengumpet diantara dua selangkangannya.


"Aaahhgg!! Panaasss!!!" Alex meringiss kepanasan dan langsung mengibas ngibas celananya.


"Ahhh ...! M-Maafkan saya tuan. S-Saya... Saya akan membersihkannya."


Pramugari itu langsung berjongkok diantara kaki Alex dan ingin langsung membuka celana Alex yang terkena Kopi hitam yang panas tadinya.


Sebelum Pramugari itu ingin membuka celananya, Alex dengan cepat memegang pergelangan tangan Pramugari tersebut.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex dengan sedikit tajam. Walaupun adiknya sedang kesakitan karena kopi panas.


"S-Saya.... Saya akan membersihkan adik anda sebagai perminta maaffan saya." Jawab Pramugari itu seperti sangat gugup.


"Kau tidak perlu melakukan kayak gitu." Alex menepis tangan Pramugari itu sambil mengibas ngibas celananya lagi.


"Apakah anda tidak ingin melakukan hal seperti itu?" Pramugari itu bertanya dengan posisi yang masih sama.


"Hah ...." Alex mengehelakan nafas. Kemudian dia menatap kembali wanita itu tatapan yang sama seperti sebelumnya, yaitu tatapan tajam.

__ADS_1


"Tentu aja aku mau apa lagi sama wanita cantik. Tapi aku tak mau melakukan hal yang seperti itu sama wanita yang gak kukenal. Lagian aku sudah memiliki pacar. Ya walaupun tidak secantik dirimu tapi dia masih lebih baik darimu."


Pramugari itu sangat kagum sama Alex. Sangat jarang di dunia ini dimana Pria tampan yang hanya memiliki wanita satu. Saat ia mendengar perkataan Alex selanjutnya, hatinya merasa seperti ada sebuah pedang yang menancap dalam dihatinya.


"Bolehkah aku curhat kepada anda." tanyanya dengan wajah menunduk.


"Boleh boleh saja, lagian aku tidak ada kerjaan selain duduk."


Mendengar jawaban Alex, Pramugari itu berdiri kemudian dia duduk disamping Alex tanpa meminta izin terlebih dahulu tapi Alex tidak mempersalahkannya.


"Sebenarnya saya melakukan hal itu kepada anda karena saya memiliki alasan tersendiri. Ibu saya sedang dirawat dirumah sakit karena penyakit yang ia deritakan sedang kambuh dan saya membutuhkan banyak uang untuk mengobati Ibu saya.


Dari tampang dan cara berpakian anda, anda seperti memiliki banyak uang. Maka dari itu, setelah saya selesai melakukan hal yang saya katakan sebelumnya, saya ingin meminta uang anda untuk mengobati Ibu saya."


"Jadi... Saya mohon untuk tidak memberitahu kepada atassan saya apa yang saya lakukan sebelumnya kepada anda."


Pramugari itu berkata dengan panjang lebar. Tanpa ia sadari, air mata sudah menetes.


Alex membuat wajah simpati. Dia memegang pundak Pramugari itu dan ingin berkata sesuatu.


Tapi, sebelum Alex berkata sepatah katapun. Salah satu dari banyak Pramugari datang ketempatnya saat menyadari bahwa Pramugari yang berbicara dengannya sedang duduk dengan dia.


"Hey..! Apa yang kamu lakukan disini? Dan lagi, bagaimana bisa kau duduk disamping dengan tuan ini?" tanya Pramugari lainnya menarik Pramugari yang berbicara sama Alex.


Alex tidak menahannya tapi membiarkannya saja. Dia menjadi mengingat sesuatu. Dia langsung memegang pergelangan tangan Wanita itu sambil berkata.


"Setelah penerbangan selesai, temui aku."


***


Beberapa jam kemudian.


Pesawat yang digunakan oleh Alex sudah melandas di Bandara Internasiaonal Jakarta.


Alex langsung turun dari Pesawat dan berjalan ingin pergi berjalan keluar dari bandara.


Saat sudah memberi surat surat kepada pihak berwajib untuk memasuki tempat tunggu Bandara. Seseorang tiba tiba menepuk pundaknya.


Alex langsung menoleh kebelakang dan tersenyum saja melihat orang yang menepuknya. Orang tersebut tak lain ialah Pramugari yang berbicara kepada dia sebelumnya.


"Hay, apakah anda masih mengingat saya?"


Tanya Pramugari itu dengan malu malu. Karena ia mengingat hal yang memalukan yang ia lakukan sebelumnya.


"Tentu saja aku masih mengenalmu. Lagian kejadian sebelumnya cuman berlalu beberapa jam doang."


"Syukurlah. Jadi, apa yang anda maksud dari perkataan anda sebelumnya?"


"Ada yang ingin kuberikan padamu. Ngomong ngomong jangan memanggilku dengan sebutan anda. Perkenalkan, namaku Alexander, kau bisa memanggilku Alex."


"Ohh, bagaimana bisa aku lupa. Perkenalkan namaku Fita."

__ADS_1


"Fitakah, nama yang indah." Kata Alex yang membuat Fita menjadi malu.


"Ohh, apa maksud and- Maksudku, apa maksud dari perkataanmu yang ingin kau berikan kepadaku?"


"Sebelum kuberi tau, bisakah kau menunjukkan jalan menuju mesin ATM?"


"Tentu saja karena aku sudah hapal jalan Bandara ini. Mari ikutin aku."


Alex menganguk dan berjalan mengikuti Fita dari belakang.


Beberapa menit berjalan, Alex sudah sampai didepan Mesin ATM. Dia langsung membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu ATMnya kemudian dia memasukan kelubang mesin.


"Bisakah kau kasih tau nomor renkeningmu?"


"Heh? Buat apa?"


"Sudah beri tau saja. Bukankah tadi aku mengatakan akan memberimu sesuatu?"


"Memang sih. Tapi, yaudahlah. Nomor renkeningku 8274277279."


Alex manganguk kemudian dia mengetiknya di Mesin ATM.


Setelah Alex selesai mengetik ngetik mesin ATM.


Tiba tiba mata Fita membelak terkejut. Dia melihat dilayar mesin ATM terdapat bacaan Transfer. Tapi bukan itu yang mengejutkan, dia terkejut karena Transferan itu ke nomor renkeningnya dan lagi jumlah yang di transfer oleh Alex sebesar Seratus Juta Rupiah.


"I-Ini... A-Apa yang kamu lakukan mentransfer uang 100Juta kepadaku?" tanya Fita dengan mata yang masih membelak tidak percaya.


"Aku terharu dengan apa yang kau katakan saat dipesawat. Walaupun perkataanmu tidak ada bukti, tapi aku percaya kalau perkataanmu seratus persen asli. Jadi uang yang aku transfer ini sebagai hadiah buatmu.


Mungkin ini keberuntunganmu karena berjumpa denganku. Setelah aku mentransfer uang ini, kedepannya jangan melakukan hal hal yang kau lakukan padaku sebelumnya kepada seseorang yang tak kau kenal. Beruntung kau bertemu denganku, jika tidak aku tidak tau nasibmu bagaimana."


Air mata menetes ke 2 kalinya dipipi Fita. Dia sangat terharu dengan apa yang dikatakan panjang lebar oleh Alex. Tanpa ia sadari, langkah kaki sudah berjalan satu langkah dan memeluk tubuh Alex dengan erat.


"Terima kasih... Aku sungguh terima kasih atas pertolonganmu saat ini. Aku berjanji tidak akan melakukan apa yang kau katakan tadi, dan aku berjanji akan membalikkan uangmu nanti."


"Tidak perlu berterima kasih, aku menolongmu dengan tulus dan juga tidak usah membalikkan uangku. Hemm, jika kau ingin berterima kasih kepadaku maka kau harus merawat Ibumu."


Jawab Alex mengelus kepala Fita dengan lembut. Ya, walaupun perkataannya seperti terdengar bodoh tapi ditelinga Fita itu seperti perkataan yang berbahagia.


"Hemm, aku akan merawat Ibuku." Fita melepaskan pelukannya sambil mengelap air mata terharu yang masih menetes di pipinya.


TRING TRING TRING.


Tiba tiba Handphone Alex berbunyi setelah semalaman tidak berbunyi. Alex langsung mengambil Handphonenya dan seketika wajahnya membuat ekspresi terkejut. Karena suara notifikasi itu ialah notifikasi dimana seorang Penumpang memesan jasa Taksinya.


_________________________


Bersambung


N/A: Gw mau Chapter ini langsung discane Anisa, tapi gw dapet ide untuk mempertemukan mc sama salah satu anggota haremnya.

__ADS_1


Ohh iya, gw mau kasih ingfo kalau minggu gw kagak bisa up karena gw ada kerjaan yang harus gw selesaikan dan mulai up lagi hari senin. Mohon maaf banget gw ya bang/kak🙏


__ADS_2