Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 047


__ADS_3

Setelah semua selesai dia uruskan. Alex kemudian berjalan keluar Restoran dengan bergandengan tangan dengan Dinda yang menatapnya dengan penuh pertanyaan.


______________________________


Dalam perjalanan mengantar Dinda, Alex diserang oleh banyak pertanyaan darinya tentang bagaimana dia bisa membayar semua makanan yang ia pesan dengan harga 20 Juta? Dan bagaimana dia bisa dengan mudahnya menyuruh Pelayan untuk memberikan makanan mewah tersebut kepada seseorang membutuhkan dan lain lain.


Alex tersenyum kencut saja saat mendengar pertanyaan dari Dinda. Dia mengatakan bagaimana dia memiliki uang 20 Juta itu dari tabungan yang dia simpan selama beberapa bulan.


Dia menduga kalau alasan itu bisa diterima, tapi dia tidak menyang kalau dia malah diserang oleh pertanyaan lagi.


Dinda sangat terkejut. Bagaimana bisa Alex mengeluarkan uang yang dia simpan hanya untuk makanan itu bahkan dia tidak memakannya.


Jadi Dinda berkata kalau dia akan mengganti uang Alex dengan uangnya.


Alex menjawab kalau dia tidak membutuhkan uanv tersebut. Dan ia berkata bahwa dia memiliki uang yang lebih banyak dari yang Dinda duga.


Walaupun Alex berkata dengan tidak ada kebuktikan. Dinda tetap percaya. Dia mempercainya karena dia melihat wajah Doni saat melihat akun Bank Alex, yang berarti uang Alex lebih dari yang ia pikirkan.


"Ohh iya, kau besok mau kemana? Apakah kau akan tetap bekerja atau libur? Kalau libur mau gak pergi bareng aku mumpung besok minggu." tanya Dinda kepada Alex yang sedang mengemudi Mobil.


"Ntahlah, aku juga tidak tau mau kemana. Tapi, mungkin besok aku bakal pergi."


Alex berkata dengan jujur. Saat ini perasaannya tentang Anisa semakin kuat semakin berjalannya waktu. Jika dia sudah selesai mengantar Dinda, dia akan bertanya kepada Sistem dimana keberadaan Anisa.


"Heh, mau kemana? Bolehkah aku ikut denganmu!" tanya Dinda lagi dengan antusias.


"Maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa mengajakmu."


"Begitukah... " Dinda menjawab dengan lesuh.


***


Beberapa puluh menit kemudian Alex telah sampai didepan Kost Dinda. Selama perjalanan suasana antar mereka cukup canggung karena percakapan mereka sebelumnya.


"Terima kasih ya sudah membantuku." Kata Dinda setelah keluar dari Mobil.


"Tidak perlu berterima kasih, aku tidak menolong apapun."


"Mungkin bagimu seperti itu, tapi bagiku kau sudah menolongku. Aku yakin, Doni pasti tidak akan pernah menggangu diriku lagi."


"Aku senang jika begitu."


"Ohh iya, apa kau mau mampir dulu kerumahku atau langsung pulang?" tanya Dinda tanpa ekspresi, tapi dalam hatinya dia berharap kalau Alex mampir kerumahnya.


"Maafkan aku, seperti gak bisa. Aku ada urusan yang harus aku tangani, kalau ada waktu aku bakal kesini."


"Jika kau ingin seperti itu maka aku bisa apa." Jawab Dinda dengan lesuh, kemudian dia bersemangat kembali sambil melanjutkan.

__ADS_1


"Kau janji ya kau akan mampir kerumahku?"


"Hemm, aku janji. Kalau begitu aku pulang, ya."


"Yaudah, pulanglah hati hati dijalan."


Alex menganguk mendengar kekhawatiran Dinda. Dia melajukan Mobilnya dengan santai.


Beberapa menit menjalankan Mobilnya, dia menjadi teringat sesuatu yang ingin dia tanyakan sejak pertama kali dia keluar dari Restoran.


"Sistem, apakah kau bisa melacak keberadaan Anisa?"


[Tentu saja bisa. Bukankah anda pernah memakai fungsi ini? Kenapa anda bertanya lagi]


"Hanya untuk memastikan. Kalau bisa gunakan Kartu Pelacak yang aku dapat sebelumnya dan coba lacak keberadaan Anisa secara akurat."


[Dimengerti]


[Ding...! Menggunakan Kartu Pelacak. Melacak keberadaan Anisa....


5% 15% 18% 19% 35% 54% 79% 90% 99% 100%


Menemukan Keberadaan Anisa. Keberadaannya akan Sistem taruh kedalam Ponsel anda]


Alex menganguk saja mendengar perkataan Sistem. Kemudian dia mengeluarkan Handphonenya dan membuka Aplikasi Maps.


Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, dia terkejut karena keberadaan Anisa bukan di Bali, tapi diluar Kota.


"Kenapa Anisa pergi keluar Kota, apakah dia sedang kembali ketempat keluarganya? Tapi, saat dia menulis dikertas dia ada pekerjaan?"


[Jika anda ingin mengetahuinya secara pasti. Sistem sarankan anda untuk kesana dan melihatnya dengan mata kepala anda sendiri]


"Genaren kau menjawab pikiranku. Hemm, sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Anisa."


Tanpa berlama lama lagi, Alex langsung menancap Gas Mobilnya menuju Bandara.


Dia sudah menanyakan kepada Sistem, apakah masih ada waktu penerbangan antar Bali dan Jakarta. Tapi Sistem menajawab kalau dia tidak mengetahuinya.


***


Beberapa puluh menit kemudian. Alex telah sampai di Bandara. Dia langsung memakirkan Mobilnya. Setelah selesai memakirkan Mobilnya, dia masuk kedalam Bandara dan menuju ke tempat pembelian Ticket.


"Hallo, ada yang bisa saya bantu." Kata seorang wanita yang menjaga kasir. Dia sangat kagum dengan ketampanan Alex. Tapi dia adalah wanita yang profesional jadi dia hanya memasang wajah tersenyum.


(N/A: Gw kagak tau gimana pembelian Ticket pesawat, karena gw belum pernah naik pesawat. Jadi apa yang gw pikirkan gw tulis aja. Jika gw ada kesalahan mohon dicomen biar gw perbaiki)


"Apakah masih ada Penerbangan Bali ke Jakarta?"

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya, saya cek dulu." Setelah menjawab pertanyaan Alex, dia langsung bertatap muka antar komputer dan mengetik ngetiknya.


"Memang ada Penerbangan Bali dan Jakarta yang akan di lakukan pada waktu jam 10 malam dini hari. Tapi ticket untuk penerbangan sudah habis."


Lanjut wanita tersebut dengan sikap profesional setelah mengecek waktu penerbangan yang ada di Komputer dengan waktu yang cukup lama.


"A-Apa... Apakah tidak ada penerbangan lagi hari ini atau esok hari?"


Tanya Alex. Dia sudah senang senang saat mendengar kata kata pertama dari mbak kasir, tapi perkataan selanjutnya membuatnya menjadi sedikit tidak terkendali.


"Tunggu sebentar ya mas, akan saya cek terlebih dahulu." Jawabnya. Kemudian Wanita itu menatap Komputer lagi dan mengetik ngetiknya.


"Saya tidak tau apakah mas beruntung atau tidak beruntung. Dari yang saya lihat di jadwal, memang ada penerbangan untuk Bali ke Jakarta. Hanya saja penerbangan ini hanya orang orang yang membeli ticket VIP."


Mata Alex menjadi cerah. Dia kemudian bertanya kembali dengan antusias. "Apakah ticket VIP masih ada?"


"Ticket VIP stoknya masih banyak. Tapi harga dari ticket VIP 5 x lipat dari harga Penerbangan umum. Bagaimana mas, apakah anda masih ingin membelinya."


"Beli ...!! Aku akan membelinya sekarang juga!" Kata Alex dengan gembira.


"Kalau begitu anda bisa membayar lewat sini." Wanita itu memberikan sebuah Mesin EDC kepada Alex yang sedang bergembira.


Tanpa berlama, Alex langsung mengambil kartu ATMnya dan menggeseknya. Dia mengetahui dari mbak kasir itu. Harga Ticket VIP Bali ke Jakarta 3 Juta, ya baginya itu tidak terlalu mahal.


TINGG!!


Suara dari Mesin EDC berbunyi yang menandakan bahwa pembayaran Alex telah berhasil dilakukan.


"Baiklah. Saya ingin memberi tahu bahwa penerbangan akan dilakukan pada waktu jam 9 Pagi, diusahakan untuk datang sebelum jam 9."


Alex menganguk saja mendengar perkataan Wanita tersebut.


"Saya akan menyiapkan surat surat terlebih dahulu. Mas bisa menunggu di tempat duduk itu atau mas juga boleh duduk disamping saya, hehe."


Wanita itu berkata sambil menunjukkan kursi yang terpampang ditengah tengah tempat. Alex merasa geli mendengar kelanjutan perkataan wanita itu dan dia meminta maaf untuk lain kali saja.


***


Beberapa Jam Berlalu.


Surat surat yang penting sudah diselesaikan oleh pihak Bandara. Alex saat ini hanya menunggu untuk waktu penerbangan saja.


Karena dia tidak ingin telat, jadinya dia tidur di dalam Mobil yang terparkir dibawah tanah. Dia tidak ada niat untuk menginap di hotel, ya walaupun hotel lumayan dekat dengan Bandara tapi dia ingin saja tidur didalam mobil.


_______________________


Bersambung.

__ADS_1


(N/A: Jangan complain jika makin hari chpt yang gw buat kebanyakan bacot doang kagak ada adegan pentingnya. gw sebenarnya mau bikin ni chpt lebih panjang, tapi gw belum memikirkan apa yang cocok buat scane anisa biar epic gimana gitu;v)


__ADS_2