
Alex mengambil Handphonenya yang ada di kantung celananya kemudian membukanya dan hanya tersenyum saat melihat notifikasinya. Dia menoleh kearah 'A' dan tersenyum kejam, sambil berkata. "Jangan salahkan aku jika kau babak belur ya, karena aku baru saja mendapatkan penumpang jadi aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat".
________________________
⚠️SAAT SCANE PERTARUNGAN PASTI KALIAN AKAN BINGUNG, MAKA DARI ITU GW MAU INGETIN UNTUK BACA PELAN PELAN DAN HAYATI DENGAN BAIK⚠️
_______________________________
"Hehh, bagaimana kau bisa menyelesaikan kami, sedang kau hanya sendiri!" 'A' menjawab menyeringai menunjuk antek anteknya yang seperti sudah siap untuk bertarung.
Alex saat ini hanya bisa membuat pandangan yang rumit, dalam hatinya juga dia tidak yakin apakah dia bisa mengalahkan mereka semua dengan dirinya sendiri. Walaupun kemampuannya sudah di tingkatkan dia tetap tidak yakin.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak yakin apakah aku bisa menang! Hah....Kuharap masalah ini cepat selesai agar aku bisa menjemput penumpangku.' Alex menghelekan nafas beberapa kali, memandang tanah dengan rumit.
Dia mengangkat pandangannya menatap 'A' dan antek anteknya dengan percaya diri. "Walaupun aku hanya sendiri, aku yakin aku bisa mengalahkan kalian semua!" Alex berkata dengan percaya diri yang membara dengan tangan yang terkepal kuat.
Disisi lain Ridho yang berada disudut ruangan memiliki pandangan yang rumit saat menatap Alex. Dia menghelakan nafas berat setelah memikir dengan rumit, kemudian dia berjalan menaruh Pak Jima yang berada di punggungnya di bangku tempat tadi Pak Jima duduk.
Setelah itu dia berjalan kearah Alex dan memegang pundaknya. "Apakah kau melupakanku? Aku ada denganmu, dasar bodoh! Jangan menanggung beban ini sendirian! Walaupun aku babak belur seetelah ini, aku tidak peduli yang penting aku tidak dicap sebagai beban olehmu, dasar Bajingan Ng*n**t!".
Alex sangat terkejut dengan perkataan Ridho yang berada di belakangnya, dia menoleh kebelakang dan menatap dengan mata tajam, sambil berkata. "Apa yang kau lakukan? Sudah sana di belakangku saja, kau lindungin saja Pak Jima itu sudah membantuku!".
"Tenanglah, Pak Jima sedang pingsan aku akan selalu berada di belakangnya dan melindunginnya." Ridho menjawab tersenyum dengan tangan terkepal.
"Hah...Terserahmulah" Alex cuman bisa menghelakan nafas, kemudian dia menatap kembali Ridho dengan senyum mengejek. "Kuharap kau tidak menjadi beban untukku, jika kau jadi beban akan aku habisi kau!" Alex melanjutkan menyeringai, membuat Ridho sedikit takut.
Disisi lain, 'A' sangatlah kesel dengan pembicaraan Alex dan Ridho yang tidak ia ketahui karena jarak antar mereka cukup jauh.
"Kalian semua! Maju! Habisi mereka semua!" karena sudah sangat kesel, 'A' tanpa berbasa basi langsung menyuruh antek anteknya menyerang Alex dan Ridho.
"WAAAA.....!!!!"
"ORAAA!! ORAAA!! ORAAA!!"
"UUURRRAAAA....!!!"
Teriakan para antek antek 'A' menggema diseluruh gedung karena teriakan mereka mengandung banyak kekuatan membuatnya sangatlah bising.
Tidak merasa ketakutan sedikitpun dan malah bersemangat, Alex langsung maju dengan perasaan yang sangat membara yang ingin menghajar mereka semua.
"UWWAAAA...!!!"
Teriakan Alex juga tidak kalah kuat dengan lainnya, saat jarak antar para antek antek 'A'. Alex langsung melompat tinggi dan langsung menerjang orang orang secara random.
"KEBUGGHH!!"
"AAGGG!!"
Rintihan para Pria yang terkena tendangan Alex berteriak cukup kencang karena kesakitan.
Alex tidak tinggal diam, dia langsung berlari kearah seorang Pria yang ada di depannya dan langsung melayangkan sebuah tendangan kearah perut Pria tersebut.
__ADS_1
BUKK!!
Merasa tidak cukup, dia berputar tubuhnya kembali dan melayang sebuah tendangan lagi tepat kearah pipinya.
BAKK!!
Pria tersebut langsung terhuyung huyung dan terjatuh dengan pipinya yang sudah memerah.
Merasa salah satu lawannya sudah selesai, Alex menoleh kebelakang dengan menyeringai kejam. Tanpa berlama lagi Alex langsung berlari kearah para Pria dengan jumlah yang cukup banyak, atau lebih tepatnya 4 orang.
"HAJARR DIAA!!"
"ORRAAAA...!!!"
Alex langsung melayangkan sebuah pukulan kearah salah satu Pria saat jarak antar mereka sudah cukup dekat.
BUKK!!
Pukulan Alex cukup kuat, bisa membuat seseorang merasa sakit. Pria yang dipukul oleh Alex langsung termundur kebelakang dan memberi isyarat kepada salah satu temennya.
Alex merasa bahaya dibelakangnya dan langsung melayangkan sebuah tendangan tepat berada didada Pria itu dengan kuat.
BRUKK!!
Tidak membiarkan disitu, lagi lagi Alex memutar tubuhnya kemudian melayangkan sebuah tendangan kembali kearah Pria lainnya atau lebih tepatnya kearah Pria yang berada di samping kanannya.
BRUKK!!
3 Orang sudah kenak dengan pukulan dan tendangannya, dia menoleh ke samping kirinya menatap Pria yang belum kenak dengan pukulan saktinya.
Pria itu sangat takut dan mundur beberapa langkah kebelakang. Saat melihat sesuatu dia hanya tersenyum saja, seketika rasa takutnya hilang diganti dengan senyuman nyeringai.
Melihat seringai dari Pria didepannya, Alex merasa aneh. Tiba tiba, Alex merasa bahaya dari belakangnya dan menoleh kebelakang.
BRUKK!!
Belum sempat menoleh penuh, sebuah kayu cukup besar melayang kearah samping kepalanya dengan sangat kuat dan langsung memukul kepala Alex.
Alex seketika merasa dunia berputar dengan sangat cepat. Dia langsung lari kebelakang agar jarak antar mereka manjadi jauh kembali.
Alex langsung terjongkok memegang dahinya kemudian melihat tangannya, dan dia hanya mengehalakan nafas saja melihat bahwa kepalanya berdarah cukup banyak.
Setelah itu dia menatap kearah depannya dengan mata seperti kabur, dan menatap para Pria dengan jumlah yang bertambah banyak. "Apa apaan kalian ini, mana boleh pake kayu kalau lagi gelut!" Alex sangat kesel sambil berkata dengan suara yang cukup tinggi.
_____________
Disisi lain, Ridho saat ini sedang bertarung dengan dua orang. Kondisinya sekarang sedang babak belur karena dia sudah dihajar oleh para Pria.
Saat mendengar teriakan Alex, dia menoleh dan sangat terkejut karena jidat Alex sudah dimandikan oleh darah. "Alexx...!!! Apakah kau tidak ap- KBUGGHH!!".
Saat sedang berteriak, sebuah pukulan melayang kepipi Ridho cukup kuat. "Jangan menoleh saat kau sedang gelut!" ucap Pria yang memukul Ridho.
__ADS_1
_______
'A' saat ini hanya menonton pertarungan Alex dan dia sangatlah terhibur dengan pertarungan epiknya, tapi dia tidak melihat pertarungan Ridho karena itu seperti pertarungan anak anak baginya.
_______
Pria yang memukul kepala samping Alex tersenyum mengejek, sambil menjawab. "Tidak ada kata tidak boleh di gelut jalanan, semua boleh dilakukan, whahaha!!" Pria itu tertawa mengejek karena dari tadi dia ingin menghajar Alex dan diikuti oleh tawa para Pria lainnya.
Alex menghelakan nafas beberapa kali kemudian dia berdiri tanpa memperdulikan darah yang sudah membanjiri dahinya. "Jika begitu, maka aku tidak peduli!".
Alex membalas sambil berlari kearah Pria yang memukul kepalanya dengan tangan terkepal yang siap menghajar.
Pria itu merasa sangat bahaya dan langsung melayangkan kayu yang dia kepalkan kearah kepala Alex.
Alex tersenyum dan langsung menunduk kepalanya kemudian dia mengangkat kembali kepalanya dan langsung melayangkan sebuah pukulan kearah Dagu Pria tersebut.
BRUKK!!!
Pria itu langsung melayang kebelakang sampai tidak sadar bahwa kayunya sudah terlepas dari tangannya.
Tanpa berlama lagi, Alex berjongkok mengambil kayu yang tergeletak ditanah kemudian dia berdiri kembali dengan kayu yang sudah ditangannya.
Dia menyeringai lagi lagi, menatap para Pria yang sudah mengepungnya. "Sepertinya senjata kalian sudah ada ditanganku ya, jadi jangan salahkan aku ya jika kalian babak belur!".
Setelah selesai berkata, Alex seketika berlari kearah salah satu Pria yang didekatnya kemudian dia langsung melayangkan kayunya kearah leher Pria itu.
BUKK!!
Karena pukulan dari Alex yang sangat kuat, Pria itu langsung terhuyung huyung dan seketika dia terjatuh.
Alex menyeringai dengan mata merah, mengalih pandangannya kearah sampingnya menatap para Pria yang menatapnya dengan takut.
Dia tidak memberi kesempatan untuk mereka kabur, Alex langsung berlari dan menghajar mereka semua dengan kayu sampai babak belur.
"ARGGHHH!!"
"T-TIDAKK!!"
"MAMAKK!!!"
"BAPAAKKK!!"
__________
Beberapa menit kemudian, Alex telah selesai menghajar habis mereka semua sampai para Pria tergeletak atau pingsan dengan pipi yang lebam dan muka yang biru biru.
Alex tersenyum, dan senyum diganti dengan mata tajam saat mengingat kalau masalahnya belumlah selesai. Kemudian Alex mengalih pandangannya kesamping, menatap Pria atau 'A' yang berdiri sendiri dengan kedua tangan dikantung celananya dan dia membuat senyum seperti puas dengan aksi Alex.
________________________
Bersambung.
__ADS_1
N/A: Sebenarnya gw ingin menyelesaikan scane ini dichapter ini juga, tapi gw merasa kalau tubuh gw sakit dan pegel pegel atau tubuh gw belum sehat 100% jadi gw berhenti disini dulu, dari pada gw nyakitin diri gw sendiri untuk hal seperti ini lebih baik gw mikirin diri gw sendiri iakan.
Bodohnya gw kagak bikin novel ini pas siang, dan malah gw buatnya pas jam 10 malam selesai jam 11 lewat, jadi gw kecapean deh. Mon maaf ya jika kalian kecewa dengan gw🙏