Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 021


__ADS_3

"Benar, kalau begitu silahkan masuk, bu." Balas Alex terseyum. Tanpa menunda lagi, Bu Sita langsung masuk kedalam Mobil Alex dengan gembira karena Orang yang mengantarnya adalah seorang pemuda yang tampan.


___________________________


"Kamu sudah berapa tahun bekerja menjadi Supir Taksi begini?" Bu Sita bertanya pada Alex yang sedang fokus menyetir mobil.


"Saya sudah bekerja selama lebih dari 1 Tahun, Bu" Alex menjawab sedikit tersenyum.


"Heh, Ibu sangat kagum padamu padahal Umurmu masih sangat muda tapi kau sudah mencari uang sendiri. Huh...Andaikan saja kau menjadi menantu Ibu, pasti Ibu akan sangat senang".


Bu Sita menjawa sedikit nada menggoda, mendengar kata kata terakhir Bu Sita membuat Alex hampir tersedak. Dia tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Bu Sita, dan hanya tercenges cenges saja.


Sebagai Pria sejati, dia tentu tidak akan menerima Wanita walaupun Wanita itu sangatlah cantik, sebelum mengetahui asal usul dan sifat Wanita tersebut.


Lagian dia sudah mempunyai Anisa sebagai Kekasihnya, apalagi Anisa seorang Wanita Dewasa yang sangat dia impikan.


_______________


45 Menit Berlalu.


Selama perjalanan mereka berdua hanya saling bertukar pembicaraan, dan paling banyak bertanya adalah Bu Sita.


Seperti bertanya dimana Alex tinggal, berapa Umurnya, dan lain lainnya. Hanya berbicara beberapa puluh menit saja, mereka dengan sangat cepat menjadi akrab.


Alex memberhentikan Mobilnya setelah sampai di sebuah Rumah yang terlihat sangat sederhana, dan lokasi Rumah tersebut berada di sebuah garapan yang Jalannya berisi bebatuan dan becek becek, atau lebih tepatnya ini adalah sebuah Desa.


"Apakah ini rumah Ibu?" setelah mengalih pandangannya ke arah Bu Sita, Alex bertanya dengan sopan.


"Hemm, benar ini rumah Ibu." Bu Sita menjawab sedikit tersenyum seraya beranjak keluar dari Mobil Alex.


Alex dengan cepat membuka Kaca Mobilnya. "Jangan lupa Bintang 5nya ya, bu" ujar Alex pada Bu Sita yang sudah keluar dengan senyum gembira.


"Karena kau sudah mengantar Ibu dengan aman dan damai, maka Ibu akan memberi Bintang 5 untukmu" tanpa menunggu lagi, Bu Sita mengeluarkan Handphonenya yang terlihat murahan dan mengetik ngetikkannya.


"Sudah" beberapa puluh detik setelah mengetik ngetik, Bu Sita menyimpan kembali Handphonenya dan melanjutkan bicaranya.


Alex tidak menjawab tapi hanya tersenyum sembari ingin lansung pergi, tapi di berhentikan oleh Bu Sita.


"Apakah kau ingin bertamu di Rumah Ibu? Jika mau, Ibu akan memasak sesuatu untukmu, pas sekali Ibu belum masak" tanya Bu Sita pada Alex dengan berharap.


Alex tidak menjawab tapi memikirkannya. 'Hemm, apakah aku menerimanya atau menolaknya? Tolol banget jika aku menolaknya, lumayan boy makan gratis' gumamnya.


Setelah bergumam, Alex langsung keluar dari Mobilnya yang membuat Bu Sita sangat gembira. "Apakah berarti kau ingin bertamu di Rumah Ibu?" tanya Bu Sita antusias, Alex menganguk sebagai jawaban.


Bu Sita sangat gembira dan langsung menarik tangan Alex menuju Rumahnya yang sederhana. Bagaimana tak gembira, dia dikunjungi oleh Pemuda yang tampan, dan juga dia sangat berharap kalau Pemuda itu tertarik dengan Putrinya.

__ADS_1


"Ibu Pulang" setelah masuk kedalam Rumah, Bu Sita berteriak senang sampai menggema seluruh Rumah.


Alex sedikit merasa damai dengan kondisi Rumah Bu Sita, karena di dalam Rumahnya sangatlah sederhana dan sangat rapi.


Berpikir begitu, sebuah Notifikasi dari Handphonenya dan suara Sistem berbunyi di kantung celana dan otaknya.


TRING! TRING! TRING!


[Ding...! Anda mendapatkan Bintang 5. Selamat, anda mendapatkan Kemampuan Taekwondo Tingkat Biasa Bintang Tinggi]


Alex seketika menjadi sangat gembira dengan Hadiah yang diberikan oleh Sistem.


Karena Taekwondo merupakan Seni Bela Diri yang sangat cocok denganya, Taekwondo menggunakan kaki sebagai serangan, dan kaki Alex yang sangat panjang menjadi cocok dengan Seni Bela Diri tersebut.


Alex ingin bertanya lebih lanjut, tapi sebuah langkah kaki terdengar setelah Bu Sita selesai berteriak.


"Ternyata Ibu Sudah pul- Ah...Siapa dia, Bu?" Suara langkah kaki itu adalah Anak Bu Sita yang ingin menyambutnya pulang, tapi saat melihat Pemuda yang tampan membuatnya terkejut, dan bertanya pada Bu Sita dengan tajam.


"Ohh...Dia adalah Alex Supir Taksi yang mengantar Ibu tadi, tampankan. Dan Alex, perkenalkan dia adalah Anakku namanya Mira, cantik bukan?" Bu Sita memperkenalkan keduanya bersamaan dengan sedikit menggoda.


Alex akui kalau Anaknya Bu Sita sangat cantik. walaupun seperti dia tidak pernah memakai skincare sekalipun. Dari wajahnya, umur Mira seperti sama dengan Alex yaitu 19 Tahun. Mira memiliki rambut dan mata bewarna hitam, kulit yang putih, dan tinggi 169cm.


"Alex, salam kenal." Sapa Alex.


Dia pernah mendengar kalau semua Pria Tampan itu adalah Pria Brengsek yang hanya ingin menikmati tubuh perempuan saja, maka dari itu dia berhati hati pada Alex.


"Alex duduklah terlebih dahulu, dan juga Mira tolong ajaklah Alex bicara Ibu ingin masak dulu agar kita makan." Ujar Bu Sita pada Mira dan Alex sembari berjalan kedapur.


Seketika suasana mereka menjadi sangat canggung setelah Bu Sita pergi meninggalkan mereka berdua. Alex tersenyum kecut di hatinya.


"Silahkan duduk" ucap Mira seraya berjalan ke arah Tempat duduk yang terbuat dari kerajinan kayu. Tanpa menunda lagi, Alex juga mengikutinya dan duduk dengan jarak agak jauh dari Mira.


Suasana diantara mereka berdua tidak berubah dan masih sangatlah canggung, Alex hanya menyenderkan punggunnya kebelakang seraya bertanya tanya pada Sistem tanpa memperdulikan Mira.


Beda dengan Mira, Mira sangatlah gugup saat ini karena ini pertama kalinya dia duduk di samping cowok tidak dia kenal. 'AHhh....Bagaimana ini, aku sangat gugup gila.


Juga, bagaimana bisa Ibu membawa pulang Pria tampan seperti ini? Awas saja Ibu ya, aku akan memberi tahu pada Ayah kalau Ibu membawa pulang seorang Pria' gumamnya seraya memainkan tangannya dengan gugup.


Bu Sita yang melihat Alex dan Mira dari sebuah balik pintu membuat tersenyum kecut. 'Duh, bagaimana ini? Aku harus membuat mereka menjadi akrab satu sama lain.


Hooh...Benar juga, sepertinya aku harus memakai rencana yang selalu di bilang oleh Ibu Ibu tukang gosip.' Gumam Bu Sita pergi kedapur setelah selesai bergumam.


Bu Sita kembali lagi membawa sebuah Tabung Gas bewarna hijau, dia berjalan ke arah Alex dan Mira yang lagi diam saja.


"Maaf menggangu percakapan kalian, Mira bisakah kau belikan Ibu Gas? Jika tidak ada Gas Ibu tidak akan bisa masak" Bu Sita berkata pada Mira setelah dia sampai.

__ADS_1


"Ohh...Tentu" jawab Mira seraya beranjak berdiri dari duduknya mengambil Tabung Gas yang dibawak oleh Ibunya.


Saat ingin keluar, Ibunya memanggilnya kembali. "Lebih baik kau di temani oleh Alex, kan Alex" ucap Bu Sita memberhentikan langkah Mira sembari bertanya pada Alex dengan berharap.


"Ahh...Ohh...Benar itu, hahaha, aku juga ingin berjalan jalan" Alex sontak terkejut dan menjawab dengan tertawa gak lucu seraya mengelap keringat yang menempel di dahinya.


Alex baru saja memakai Kemampuan yang diberikan oleh Sistem yaitu Taekwondo. Setelah menggunakannya, Alex merasa dia sangatlah kuat.


Saat melihat Bu Sita dan Mira, Alex merasa kalau dia bisa menumbang mereka hanya sekali tendangan saja. Tapi hal itu tidak mungkin dia lakukan.


Alex berdiri dari duduknya, berjalan ke arah Mira yang berdiri di depan Pintu keluar rumah seraya mengambil Tabung Gas yang di pegang oleh Mira.


Setelah permisi pada Bu Sita, mereka berdua langsung keluar rumah. Mira menjadi sangat malu karena hal ini juga pertama kali dia berjalan bersama Cowok yang tidak dia kenal.


_____________


Selama perjalnan mereka berdua tidak ada yang berbicara karena mereka sangat malu untuk membuka pembicaraan. Bahkan Alex tidak tau, kenapa dia menjadi sangat malu seperti ini.


Saat melihat sebuah Kedai yang menjual Jajanan, Mira langsung berlari menuju kedai tersebut sambil merampas Tabung Gas yang di pegang oleh Alex. Alex mengangkat bahunya saja dan mengikutinya dari belakang.


"Hehehe, Nak Mira, apakah ini Pacarmu? Sepertinya kau sudah besar ya dan kau sangat beruntung karena memiliki pacar sangat tampan" ucap seorang pemilik dari Kedai itu yang ternyata pemiliknya seorang nenek nenek yang sudah sangat tua sambil menunjuk Alex.


Mira seketika menjadi malu tersipu, tergesa gesa menjelas pada Nenek itu. "Hah...Tidak tidak, dia...Dia bukan pacarku, nek".


Nenek itu hanya tertawa saja seraya mengeluarkan sebuah Tabung Gas yang baru. Alex juga menggaruk kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Nenek itu.


Mira langsung membayar Uang dan mengambil Tabung Gasnya, langsung pergi karena dia sudah sangat malu. Seperti sebelumnya, Alex mengikuti dari belakang saja.


"Jangan memperdulikan apa yang di katakan oleh Nenek itu, ya" setelah berjalan cukup jauh dan suasana mereka tetap canggung, Mira membuka percakapan dan berkata dengan sedikit malu.


"Tidak apa apa kok, aku tau Nenek itu hanya bercanda saja" jawab Alex sedikit tersenyum.


Saat sudah berjalan beberapa menit, Alex melihat 4 Laki Laki berjalan kearah mereka berdua dengan seringai.


"Hey, Mira, mau kemana? Sama abang saja yuk, punya abang 20cm lo?" salah satu Pria berjalan ke arah Mira lebih cepat dan memegang dagu Mira dengan menggoda.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Pria itu Alex ingin tertawa terbahak bahak. 'Hahaha....20cm? Dek, dek. Jika di bandingkan dengan punyaku, maka milikmu seperti semut dihadapan Naga'.


"Apasih, jauhkan tanganmu dari daguku kau sangat menjijikan" Mira menampar tangan Pria itu yang memegang dagunya dengan sangat kesel dan berbicara dengan nada pedas.


___________________________


Bersambung


N/A: Btw, jalan ceritanya lambat kagak bro?

__ADS_1


__ADS_2