
[Ting!.....Anda mendapatkan Bintang Lima. Selamat anda mendapatkan 'Pill Mempertampankan Wajah']
__________
Mata Alex membelak mendengar perkataan Sistem yang sudah dia tunggu. 'Aa-apa? Pill Mempertampankan Wajah? Apa artinya aku akan menjadi tampan?' Pikir Alex tidak bisa tidak terkejut.
[Bener, anda akan menjadi seorang yang sangat tampan. Jika ketampanan anda sekarang hanya sebatas tai kucing, maka jika anda memakan Pill tersebut anda akan menjadi sangat tampan]
"Oiy......Apakah kau baru saja mengejekku?" seru Alex dengan kesel. Dan dia baru menyadari bahwa Sistem bisa membaca pikirannya.
[Sistem mengatakan kebenaran]
Alex mengehalakan nafas berat dengan sifat Sistem, jika dia terus melawannya maka dia sendiri yang akan kenak mental. Jadi, Alex mengaku kalah jika beradu mulut dengan Sistem.
"Ohh, bener juga....Apakah aku lebih baik memakan Pill tersebut didalam mobil atau saat dirumah?" tanya Alex dengan pertanyaan yang mengganjal dipikirannya.
[Lebih baik anda memakannya saat anda sudah sampai dirumah anda]
Alex menganguk mendengar perkataan Sistem. "Laranganmu jalan terbaik untukku.....Ohiya, apakah ada efek sampingnya saat memakan Pill yang kau berikan? Dan juga, ada dimana Pill itu?".
[Saat memakannya, anda tidak akan merasa efek samping. Anda membayangkannya saja, dan Pill itu akan keluar didepan anda]
"Ohh....." Seru Alex dengan tertarik. Alex menutup matanya dan membayangkan sebuah Pill, dan tiba tiba saja dia merasa sesuatu benda kecil yang jatuh kearah tangan kanannya.
Alex membuka matanya dan sangat terkejut melihat sebuah Pill berwarna putih dan biru yang sangat indah, tiba tiba berada ditangannya.
"WOAHh...Gilaa, apa ini? Apakah ini sihir? Kenapa Pill ini berada ditanganku?" Alex tidak bisa tidak terkejut.
[Itu bukan sihir. Sistem memiliki sebuah Penyimpanan yang akan menyimpan sesuatu yang hanya berasal dari Sistem, contoh Pill]
"Begitukah...." Ucap Alex yang mengalih pandangannya kearah kaca mobil.
'Lebih baik aku cari penumpang saja, setelah waktu malam aku akan pulang dan meminum Pill yang diberikan Sistem.' Pikir Alex sembari menancap gasnya dan berjalan jalan menunggu seorang penumpang yang akan menyewa Taksinya.
___________
"Hah.....Sudah hampir 3 jam aku menunggu, dan tidak ada juga Penumpang." Gumam Alex yang sangat kesel.
__ADS_1
Setelah mengantar Vita, Alex berjalan menuju Kopi Angkringan yang isinya banyak orang bapak bapak main catur. Sudah 3 Jam dia menunggu, dan tidak ada juga Penumpang yang memesannya.
TRING! TRING! TRING!
Handphonenya begetar, dan Alex dengan cepat mengambil Handphonenya yang berada di kantung Celana dan melihat, ekspresinya yang tadinya suram dan depresi di ganti menjadi tersenyum bahagia.
Alex bangkit dari bangku dan melihat seorang Wanita Dewasa yang sedang membuat Kopi. "Berapa bu semuanya?".
Wanita Dewasa itu mengangkat kepalanya dan melihat Alex. "Ohh Nak Alex, kamu ingin pergi.....Semuanya hanya 15 Ribu saja." Ujar Wanita Dewasa itu sembari menaruh Air panas kedalam Kopi.
"Iyaa, aku ingin pergi." Jawab Alex dengan tersenyum. Alex mengeluarkan uang 10 Ribu dan 5 Ribu dari kantungnya dan memberi pada Wanita Dewasa didepannya.
"Ini bu uangnya. Makasi yah bu." Setelah memberi uang, Alex membalik badannya dan pergi.
"Yah sama sama, hati hati dijalan yah!" Teriak Wanita penjual Kopi pada Alex sembari melambaikan tangannya.
Alex hanya menganguk saja tanpa membalik badannya. Dia berjalan kearah Mobilnya yang terpakir disamping jalan dan langsung masuk.
Alex dengan cepat menancap Gas Mobilnya sembari melihat Maps di Handphonenya. Beberapa menit kemudian, dia telah sampai disebuah rumah sakit yang terlihat sangat sederhana.
Alex mencari disekitar Rumah sakit dan menemuka seorang Nenek tua berdiri didepan rumah sakit dengan badan yang sudah membungkuk.
"Iyaa, benar, apakah kamu Alex?" Jawab Nenek itu dengan suara Tuanya.
"Benar saya Alex, silahkan Masuk, Nek, dan maaf karena saya lama datangnya." Seru Alex yang menunduk sedikit kepalanya.
Nenek itu melambaikan tangannya seperti mengisyaratkan pada Alex untuk tidak minta maaf.
Nenek tua itu membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalam Mobilnya dan tidak lupa memasang sabuk pengaman.
Alex menancap gas mobilnya dengan santai, tidak ingin membuat Nenek tua yang dibelakangnya ketakutan.
Beberapa puluh menit kemudian, Alex telah sampai disebuah pemukiman rumah yang terlihat sangatlah sederhana.
"Kita sudah sampai, Nek." Ucap Alex mengalih pandangannya kebelakang dan menatap Nenek Penumpang dengan tersenyum.
"Hummm..." Nenek itu menganguk tersenyum dan turun dari mobil Alex.
__ADS_1
Alex membuka kaca mobilnya dan menatap Nenek itu. "Jangan lupa Bintang Limanya yah. Nek." Ucap Alex tersenyum.
"Tentu." Jawab Nenek tersebut dengan tersenyum, dia mengeluarkan Handphone kunonya yang berada di Kantungnya dan mengetik sesuatu di Handphone.
"Sudah...Terima kasih ya." Ujar Nenek itu tersenyum dan membalikkan badannya pergi dari hadapan Alex.
Alex hanya tersenyum dan melihat Handphonenya, Nenek tersebut memberi Bintang Lima padanya yang membuatnya semakin tersenyum.
[Ting!.....Anda mendapatkan Bintang Lima. Selamat, anda mendapatkan Uang Tunai sebesar 5Miliar, uang akan di kirim ke Akun Bank]
BOMM!!
Perkataan Sistem seperti sebuah Bom atom yang meledak didalam kepala Alex, dia tidak tau, apakah dia harus percaya dengan perkataan Sistem.
TRING!! TRINGG!! TRINGG!!
Handphonenya kembali berbunyi, Alex mengambil Handphonenya yang berada disampingnya dengan tangan gemetaran dan keringat dingin keluar tanpa dirinya sadari.
BOMM!!
Saat melihat notifikasi dari Handphonenya, dia merasa dirinya akan hancur seketika, dia tidak tau apakah dia harus menangis atau bahagia. Bahkan tanpa dirinya sadari, dia mengeluarkan Air mata yang bahagia.
"Tanggal 24 Bulan 07 Tahun 2027, Kami dari pihak Bank BRI memberitahukan bahwa pemilik Akun dengan Nomor 68253627 Telah melakukan Transaksi pada Pukul 17: 21 dengan Jumlah Saldo: 5.000.000.000 dan Saldo yang tersisa adalah 5.002.304.000."
Emosinya tercampur aduk saat membaca notifikasi dari Bank BRI. 5 Miliar? Dia tidak menyangka bahwa ada hari dimana dia akan memiliki uang yang sebegitu banyak.
"Si-Sistem, A-Aku tidak tau, apa yang harus aku lakukan sebagai terima kasihku." Gumam Alex dengan suara yang gemeter.
[Anda tidak perlu berterima kasih, jika anda senang maka Sistem akan senang, jadi anda tidak perlu berterima kasih]
Alex sedikit terkejut, dia mendengar suara Robot Sistem seperti sedang bahagia. Alex hanya tersenyum saja dan tidak menjawab.
Alex menancapkan Mobilnya untuk kembali Pulang ke Kontrakan karena hari sudah hampir magrib, dia membawa Mobil dengan perasaan yang tercampur aduk, dan masih terpikirkan Uang 5 Miliar yang terkirim di Banknya.
Beberapa menit kemudian, Alex telah sampai didepan Kontrakannya dan seperti biasa, Kontrakan sepi seperti biasa. Alex turun dari mobil dan berjalan kearah Kamar Kontrakannya.
___________
__ADS_1
Bersambung.