
Alex merasa sangat puas dan langsung menjatuhkan seluruh anggota badannya ketanah karena sangat kelelahan sembari menatap tubuh A dengan kondisi yang menyedihkan dengan muka yang sudah dilumuri oleh darah, bahkan lebih parah dari Alex. Sembari berkata. "Hah...Akhirnya selesai juga, sungguh melelahkan!".
__________________________
"Alex! A-Apakah kau tidak apa apa?" Ridho sangatlah khawatir dengan kondisi Alex dan langsung berlari menujunya sambil memegang dahi Alex dengan khawatir.
"Ba*gsat! Jangan megang dan memesang wajah jijik kekgitu!" Alex menepis tangan Ridho dengan wajah yang jijik sambil mundur beberapa langkah dari Ridho.
"Jika tadinya kau wanita cantik aku tidak mempersalahkannya, tapi kau cowok ******!" lanjut Alex sambil mengelap darah yang menempel di jidatnya mencoba menahan rasa sakit.
"Tchh! Nyesel aku khawatir sama kau!" Ridho menjawab dengan kesel sambil berdiri dari jongkoknya.
"Nahh, sekarang apa yang akan kita lakukankan?" Ridho melanjutkan bicaranya, setelah beberapa detik memandang para Pria yang tidak tersadarkan diri lagi ditanah.
"Hemm," Alex tidak menjawab tapi memegang dagunya berpikir keras. Beberapa detik, Alex berdiri memandang Ridho dengan seringai.
"A-Apaa yang mau kau lakukan?" Ridho menjadi takut, pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh Alex.
"Owhh benar juga, kan aku ada job jadi kaulah yang mikir apa yang kau lakukan. Kalau tidak ada lagi aku pergi duluya, semoga berhasil."
Benar saja seperti yang diduga oleh Ridho, Alex tidak mau menangani masalah yang ia perbuat. Tanpa menunggu jawaban dari Ridho, Alex langsung berlari kearah keluar pintu.
Saat ingin keluar pintu, dia memberhentikan langkahnya kemudian menoleh kebelakang manatap Ridho.
"Kalau kau mau kirim mereka semua kepenjara jangan masukkan aku kedalam masalah ini ya. Ohh benar juga, jika Pak Jima sudah sadar telpon aku." Setelah selesai berbicara, Alex berlari lagi keluar Gedung dan menuju kearah Mobil yang terparkir gang jalan.
"Sialan kau! Dasar tidak bertanggung jawab!" Ridho sangat kesel, dan ia berjanji dalam hatinya akan memukul Alex sampai babak belur contohnya seperti Pria yang tergeletak ditanah itu. Tapi jika dipikir pikir itu tidak mungkin.
Ridho menghelakan nafas berulang kali kemudian menoleh kearah Pak Jima yang duduk di bangku yang masih pingsan tak sadar diri.
Setelah itu dia menatap para Pria yang geletak ditanah. Tiba tiba dia mendapatkan suatu ide yang mengerikan, dia menyeringai kejam dan berjalan kearah salah satu orang yang memukulinya tadi.
"Hehehe, inilah pembalasanku!" Ridho langsung melayangkan tendangannya kearah Pria itu tepat kearah mukanya.
BRUKK!!
"Hahaha, disini akulah penguasanya, aku bakal pukulin kalian semua seperti Alex lakukan" Ridho berpose seperti seorang yang terkuat didunia setelah memukul salah satu pria.
Tidak puas disitu saja, Ridho berjalan lagi kearah Pria lainnya dan memukuli atau menendangnya dan itu selalu kearah wajah.
Beberapa puluh menit kemudian.
__ADS_1
Ridho duduk disebuah bangku disamping bangku Pak Jima duduk. Dia duduk dengan kaki kanan menimpa kaki kiri, dan tangan kanan memegang pipinya seperti seorang yang berpengaruh.
Saat ini tangannya sudah di lumuri oleh darah merah, seperti dialah yang menghabiskan selusin lebih Pria yang tergelatak ditanah.
"Hehhe, beginikah menjadi orang terkuat jika aku menghabiskan mereka semua betulan bukankah aku bakal terkenal. TUNGGU? TERKENAL....!?"
Saat bergumam sesuatu, Ridho tiba tiba mendapatkan ide cemerlang yang tidak dia pikirkan sebelumnya dan jika ide itu berhasil dia lakukan bukan hanya uang bahkan wanita akan melekat padanya.
Ridho menyunggingkan senyumannya, sambil bergumam lagi. "Hehe, kata Alex dia tidak ingin terlibat masalah ini jadi biarkanlah aku menjadi penghalangmu!"
"Maaf Alex, sepertinya aku akan terkenal sebentar lagi dan mencuri hasilmu." Ridho meminta maaf dalam hatinya dengan tulus, membayangkan Alex memberi jempol kepadanya.
Ridho memiliki rencana, yaitu dia akan memanggil polisi untuk menangkap mereka semua. Dia pernah mendengar, bahwa Pria pria ini merupakan anggota dari gang Destroy dan ia juga pernah mendengar diberitah kalau gang Destroy merupakan buronan yang harus ditangkap oleh pihak polisi atau pihak berwajib.
Bukankah jika dia menyerahkan Pria pria ini dia akan menjadi terkenal? Tentu saja, tapi dia tidak mengetahui kalau apa yang direncanakan olehnya akan membawa maut kepadanya.
***
Disisi Alex.
"Hehe, Maafkan saya ya, bu." Setelah keluar dari Gedung dan masuk kedalam Mobil, Alex langsung menancap gas mobilnya menuju kearah Menumpangnya dengan kemampuan maksimalnya.
Dan saat ini Alex sedang berhadapan dengan Ibu ibu yang menjadi penumpangnya. Dia meminta maaf dengan tulus, karena ini 100% kesalahannya karena dia sangat lambat menghabisi Pria pria yang digedung.
Tadinya dia sangatlah marah karena orang yang menjemputnya sangatlah lama, dan ia berjanji dalam hatinya akan memarahi pria taksi itu dengan kata kata kasar.
Tapi saat Alex yang menjemputnya, Ibu itu dengan senang hati melanggar janjinya karena terpesona sama ketampanan Alex. Yahh, seluruh dunia juga tau wajah yang akan merubah segalanya mau itu emosi dan lain lain.
Alex tidak menjawab dan menancap Gas mobilnya lebih cepat karena dia ingin ke Rumah sakit mengunjungi Bu Sri dan Anaknya yang sedang sakit atau Dewi.
Tapi karena perkataan Penumpannya yang mengatakan Alex harus pelan dia mau tak mau harus pelan saja jika tidak mungkin bintangnya akan berkurang.
Ibu itu hanya ingin dia bersama Alex menghabiskan lebih lama waktu, sampai dia tidak sadar kalau dia mempunyai suami dan anak yang menunggunya untuk masak.
***
Beberapa puluh menit kemudian, Alex saat ini sudah sampai di depan sebuah rumah yang terlihat lumayan sederhana, atau lebih tepatnya rumah tempat tinggal Ibu di belakangnya.
Selama perjalanan mereka berbicara hal yang tak penting. Ibu itu pernah berkata apa yang terjadi dengan kondisi Alex yang sangatlah berantakan dan wajahnya yang berdarah seperti habis berantam?
Alex membuat alasan kalau bajunya tidak digosok dan kenapa wajahnya seperti ini karena dia terjatuh dari atap rumah saat melakukan sesuatu. Dan bodohnya Ibu itu malah percaya, mungkin itu karena dia sudah terkena hipnotis dari ketampanan Alex.
__ADS_1
"Kita sudah sampai, bu!" Alex menoleh kebelakang kemudian berkata dengan senyum kecil.
"Terima kasih, ya." Ibu itu tentu saja terpesona. Setelah beberapa saat dia keluar dari mobil Alex.
Alex membuka kaca mobilnya, sambil mengatakan kata kata yang suci dari Supir Taksi. "Mohon beri bintang Limanya ya bu".
"Tentu saja" Ibu itu tersenyum dan dengan senang hati memberi Alex bintang lima. Beberapa puluh detik kemudian, Ibu itu telah selesai mengirim bintang lima kepada Alex.
Kemudian Ibu itu berkata, dia ingin Alex untuk masuk dulu kedalam rumahnya untuk makan atau melakukan hal hal lain, dan Ibu itu malah berkata dengan centil membuat Alex sedikit jijik.
Alex menolak dengan sopan dan berkata kalau dia memiliki suatu urusan yang harus dia lakukan. Ibu itu tentu sedih tapi dia tidak mempersalahkannya dan membiarkan Alex untuk pergi.
Alex menghelakan nafas dan permisi untuk pergi, dan menuju kearah Rumah Sakit.
***
Dalam perjalanan.
TRINGG!! TRINGG!! TRINGG!!
[Ding...! Mendapatkan Bintang Lima. Selamat, anda mendapatkan Aplikasi Supir Taksi Seindonesia]
Saat menyetir mobil, Alex mau tak mau menjadi sangat terkejut karena hadiah yang diberikan oleh Sistem.
"Sistem! Apa maksud dari hadiah yang kau berikan?" karena otaknya yang lumayan pintar, dia bisa mengetahui apa fungsi dari hadiah yang diberikan oleh Sistem tapi dia tetap bertanya untuk memastikan.
[Aplikasi Supir Taksi Seindonesia, artinya anda memiliki hak untuk menjadi Supir Taksi dimanapun anda berada tapi harus di wilayah Indonesia contohnya jika anda pulang kehalaman rumah anda tetap bisa menjadi supir taksi dan anda tidak harus menjadi Supir Taksi di satu wilayah saja]
[Aplikasi akan terus dipasang di Handphone anda, dan jika anda berganti Handphone terus menerus, Sistem juga akan memesang Aplikasi tersebut kedalam Handphone anda terus menerus]
"Wow...Ini merupakan Aplikasi terpenting dalam hidupku." Alex mau tak mau harus berseru karena itu sangat penting untuk.
Tapi masih ada sebuah pertanyaan dibenaknya yang harus dia tanyakan kepada Sistem. "Apakah Aplikasi ini bisa menjadi Apliksi Supir Taksi Sedunia?"
Jika itu memang bisa, bukankah itu merupakan berkah baginya. Dia bisa dengan bebas keluar negri membawa keluarga atau kekasihnya ke negara yang ia inginkan.
[Tentu saja bisa. Tapi anda jangan terkejut dengan harganya. Jika anda ingin meningkatkan Aplikasi Supir Taksi Seindonesia ke Aplikasi Supir Taksi Sedunia anda harus membayar uang tunai sebesar 50Triliun Rupiah]
Alex terkejut setengah mati, karena harga yang diuntuk meningkatkannya sangatlah tidak manusiawi. Bukan tidak mungkin baginya untuk mendapatkan uang begitu banyak dengan adanya Sistem, tapi mungkin itu menghabiskan waktu yang lama.
________________________
__ADS_1
Bersambung
N/A: Dua Hari gw kagak up karena gw ada kerjaan yang harus gw tanganin bro, maaf maaf ya karena baru up. ty yu