Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
Supir Taksi Dengan SISTEM - 046


__ADS_3

Merasa kalau mereka dipandang aneh oleh orang orang. Dinda mengusulkan untuk duduk dan mereka hanya menganguk kemudian mereka duduk dibangku yang disediakan.


___________________


'Uhh, gila tanganku sakit banget jir.'


Batin Doni menyembunyikan tangan kanannya kebelakang. Walaupun kesakitan dia tetap memasang wajah tersenyum.


Alex menyeringai dalam hatinya. Dia tentu menyadari apa yang dirasakan oleh Doni. Mungkin karena fisiknya sudah di tingkatkan dengan meningkatnya kemampuan Taekwondonya dan itu mungkin berefek juga pada fisiknya.


Saat sedang berpikir. Doni mendapatkan suatu ide untuk mempermalukan Alex. Dia membuat seringai dan berdiri dari duduknya membuat senyuman elegan.


"Pasti kalian belum makan kan? Bagaimana jika kalian berdua memesan makanan. Tenang saja, kalian berdua tidak perlu memikirkan bayarannya, semua yang kalian pesan akan aku bayar."


Kata Doni dengan membangga dirinya bahwa dia memiliki banyak uang di bandingkan dengan Alex.


"Hoohh ..."


Alex tidak berkata kata tapi dia hanya membuat suara kagum tapi kekaguman itu hanya tipu mulsihat.


Kemudian dia mengambil menu yang terletak pada meja sambil menggempetkan duduknya mendekati Dinda, tanpa memperdulikan tatapan Doni.


"Doni kata dia akan membayar semua makanan yang kita pesan. Jadi jangan malu malu dan ragu untuk memesan apa yang kau inginkan."


Ujarnya pada Dinda. Seperti halnya dialah yang akan membanyar semua makanan yang mereka pesan.


Doni merasa kesel dengan sikap Alex. Tapi dia tersenyum saja saat dirinya mendapatkan ide untuk mempermalukan Alex. Dia terbatuk beberapa kali kemudian dia duduk dibangku sambil berkata dengan sombong.


"Kau pasti tidak pernah memakan makanan di restoran seperti ini, kan? Jadi, bersyukurlah karena kau akan mencoba makanan disini."


Walaupun Alex tampan dan tinggi seperti orang yang kaya. Tapi dia merasa kalau Alex berasal dari kalangan bawah yang tak pernah memakan makanan mewah.


"K-Kamu ...!" Dinda ingin marah tapi melihat tangan Alex yang menghalangi dirinya dia memberhentikan perkataannya dan menatap Alex dengan bingung.


"Yaa, seperti itulah. Aku memang tidak pernah memakan makanan disini jadi aku bersyukur karena kau akan mentraktirkanku." Alex menjawab dengan jujur.


"Pfftt ...Hahha. Oppss, maaf aku keceplosan."


Doni langsung menutup mulutnya saat dirinya tanpa sadar membuat tawaan yang dia sengajakan untuk mempermalukan Alex lebih dalam.


Alex hanya memasang wajah yang gelap. Sedangkan Dinda ingin marah tapi dia selalu dihalangi oleh Alex.


"Karena aku tertawa tanpa sadar. Jadi sebagai perminta maafku, kau boleh memesan apa yang kau inginkan."


Alex tersenyum saja mendengar perkataan Doni. Kemudian dia berdiri dari duduknya dan memanggil pelayan dengan suara tinggi.


"Pelayan..!!"


"PFFTT ...HAHHAHA, apa kau baru saja membuat lelucon? Kau bahkan tidak tau bagaimana caranya memanggil pelayan di Restoran."

__ADS_1


Doni tidak bisa menahan ketawanya saat melihat kekonyolan Alex.


Alex hanya duduknya tidak memperdulikan tawaan Doni dan orang orang. Dalam hatinya dia sedikit malu, tapi dia sangat meminta maaf kepada Dinda karena membuatnya malu.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan." Walaupun Alex memanggil Pelayan itu dengan teriakan. Tapi mereka tetap datang dan melayaninya.


"Hemm," Alex memegang dagunya sambil membolak balik halaman menu.


"Ohh, aku ingin memesan Spageti Carbonara 4, Beef Steak 3, Baked Salmon 3, Pesto Chiken Baked 2, Lobster Mac And Cheese 2, Risitto 4 ..."


"O-Oyy, b-berhenti dong."


Doni merasa tercekik saat mendengar apa apa saja yang dipesan oleh Alex. Bahkan yang dipesan oleh Alex lebih dari satu. Sepertinya dia menyesel dengan apa yang dikatankan olehnya.


"Heh?" Alex berpura pura dengan apa yang dikatakan Doni. Dia menatap Doni sambil melanjutkan.


"Bukankah tadi kau mengatakan akan membayar semua apa yang kami pesan?"


"Hemm, betul itu." Dinda yang baru menyadari apa yang akan dilakukan kepada Doni mulai mengikuti permainan Alex.


"Y-Yaudah pilihlah sesuka hati kalian."


Karena tidak ingin dipandang rendah oleh Dinda, mau tak mau ia hanya bisa pasrah dan menangis dalam hatinya karena uang yang dia kumpulkan selama beberapa minggu akan habis seketika karena makan 1 malam saja.


" ...Itu saja yang kami pesan."


Setelah beberapa menit memesan, Alex menyudahi karena dia merasa kasihan dengan Doni. Ya mungkin jika ditotalkan semua makanan mereka akan lebih dari 20 Juta.


"Huhukkk ..." Doni terbatuk batuk kemudian menatap Alex lagi. "Untuk apa kau memesan makanan begitu banyak?"


"Kau taukan, kalau aku belum pernah memakan makanan mewah seperti ini jadi aku ingin memencicipi seluruh makanan disini. Dan pas sekali kau mengatakan kalau akan membayarnya."


Doni hanya tersenyum kencut dengan perkataan Alex. Dia mendapatkan ide lagi bagaimana dia mempermalukan Alex. Mungkin rencana ini akan berhasil dari pada sebelumnya.


"Kawan, boleh aku tau kau berkerja dimana?" tanya Doni dengan sopan. Tapi dalam hatinya dia mengejek sambil menunggu jawaban Alex.


"Aku bekerja sebagai Supir Taksi."


"Pfftt ..." Doni ingin tertawa lagi tapi ia menahannya.


"Supir Taksi? Bagaimana jika kau keluar dari pekerjaanmu dan menjadi Clening Service di Universitas yang akan menjadi milikku? Aku janji akan meningkatkan 2x lipat dari gajimu selama seminggu sebagai Supir Taksi. Bagaimana, kau mau?"


Walaupun Doni menawarkan secara baik baik. Tapi Alex tau, sebenarnya dia berkata seperti itu agar mempermalukan dirinya terhadap Dinda.


"Ohh, apakah kau yakin?" Alex berkata dengan seringai.


"Tentu saja." Jawab Doni. Dia yakin kalau gaji yang dihasilkan oleh Alex tidak seberapa baginya.


Alex tidak menjawab sepatah kata tapi tersenyum. Dia mengambil Handphonenya yang terletak didalam Jas yang ia kenakan. Doni dan Dinda merasa sangat aneh dengan apa yang dilakukan oleh Alex.

__ADS_1


Setelah mengambil Handphonenya, dia membuka Aplikasi Banknya kemudian meletakkan Handphonenya dekat dengan Doni.


"Yaa, aku menghasilkan segini dalam satu hari. Bagaimana, apakah kau yakin bisa membayar 2x lipat dari gajiku sekarang?"


Alex berkata dengan jujur lagi lagi. Dengan kaki kanan menimpa kaki kiri dan kedua tangan terlipat di dadanya.


Doni merasa aneh dengan perkataan Alex dan melihat Hp yang terpampang di depannya. Seketika matanya membelak ingin keluar dan sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.


Dia tidak mengetahui berapa jumlah nol yang terletak di akun Bank Alex. Untuk melihat apa itu asli atau kebohongan. Doni mengambil Hp Alex dan mengetik ngetik untuk memastikkan dan Alex hanya membiarkannya.


Sekali lagi matanya membelak, bahkan melebihi sebelumnya. "I-Ini asli ...11 Milliar Rupiah, b-bagaimna bisa?"


Gumamnya pelan sampai tidak terdengar. Setelah dia mengecek, ternyata akun Bank yang ada di Hp Alex itu asli.


"K-Kau ..." Doni tidak tau apa yang akan dia katakan sekarang dan hanya bisa menatap Alex dengan kejutan.


"Bagaimana, apakah kau bisa untuk menambah gajiku 2x lipat dari gaji sekarang?"


"A-Aku... Aku tidak bisa," Doni menjawab dengan kepala yang tertunduk.


"Apa yang kalian bicarakan?"


Dinda tidak mengetahui apa yang terjadi antar Alex dan Doni. Dia bahkan tidak tau berapa akun Bank Alex karena meja yang mereka tempatkan cukup besar, sedangkan Alex melempar Hpnya jauh dari Dinda.


"Tidak ada yang terjadi. Hemm, sayang sepertinya aku mau be'ol deh bagaimana kalau kita pulang?"


"Heh? Kenapa cepat sekali? Bagaimana dengan makannya? Dan juga, jika kau ingin be'ol kenapa gak disini aja? Kan disini ada kamar mandi."


"Eek ku ga mau keluar kalau dikamar mandi orang. Udah ayola." Alex berdiri tanpa menunggu jawaban dari Dinda dan tidak memperdulikan kondisi Doni yang tertunduk.


Mereka berjalan keluar dari meja. Dia memberhentikan langkahnya saat dekat dengan Doni. Alex memegang pundak Doni sambil menasihati.


"Kuberi kau nasihat. 'Kesombongan tidak menjadikan seseorang tinggi derajat, tapi dengan kesembongan itulah ia akan terperosok dalam kerendahan akhlak'."


Doni terkejut dengan perkataan Alex. Dia menunduk kembali kepala dan mencerna apa yang di katakan oleh Alex.


Setelah memberi nasihat kepada Doni. Alex tidak langsung pergi keluar, tapi dia kekasir untuk membayar semua yang dia pesan sebelumnya yang menghabiskan uangnya 20 Juta pas.


Jika dia membiarkan Doni untuk membayar semua yang ia pesan. Bukankah dia sama saja seperti seorang bajingan yang tidak memperdulikan seseorang.


Setelah membayarnya. Dia tidak mengambil pesanan yang dia pesan, karena makanan itu lagi dimasak oleh Chef Restoran.


Dia mengatakan untuk membagikan makanan tersebut kepada seseorang yang membutuhkan atau orang orang yang tinggal dijalanan.


Setelah semua selesai dia uruskan. Alex kemudian berjalan keluar Restoran dengan bergandengan tangan dengan Dinda yang menatapnya dengan penuh pertanyaan.


_________________________


Bersambung

__ADS_1


N/A: Chp selanjutnya mencari Anisa. Gw sebenarnya ingin satu chpt ini mencari anisa, tapi kagak jadi karena gw capek.


__ADS_2