Supir Taksi Dengan SISTEM

Supir Taksi Dengan SISTEM
007 - Tawaran Vita Dan Mendapatkan Bintang 5 'Pill Mempertampankan Wajah'


__ADS_3

Alex membuka matanya, hal pertama yang dilihat adalah seorang Wanita sedang memegang tangannya dengan kedua tangannya dan menempalkan Tangan Alex di wajahnya seperti mencium tangannya. Alex melihat, di pipi Wanita itu seperti ada sebuah Air yang mengalir di Pipinya seperti air mata.


________


"A-Anisaa....." Alex dengan terbata bata mencoba untuk berbicara.


Seketika Wanita itu Anisa mengalih pandangan ke Alex dan menantapnya dengan emosi yang tercampur aduk. "A-Alexx...!!" Anisa dengan cepat memeluk Alex yang masih tertidur di kasur.


"Alex, Alexx." Anisa memeluk Alex dengan sangat erat seperti tidak ingin kehilangannya, dia bergumam nama Alex sampai beberapa kali.


"Yahh, aku disini." Alex tersenyum dan memegang kepala Anisa dengan lembut.


"K-Kenapa kau sampai pingsan seperti itu?" Anisa mengankat kepalanya sedikit, menatap Alex dengan wajah yang dipenuhi oleh air mata.


"M-Maafkan aku, aku, aku han-" Alex bingung ingin menjawab apa, dan omongan di potong oleh Anisa.


"Tidak penting apapun yang kau lakukan, yang penting kau kembali sehat." Anisa memegang bibir Alex dengan jari telunjuknya dan memeluk tubuh Alex dengan erat.


Alex hanya membiarkannya saja dan melihat tingkah Anisa yang memeluknya. Siapa yang tidak ingin dipeluk oleh Wanita cantik? Apalagi yang memeluknya adalah seorang Wanita Dewasa.


Alex menikmati pelukan Anisa, dia merasa sesuatu yang lembut dan kenyal ditangannya, dia mengalih pandangannya ke kanan dan melihat sesuatu yang besar menempel ketangannya. Tanpa dirinya sadari, dia sudah mengeluarkan darah dari hidungnya.


Anisa yang masih memeluk Alex mengalih pandangannya ke arah wajah Alex dan sangat terkejut melihat hidung Alex berdarah. "A-Alex, Hidungmu, Hidungmu berdarah!" Anisa tergesa gesa ingin berdiri. Tapi,


"Jangan pergi, tetaplah disini, ini hanya darah kesenangan." Alex dengan cepat memegang pundak Anisa untuk memberhentikan Anisa untuk pergi.


"B-Baiklah jika itu yang kau bilang, tapi aku akan membersihkan darah yang ada dihidungmu terlebih dahulu." Anisa hanya bisa pasrah dengan perkataan Alex dan duduk di sampingnya. Dia mengambil sebuah tisu dikantung celananya dan membersihkan hidung Alex.


Alex tidak bisa tidak tersenyum, dia seperti merasakan surga dunia sekarang.Dimana, sesuatu yang lembut menempel di tangannya, seorang Wanita Dewasa perhatian kepadanya, dia sangat menikmatinya.


Mereka berdua berbicara satu sama lain, dan yang paling banyak berbicara adalah Anisa, dia sangatla cerewet, tapi Alex sangat senang dengan sikapnya, sifat cerewet Anisa merupakan hal baik untuknya.


Saat Alex bilang ingin berkerja, Anisa langsung marah dan memarahinya dengan beribu ribu kata, Anisa melarang Alex untuk berkerja dan berkerja kembali pada esok hari.


Alex hanya menganguk dan melakukan apa yang Anisa bilang dengan hati yang pasrah. Selama satu hari, Alex hanya berbaring diatas kasur saja, dan Anisa melakukan pekerjaan rumah, seperti seorang Suami Istri, dan Suaminya tidak bertanggung jawab.


__________


Keesokkan harinya.


"Apakah kau yakin ingin berkerja?" Anisa bertanya dengan ekspresi khawatir pada Alex yang sedang memakai sepatu didepan pintu Kamar.


"Tentu, aku harus menafkahimu, bukan?" Alex bangkit dari duduknya setelah memakai sepatu, dan memandang Anisa dengan tersenyum. Anisa sekarang lagi menggunakan celemek dan dalamnya menggunakan sebuah daster.


"Kau ada benernya juga, baiklah hati hati di jalan." Anisa menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu." Alex tersenyum dan mengulurkan tangannya kedepan wajah Anisa seperti meminta sesuatu.


Anisa mengerti maksud dari tangan Alex dan memegang tangannya, dia mencium tangan Alex dan melepaskannya kembali. "Dah....Selamat jalan, semoga banyak penumpang ya." Anisa melambaikan tangannya pada Alex.


Alex hanya tersenyum saja dan berjalan pergi kearah tangga turun kebawah.


"Hah....." Anisa hanya menghelakan nafas saat melihat Alex sudah menghilang dari pandangannya, dia menutup pintu kamar Alex dan memandang sekitarnya.


"Sangat berserakan, sepertinya aku harus membereskan kamarnya dan memasak untuknya setelah dia pulang." Anisa memandang sekitar dengan senyuman, dan mengambil sapu di sebelahnya.


"Tunggu..." Anisa teringat sesuatu yang mengejutkan. "Membereskan rumah, mencium tangan pria yang akan berkerja, memasak untuknya setelah dia pulang." Mata Anisa terbela memikirkan hal itu.


"Bukankah itu tugas seorang ISTRI....!!!" Anisa berteriak keras dan langsung terjatuh. "Tapi...." Anisa dengan ekspresi malu memegang bibirnya. ".....Itu bukanlah hal yang buruk".


________


"HACHUU...!" Alex yang sedang menjalankan mobilnya bercim seketika. "Siapa sih yang membicarakanku?"


TRING! TRING! TRING!


Sedang dalam keadaan yang kesel, Alex merasa Handphone yang ada dikantung celananya bergetar. Dia membuka Handphonenya dan melihat kalau jasa Taksihnya di pesan oleh seseorang.


"Hahaha....Sepertinya keberuntunganku sedang dalam keadaan puncak." Alex hanya tertawa didalam mobil, dan menancap Gas mobilnya dengan cepat.


Alex membawa Mobil seperti orang yang sudah 100 Tahun membawa Mobil, semua orang yang dijalan di selip olehnya dengan indah, banyak orang orang yang mengemudi Mobil ataupun Sepeda Motor menatap kagum dengan cara Alex membawa Mobil.


Beberapa Puluh Menit dalam perjalanan, Alex telah sampai didepan Cafe yang terlihat sangat besar dan mewah, seperti Cafe yang mahal.


Alex mencari kanan dan kiri, dia melihat seorang Wanita yang cantik sedang memainkan Handphonenya dan berdiri didekat Tiang Listrik seperti menunggu sesuatu.


Alex menduga bahwa Wanita cantik itu adalah Menumpang yang akan di antar. Karena penasaran, Alex dengan cepat menuju kearahnya.


"Dengan Mbak Vita?" Alex membuka kaca Mobilnya dan menatap Wanita Cantik itu.


"Ohh benar, apakah anda Mas Alex yang saya pesan dari Aplikasi Taksi Online?" Wanita Cantik itu menjawab dengan senang, karena dia sudah lama menunggu.


"Iya benar, saya Alex. Silahkan masuk, mbak Vita" Alex tersenyum dan mempersilahkan Wanita itu atau Vita memasuki mobil.


Vita tidak menjawab dan masuk kedalam mobil dengan wajah tersenyum senang, dia mengambil sabuk pengaman mobil dan mengikatnya di tubuhnya.


"Pegangan yang kencang, mbak vita." Alex menyeringai membuat Vita terkejut dan takut. Alex langsung menancap full gas Mobilnya.


"AHHH...." Vita sangat terkejut dengan tindakan Alex dan hanya berteriak sambil menutup mata.


Vita sangat takut dengan cara Alex membawa mobil yang ugal ugalan, tapi dia merasa seperti tidak terjadi apa apa, seperti dia berada di kasur yang empuk. Vita membuka matanya, dan sangat terkejut melihat Alex melewatkan semua Mobil dan Sepeda Motor didepannya dengan cara indah.

__ADS_1


"M-Mas Alex memiliki kemampuan mengumudi yang menakjubkan ya." Vita tidak bisa tidak menatap kagum pada Alex.


"Ini hanya biasa, mbak Vita." Alex menjawab tanpa membalikkan wajahnya dan tetap fokus dalam mengemudi.


"Apakah Mas Alex tertarik menjadi supir saya?" Vita bertanya dengan kata kata yang tertarik.


"Ohh....Berani bayar berapa anda?" Alex tersenyum kagum dan bertanya.


"10 Juta perbulan" Vita menjawab seperti 10 Juta itu hanya uang receh baginya.


"Aku tidak te-"


"Masih kurang? Saya akan menaiki menjadi 50 Juta!" Vita berkata dengan blak blakkan. Vita merasa sangat tertarik pada kemampuan Alex dan ingin merengutnya apapun yang terjadi.


"Aku tid-"


"100 Juta perbulan! Jika kau bekerja bersamaku selama 1 Tahun, Gajimu akan dinaiki menjadi 200 Juta." Vita yang tadinya berkata sombong sekarang menjadi kesel dengan sikap keras kepala Alex.


"Ohh...." Alex sangat terkejut dengan perkataan Vita. Menjadi supir dengan Gaji 100 Juta perbulan? Siapa yang tidak mau, hanya orang bodohlah yang tidak mau.


"Aku sangat tertarik dengan harga yang di tawarkan oleh Mbak Vita, tapi saya lebih tertarik menjadi Supir Taksi Online." Dan yang bodoh ternyata Alex sendiri.


"Hah.....Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Vita dengan pasrah melepaskan Alex. "Tapi, jika Mas Alex ingin menjadi Supir saya, maka anda tinggal bilang saja pada saya." Vita mengepalkan tangannya dengan tekad yang kuat untuk merengut Alex.


"Baiklah." Alex hanya tersenyum kencut dengan ketugahan Vita.


Alex menancap Gas Mobilnya lebih cepat. Beberapa menit kemudian, Alex telah sampai di Komplek yang sangat mewah dan indah, sepertinya 1 rumah itu seharga 1 Miliyar lebih.


"Telah sampai." Alex menatap Vita dengan tersenyum dan sekaligus kagum padanya.


Vita membuka Pintu Mobil Alex dan berjalan keluar dengan anggun, Vita mengeluarkan uang 500 Ribu dan memberikannya pada Alex.


"Ini bayaran karena mas Alex mengantar saya dengan cepat." Vita tersenyum dan memberi uang 500 Ribu seperti uang itu habis 1 hari baginya.


"Terima kasih, dan jangan lupa bintang 5 nya." Alex tidak menolak dan menerimanya. Alex percaya, dengan kemampuan Pengemudinya, Penumpang pasti akan memberinya bintang 5.


"Tentu." Vita mengeluarkan Handphonenya dan mengetiknya. "Sudah, sampai jumpa lagi" Vita tersenyum pada Alex sambil melambaikan tangannya, dia berjalan pergi dari Alex dan memasuki Komplek mewah itu.


Tring! Tring! Tring!


Alex dengan cepat membuka Handphonenya dan tersenyum saat melihat, apa yang di berikan oleh Vita. Vita tentu memberikan Bintang Lima padanya.


[Ting!.....Anda mendapatkan Bintang Lima. Selamat anda mendapatkan 'Pill Mempertampankan Wajah']


____________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2