
Tiba tiba Handphone Alex berbunyi setelah semalaman tidak berbunyi. Alex langsung mengambil Handphonenya dan seketika wajahnya membuat ekspresi terkejut. Karena suara notifikasi itu ialah notifikasi dimana seorang Penumpang memesan jasa Taksinya.
____________________
'Penumpang, bukankah aku di wilayah yang berbeda? Bagaimana bisa aku mendapatkan penumpang? Tunggu... Bukankah aku'
Selesai bergumam keras, Alex baru mengingat kalau dirinya mendapatkan sebuah Aplikasi Supir Taksi Seluruh Indonesia dari System beberapa hari yang lalu.
Pikirannya seketika dipenuhi pertanyaan. Pertanyaan itu bukanlah hal tentang Aplikasi yang dia pikirkan sebelumnya, tapi pertanyaannya ialah bagaimana dia bisa mengantar Penumpang yang memesan jasa taksinya.
Bukankah hal yang menyayangkan jika rezeki dibuang secara percuma. Dan lagi, Penumpang tersebut memesan jasa taksinya menuju ketempat yang sangat dekat dengan dimana Anisa berada.
"Lex! Apa yang kau pikirkan sampai melamun seperti itu?" panggil Fita kepada Alex yang melamun dengan nada cukup keras.
"Tidak bukan hal yang penting. Ohh benar juga, apakah ada sistem penyewaan Mobil didekat sini?"
Seketika dia mendapatkan sebuah ide untuk menyewa sebuah Mobil untuk mengantar Penumpang.
"Kalau itu aku tidak terlalu tau karena aku lumayan jarang pergi pergi di daerah sinj. Tapi kalau showroom Mobil aku tau, karena tempatnya tidak pala jauh dari Bandara hanya memakan waktu beberapa menit tidak sampai puluhan menit."
'Ohiyaiaya, kenapa aku gak beli Mobil saja.' Dia menghapus pikirannya untuk menyewa sebuah Mobil tapi dia mendapatkan ide lagi untuk membeli Mobil karena perkataan dari Fita.
"Bisakah kau menemaniku ke Showroom Mobil? Aku tidak terlalu akrab dengan bandara dan daerah sini."
"Tentu, kau sudah menolongku karena memberiku uang yang begitu banyak. Jadi, ini saatnya bagiku untuk menolongmu."
Alex tidak menjawab sepatah kata tapi menjawab dengan senyuman. Kemudian Fita membawa Alex keluar dari Bandara dan menuju Showroom Mobil menggunakan sebuah Becak.
Dalam perjalanan Alex menelpon Penumpang yang memesannya, mengatakan bahwa dia sedikit terlambat karena suatu hal. Dan penumpang dengan suara paruh baya tidak mempersalahkannya dan menyuruh lebih cepat.
***
Saat ini Alex sudah berada di depan Showroom Mobil.
"Apakah kau memang berniat untuk membeli Mobil?" tanya Fita kepada Alex yang sedang berdiri di sampingnya.
"Benar, ada sesuatu yang harus aku lakukan."
"Jika begitu, aku tak bisa menahanmu."
__ADS_1
Alex berjalan maju ketempat sorum Mobil. Dalam hatinya dia tidak menyangka kalau waktu ini akan terjadi pada dirinya. Yaitu dimana hari dia akan membeli sebuah Mobil dari hasil keringatnya. Tidak sih, atau lebih tepatnya uang dari System.
"Ada yang bisa saya bantu, tuan, nona."
Saat sudah sampai diujung pintu. Alex dan Fita disambut hangat oleh Karyawati yang bekerja didalam Showroom.
"Aku ingin membeli mobil, bisakah kamu memberi recomen kepadaku?" jawab Alex dengan mata yang melihat kekanan dan kekiri.
"Itulah tugas saya disini untuk memberi anda Mobil yang anda inginkan. Kalau boleh tau tuan, anda ingin mobil yang seperti apa? Di showroom ini tersedia lumayan banyak Mobil dari yang murah sampai yang mahal."
"Coba kamu tunjuk Mobilnya terlebih dahulu, jika itu sesuai selerahku maka aku akan membelinya."
"Baiklah jika itu yang anda inginkan, maka saya akan membimbing anda ke Mobil yang mungkin anda sukai."
Alex menganguk dan mengikuti karyawati tersebut dari belakang dengan ****** yang menggoda. Tapi mata Alex tidak menatap kearea itu tapi dia menatap Mobil mobil yang terpampang.
Beberapa menit kemudian. Karyawati itu sudah lumayan banyak memperkenalkan Mobil mobil kepada Alex, tapi dia tidak ada satupun yang tertarik kepada Mobil yang ditawarkan oleh Karyawati tersebut.
"Saya harap anda menyukainya. Ini merupakan Mobil Alpahard dengan merek 3.5 Q A/T yang baru baru ini keluar dari Perusahaan Toyota. Alpahard ini memiliki Mesin 3,5L V6. Kapasitas Mesin 2500. Tempat Duduk ada 7."
"Memang berapa harganya?"
"Harganya 1,560Milliar. Bagaimana? Apakah anda ingin membelinya?"
"Kalau begitu aku akan membelinya."
"Kalau begitu anda ingin membelinya dari sistem Angsura, DP atau Chas?"
"Chas saja."
Karyawati dan Fita seketika terkejut dengan perkataan Alex yang lantang. Fita memang tau kalau Alex adalah orang kaya karena dia memberinya 100Juta secara percuma. Tapi dia tidak menyangka kalau dia lebih kaya dari yang ia pikirkan.
"Kalau begitu saya akan memanggil menejer terlebih dahulu." Karyawati dengan tergesa gesa langsung berlari menuju kesebuah ruangan.
***
Beberapa menit lagi berlalu.
__ADS_1
Alex sudah menyelesaikan semua transaksi yang dibutuhkan untuk membeli Mobil. Dia juga sudah menggunakan Mobilnya, dan dia langsung menyukai karena tempat duduk yang empuk dan setir Mobilnya yang enak untuk dibelokkan.
Penumpang yang memesannya juga menelpon dirinya lagi, mengatakan kalau dia sangat lambat. Jika dalam waktu 20menit lagi tidak datang juga maka Penumpang tersebut akan mencancelnya.
Jadi, Alex mengatakan kepada Menejer showroom untuk melakukan transaksi lebih cepat. Yaa, sejujurnya dia tidak mempersalahkan jika jasa Taksinya dicancel. Tapi karena Penumpang itu memesannya dan untuk mengantarnya ketempat dekat dengan Anisa berada maka dia harus mengantarnya.
Ada sesuatu yang membuat Karyawan dan Menejer tercengan karena kelakuan Alex. Bagaimana tak, Alex meminta untuk mengoyakkan seluruh plastik plastik yang tertempel di seluruh Mobil. Mulai dari tempat duduk, stang, atap Mobil, dan sebagainya.
Mereka tidak pernah melihat seseorang yang baru membeli Mobil meminta untuk melepaskan Plastik plastik yang menempel pada Mobil. Bahkan ada orang yang tidak melepaskan Plastik selama bertahun tahun. Kebanyakan orang orang akan memamerkannya.
"Aku minta maaf ya karena aku gak bisa mengantarmu."
Semua transaksi sudah selesai. Alex hanya tinggal menjalankan Mobilnya. Tapi sebelum itu dia meminta maaf kepada Fita karena tak bisa mengatarnya.
"Tidak perlu dipikirkan, Apartemenku tidak pala jauh dari tempat ini. Jadi kau bisa tenang dan selesaikan saja urusanmu." Jawab Fita menggelengkan kepala.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu."
Balas Alex,.kemudian dia ingin masuk kedalam mobil. Sebelum dia melangkah satu langkahpun, sebuah tariakkan dari baju yang membuatnya menghentikan langkahnya.
"Hemm, ada apa," tanya Alex lagi menoleh kebelakang menatap Fita dengan wajah bertanya.
"Bisakah kau memberiku nomor teleponmu? Aku tak ingin hubungan kita hanya memberi dan mengantar saja, aku ingin kita lebih dekat." Jawab Fita yang berbicara secara gegabah yang membuat orang salah paham.
"Baiklah jika kau menginginkan hal itu. Ni, kau bisa mencatatnya." Alex menggelengkan kepala, kemudian dia mengeluarkan Handphonenya memberikan kepada Fita.
"Terima kasih." Kata Fita setelah selesai mencatat nomor Alex.
"Kalau begitu aku pergi dulu, ya."
"Hemm, hati hati di jalan."
Alex tersenyum sebagai jawaban. Dia kemudian menaiki Mobil Alpahardnya dan langsung melajukan mobilnya setelah melambaikan tangannya kepada Fita dan melaju ketempat Penumpang yang memesannya.
_________________________
Bersambung.
N/A: Maaf maaf karena chp ini banyak bacot. Gw lelah coy
__ADS_1